<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285</id><updated>2011-07-31T08:08:23.720+07:00</updated><category term='olahraga'/><category term='tae kwon do'/><category term='jurus-jurus ampuh'/><category term='Nikah Pra Nikah'/><category term='novel barat'/><category term='Download Area'/><category term='Media Indonesia'/><category term='artikel'/><category term='skripsi pendidikan'/><category term='Revitalisasi Gerakan Mahasiswa'/><category term='Dakwah Internet'/><category term='Kisah PETUALANGAN TINTIN'/><category term='promo'/><category term='tanguy dan Laverdure'/><category term='obat asli indonesia'/><category term='wedding cake'/><category term='talkshow'/><category term='Novel Enid Blyton'/><category term='biografi gus dur'/><category term='lomba'/><category term='Jawa Pos'/><category term='bahasa perancis'/><category term='carakan'/><category term='Enterpreneur indonesia'/><category term='buku gratis'/><category term='Belajar Bahasa Perancis'/><category term='lempung polymer'/><category term='cerita komik'/><category term='stola'/><category term='software ramalan'/><category term='masakan asli nusantara'/><category term='SBY'/><category term='kung fu'/><category term='Lima Sekawan'/><category term='tom cruise'/><category term='BERITA'/><category term='mengatasi kulit keriput'/><category term='selendang unik'/><category term='my books'/><category term='bedah buku'/><category term='darah tinggi'/><category term='komik bahasa indonesia'/><category term='resensi buku pernikahan'/><category term='novel Indonesia'/><category term='Hanacaraka'/><category term='ebook komik'/><category term='Coretan Saya'/><category term='Kumpulan Novel'/><category term='Sejarah'/><category term='Ramadhan Kita'/><category term='science explorer'/><category term='Tips Agar Kulit Senantiasa Cantik'/><category term='agenda'/><category term='Enterpreneurship'/><category term='Program Untuk menulis Huruf Jawa program'/><category term='Membongkar Gurita Cikeas'/><category term='Michael owen'/><category term='nahdlatul Ulama'/><category term='sepakbola'/><category term='solar system'/><category term='sh mintarja'/><category term='novel gratis'/><category term='ebook gratis'/><category term='komik gratis'/><category term='ceramah'/><category term='novel terjemahan'/><category term='menghias kue ulang tahun'/><category term='Sidney Sheldon'/><category term='wire jewelry'/><category term='undangan'/><category term='Kompas'/><category term='video tutorial'/><category term='Nasehat'/><category term='martial art'/><category term='resensi buku how to'/><category term='Panduan Membuat Shawl dan Scarves'/><category term='Budaya Jawa'/><category term='Relasi Kuasa Dalam Wacana Pesantren'/><category term='Inspirasi Motivasi'/><category term='ramuan asli indonesia'/><category term='NOVEL TERBIT'/><category term='kegiatan'/><category term='resensi buku politik'/><category term='sepak bola'/><category term='modul kuliah'/><category term='cersil'/><category term='Lampung Post'/><category term='Cerpen'/><category term='karl may'/><category term='komik tarzan'/><category term='wawancara dan sosok di media'/><category term='biro hukum'/><category term='Maria A Sardjono'/><category term='si badung'/><category term='secuil proses kreatif'/><category term='seni kuliner'/><category term='novel petualangan'/><category term='partai demokrat'/><category term='judo'/><category term='herge'/><category term='human body'/><category term='gus dur'/><category term='enid blyton. novel remaja'/><category term='lord of the jungle'/><category term='pekalongan'/><category term='mempercantik tampilan kue'/><category term='winnetou'/><category term='cd beladiri'/><category term='cersil jawa'/><category term='Pikiran Rakyat'/><category term='resensi buku biografi'/><category term='abdurahman wahid'/><category term='kabar seputar dunia buku'/><category term='Studi Islam'/><category term='Human weapon'/><category term='resensi buku agama'/><category term='tumpas komedo'/><category term='chiffon'/><category term='karate'/><category term='iptek'/><category term='bahasa perancis online'/><category term='profil'/><category term='hartati murdaya'/><category term='Yang terasing'/><category term='Biografi'/><category term='tehnik membuat perhiasan dari kawat'/><category term='The Jakarta Post'/><category term='Sejarah Islam'/><category term='Palawa'/><category term='komik tintin'/><category term='komik eropa'/><category term='resensi buku anak'/><category term='Ust. Jefri Al-Buchori'/><category term='WORKSHOP'/><category term='Agatha Christie'/><category term='cantik disegala usia'/><category term='Tarzan si raja rimba'/><category term='Panduan Membuat Tas Unik dan Menarik'/><category term='tehnik bermain sepakbola'/><category term='investasi'/><category term='old shatterhand'/><category term='novell'/><category term='font'/><category term='Suara Merdeka'/><category term='ketrampilan'/><category term='download komik'/><category term='Pasar Tradisional'/><category term='john grisham'/><category term='Kumpulan Otobiografi'/><category term='Obat Tradisional Asli Indonesia'/><category term='The Firm'/><category term='novel terbaru'/><category term='ebook bisnis'/><category term='buku cerita silat'/><category term='George Junus Aditjondro'/><category term='ROADSHOW'/><category term='SH Mintardja'/><category term='abdurrahman addakhil'/><category term='Ber (Agama) Oedipus Complex'/><category term='wawasan'/><category term='hobby'/><category term='clay'/><category term='Mahasiswa Pemuda'/><category term='Hadrah'/><category term='kerajinan tanah liat'/><category term='scarf'/><category term='ramuan ampuh'/><category term='kara ben nemsi'/><category term='Beading'/><category term='informasi'/><category term='komik'/><category term='Enterpreneur'/><category term='Republika'/><category term='Cerita Silat jawa'/><category term='Kembang Kecubung'/><title type='text'>HAMAM MALANG</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Hamam Malang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08264003696112151867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_zxEMrq3JZ-k/SSXCsIb7qKI/AAAAAAAAAR4/KKeYKhZIEPs/S220/amy.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>190</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-8393703672014453808</id><published>2010-03-31T11:49:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T00:45:16.675+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Republika'/><title type='text'>Seandainya Nurdin seperti Soeratin</title><content type='html'>Kongres Sepak Bola Nasional resmi dibuka oleh Presiden Susilo Bambang  Yudhoyono. Meski hanya dua hari, acara ini diharapkan berpengaruh besar  terhadap masa depan persepakbolaan Indonesia. Wacana revolusi alias  perombakan total kepengurusan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia  (PSSI) santer didengungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, semangat yang diusung  bukanlah menjungkalkan rezim Nurdin Halid di PSSI. Agenda yang jauh  lebih penting adalah membenahi ketidakberesan yang selama ini terjadi di  ajang persepakbolaan nasional. Hanya saja, Nurdin Halid seolah tutup  mata tutup telinga atas derasnya kritik yang ditujukan kepada PSSI.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berbagai  alibi dan alasan selalu dikemukakannya. Pada beberapa kali kesempatan  diskusi ia bersikeras tidak ada yang salah dengan sepak bola nasional.  Bahkan, ia pun terkesan tidak takut dengan KSN yang merupakan gagasan  SBY. Sejak beberapa waktu lalu, politisi asal Partai Golkar ini juga  telah merapatkan barisan dengan pengurus PSSI Provinsi dari seluruh  Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nurdin seharusnya legawa meletakkan jabatan tanpa  perlu didesak. Ia akan meninggalkan kantor PSSI di Senayan secara  terhormat. Jasanya yang juga tidak sedikit pun akan tetap terkenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengenang  Soeratin&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Awal berdirinya PSSI tidak bisa dilepaskan dari  perjuangan nasionalisme Indonesia. Pasalnya, organisasi ini lahir lebih  dulu dari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. PSSI saat itu  kepanjangannya adalah Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia,  didirikan pada 19 April 1930 di Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jasa Ir Soeratin  Sosrosoegondo sangatlah besar. Bersama sejumlah tokoh lain, Soeratin  menggagas lahirnya sebuah perserikatan sebagai alat perlawanan terhadap  NIVB (Nederlansch Indische Voetbal Bond). Saat itu, NIVB merupakan  organisasi tertinggi sepak bola di Hindia Belanda. Corak kolonialisme  sangat kental dalam pengorganisasian sepak bola yang dilakukan NIVB,  bahkan sangat diskriminatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan sebelum kongres  pembentukan PSSI, terjadi satu peristiwa yang sangat menusuk perasaan  bangsa pribumi. NIVB melarang adanya acara tersebut, dan menyebut  inlander terhadap panitia voetbalwedstrijden Yogyakarta 1930.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi  bangsa Indonesia, 'inlander' adalah sebutan yang menyakitkan. Pada  hakikatnya, ke-inlander-an adalah persoalan harga diri dan martabat  manusia (R Dahlan Ranuwihardjo, St 1978).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, dengan  berdirinya PSSI, kaum pribumi memiliki wadah berekspresi dalam bidang  olahraga yang sejajar dengan bangsa lainnya di Nusantara. Terpantik  dengan semangat ini dan diskriminasi yang dilakukan NIVB, Susuhunan Paku  Buwono X mendirikan Stadion Sriwedari di wilayah kekuasaannya,  Surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dalam waktu delapan bulan, di bawah komando R Ng  Tjondrodiprojo, stadion yang menghabiskan biaya 30 ribu gulden pun  selesai dibangun. Stadion berbentuk oval itu dilengkapi trek atletik,  sistem drainase yang baik, dan lampu sorot yang membuatnya bisa  digunakan setiap saat. Sriwedari menjadi lapangan sepak bola terbaik di  zamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Persinggungan dengan politik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sejak  berdirinya PSSI, permasalahan sepak bola semakin meluas. Para politisi  menyadari betul fenomena ini. Mereka pun tak segan memanfaatkan sepak  bola sebagai saluran perjuangan paham nasionalisme. Pemerintah kolonial  sangat khawatir dengan perkembangan ini. Setiap pertandingan besar tak  ubahnya sebuah rapat umum yang mau merongrong kekuasaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  satu kesempatan, tepatnya pada 1932 saat berlangsungnya kejuaraan PSSI  ke-II di lapangan Laan Triveli, Jakarta, sejumlah pemimpin pergerakan  tampak hadir di kerumunan penonton. Bung Karno yang baru keluar dari  penjara Sukamiskin mendapat kehormatan melakukan &lt;em&gt;kick off&lt;/em&gt; tanda  pertandingan dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai cara dilakukan Belanda untuk  mengerdilkan PSSI. Salah satunya dengan mengintervensi Sizten en  Lausada, perusahaan swasta tempat Soeratin bekerja untuk memecat Ketua  Umum PSSI itu. Dengan besar hati, Soeratin rela dikeluarkan tak  terhormat demi perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah juga menggunakan alasan  politis untuk menjegal PSSI. Tim yang sudah siap diberangkatkan ke Paris  untuk mengikuti Piala Dunia 1938 dilarang pergi, dan digantikan oleh  tim NIVU. Keberadaan Husni Thamrin dan Ki Hajar Dewantoro di dalam  kontingen dijadikan alasan. Atas berbagai ulah yang dilakukan Belanda,  Soeratin mengambil tindakan tegas. Pada 1938, ia memutuskan secara  sepihak General Agreement dengan kubu NIVU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lebih dari  enam dekade dan di era kemerdekaan ini, PSSI kini juga sedang dalam  prahara. Mafia wasit, kerusuhan suporter, nirprestasi tim nasional, dan  berbagai persoalan lainnya menjadi potret buram PSSI. Soeratin dikenang  karena keberhasilanya membawa PSSI mengarungi badai. Bahkan, ia sampai  rela kehilangan jabatannya sebagai eselon tinggi di Sizten en Lausada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana  dengan Nurdin? Mampukah ia mengobati borok di tubuh organisasinya? Jika  KSN diibaratkan sebagai dokter yang akan mendiagnosis dan mencari obat  dari penyakit tersebut, apakah Nurdin mau menjalankan amanat KSN?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opini Republika 31 Maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-8393703672014453808?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/8393703672014453808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=8393703672014453808' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/8393703672014453808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/8393703672014453808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/seandainya-nurdin-seperti-soeratin.html' title='Seandainya Nurdin seperti Soeratin'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-123734039313058143</id><published>2010-03-31T11:48:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T00:45:16.697+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Republika'/><title type='text'>Membenahi Kultur Birokrasi</title><content type='html'>Gayus Tambunan, seorang pegawai rendahan di pajak yang kini buron, benar-benar sebagai dalang makelar kasus. Kini, publik makin yakin bahwa postur birokrasi yang gemuk sungguh subur bagi tumbuhnya iklim korupsi dan praktik penyimpangan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita patut bertanya kepada para pihak yang memiliki otoritas kebijakan, kenapa setelah satu dasawarsa reformasi berlalu, bangsa ini sepertinya belum 'berani' menyentuh kasus-kasus korupsi besar, termasuk yang diduga bersemayam di balik struktur birokrasi pemerintahan kita? Sudah sejauh manakah para pejabat kita menunjukkan ketaatan terhadap hukum yang dibuatnya? Sudah sesuaikah perilaku yang dipratikkannya dengan nilai-nilai agama dan ajaran luhur bangsa, Pancasila. Sudah pantaskah tindakan kesehariannya sesuai dengan 'abdi negara'?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan ini merupakan kegelisahan publik yang menyeruak belakangan bersamaan dengan runyamnya pertumbuhan perilaku tak sehat yang menimpa para calon pemimpin bangsa. Kita hampir yakin bahwa kasus serupa juga dimungkinkan tumbuh subur dalam sektor birokrasi lain di mana tempat-tempat strategis sering menjadi incarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyimak maraknya fenomena rapuhnya institusi-institusi birokrasi kita, hati kecil ini rasanya tergelitik sekali ingin meneriakkan pesan-pesan keadilan dan kebenaran yang kian sunyi dalam keriuhan kekuasaan dan pragmatisme hidup. Pesan kemanusiaan begitu mahal ketika ruang publik dan realitas kekuasaan politik kurang mengapresiasi pentingnya menyelipkan muatan nilai bagi struktur dan pelakunya, utamanya bagi mereka yang memiliki jabatan dan berada di posisi atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ihktiar&lt;br /&gt;Birokrasi sesungguhnya perangkat penting di dalam pemerintahan itu sendiri. Jika kultur birokrasi bersangkutan bermutu dan bersih, kualitas dan gerak langkahnya cenderung efektif. Lokomotif pembangunan sedikit banyak juga diayunkan melalui kelompok ini. Oleh karena itu, sektor ini mempertaruhkan arah dan prospek pembangunan yang dibikin pihak pimpinan puncak eksekutif dan para legislatif. Jika mereka terlibat penyimpangan anggaran dan praktik gelap, laju pembangunan yang ditunggu masyarakat akan tersumbat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teori, sistem pemerintahan yang berlandas di atas rel birokrasi spirit awalnya adalah memenuhi permintaan pelayanan dari rakyat sebagai pihak pemberi sah mandat. Birokrasi sebagai organisasi besar (meminjam istilahnya Trompenars &amp;amp; PrudHome) menganut budaya 'Eifel Tower', di mana organisasi jenis ini sering kali menggunakan mekanisme kerja yang cenderung pakem, mengutamakan hierarki struktural, berorientasi stabilitas, dan bercorak prosedural, bahkan acap kali bersifat sentralistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi seperti ini, pola organisasi yang ada cenderung menggunakan kepemimpinan karismatik dan elitis, di mana kinerja organisasi seolah-olah terkendali melalui peran dominan individu pemimpinnya. Padahal, konsepsi birokrasi sendiri lebih banyak menganut pola kerja yang mengutamakan pembagian wewenang dan bagi tugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya (kultur) tampaknya masih mendominasi warna dari dunia birokrasi kita. Meski, dalam hal lain, kurang optimalnya pengawasan serta lemahnya kepastian hukum akibat kurang kredibelnya aparat hukum kita bisa dijadikan representasi untuk menunjukkan bahwa kerja panjang membangunkan tidur lelap birokrasi harus menjadi perhatian kita bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana kultur yang mengental corak paternalistiknya turut mewarnai perilaku sebagian para pengambil kebijakan strategis di republik ini. Tanpa pertimbangan kompetensi, bisa jadi para pimpinan birokrasi di setiap levelnya lemah mengendalikan bawahannya. Sebaliknya, muatan kompetensi yang kini digandrungkan banyak pihak, ternyata faktanya kurang berbanding lurus dengan tingkat kebersihan di dalam institusinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, aparatur pemerintah dan mereka yang akan menjadi calon-calon pejabat pemerintah sebaiknya memahami fungsi dan arti penting rumusan etik dan norma dasar yang bersumber dari tradisi-tradisi keagamaan, sembari perkembangan teknologi yang ada diintegrasikan sebagai satu sistem yang tak terpisah. Misalnya, dalam rangka memaksimalkan peran pengawasan, maka sebuah institusi perlu menggunakan standar kerja yang bisa didukung dari 'penyensoran' teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kebutuhan ini, hendaknya para pegawai bisa menyadari dan memahami akan hal tersebut sehingga batasan-batasan profesionalitas seorang pegawai dapat ditanamkan sejak dini menyatu dengan unsur moralitas dan rumusan etik. Gaya hidup para pegawai pajak yang dianggap kurang patut dan memunculkan kesenjangan terhadap pegawai di sektor lain merupakan contoh nyata yang perlu diperhatikan. Secara bersamaan, akan menjadi indah jika para pegawai di sektor-sektor strategis seperti Pajak, Bea Cukai, Pertamina, Keuangan, dan Perbankan, perlu mengikat diri di dalam spirit hidup yang penuh dengan nuansa kesederhanaan. Hal ini sekaligus dapat difungsikan sebagai arena pengembangan citra pegawai pajak itu sendiri bahwa menjadi pegawai pajak ternyata juga bisa hidup penuh kepekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, ke depan, pemerintah perlu serius mengkaji sisi permintaan sektor pegawai di dalam birokrasi karena logikanya permintaan kebutuhan akan pegawai di dalam struktur birokrasi yang modern, sesungguhnya kian efisien seiring dengan digantikannya peran-peran baru yang dapat diintegrasikan melalui fungsi teknologi. Pola semacam ini ikut menambah iklim produktivitas pegawai yang tidak saja dimulai dari seleksi kualitatif awal (seperti fit and proper test, melainkan dapat menekan angka gaji yang sering kali dijadikan dalih dan teori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melemahnya kultur birokrasi dan menurunnya tingkat kualitas sumber daya (misalnya tidak bersih), secara teori dipicu tiga hal mendasar: Pertama, sistem nilai yang ada tak dijalankan sepenuh hati. Kedua, aturan hukum yang mengikat tidak dilengkapi dengan aparat dan aktor penjaganya yang kredibel. Dan ketiga, struktur yang terbentang tak dibangun di atas sistem pengawasan yang memadai dan bermutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opini Republika 31 Maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-123734039313058143?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/123734039313058143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=123734039313058143' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/123734039313058143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/123734039313058143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/membenahi-kultur-birokrasi.html' title='Membenahi Kultur Birokrasi'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-6775770040031958143</id><published>2010-03-31T11:45:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T00:45:16.717+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Pos'/><title type='text'>Menyambut Munas Ke-27 Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah</title><content type='html'>&lt;b&gt;SETELAH&lt;/b&gt; Nahdlatul  Ulama (NU) menggelar muktamar ke-32 di Makassar,  Muhammadiyah akan  melakukan hal yang sama pada 3-8 Juli 2010.  Organisasi massa Islam yang  didirikan Ahmad Dahlan pada 1912 itu akan menggelar muktamar yang ke-46  di Jogjakarta. Kendati masih kurang tiga bulan, suasana internal di  kalangan warga persyarikatan Muhammadiyah mulai memperlihatkan dinamika.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya, ada dua isu penting yang membuat suasana  menjelang muktamar terlihat dinamis. Pertama,  keinginan Amien Rais  kembali aktif di Muhammadiyah. Posisi yang dibidik Amien membuat banyak  kalangan tersentak, yakni menjadi nakhoda Muhammadiyah kembali. Ini  berarti Amien harus bersaing dengan Din Syamsuddin yang juga ingin maju  lagi. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Isu kedua adalah fatwa keharaman rokok yang dikeluarkan   Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) PP Muhammadiyah pada 8 Maret 2010. Warga  Muhammadiyah sepertinya belum bulat terhadap fatwa tersebut. Amien  mengaku kaget. Jika tokoh sekaliber Amien kaget, jangan heran jika  banyak warga Muhammadiyah lainnya -lebih-lebih yang telah memiliki  kebiasaan merokok, apalagi sebagai perokok berat &lt;i&gt;(heavy smoker)-&lt;/i&gt;  merespons dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pascafatwa keharaman rokok,  Muhammadiyah  seperti dibenturkan tidak saja kepada sikap kontra warganya, tapi juga  dengan pendapat mayoritas umat Islam yang menganggap status hukum rokok  ''sebatas" makruh.  Pendapat seperti ini, antara lain, dipegang NU.  Justru di sini menariknya; Muhammadiyah berani keluar dari arus utama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  saya, keberanian Muhammadiyah mengeluarkan fatwa rokok merupakan suatu  pertanda Muhammadiyah ingin kembali ke karakter awal yang berani memecah  kebekuan pemikiran Islam. Ada studi terhadap Muhammadiyah yang dianggap  beberapa kalangan telah menjadi klasik, yakni yang dilakukan Alfian.  Dalam studi bertajuk &lt;i&gt;Muhammadiyah: The Political Behaviour of a  Muslim Modernist Organization Under Dutch Colonialism &lt;/i&gt;(1989), Alfian  menyebut salah satu karakter Muhammadiyah sebagai pembaru keagamaan &lt;i&gt;(a  religious reformist)&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan Muhammadiyah sendiri lebih  menyukai istilah tajdid untuk menyebut karakter tersebut. Pilihan  terhadap tajdid tentu tidak dimaksudkan sekadar beretorika. Sebab,  Muhammadiyah memberikan bukti melalui pendirian beberapa lembaga sosial  seperti pendidikan dan kesehatan yang dibingkai dengan semangat  kemodernan. Pembuktian ini tidak bakal terwujud jika tidak ada  legitimasi agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal-awal perkembangannya, Muhammadiyah  cukup konsisten menjaga semangat pembaruan atau &lt;i&gt;tajdid.&lt;/i&gt; Tapi,  sejalan dengan kian banyaknya lembaga sosial yang dimiliki, sejak dua  dekade belakangan ini banyak kalangan yang mulai menggugat konsistensi  Muhammadiyah dalam gerakan pembaruan. Gugatan itu kian dirasakan oleh  MTT, yang menurut kajian Achmad Jainuri dalam &lt;i&gt;The Formation of the  Muhammadiyah's Ideology&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;1912-1942&lt;/i&gt; (1997),  diharapkan mampu  memberikan inspirasi dan justifikasi teologis agar Muhammadiyah tetap  sejalan dengan tuntutan perubahan dan kemajuan zaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organ  Muhammadiyah yang lahir  ketika muktamar di Pekalongan pada 1927 itu  dinilai terlalu condong ke bidang tarjih,  sedangkan bidang tajdid  kurang digarap secara optimal. Karena itu, wajar jika produk yang  dihasilkan MTT lebih banyak berbentuk fatwa,  baik terhadap persoalan  lama seperti rokok maupun persoalan baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama MTT sebenarnya  merupakan perubahan kesekian  karena sebelumnya  menggunakan nama  Majelis Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam (MTPPI). Baru setelah  muktamar di Malang pada 2005, MTPPI berganti menjadi MTT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  berganti nama,  di mana tajdid kian dipertergas, tersirat suatu harapan  agar organ ini bisa mengembalikan etos Muhammadiyah seperti pada  awal-awal pertumbuhan dan perkembangannya, yakni sebagai gerakan  pembaruan atau tajdid. Ini berarti MTT memiliki posisi sentral karena  bisa menjadi pemasok pemikiran keislaman yang bercorak reformis bagi  semua organ Muhammadiyah lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu agenda pembaruan  yang kian mendesak adalah bidang pendidikan. Pendidikan merupakan ranah  strategis pengejawantahan pembaruan Muhammadiyah. Perkembangan  pendidikan Muhammadiyah telah lama mendapat sorotan setelah pilihan  masyarakat mulai bergeser ke lembaga-lembaga pendidikan yang tidak  berafiliasi secara formal kepada Muhammadiyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MTT mestinya bisa  merespons persoalan krusial dan strategis itu kendati tidak bersentuhan  dengan persoalan hukum Islam. Respons MTT tersebut merupakan garapan di  bidang tajdid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dengan merespons persoalan di luar ranah  hukum Islam MTT bisa dinilai tidak mengerti konsep pembagian kerja dalam  organisasi modern? Sudah waktunya Muhammadiyah mengembangkan apa yang  disebut Gumilar Rusliwa Somantri, rektor Universitas Indonesia, dengan  horizontalisme. Muhammadiyah perlu mengadopsi konsep ini agar  organ-organ di dalamnya bisa bekerja secara sinergis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi MTT  yang memiliki ranah kerja di bidang hukum Islam dan pembaruan pemikiran  keislaman, adopsi terhadap konsep horizontalisme merupakan hal mendesak.  Kasus fatwa rokok menarik dijadikan contoh. Ada pertanyaan, apa langkah  strategis selanjutnya yang akan dilakukan MTT setelah rokok difatwa  haram? MTT tidak boleh berhenti hanya "sebatas" memfatwakan. Tapi,  dituntut juga memikirkan langkah alternatif strategis yang dibutuhkan,  terutama bagi kalangan yang memiliki ketergantungan terhadap rokok. Di  sinilah relevansi konsep horizontalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatwa rokok hanyalah  sekadar contoh. Selain masalah tersebut, MTT dihadapkan kepada persoalan  lain, baik di internal Muhammadiyah maupun yang dihadapi umat Islam.  Hanya dengan memperluas horizon pembaruan, MTT bisa merespons persoalan  tersebut. Mudah-mudahan Musyawarah Nasional (Munas) Ke-27 Tarjih dan  Tajdid Muhammadiyah di  Malang pada 1-4 April 2010 dapat menghasilkan  pemikiran yang dapat memperluas horizon pembaruan Muhammadiyah. &lt;b&gt;(*)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;*). &lt;/i&gt;   &lt;b&gt;     &lt;i&gt;Syamsul Arifin&lt;/i&gt;   &lt;/b&gt;   &lt;i&gt;, guru besar dan wakil direktur Program Pascasarjana Universitas  Muhammadiyah Malang&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Opini JawaPos 31 Maret 2010&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-6775770040031958143?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/6775770040031958143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=6775770040031958143' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/6775770040031958143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/6775770040031958143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/menyambut-munas-ke-27-tarjih-dan-tajdid.html' title='Menyambut Munas Ke-27 Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-1389889178317020504</id><published>2010-03-31T08:08:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T00:45:16.733+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Jakarta Post'/><title type='text'>SOS (Save Our Soccer)</title><content type='html'>Despite our huge population and the popularity of soccer in this  country, Indonesian soccer teams have not been able to achieve any  significant progress at an international level for several decades. &lt;br /&gt;One  of the main reasons is the incompetence and corrupt attitude of those  entrusted to lead the Soccer Association of Indonesia (PSSI). Against  this backdrop, the two-day National Soccer Congress is scheduled to kick  off Tuesday in Malang, East Java.&lt;br /&gt;President Susilo Bambang  Yudhoyono is slated to open the&amp;nbsp; congress, which is hoped to issue  recommendations to save Indonesian soccer. His attendance can be seen as  a reflection of his concern for our soccer team’s declining  achievements, or an attempt to intervene in PSSI’s internal affairs. The  PSSI has come under the spotlight lately, especially since the national  team’s humiliating defeat to Laos at the 2009 Southeast Asian Games.  Its officials have been blamed for our apparent inability to develop the  most popular sport in the country and the world — as well as the  association’s ignorance of accusations including corruption, violent  brawls among fans, and poor-quality competitions.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;It is sad to see  the state of the PSSI today. When Soeratin Sosrosoegondo established  the PSSI in Yogyakarta on April 19, 1930, his aim was to boost unity  among young people across the archipelago. &lt;br /&gt;Nearly 80 years later,  the PSSI has yet to move forward to bring Indonesia to the  international stage. &lt;br /&gt;Today, our soccer team is ranked 136th by  the world soccer governing body, FIFA. This is far worse than our  highest achievement in 1976 when we were ranked 98th.&lt;br /&gt;Without  world-class achievements, instead the PSSI voiced a bid to host the 2022  World Cup. The plan not only made the PSSI into the laughing stock of  the world soccer community. And the PSSI not only lost its right to bid,  but FIFA decided to drop Indonesia from the bidding after the PSSI  failed to submit governmental guarantees — but it also faces a possible  lawsuit at the Court of Arbitration for Sport, lodged by bidding  consultant Michel Bacchini for his unpaid fee of US$258,000. The bidding  has been seen as a distraction from the chronic existing problems:  Youth development, local competition and corruption.&lt;br /&gt;Observers,  experts and fans have clamored for a major overhaul of domestic soccer  development, including the replacement of PSSI officials. The calls,  unfortunately, have apparently fallen on deaf ears, with PSSI officials  insisting there is nothing wrong with the organization, the competition  or its management.&lt;br /&gt;Moreover, the PSSI blames the government for  not supporting soccer development by not providing infrastructure and  financial backing.&lt;br /&gt;The congress should not only serve as a means  to topple incumbent PSSI chairman Nurdin Halid, but to help reshape the  PSSI and see competent, professional and committed persons improve our  performance.&lt;br /&gt;While many may fear that government intervention, if  any, could risk Indonesia being scrapped (by FIFA) from international  competitions, it would be much better for the PSSI to focus first on  tackling domestic problems.&lt;br /&gt;The PSSI cannot stand alone. It needs  to work together with soccer development stakeholders — the National  Sports Council (KONI), the National Education Ministry, the Youth and  Sports Ministry and especially the public — to bring soccer back to  schools and clubs. &lt;br /&gt;FIFA had a point when it rejected Indonesia  from the Youth Olympic Games in Singapore this August: Indonesia had not  worked hard enough to develop the sport for youths. We all love soccer.  Let’s hope the congress comes up with fresh ideas to improve our game.  Otherwise Indonesia could be left on the bench forever and remain a  spectator.&lt;br /&gt;Opini the jakarta post 31 maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-1389889178317020504?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/1389889178317020504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=1389889178317020504' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/1389889178317020504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/1389889178317020504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/sos-save-our-soccer.html' title='SOS (Save Our Soccer)'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-4881849387462481554</id><published>2010-03-31T08:06:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T00:45:16.748+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kompas'/><title type='text'>Gerhana di Atas Century</title><content type='html'>&lt;span id="article_body"&gt;Upaya penyelesaian skandal Bank Century  sampai ke akar-akarnya sepertinya akan menjadi utopia. Jamak diketahui,  begitu opsi C berhasil meraih dukungan mayoritas di DPR, ”mesin-mesin  Istana” bergerak seperti kilat ke segala penjuru mata angin untuk  ”mengendalikan” arah penyelesaian skandal Bank Century.&lt;br /&gt;Melihat  perkembangan satu bulan terakhir, pergerakan mesin-mesin Istana itu  sangat terbantu dengan rangkaian peristiwa yang terjadi. Sebut saja,  misalnya, keberhasilan polisi mengungkapkan jaringan terorisme. Masih  terkait dengan institusi polisi, muncul pula kontroversi yang terkait  dengan pengakuan Susno Duadji soal makelar kasus di tubuh Polri.  Pengakuan Susno tidak hanya membuat buncah tubuh kepolisian, tetapi  bergetar jauh sampai ke Direktorat Jenderal Pajak. Ibarat magnet,  pengakuan Susno mampu mencuri perhatian publik dari desakan untuk  menyelesaikan secara tuntas skandal Century.&lt;br /&gt;Melihat perkembangan  yang ada, amat mungkin pengakuan Susno dan skandal mafia pajak akan  dikapitalisasi secara optimal oleh mesin-mesin Istana untuk mengalihkan  penyelesaian skandal Century. Kalau itu terjadi, peristiwa yang muncul  belakangan bisa jadi semacam gerhana total dalam upaya menyelesaikan  skandal Century hingga ke akar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;crosshead&gt;&lt;/crosshead&gt;&lt;strong&gt;Proses  hukum&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Publik tidak perlu berspekulasi bahwa rangkaian  peristiwa yang muncul setelah DPR memilih opsi C merupakan sesuatu yang  by design. Yang pasti, sejak awal pembentukan Panitia Khusus DPR tentang  Hak Angket Bank Century, kalangan Istana sudah melakukan perlawanan  terbuka. Karena itu, tidak aneh jika pidato Presiden di Istana Merdeka,  Kamis (4/3), sebagian secara diametral berbeda dengan hasil Rapat  Paripurna DPR. Salah satunya, penegasan yang menyatakan kebijakan  penyelamatan Century adalah pilihan tepat.&lt;br /&gt;Banyak kalangan menilai  pidato yang membenarkan kebijakan penyelamatan Century itu ”isyarat”  kepada penegak hukum untuk berpikir ulang menindaklanjuti rekomendasi  DPR. Kalau proses hukum diteruskan, jangan menyentuh nama-nama dalam  rekomendasi DPR. Setidaknya, proses hukum jangan sampai menyentuh  Boediono dan Sri Mulyani Indrawati. Pemaknaan seperti itu muncul dari  isi pidato yang menyatakan: Boediono dan Sri Mulyani sebagai dua putra  bangsa yang tidak sedikit pun meninggalkan catatan buruk terkait dengan  kompetensi, kredibilitas, dan integritas pribadinya.&lt;br /&gt;Bisa jadi,  misalnya, proses hukum di KPK tidak kelihatan ada kemajuan karena muncul  ketidakberanian melawan logika yang dibangun dalam pidato Yudhoyono.  Jangankan untuk menindaklanjuti proses hukum, beberapa waktu lalu  tersiar kabar ada perpecahan di kalangan internal KPK untuk  menindaklanjuti proses hukum sesuai dengan rekomendasi DPR. Bahkan, bisa  jadi, kondisi internal KPK jauh lebih parah dari yang diketahui publik  dengan mundurnya dua direktur KPK (Kompas, 26/3).&lt;br /&gt;Masalah dasar  yang mungkin tidak disadari KPK, mengabaikan rekomendasi DPR sama saja  dapat memperburuk hubungan KPK dengan DPR. Dalam konteks ini, publik  tidak dapat mempersalahkan pendapat sejumlah kalangan DPR yang mengancam  mengurangi anggaran KPK jika lembaga tersebut tidak menindaklanjuti  rekomendasi DPR. Bisa saja ancaman tersebut dapat jadi salah satu cara  bagi sejumlah kalangan di DPR (pendukung opsi C) untuk memastikan  rekomendasi DPR dilaksanakan KPK. Cara tersebut bisa semakin mendapatkan  pembenaran jika DPR mengendus bahwa pidato Yudhoyono memengaruhi KPK.&lt;br /&gt;&lt;crosshead&gt;&lt;/crosshead&gt;&lt;strong&gt;Menyatakan  pendapat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisan ”Koalisi (Bukan) Periuk Nasi”  (Kompas, 25/2) dikemukakan, pilihan pada jalur hukum dapat dikatakan  sebagai politik ”jalan tengah” untuk tidak masuk wilayah pemakzulan.  Namun, ketika proses hukum tidak berjalan, pendukung opsi C dapat saja  melangkah ke pilihan pemakzulan, yaitu memulai konsolidasi untuk  menggunakan hak menyatakan pendapat.&lt;br /&gt;Terkait itu, Pasal 77 Ayat  (4) huruf c Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 menyatakan, hak menyatakan  pendapat dapat digunakan jika presiden dan/atau wakil presiden  melakukan pelanggaran hukum baik berupa pengkhianatan terhadap negara,  korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, maupun perbuatan  tercela, dan/atau tidak lagi memenuhi syarat sebagai presiden dan/atau  wakil presiden. Bagaimanapun, pilihan ke arah ini potensial mengancam  posisi presiden.&lt;br /&gt;Jalan untuk menyatakan pendapat akan berjalan  mulus jika tiga persyaratan berikut dapat dilakukan. Pertama, memastikan  ada di antara pendukung opsi C yang memulai mengumpulkan dukungan awal.  Pasal 184 Ayat (1) UU No 27/2009 mempersyaratkan, hak menyatakan  pendapat diusulkan paling sedikit 25 anggota DPR. Melacak komposisi  pendukung opsi C, jumlah 25 orang tak akan menjadi hambatan. Terkait  materi dan bukti yang sah atas dugaan adanya tindakan seperti dimaksud  dalam Pasal 77 Ayat (4) huruf c, pendukung opsi C dapat menggunakan  hasil yang diperoleh selama Pansus bekerja.&lt;br /&gt;Kedua, pendukung opsi C  harus mampu menjaga soliditas. Godaan menjadi bagian dari pemerintah  (koalisi) harus dimaknai sebagai cara untuk mematikan opsi C dan  melumpuhkan hasil rekomendasi DPR. Bagaimanapun, mayoritas publik  berharap kekuatan politik di DPR tak menggadaikan hak-kak konstitusional  yang diberikan UUD 1945 hanya untuk mencicipi manisnya anggur  kekuasaan. Jika pendukung opsi C mampu bertahan menjaga soliditas, tak  tertutup kemungkinan sebagian kekuatan politik yang memilih opsi A akan  pindah mendukung opsi C.&lt;br /&gt;Ketiga, sembari membangun dan menjaga  kedua persyaratan, sebagian partai politik pendukung opsi C segera  mengajukan permohonan uji materiil (judicial review) Pasal 184 Ayat (4)  UU No 27/2009 yang menyatakan, usul hak menyatakan pendapat menjadi  pendapat DPR apabila mendapat persetujuan dari Rapat Paripurna DPR yang  dihadiri paling sedikit tiga perempat dari jumlah anggota DPR dan  keputusan diambil dengan persetujuan paling sedikit tiga perempat dari  jumlah anggota DPR yang hadir.&lt;br /&gt;Menilik persyaratan kehadiran, usul  hak menyatakan pendapat akan kandas jika semua anggota DPR dari Partai  Demokrat tidak menghadiri Rapat Paripurna DPR. Namun, pengujian syarat  tak hanya disebabkan oleh jumlah anggota DPR yang berasal dari Partai  Demokrat lebih dari 25 persen, tetapi syarat itu jelas membunuh makna  hakiki kehadiran pasal pemakzulan. Bahkan, syarat kehadiran itu jauh  lebih berat dari syarat untuk mengubah UUD 1945 yang hanya menghendaki  minimal kehadiran dua pertiga anggota MPR.&lt;br /&gt;Banyak kalangan  percaya, jika pendukung opsi C bergerak dengan serius dan menggalang  kekuatan ke arah menyatakan pendapat, semua rekomendasi DPR akan segera  dilaksanakan. Artinya, peristiwa-peristiwa besar yang terjadi dalam  beberapa waktu terakhir tidak akan mampu menghentikan gerak langkah  menindaklanjuti semua rekomendasi DPR. Dengan demikian, gerhana (yang  mungkin saja by design) tidak akan berlangsung lama menyelimuti  penyelesaian skandal Bank Century.&lt;br /&gt;&lt;byline&gt;&lt;/byline&gt;&lt;strong&gt;Saldi  Isra &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;Guru Besar Hukum Tata Negara dan Direktur Pusat Studi  Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Opini Kompas 31 Maret 2010 &lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-4881849387462481554?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/4881849387462481554/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=4881849387462481554' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/4881849387462481554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/4881849387462481554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/gerhana-di-atas-century.html' title='Gerhana di Atas Century'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-6808005761653505450</id><published>2010-03-31T08:05:00.001+07:00</published><updated>2010-04-03T00:45:16.787+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media Indonesia'/><title type='text'>Wilayah Perbatasan, Beranda Negeri</title><content type='html'>Indonesia tanah air beta/Pusaka abadi nan jaya/Indonesia sejak dulu  kala/Tetap di puja-puja bangsa/Di sana tempat lahir beta/ Dibuai  dibesarkan bunda/Tempat berlindung di hari tua/Tempat akhir menutup  mata/Sungguh indah tanah air beta/Tiada bandingnya di dunia/Karya indah  Tuhan Maha Kuasa/Bagi bangsa yang memujanya/Indonesia ibu pertiwi/Kau  kupuja kau kukasihi/Tenagaku bahkan pun jiwaku/Kepadamu rela kuberi.' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sengaja saya kutipkan secara utuh lirik lagu &lt;i&gt;Indonesia Pusaka&lt;/i&gt;  karya Ismail Marzuki tersebut karena saya terharu saat saya mendengar  dan bersama-sama menyanyikan lagu itu dengan siswa-siswi SLTP di  Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Lagu  gubahan Ismail Marzuki tersebut, yang merupakan salah seorang komponis  pejuang dan maestro musik legendaris yang mendapat gelar pahlawan  nasional, betul-betul memberikan keteguhan dan keyakinan akan Indonesia  nan jaya serta semangat patriotisme untuk terus mengabdi bagi kebesaran  dan kemajuan bangsa Indonesia tercinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi siswa-siswi SLTP, saat menyanyikan lagu &lt;i&gt;Indonesia Pusaka&lt;/i&gt;,  tampak sekali semangat nasionalisme mereka. Di dada dan benak pikiran  tetap bersemayam dan kokoh keindonesiaannya meski daerah sekitar mereka  dalam kondisi ketertinggalan dan keterbatasan jika dibandingkan dengan  daerah-daerah lainnya, apalagi dengan negara tetangga, Malaysia (Biawak,  Malaysia Timur) yang jaraknya hanya berkisar 1 kilometer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gambaran, di antara mereka, untuk pergi ke sekolah harus  menempuh perjalanan selama 3 sampai 5 jam karena jaraknya mencapai 25-30  kilometer dari tempat tinggal mereka. Itu terjadi karena keterbatasan  transportasi serta kondisi infrastruktur yang tidak memadai. Meski  dengan kondisi seperti itu, semangat mereka untuk tetap belajar dan  sekolah tidaklah surut. Mereka percaya dan yakin bahwa pendidikan akan  mengubah kondisi yang ada (kemiskinan dan keterbelakangan), bukan hanya  mengubah kondisi diri mereka sendiri, melainkan juga akan mengubah  kondisi Indonesia ke arah negara dan bangsa yang lebih maju dan  sejahtera. Oleh karena itu, mereka optimistis, jauh memandang ke depan  dan memiliki keyakinan serta semangat tinggi dalam menggapai cita-cita  mulia itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mengunjungi Puskesmas Sajingan bersama Menteri Kesehatan Endang  Rahayu Setianingsih, kami makin terharu dengan darma bakti para medis  (suster, bidan, mantri, dan dokter). Di tengah-tengah keterbatasan  fasilitas sarana dan prasarana, mereka tetap berupaya memberikan pelayan  yang prima dan terbaik bagi masyarakat sekitar. Pengabdian, jiwa dan  semangat nasionalisme para siswa-siswi, para guru, dan para petugas  medis sungguh luar biasa. Spirit lagu &lt;i&gt;Indonesia Pusaka&lt;/i&gt; mereka  implementasikan dengan nyata, 'Indonesia ibu pertiwi/Kau kupuja kau  kukasihi/Tenagaku bahkan pun jiwaku/Kepadamu rela kuberi.' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** &lt;br /&gt;Wilayah perbatasan terdapat di 26 kabupaten, terdiri atas 315  kecamatan dan 3.149 desa. Perbatasan darat Indonesia tersebar di tiga  pulau, empat provinsi, dan 15 kabupaten/kota. Sementara itu, wilayah  laut Indonesia berbatasan dengan 10 negara, yaitu India, Malaysia,  Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Republik Palau, Australia, Timor  Leste, dan Papua Nugini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah pokok wilayah perbatasan terkait dengan kondisi, antara lain  kesenjangan taraf kehidupan sosial-ekonomi antara masyarakat yang  tinggal di perbatasan dan negara tetangga, maraknya kasus lintas batas  (penyelundupan, tenaga kerja ilegal, jual beli minyak, kayu, dan ikan  secara ilegal), munculnya persengketaan tapal batas antarnegara dan  akuisisi wilayah negara oleh negara tetangga, dan terbatasnya kemampuan  sistem pengamanan wilayah perbatasan yang terletak di daratan dan  perairan laut.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya, wilayah perbatasan merupakan daerah miskin dan tertinggal  dengan taraf sosial-ekonomi masyarakat yang rendah akibat  keterisolasian, terbatasnya infrastruktur dan fasilitas umum, dan  rendahnya akses masyarakat mendapatkan informasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah menjadikan wilayah perbatasan sebagai beranda depan  negeri, yakni pintu gerbang utama negara. Konsekuensi wilayah perbatasan  sebagai beranda depan negeri adalah kondisinya harus elok dan bagus,  sarana dan prasarana mesti optimal, dan masyarakatnya maju dan  sejahtera. Dalam konteks itu, pendekatan yang dilakukan pemerintah  terhadap wilayah perbatasan memadukan antara pendekatan keamanan (&lt;i&gt;security  approach&lt;/i&gt;) dan pendekatan kesejahteraan (&lt;i&gt;prosperity approach&lt;/i&gt;).   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan &lt;i&gt;prosperity&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;security&lt;/i&gt; dilakukan secara  seimbang dengan asumsi peningkatan kesejahteraan rakyat akan dapat  menjamin berkurangnya masalah keamanan. Pendekatan &lt;i&gt;security&lt;/i&gt;  terkait dengan tindakan peningkatan pelayanan lintas batas, pengamanan  teritorial, dan pengawasan perdagangan antarnegara, sedangkan pendekatan  &lt;i&gt;prosperity&lt;/i&gt; terkait dengan tindakan peningkatan kesejahteraan  rakyat, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan kawasan permukiman,  termasuk kawasan khusus di perbatasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekad pemerintah tersebut secara tegas terlihat dengan  diterbitkannya UU No 43 Tahun 2008 tentang Wilayah Negara. UU itu  menegaskan bahwa tujuan pengaturan wilayah negara adalah menjamin  keutuhan wilayah negara, kedaulatan negara, dan ketertiban di kawasan  perbatasan demi kepentingan kesejahteraan segenap bangsa. Agar optimal,  UU itu juga memerintahkan dibentuknya badan pengelola perbatasan, baik  di tingkat nasional maupun di tingkat daerah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan pengelola perbatasan untuk tingkat nasional telah terbit  melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2010 tentang Badan  Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP). Keanggotaan BNPP terdiri dari  Ketua Pengarah, yakni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan  Keamanan, Wakil Ketua Pengarah I, yakni Menteri Koordinator Bidang  Perekonomian, Wakil Ketua Pengarah II, Menteri Koordinator Bidang  Kesejahteraan Rakyat, dan selaku Kepala BNPP adalah Mendagri. BNPP  mempunyai tugas menetapkan kebijakan program pembangunan perbatasan,  menetapkan rencana kebutuhan anggaran, mengoordinasikan pelaksanaan, dan  melaksanakan evaluasi dan pengawasan terhadap pengelolaan batas wilayah  negara dan kawasan perbatasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) sendiri,  pembangunan wilayah perbatasan merupakan wilayah prioritas yang harus  segara dilakukan dalam upaya meningkatkan taraf kehidupan sosial-ekonomi  masyarakat perbatasan. Usaha-usaha yang dilakukan KPDT dalam  pengentasan daerah-daerah tertinggal di wilayah perbatasan melalui  pengembangan ekonomi lokal, melalui pengembangan kawasan produksi,  pembangunan infrastruktur perdesaan serta pengembangan pusat pertumbuhan  ekonomi daerah, berdasar potensi unggulan dari wilayah/desa, penyediaan  dana bantuan khusus dalam pelayanan sarana sosial dasar, pengembangan  prasarana, dan pelayanan perintis, penyediaan pelayanan lintas batas,  pengawasan perdagangan antarnegara, dan penguatan sistem pengamanan  teritorial batas negara, dan penggalangan kerja sama kemitraan dengan  dunia usaha dan perbankan dalam peningkatan kegiatan investasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha-usaha menjadikan wilayah perbatasan sebagai beranda negeri  tersebut tentu perlu bantuan, dukungan dan kerja sama dari semua pihak,  baik dari kementerian/lembaga terkait, para pemerintah daerah di wilayah  perbatasan maupun dari para pemangku kepentingan. Insya Allah, bila itu  dilakukan, usaha akan tercapai dengan baik dan wilayah perbatasan akan  benar-benar menjadi beranda negeri yang elok, yang rakyatnya maju dan  sejahtera. Semoga!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh A Helmy Faishal Zaini Menteri Negara Pembangunan Daerah  Tertinggal&lt;br /&gt;Opini Media Indonesia 31 Maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-6808005761653505450?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/6808005761653505450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=6808005761653505450' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/6808005761653505450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/6808005761653505450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/wilayah-perbatasan-beranda-negeri.html' title='Wilayah Perbatasan, Beranda Negeri'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-9120308228731286086</id><published>2010-03-31T08:05:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T00:45:16.765+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kompas'/><title type='text'>Bencana Air, Kekalahan Cara Pandang Ekologis</title><content type='html'>Andai naturalis Inggris, Alfred Russel  Wallace, menyaksikan kehancuran ekosistem Daerah Aliran Sungai Citarum,  mungkin dia akan meratap pilu.&lt;br /&gt;Hampir satu setengah abad yang lalu  (1869), Wallace dalam bukunya, The Malay Archipelago, begitu memuji  Pulau Jawa. Begitu kagumnya kepada pulau ini, ia menulis ”Secara  keseluruhan, ditilik dari sudut mana pun, Jawa boleh jadi pulau tropis  yang paling indah dan menawan di dunia. ..Seluruh permukaannya secara  menakjubkan dihiasi oleh pemandangan gunung dan hutan. Hujan yang  melimpah dan suhu tropis yang hangat membuat gunung-gunung itu  diselimuti oleh tetumbuhan nan lebat, tak jarang hingga ke  puncak-puncaknya, hutan dan perkebunan menutup lereng-lereng yang lebih  landai”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hutan rakyat seluas 718.269,5 hektar, hampir 80 persen  luasan DAS Citarum, sepanjang 268 kilometer yang melintasi delapan  kabupaten/kota rusak parah karena ekspansi lahan pertanian (tanaman  semusim), galian pasir, dan pemukiman penduduk (Kompas, 26/3/2010).  Akibatnya, ketika hujan mengguyur deras, Sungai Citarum meluap dan  merendam kawasan hilir, termasuk rumah penduduk dan hampir seribu hektar  sawah di Kabupaten Karawang. Potensi kerugian bisa mencapai puluhan  triliun rupiah jika kegagalan pembangkit listrik dan perikanan ikut  diperhitungkan. Padahal, DAS ini hanya satu dari 116 (80 persen) DAS di  Pulau Jawa yang kritis (Kompas, 29/3/2010).&lt;br /&gt;Semua pihak seolah  baru terjaga ketika bencana tiba, dan mulai melantunkan nada-nada  penyesalan mengapa tidak mencegah kerusakan kawasan hulu sejak dini.  Penyesalan yang datang terlambat itu sama sekali bukan karena absennya  pengetahuan tentang daur air. Pelajaran tentang siklus hidrologi telah  diberikan sejak tahun-tahun awal sekolah dasar. Namun, kita rupanya  gagal menghubungkan pengetahuan tentang daur air dengan perilaku kita  terhadap air.&lt;br /&gt;Kegagalan mengubah kognisi tentang air jadi tindakan  yang tepat, bisa jadi akibat terbatasnya pengetahuan itu sendiri.  Jangan- jangan yang diperlukan adalah ”melek” air (water literacy) yang  lebih tinggi. Seseorang yang melek air diandaikan dapat membuat  keputusan dan tindakan yang mengarah pada keberlanjutan sumber daya air.&lt;br /&gt;&lt;crosshead&gt;&lt;/crosshead&gt;&lt;strong&gt;Cara  pandang ekologis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Manusia cenderung selalu bersikap  ambigu terhadap alam. Alam dipandang sebagai ”sang pemberi” sekaligus  ”musuh”. Manusia bukannya tak mengerti bahwa perusakan ekosfir secara  terus-menerus akan mengakibatkan planet Bumi tidak layak huni, tetapi  mereka memilih merusak atau setidaknya membiarkan perusakan terus  terjadi. Jawabnya terletak pada keinginan manusia untuk terus memacu  kemajuan ekonomi.&lt;br /&gt;Keinginan untuk terus memaksa alam demi kemajuan  ekonomi adalah buah dari cara pandang (worldview) dominan, yaitu cara  pandang modernisme. Cara pandang ini tercermin kuat pada dua paradigma  turunan, yakni paradigma ekonomi dan paradigma keilmuan. Dua prinsip  utama cara pandang modernisme dan paradigma turunan adalah pertama,  semua manfaat, kesejahteraan, dan kemakmuran yang nyata adalah buatan  manusia sebagai produk ilmu pengetahuan, teknologi, dan industri melalui  pembangunan ekonomi.&lt;br /&gt;Kedua, untuk memaksimalkan kesejahteraan dan  kemakmuran, kita harus memaksimalkan pembangunan atau kemajuan ekonomi.  Yang dilupakan adalah daya dukung ekosfir. Tanpa dukungan lingkungan  hidup tidak ada satu manusia pun yang dapat bertahan hidup. Terlalu  sedikit bukti yang dapat mendukung bahwa manusia dapat terus ada tanpa  hubungan yang mutualistik dengan alam. Dengan kata lain, manusia  sebenarnya sedang melakukan ”bunuh diri ekologis” dengan bertingkah tak  ramah terhadap alam. Kegagalan mengakomodasi ekologi dalam konstruksi  etika modern&lt;text bd="1" co="K" f="603" fontfamily="Chronicle Text G1" fontname="ChronicleTextG1-Bold" gray="100" h="9036m" it="0" jmp="0m" mode="0" modedata="0" small="0" w="9036m"&gt;&lt;/text&gt; akan&lt;text bd="1" co="K" f="603" fontfamily="Chronicle Text G1" fontname="ChronicleTextG1-Bold" gray="100" h="9036m" it="0" jmp="0m" mode="0" modedata="0" small="0" w="9036m"&gt;&lt;/text&gt; menginisiasi katastrofi global yang maha dahsyat.&lt;br /&gt;Tidak  ada pilihan lain bagi umat manusia selain harus mengubah haluan  kehidupannya. Dalam relasinya dengan air, manusia masih terjebak dalam  fase kritis , sulit keluar dari paradigma lama. Banyak pemikir (a.l.  Capra, 1982, 1996, 2002; Goldsmith, 1998, Cairns, 2002; Bordeau, 2004)  yang menumpukan harapan pada cara pandang ekologis sebagai pijakan untuk  keluar dari kebuntuan krisis lingkungan. Pandangan ekologis dianggap  sebagai paradigma baru untuk memecahkan persoalan-persoalan dalam  masyarakat (Capra, 1982; Goldsmith, 1998).&lt;br /&gt;Sebenarnya, kesadaran  akan perlunya pergeseran paradigma dari mekanistik ke sistem, dari  reduksionis keholistik sudah tak perlu diperdebatkan lagi. Namun,  sayangnya, pergeseran paradigma ini belum mewujud dalam kehidupan nyata,  termasuk dalam pengelolaan sumber daya air. Pengelolaan sumber daya air  masih terjebak dalam pola Cartesian. Di Indonesia, masih sangat sulit,  untuk tidak mengatakan mustahil, untuk mewujudkan pengelolaan sumber  daya air secara terpadu. Wewenang pengelolaan sumber daya air  dikapling-kapling menurut masing-masing lembaga yang menanganinya.&lt;br /&gt;Sumber  daya air tidak dikelola dalam suatu kesatuan siklus hidrologi,  melainkan di-”mutilasi” menjadi beberapa bagian. Pengelolaan sumber daya  air masih sangat kurang memerhatikan relasi intim antara air,  ekosistem, dan manusia. Hal ini dapat terjadi karena paradigma dominan  dalam pengelolaan sumber daya air adalah pendekatan manajemen dan  ekonomi. Dominasi epistemologi yang ekonomistik cenderung menafikan  kenyataan bahwa air adalah entitas ekologis, bukan sekadar benda  ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;byline&gt;&lt;/byline&gt;&lt;strong&gt;Budi Widianarko &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;Guru  Besar Toksikologi Lingkungan, Unika Soegijapranata&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Opini Kompas 31 Maret 2010&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-9120308228731286086?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/9120308228731286086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=9120308228731286086' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/9120308228731286086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/9120308228731286086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/bencana-air-kekalahan-cara-pandang.html' title='Bencana Air, Kekalahan Cara Pandang Ekologis'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-9163002315477543690</id><published>2010-03-31T08:04:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T00:45:16.824+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kompas'/><title type='text'>Pajak dan Pembangkangan Sipil</title><content type='html'>&lt;span id="article_body"&gt;Terkuaknya makelar kasus pajak di Ditjen  Pajak melalui pengungkapan mafia pajak yang diduga melibatkan Gayus  Tambunan, pegawai golongan III A di lingkungan Ditjen Pajak, menimbulkan  reaksi keras dari publik. Hingga kini, lebih dari 12.000 face bookers  telah mendukung aksi penolakan pembayaran pajak (tax avoidance).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak  salah jika ada yang berandai-andai, jika anggota staf golongan IIIA  saja bisa korupsi lebih dari Rp 25 miliar, berapa yang bisa dikorup oleh  pegawai golongan IV di lembaga yang sama?&lt;br /&gt;Penolakan pembayaran  pajak perlu dilihat sebagai alat kontrol rakyat terhadap penguasa yang  abai terhadap rakyat dan menyalahgunakan wewenang untuk mengorupsi uang  pajak dari rakyatnya. Dalam teori kepentingan (aequivalentie), negara  membebankan pajak kepada rakyat karena telah melindungi kepentingan  rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Teori ini mengukur besarnya pajak yang harus dibayar oleh  rakyat sesuai dengan tingkat kepentingan wajib pajak yang dilindungi  oleh negara. Teori ini lebih bersifat transaksional karena filosofi  utilitarianisme berada di balik konsep pemajakan tersebut. Dalam sudut  pandang teori itu, tidak ada salahnya jika rakyat menolak membayar pajak  melalui pembangkangan sipil (civil disobedience) karena kegagalan  relasi transaksional antara negara dan rakyatnya.&lt;br /&gt;Pembangkangan  terhadap kebijakan publik sebagai suatu gejala politik telah cukup lama  dikenal. Istilah itu mulai dikenal ketika Henry David Thoreau pada tahun  1840-an menolak membayar pajak burung nuri sebagai simbol penolakannya  terhadap ketidakadilan yang dilakukan oleh Pemerintah Federal Amerika  terhadap Meksiko. Penolakan itu kemudian berkembang semakin meluas  karena kemudian juga dijadikan simbol perlawanan terhadap praktik  perbudakan di negara Selatan dan pelanggaran yang terus-menerus atas hak  masyarakat Indian.&lt;br /&gt;Konon, gerakan Thoreau tersebut tidak  membuahkan hasil signifikan pada masa itu, sampai setengah abad kemudian  gagasan Thoerau tersebut diangkat di khazanah internasional melalui  karya tertulis pemikir Rusia terkenal, Leo Toslstoy dan Mahatma Gandhi,  pahlawan dan pejuang rakyat terkenal dari India.&lt;br /&gt;Pembangkangan  untuk membayar pajak dapat dilihat dari sudut pandang pembangkangan  sipil ketika rakyat tidak setuju terhadap sistem hukum ataupun kebijakan  yang diterapkan oleh negara. Era demokrasi deliberatif saat ini memang  memungkinkan rakyat untuk melakukan tekanan melalui pembangkangan sipil.&lt;br /&gt;&lt;crosshead&gt;&lt;/crosshead&gt;&lt;strong&gt;Menegakkan  keadilan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam cara pandang John Rawls, pembangkangan  sipil malah dilihat sebagai kewajiban natural untuk menegakkan keadilan.  Gagasan pembangkangan sipil juga pernah dikemukakan Martin Luther King  Jr yang dalam esainya, Letter from Birmingham City Jail, mengutarakan  perlunya melakukan pembangkangan sipil dengan memerhatikan empat langkah  berikut: (1) mengumpulkan data untuk memastikan terjadinya  ketidakadilan; (2) negosiasi; (3) pembersihan diri (self-purification)  dan tindakan langsung (Bedau, 1996).&lt;br /&gt;Bagi para penganut teori  bakti yang melihat bahwa kewajiban pajak merupakan wujud bakti rakyat  terhadap negara berdasarkan teori organ dari Otto van Gierke, akan  melihat bahwa pembangkangan sipil untuk menolak mematuhi kewajiban  membayar pajak adalah sesuatu yang harus dikriminalisasi melalui sanksi  pidana pajak. Dasar pembenaran pemungutan pajak adalah bahwa organ atau  lembaga merupakan syarat eksistensial mutlak yang menyediakan tempat  kehidupan bagi indinvidu. Tidak membayar pajak berarti membubarkan  negara.&lt;br /&gt;Padahal, dalam praktik perpajakan selama ini, tak jarang  dilakukan negosiasi pajak (tax negotiation) yang lazimnya dilakukan oleh  korporasi atau pengusaha besar dalam jumlah yang fantastis jika  berhasil diungkap semuanya. Bukankah pembubaran negeri ini justru telah  sekian lama dilakukan oleh kelompok the have yang selama ini telah  menikmati berbagai fasilitas pajak yang tak mungkin dinikmati oleh para  pembayar pajak kecil (seperti pegawai negeri, pekerja tetap, dosen,  pengusaha kecil, dan sejenisnya)?&lt;br /&gt;Di sinilah sebenarnya amanah  keadilan sosial dalam Pembukaan UUD 1945 sedang diuji kesahihannya  sebagai dasar moral bangsa.&lt;br /&gt;&lt;byline&gt;&lt;/byline&gt;&lt;strong&gt;W Riawan  Tjandra&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;Direktur Pascasarjana &lt;line&gt;&lt;/line&gt;Universitas Atma  Jaya, Yogyakarta&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Opini Kompas 31 Maret 2010 &lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-9163002315477543690?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/9163002315477543690/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=9163002315477543690' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/9163002315477543690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/9163002315477543690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/pajak-dan-pembangkangan-sipil.html' title='Pajak dan Pembangkangan Sipil'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-4870375520490027509</id><published>2010-03-31T08:03:00.001+07:00</published><updated>2010-04-03T00:45:16.854+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kompas'/><title type='text'>Beban Politik Sindikat Pajak</title><content type='html'>&lt;span id="article_body"&gt;Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mungkin  sama sekali tidak menyadari seberapa besar ia telah mempertaruhkan  integritas pemerintahannya ketika dalam pidato di Istana Merdeka, 4  Maret 2010, bergeming kukuh mempertahankan Sri Mulyani Indrawati (lihat  Tomagola, Kompas, 6 Maret 2010) walaupun Rapat Paripurna DPR sehari  sebelumnya merekomendasikan agar yang bersangkutan dinonaktifkan.&lt;br /&gt;Kekukuhan  sikap dan tindakan Presiden didasarkan atas keyakinan dan kepercayaan  Presiden atas keahlian, profesionalitas, kejujuran, ketulusan  pengabdian, serta integritas pribadi mantan mahasiswi Fakultas Ekonomi  Universitas Indonesia angkatan 1983 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tentang hal di atas,  hampir bisa dipastikan bahwa tidak seorang pun dari warga negara  Indonesia yang peduli dan aktif serta mendambakan pemerintahan yang  bersih dan berwibawa menyangkal rekam jejak personal virtues yang  dimiliki menteri yang akrab disapa wartawan dengan panggilan ”Mbak Ani”  ini.&lt;br /&gt;&lt;crosshead&gt;&lt;/crosshead&gt;&lt;strong&gt;Tiga kelemahan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Walaupun  demikian, perlu dicamkan bahwa begitu menjabat sebagai pimpinan suatu  lembaga, apalagi lembaga pengelola keuangan dan kekayaan negara yang  demikian vital dan strategis bagi negara dan bangsa ini, publik yang  telah memberi mandat memerintah lewat pemilihan presiden dan memasrahkan  kontribusi pajak sebagai warga negara sudah pada tempatnya menuntut  agar personal virtues Mbak Ani mampu disebadankan, being embodied, ke  sekujur roh dan wadah kelembagaan kementerian keuangan sehingga menjadi  semacam institutional virtues.&lt;br /&gt;Pemimpin lembaga yang berkarakter  kuat biasanya mampu mentransfer kualitas pribadi menjadi kualitas  lembaga sedemikian rupa sehingga tapak karakternya terpatri di setiap  langkah lembaga yang dipimpinnya. Bila gagal, dampak sistemis integritas  lembaga adalah taruhannya.&lt;br /&gt;Terkuaknya kasus deposito misterius  Gayus Tambunan—salah satu ujung tombak penegak keadilan pajak  Kementerian Keuangan pimpinan Mbak Ani dalam enam tahun terakhir  ini—langsung membuka kotak Pandora kelemahan kelembagaan mendasar  kementerian yang sudah telanjur digadang-gadang sebagai teladan,  benchmarking birokrasi hasil reformasi.&lt;br /&gt;Kelemahan sistemis  mendasar ini terutama, yang sudah terungkap, terjadi dalam sistem  pemantauan, pengawasan dan evaluasi atas kinerja petugas lapangan,  khususnya di lingkup Direktorat Jenderal Pajak. Bagaimana mungkin  seorang pegawai rendahan seperti Gayus Tambunan sampai mampu memiliki  rumah dan apartemen mewah dalam masa kerja relatif singkat tanpa  terdeteksi oleh sistem pemantauan dan peringatan dini internal?&lt;br /&gt;Paling  kurang ada tiga kelemahan sis- temis yang sudah terungkap ke ranah  publik. Pertama, tidak berfungsinya sistem peringatan dini internal.  Kasus Gayus Tambunan diungkap oleh pihak eksternal dan karena itu sama  sekali bukan temuan Direktorat Kepatuhan Ditjen Pajak. Kalau saja  Komisaris Jenderal Susno Duadji tidak bernyali melaporkan ke Satgas  Mafia Hukum bentukan Presiden, besar kemungkinan borok kronis ini tidak  pernah terdeteksi.&lt;br /&gt;Kedua, yang lebih mengerikan lagi, bila  pengakuan Gayus Tambunan ke Satgas Mafia Hukum benar, korupsi pajak  skala Gayus Tambunan, sebesar Rp 25 miliar, bukan saja adalah praktik  ”lumrah”, tetapi juga bahwa penjarahan dana pajak itu bertingkat  skalanya menurut jenjang kepangkatan petugas pajak. Artinya, skala  besaran uang jarahan berbanding lurus dengan sistem penjenjangan  pegawai. Semakin tinggi jenjang wewenangnya semakin besar perusahaan  yang dimangsa.&lt;br /&gt;Ketiga, maraknya penjarahan dana pajak ini sudah  lama berlangsung, bahkan sebelum Sri Mulyani Indrawati menjabat sebagai  menteri keuangan. Ia konon pernah mencopot pejabat eselon satu yang  belakangan diketahui kekayaannya begitu besar yang didaku hampir semua  adalah hibah! Sudah rahasia umum, orang-orang kaya di Indonesia cukup  banyak yang setoran pajaknya tak sebanding dengan kekayaan dan  penghasilan/usaha mereka. ”Semuanya bisa diatur,” kata almarhum Adam  Malik. Sungguh celaka, si ”pengatur” adalah aparat pajak!&lt;br /&gt;Sangat  mungkin mafia pajak ini sudah beroperasi sebelum Gayus diterima sebagai  pegawai dan dikendalikan oleh sejumlah tikus-tikus besar. Karena itu,  sangat tidak memadai bila hanya Gayus yang diberhentikan.&lt;br /&gt;Jika  ingin menegakkan kembali kredibilitas dan integritasnya, Menteri  Keuangan yang sedang menjabatlah yang harus melakukan pemangkasan itu  agar personal virtues-nya benar-benar mewujud menjadi institutional  virtues.&lt;br /&gt;&lt;crosshead&gt;&lt;/crosshead&gt;&lt;strong&gt;Pajak dan beban politik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebagai  pembantu presiden, setiap menteri seyogianya berupaya maksimal menjadi  aset pemerintahan produktif yang meringankan beban kerja dan beban  politik presiden terpilih. Tuntutan ini berlaku khususnya bagi para  menteri berlatar profesional dan bukan dari partai politik.&lt;br /&gt;Surat  bukti pembayaran pajak oleh warga negara bersama-sama dengan surat suara  yang sudah diisi oleh para demos di bilik-bilik pilpres adalah dua  lembar sakral demokrasi konstitusional yang membuhul saling percaya,  trust antara rakyat dan pemerintah pilihan mereka. Melalui dua lembar  sakral itu para demos menyerahkan hak mengatur mereka kepada pemerintah  dan sekaligus memasrahkan kontribusi finansial guna membiayai  penyelenggaraan pemerintahan negara.&lt;br /&gt;Pembuhulan saling percaya dua  dimensi, antara rakyat dan pemerintah serta antara warga negara  pembayar pajak dan negara, membawa sejumlah konsekuensi moral, nasional,  profesional, dan politik kepada kedua belah pihak. Di satu pihak,  rakyat merelakan jenis-jenis kebebasan tertentu untuk diatur dan  dibatasi secara konstitusional kepada suatu kekuatan politik yang  dipercayainya.&lt;br /&gt;Di lain pihak, presiden dan pejabat pengelola pajak  harus benar-benar menjaga dan merawat kepercayaan rakyat secara  profesional demi kemaslahatan publik nasional. Presiden dan pejabat  pajak punya beban politik untuk menjunjung tinggi kepercayaan itu.  Pengadilan pajak yang berisi para pensiunan pegawai pajak jelas harus  dibongkar total.&lt;br /&gt;Terungkapnya kasus Gayus dan mafia pajak kronis  di belakangnya jelas-jelas merupakan pelanggaran serius terhadap  kepercayaan publik yang telah ”rela” gaji aparat Kementerian Keuangan  diistimewakan. Pihak yang paling bertanggung jawab adalah Kementerian  Keuangan karena secara sengaja ataupun tidak telah menyia-nyiakan baik  kepercayaan presiden terpilih maupun, yang paling utama, kepercayaan  rakyat/warga negara Indonesia. Jajaran pimpinan Kementerian Keuangan  harus segera berusaha berhenti menjadi beban politik presiden dan beban  finansial rakyat pembayar pajak.&lt;br /&gt;&lt;byline&gt;&lt;/byline&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tamrin  Amal Tomagola &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;Sosiolog, Menekuni Kajian Negara dalam  Masyarakat&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Opini Kompas 31 Maret 2010 &lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-4870375520490027509?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/4870375520490027509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=4870375520490027509' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/4870375520490027509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/4870375520490027509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/beban-politik-sindikat-pajak.html' title='Beban Politik Sindikat Pajak'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-3712060144364596889</id><published>2010-03-31T08:03:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T00:45:16.840+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media Indonesia'/><title type='text'>Mafia Hukum Meluluhlantakkan Sistem Peradilan Pidana</title><content type='html'>Pernyataan Komjen Susno Duadji kepada media yang dilanjutkan dengan  laporan kepada Satgas Mafia Hukum tentang adanya makelar kasus dalam  penanganan perkara Gayus harus dipandang sebagai sesuatu yang sangat  penting. Bukan saja untuk membersihkan institusi polisi dari praktik  makelar kasus, melainkan juga untuk keseluruhan sistem peradilan pidana  (kepolisian, kejaksaan, pengadilan, dan penjara). Bahkan, kali ini juga  untuk reformasi di tubuh Direktorat Pajak (termasuk Pengadilan Pajak).  Substansi yang disampaikan Susno lebih berharga ketimbang mencari motif  mengapa Susno menyampaikan temuannya itu, apalagi kalau sekadar mencari  kesalahan Susno agar dia tidak lagi berbicara kepada media. Praktik  mafia hukum yang terjadi selalu ditandai dengan munculnya perantara yang  menghubungkan kepentingan penjahat dengan petugas hukum untuk tujuan  keuntungan para penjahat tersebut. Dari situlah muncul penyuapan kepada  polisi, kejaksaan, hakim bahkan bila sudah dipenjara, makelar kasus akan  menyuap lembaga pemasyarakatan (LP). Keadaan itulah yang menjadikan  potret penegakan hukum di Indonesia sangat buram yang diduga sudah  berlangsung lama, bak penyakit yang endemik dan sulit diobati.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kejanggalan&lt;/b&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dalam kasus dugaan adanya mafia hukum pada proses  perkara Gayus yang disampaikan Susno. Dari fakta yang muncul dan  berkembang melalui media, nampaknya apa yang disampaikan Susno bukan hal  yang mengada-ada, meski mungkin tidak seluruhnya benar. Namun, tidak  bisa dimungkiri banyak kejanggalan dalam penangan perkara tersebut,  misalnya tentang mengapa pemblokiran atas rekening Gayus yang dicurigai  menerima transfer dari hasil kejahatan sebesar Rp25 miliar (yang  belakangan menurut PPATK berjumlah Rp28 miliar), kemudian dibuka setelah  Susno dicopot sebagai Kabareskrim, dan yang tetap dinyatakan  terindikasi kejahatan hanya Rp395 juta. Bermula dari sanalah muncul  dugaan ada praktik mafia hukum, karena bagaimana polisi bisa menjelaskan  bahwa Rp24,6 miliar tidak ada masalah dan kemudian blokir dibuka,  sedangkan sudah sangat jelas dan sangat sulit untuk dipahami bahwa  pegawai gol III tersebut mendapat transfer sebesar itu. Semestinya  blokir itu tetap dilanjutkan sampai ke pengadilan, dan biarkan  pengadilan yang memutuskan tentang transfer tersebut. Selain itu, ada  yang aneh mengapa tidak ada pasal tentang penyuapan yang lebih logis  karena mungkin terkait dengan pengelakan pajak untuk kepentingan wajib  pajak. Karena berkaitan dengan pegawai negeri yang menerima suap,  dikenai pasal korupsi, dan tentu saja berkaitan dengan sangkaan  pencucian uang karena memang awalnya laporan berkaitan dengan transaksi  mencurigakan yang diperoleh dari PPATK. Dari sangkaan yang berlapis itu,  semakin aneh kalau polisi membuka blokir. Seharusnya biarkan saja  bergulir ke pengadilan dan di sanalah terdakwa yang membuktikan bahwa  sumber dana yang sangat mencurigakan itu diperoleh dari mana. Sangkaan  penggelapan malah agak janggal, uang siapa yang digelapkan? Kalau uang  pajak, mengapa institusi pajak tidak bereaksi? Tentu dalam hal ini kita  akan mempertanyakan fungsi pengawasan internal pajak, jangan-jangan  praktik ini sudah lama terjadi dan aman-aman saja. Seharusnya polisi  mendalami dari mana sumber uang yang masuk ke rekening Gayus, kemudian  ditelusuri untuk keperluan apa atau terkait dengan wajib pajak siapa  yang mentransfer (menyuap) dalam upaya melakukan kejahatan pengelakan  pajak (&lt;i&gt;tax evasion&lt;/i&gt;).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi menyatakan pasal yang disangkakan tiga, yaitu penggelapan,  korupsi, dan pencucian uang. Tersangka seharusnya ditahan dan tidak  perlu mempertimbangkan alasan subjektif bahwa yang bersangkutan tidak  akan melarikan diri. Kejanggalan lain ternyata berlanjut ke dalam  institusi kejaksaan, yaitu terkait dakwaan yang hanya penggelapan,  sedangkan korupsi dan pencucian uang justru tidak didakwakan. Dalam hal  ini, mungkin ada makelar kasus yang juga berhubungan dengan jaksa atau  paling tidak publik mempertanyakan bagaimana profesionalitas jaksa  peneliti. Bukankah Pasal 138 ayat (1) KUHAP menyatakan bahwa setelah  menerima berkas dari penyidik, jaksa harus segera mempelajari dan  menelitinya. Selain ada yang lebih aneh lagi, yaitu jaksa malah menuntut  dengan pidana satu tahun penjara dan satu tahun percobaan. Hal itu  sangat tidak masuk akal untuk dakwaan terhadap kejahatan seberat itu  karena tuntutan percobaan hanya boleh dilakukan untuk tindak pidana  ringan atau pencurian dalam keluarga, bukan untuk kejahatan seberat ini  (tindak pidana biasa). Tuntutan percobaan terhadap kasus ini semakin  menuai kecurigaan bahwa apa yang dilakukan jaksa sarat dengan pesan  ajakan kepada hakim untuk membebaskan terdakwa dan celakanya lagi hakim  ternyata mengikuti ajakan tersebut sehingga bebaslah Gayus. Tentu saja  hakim yang membebaskan harus juga diperiksa mengapa dia sampai  membebaskan, juga harus menjelaskan kepada publik, apa saja yang menjadi  pertimbangannya sehingga dia menyatakan bahwa jaksa tidak bisa  membuktikan dakwaannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Proporsional&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan temuan kejanggalan tadi, semestinya langkah yang harus  diambil proporsional, bukan malah mewacanakan pasal yang akan dikenakan  kepada Susno. Karena bagaimanapun tentu kita harus mengapresiasi atas  keberanian Susno dalam membuka praktik tidak elok ini, yang sangat  berguna untuk membangun dan membersihkan institusi dalam sistem  peradilan pidana dan juga dalam instansi pajak. Terlepas bahwa mungkin  saja Susno tidak terlalu bersih dalam rekam jejaknya di kepolisian atau  bahkan dianggap telah melanggar kode etik, seharusnya kepolisian  mengedepankan kepentingan yang lebih besar, yaitu bersihnya penegakan  hukum di Indonesia, ketimbang untuk tegaknya etika profesi internal  semata. Langkah yang diambil seharusnya juga memeriksa oknum polisi yang  disebut Susno. Di sini justru lebih mudah untuk melihat apakah Susno  hanya sekadar ingin mencemarkan nama baik atau mengungkap kebenaran.  Permasalahannya sekarang adalah objektivitas dari penyidik bisa menjadi  hambatan, karena sejak awal telah disangkakan ada indikasi korupsi.  Sebenarnya kita sangat mengharapkan KPK yang menanganinya, tapi ternyata  KPK juga bergeming saja. Apalagi sekarang Andi Kosasih sudah  menyerahkan diri dan menurut PPATK hanya Rp1,9 miliar saja yang masuk ke  rekeningnya. Hal itu tentu akan sulit kalau yang menyidik polisi,  sedangkan justru yang dipertanyakan adalah termasuk mengapa polisi dulu  membuka blokir sejumlah Rp24,6 miliar yang dinyatakan tidak bermasalah.  Padahal mungkin dari jumlah tersebut, sebesar Rp1,9 miliar yang masuk  rekening Andi Kosasih perlu disidik.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Harus objektif&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari heboh Susno ini nampaknya kita 'agak tergantung' pada Satgas  Pemberantasan Mafia Hukum bentukan Presiden, walau sebetulnya penegak  hukum lain bisa saja langsung bertindak tanpa menunggu Satgas.  Seharusnya kasus ini benar-benar menjadi momentum untuk memberantas  mafia hukum yang sudah sangat mewabah, dan jangan lagi hanya sekadar &lt;i&gt;reality  show&lt;/i&gt; seperti yang dikhawatirkan banyak pihak. Kekhawatiran tersebut  bukan tanpa alasan karena bagaimanapun sudah sering kali masyarakat  disuguhi praktik hukum busuk yang terungkap dan dibeberkan media sebagai  fungsi kontrolnya ke masyarakat, tetapi ternyata hasilnya nihil. Semua  institusi dalam sistem peradilan pidana pernah mencederai rasa keadilan  masyarakat karena melakukan praktik mafia hukum, mulai dari pengadilan  dalam kasus Harini Wiyoso yang menyuap Mahkamah agung, kejaksaan dengan  kasus Urip dan Artalyta, kepolisian dan KPK terkait Anggodo bahkan juga  melibatkan jaksa agung muda, lembaga pemasyarakatan dengan sel eksklusif  Ayin dan tentu saja sekarang dengan kasus Gayus yang nampaknya  melibatkan seluruh sistem peradilan pidana minus lembaga pemasyarakatan.  Untuk ini, kita semua menunggu apakah 'keberanian Susno' bisa menjadi  momentum untuk memperbaiki seluruh sistem peradilan pidana ataukah  sekadar &lt;i&gt;reality show&lt;/i&gt; dan sama seperti yang dulu lagi, tak  membuahkan apa pun. Semoga tidak!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Dr Yenti Garnasih, SH MH Dosen Hukum Pidana Universitas  Trisakti&lt;br /&gt;Opini Media Indonesia 31 Maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-3712060144364596889?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/3712060144364596889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=3712060144364596889' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/3712060144364596889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/3712060144364596889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/mafia-hukum-meluluhlantakkan-sistem.html' title='Mafia Hukum Meluluhlantakkan Sistem Peradilan Pidana'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-6812139357868129101</id><published>2010-03-31T08:01:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T00:45:16.870+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pikiran Rakyat'/><title type='text'>Oto Iskandar di Nata Setelah 65 Tahun</title><content type='html'>Oleh Iip D. Yahya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bagaimana cara pemindahan kekuasaan dapat dilakukan?” tanya Oto  Iskandar di Nata kepada Soekarno. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ini bukan, bukan pemindahan,” jawab Soekarno. ”Tindakan itu akan  bersifat ’penyerahan’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oto tetap menginginkan kata ”pemindahan” karena tidak mengandung  paksaan. Akhirnya, kata ”pemindahan” disepakati bersama. Sebelumnya,  kata tersebut&amp;nbsp; diubah Soekarno&amp;nbsp; dengan kata ”penyerahan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialog itu menunjukkan fakta kehadiran Oto Iskandar di Nata dalam rapat  perumusan naskah proklamasi, Jumat, 17 Agustus 1945. B.M. Diah, sebagai  pelaku sejarah, merekam peristiwa penting itu dalam bukunya Angkatan  Baru `45 (1983, h. 243-44). Tokoh asal Sunda lain yang memberi masukan  adalah Iwa Kusumasumantri.&amp;nbsp; Iwa menyarankan kata ”diselenggarakan”  menggantikan kata ”diusahakan”. Coretan-coretan dalam naskah asli  tulisan tangan Soekarno yang diselamatkan Diah mengabadikan dinamika  rapat pada dinihari itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Diah juga mengonfirmasi keberadaan Oto dalam foto Kabinet RI pertama.  Penjelasan Diah menjawab keraguan yang selama ini menggantung, apakah  sebagai menteri negara Oto ikut diabadikan dalam foto legendaris itu?  Menurut Diah, posisi Oto ada di baris kedua, di antara Soekarno (baris  pertama) dan Ali Sastroamidjodjo (baris ketiga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Dengan kesaksian ini, kita diingatkan bahwa Oto terlibat dalam hampir  semua peristiwa paling menentukan menjelang kemerdekaan RI.&amp;nbsp; Oto juga  ikut ”menentukan” presiden dan wakil presiden RI pertama melalui sidang  PPKI. Dengan demikian, menjadi aneh ketika ada sejumlah pihak meyakini  Oto berkhianat pada Repubik Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Priyatna Abdurrasyid, pelaku sejarah dalam peristiwa Bandung Lautan Api,  dalam memoar yang dituturkannya kepada Ramadhan K.H. (2001)&amp;nbsp;  mengutarakan, ”Mundurnya pasukan dari Bandung yang dikosongkan ternyata  kemudian dikambinghitamkan kepada Oto Iskandar di Nata yang pada saat  itu diculik oleh pasukan tak dikenal dan dibunuh di Mauk, Tangerang”  (h.70). Menurut Priyatna, kabar itu disertai pula tuduhan Oto menjual  Bandung kepada Sekutu. Priyatna hanya bisa merasakan&amp;nbsp; tuduhan itu bagian  dari permainan politik tingkat tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan Dr. Djundjunan Setiakusumah (2002) sedikit membantu dalam upaya  menemukan pelaku fitnah atas Oto. Menurut Djundjunan, suatu hari di  penghujung 1945, di Rumah Sakit Situsaeur tempatnya bertugas, ia  menerima secarik kertas berisi nama-nama orang Sunda yang akan diculik  kelompok pemuda. Nama-nama itu semuanya bekas pengurus Paguyuban  Pasundan, yaitu Puradiredja, Oto Iskandar di Nata, Nitisomantri, Ukar  Bratakusumah, Djundjunan, Oto Subrata, dan Adjat Sudradjat. Djundjunan  melapor kepada wali kota dan residen, tetapi kurang mendapatkan  tanggapan. Daftar itu ternyata benar dengan munculnya serangkaian  penculikan. ”Oto Iskandar di Nata diuber-uber. Baru tertangkap di Master  Cornelis dengan tipu muslihat” (h. 128). Sekalipun Djundjunan tidak  menyebut nama kelompok pemuda yang dimaksud, tidaklah terlalu sulit  untuk menemukannya. Banyak data pembanding yang bisa dipakai sebagai  rujukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana sebenarnya duduk perkara yang membuat Oto difitnah sebagai  mata-mata Sekutu/NICA dan menjual Kota Bandung satu miliun? Awalnya ada  pertemuan Oto dengan Kusna di Jakarta, di rumah Ijos Wiriaatmadja. Kusna  yakin NICA akan menang perang sehingga ia memilih pihak NICA. Karena  Kusna mantan tokoh JOP (organ pemuda dalam Paguyuban Pasundan), Oto  meminta Ukar Bratakusumah, kawan seangkatannya, agar menemui Kusna untuk  dibujuk memihak republik. Akan tetapi, Kusna tetap di pihak NICA.  Peristiwa tersebut dicatat dalam biografi Ukar (terbit 1995). Pertemuan  dengan Kusna yang berseragam NICA itulah yang dijadikan dasar tuduhan  mata-mata NICA kepada Oto dan Ukar.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara uang satu miliun adalah pemberian perwira Jepang, Ichiki  Tatsuo. Biografi Mr. Soedjono yang disunting Soebagijo IN (1983)  menjelaskan soal ini. Oto dan Ichiki menerbitkan majalah dwimingguan  Peradjoerit, media untuk tentara PETA dan Heiho. Setelah Jepang menyerah  kepada sekutu, di antara perwira Jepang yang memiliki akses pada uang  rampasan, ada yang memberikannya kepada tokoh-tokoh Indonesia yang  mereka percaya, untuk digunakan sebagai bekal perjuangan. Uang gulden  Belanda itu rampasan perang ketika Jepang mengalahkan Belanda pada 1942.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi Oto menerima uang dari Ichiki pastilah sangat terbatas pada  kalangan elite nasional. Jadi, mengapa Laskar Hitam tahu? Siapa yang  membagi informasi kepada mereka? Setelah Oto diculik, siapa yang  mengambil uang itu? Siapa yang kemudian jadi kaya setelah Oto dibunuh?  Sebab, jelas Oto belum mempergunakan uang itu dan keluarganya pun tidak  tahu-menahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, tuduhan Oto menjadi mata-mata NICA dan menjual Bandung  adalah gegabah dan semena-mena. Bahwa kebenaran itu akan muncul dengan  caranya sendiri, dapat dirasakan dalam kasus Oto. Setelah 65 tahun  kematiannya, barulah fakta-fakta itu ditemukan dan dapat dirangkai untuk  membuktikan pahlawan Sunda ini bersih, tidak tercela. Bisa disimpulkan  Oto benar dan penuduhnya itulah yang telah berkhianat kepada perjuangan  RI dan kepada kepentingan Sunda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitnah atas Oto itu ”berdampak sistemik”, sebab memutus mata rantai  sejarah Sunda dalam bingkai NKRI. Penetapan Oto sebagai Pahlawan  Nasional pada 1973 pun tidak serta merta menghilangkan fitnah itu.  Tinggal sekarang, apakah urang Sunda merasa perlu mengetahui hal ini  secara terang benderang? Apakah urang Sunda menganggap penting tegaknya  kebenaran sejarah dalam kasus ini? Kalau ada kesepakatan kolektif urang  Sunda, apa yang tak bisa dilakukan demi kepentingan Sunda? Mari kita  tunggu saja geletuk batuna gejebur caina.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pun, pada 31 Maret 2010 ini, tepat pada hari kelahiran ”Si Jalak  Harupat”, pernyataan para pemuda Sunda yang berkongres pada 1956 masih  relevan untuk kita ikuti. ”Dewi Sartika jeung Oto Iskandar Di Nata kudu  dipieling unggal taun salaku Ibu jeung Bapa Sunda."***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis, peminat kajian sejarah Sunda.&lt;br /&gt;Opini Pikiran Rakyat 31 Maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-6812139357868129101?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/6812139357868129101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=6812139357868129101' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/6812139357868129101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/6812139357868129101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/oto-iskandar-di-nata-setelah-65-tahun.html' title='Oto Iskandar di Nata Setelah 65 Tahun'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-1093851819004764285</id><published>2010-03-31T08:00:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T00:45:16.883+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suara Merdeka'/><title type='text'>Keberanian dari Kota Pekalongan</title><content type='html'>MUNGKINKAH fenomena calon tunggal harus  terjadi dalam pilkada di Kota Pekalongan? Sampai sekarang belum ada  kepastian karena masih dalam proses pengambilan formulir oleh calon  perseorangan dan dari parpol (19 Maret - 20 April 2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sekarang ada satu pasang calon yang menyampaikan du-kungan ke KPU  Kota Pekalongan yaitu Supriyadi SH MPd - Drs H Abdul Kholiq, yang sudah  memenuhi syarat minimal punya 15.405 dukungan, pasangan itu masih harus  melalui proses verifikasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seandainya pasangan itu lolos, kemudian pasangan incumbent&amp;nbsp; Wali Kota  dokter HM Basyir Ahmad dan Wakil Wali Kota H Abu Almafachir yang diusung  Partai Golkar kembali mendaftar, ditambah calon dari parpol lain,  dipastikan tidak terjadi calon tunggal sehingga pilkada bisa berlangsung  sesuai rencana, yaitu 16 Juni 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ada kekhawatiran munculnya calon tunggal? Pasal 61 Ayat (1) UU  Nomor 32&amp;nbsp; Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menegaskan pasangan  calon tidak boleh tunggal (minimal dua pasang). Hal ini berbeda dari  pilkades yang lalu, yang membolehkan, walaupun hanya melawan kotak  kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jateng tahun ini ada 17 daerah menggelar pilkada, 6 di antaranya  digelar April 2010 ,yaitu Kota Pekalongan, Semarang, Surakarta,  Ka-bupaten Kebumen, Purbalingga,dan Rembang. Namun Kota Pekalongan gagal  melaksanakan&amp;nbsp; sesuai jadwal dan menundanya sampai 16 Juni karena sampai  hari terakhir pendaftaran, baru ada satu pasang calon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena calon tunggal di Kota Pekalongan sudah terlihat sejak awal. Hal  itu ditandai dengan tidak adanya gambar, spanduk dan sebagainya,  termasuk iklan di media massa, terkait dengan calon tersebut. Memang  banyak beredar di masyarakat nama calon dari parpol ataupun  perseorangan, namun sampai batas terakhir pendaftaran 13 Februari hanya  satu pasangan yang mendaftar, yaitu pasangan&amp;nbsp; incumbent. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa alasan yang menyebabkan munculnya calon tunggal. Pertama;  kejenuhan mengingat jarak waktu antara pilkada dan pilpres relatif  dekat. Kedua;&amp;nbsp; calon yang maju adalah incumbent yang dikenal masyarakat,  ataupun alasan strategi politis sehingga parpol lain enggan  mencalonkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, beberapa parpol ataupun gabungan parpol serta perseorangan  memiliki kesempatan sama untuk mencalonkan. Sesuai hasil pileg tahun  2009, dari 30 kursi di DPRD&amp;nbsp; Partai Golkar menempatkan 8 kursi, PAN (5),  PDIP (4), PPP (4), PKB (3), PKS (2), Demokrat (2), PKNU (1), dan Partai  Gerindra (1). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari angka itu, sebenarnya ada dua parpol memenuhi persyaratan minimal  15% dari kursi DPRD untuk mengajukan pasangan calon yaitu Golkar dan  PAN, sedangkan yang lainnya harus berkoalisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang masyarakat (calon-Red) di beberapa daerah ada yang “takut’’  menghadapi calon incumbent, meski tidak semua daerah dimenangi pejabat  lama tersebut. Misalnya di Wonosobo dimenangi incumbent wakil bupati.  Demikian juga di Kabupaten Pekalongan. Sedang-kan di Demak dimenangi&amp;nbsp;  oleh sekda, di Rembang dimenangi tokoh masyarakat yang diajukan parpol.&lt;br /&gt;Diperpanjang Di Banyuwangi Jawa Timur dimenangi tokoh masyarakat yang diajukan parpol  nonkursi di DPRD, dan di Garut Jawa Barat dimenangi oleh pasangan calon  independen/perseorangan. Contoh daerah yang dimenangi incumbent wali  kota/bupati antara lain Kota Semarang dan Batang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana di Kota Pekalongan? Ada harapan tidak terjadi calon tunggal  dengan adanya penyerahan dukungan oleh calon perseorangan. Artinya ada  kemungkinan calon yang mendaftar lebih dari satu pasang asalkan ada  parpol yang mendaftarkan calonnya. Seandainya calon tunggal maka akan  terjadi penundaan lagi tahapan pilkada yang berimplikasi pada beban  anggaran seperti adanya kegiatan tambahan daftar pemilih tetap (DPT),  sosialisasi, pencalonan, masa kerja badan elaksana pemilukada dan  sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak dari penundaan itu, berarti penetapan DPT diperpanjang dengan  menambahkan data pemilih pemula yang berusia 17 tahun. Adapun&amp;nbsp; tambahan  anggaran akibat penundaan, bisa diambilkan dari anggaran pada putaran  kedua sehingga secara keseluruhan anggaran pilkada tidak bertambah  kecuali terjadi dua putaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan calon tunggal, ke depan perlu dipikirkan oleh pembuat  undang-undang untuk mengantisipasi berlarut-larutnya pilkada yang  disebabkan adanya calon tunggal pada saat tahapan pendaftaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, perlu diusulkan jika pilkada sampai dua kali ditunda  gara-gara hanya ada calon tunggal, maka selanjutnya calon tunggal  tersebut bisa diproses dalam pemilihan. Sebab, jika terus menunda bisa  menimbulkan dampak sosial yang akhirnya masyarakat dirugikan. (10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;— Basir SH, anggota KPU Kota Pekalongan, alumnus Fakultas Hukum  Universitas Pekalongan (Unikal) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wacana Suara Merdeka 31 Maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-1093851819004764285?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/1093851819004764285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=1093851819004764285' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/1093851819004764285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/1093851819004764285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/keberanian-dari-kota-pekalongan.html' title='Keberanian dari Kota Pekalongan'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-3205708053406283309</id><published>2010-03-31T07:59:00.001+07:00</published><updated>2010-04-03T00:45:16.909+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pikiran Rakyat'/><title type='text'>Susno Duadji dan Kejujuran Polri</title><content type='html'>Oleh H. Deding Ishak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Komisaris Jenderal Susno Duadji yang berani memaparkan indikasi  makelar kasus di petinggi Polri cukup menggegerkan sekaligus  menenggelamkan Polri dari citra baik keberhasilan membongkar aksi  terorisme. Dalam satu frame, tindakan Susno seolah mau membuka ”aib”  Polri, sehingga ia ”terancam” sanksi pelanggaran kode etik anggota  Polri. Namun, dalam frame lain, perilaku Susno merupakan angin segar  bagi kebangkitan kembali reformasi Polri yang selama ini menjadi agenda  terdepan Kapolri dan jajarannya, dan menjadi momentum untuk  ”membersihkan” Polri dalam rangka melaksanakan agenda reformasi Polri  secara konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui, prestasi Polri tidak sedikit. Ribuan kasus kriminal sudah  diselesaikan. Kasus teroris pada tahun-tahun terakhir, termasuk  puncaknya tahun 2010, dapat diselesaikan dengan baik yang secara  objektif tentu patut diapresiasi. Namun, setumpuk prestasi tersebut  belum juga memuaskan harapan rakyat. Isu tak sedap tentang perilaku  negatif oknum anggota Polri masih membumbui setiap langkah reformasi  Polri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realitas itu merupakan bukti bahwa reformasi Polri menuju performans  yang positif merupakan harga mati. Citra Polri di atas segala-galanya;  segala daya upaya dan kinerja Polri saat ini fokus pada pencapaian sosok  Polri yang simpatik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya, terdapat dua agenda reformasi Polri guna memperbaiki citra  di mata masyarakat, yakni reformasi struktural dan reformasi kultural.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara struktural, Polri sudah melakukan langkah-langkah yang konkret  guna memperbaiki citranya. Tampaknya, para petinggi Polri sangat  menyadari, terdapat sekitar 2.500 jenis pekerjaan Polri yang berhadapan  langsung dengan pelayanan terhadap masyarakat. Sebagian besar dari  pekerjaan tersebut banyak bertumpu pada ujung tombak anggota Polri yang  bernaung dari institusi terendah setingkat polsek/polsekta. Oleh karena  itu, langkah ”membubarkan” polwil dan menyebarkan perwira-perwira yang  andal untuk memberikan penguatan di tingkat polsek merupakan kebijakan  yang tepat dan strategis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu tentu dengan pemikiran, polsek adalah etalase bagi Polri.  Anggota Polri yang berada di polseklah yang selama ini banyak  berhubungan langsung dengan masyarakat. Bahkan, bukan hal yang tidak  mungkin, semangat otonomi guna lebih mendekatkan pelayanan terhadap  masyarakat, sejumlah kewenangan yang selama ini dikelola  polres/polresta, polwiltabes, bahkan setingkat polda, dapat  didelegasikan kepada polsek, misalnya, pengurusan SKCK, SIM, dan  pengurusan surat-surat lainnya. Jika hal itu dilakukan, tentu diperlukan  penguatan kapasitas di tingkat polsek/polsekta, baik dari sisi kualitas  maupun kuantitas anggota Polri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reformasi kultural pun sebenarnya sebagian sudah dilakukan&amp;nbsp; Polri,  terutama jajaran kepolisian di tingkat lokal. Beberapa waktu lalu, di  Jawa Barat pernah dikenal polingga (polisi lingkungan warga), polisi  yang agamis, polisi yang humanis, polisi wisata, polisi sahabat anak,  transparansi dalam rekrutmen anggota, dan reformasi lainnya yang  menunjukkan upaya serius Polri untuk mengubah kultur lebih dekat dengan  masyarakat. Termasuk juga upaya petinggi Polri akhir-akhir ini yang  mencoba ”mendekati” sejumlah LSM yang peduli terhadap penegakan hukum  dan HAM, seperti Kontras dan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara dimensi kultural, berarti juga menyangkut semua aspek  kehidupan Polri, baik aspek eksternal maupun internal.&amp;nbsp; Mulai dari  Kapolri hingga kapolsek, baik itu perwira tertinggi sampai dengan  anggota Polri di lapangan, termasuk mengangkut aspek-aspek lainnya yang  dalam konteks fenomenologi, memberikan makna dan citra terhadap kinerja  Polri. Bahkan, hal itu&amp;nbsp;&amp;nbsp; menyangkut aspek pikiran, sikap, dan perilaku  anggota Polri di semua lini dan semua aspek. Ke depan, anggota Polri  harus semakin cerdas, baik cerdas intelektual, cerdas emosional, cerdas  spiritual, maupun cerdas moral dengan mengikis habis perilaku oknum  anggota Polri dari isu makelar kasus, pungli, dan tindakan negatif  lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks reformasi Polri, tindakan Susno Duadji seharusnya  dipandang sebagai bagian dari upaya ikut mendorong penguatan reformasi  kultural Polri. Pandangan-pandangan yang menganggap Susno ”balas  dendam”; Susno menabuh genderang perang; dan hal lainnya yang dapat  melahirkan opini publik ”Susno versus Polri” harus dikikis habis.  Tindakan Susno merupakan geliat pribadi baik Polri dalam kerangka  evaluasi diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Kapolri harus menjawabnya dengan jelas (clear), terang  benderang, dan tidak bersayap. Jika memang di tubuh Polri masih terdapat  petinggi yang bertindak sebagai makelar kasus, Kapolri harus  mengakuinya, membeberkannya, dan menindak pelaku setegas-tegasnya.  Sebaliknya, kalau memang jajaran Polri bersih, makelar kasus tak  terbukti, Kapolri pun harus menjelaskan sejujurnya. Kejujuran adalah  bagian yang paling berharga dalam upaya reformasi internal Polri karena  kejujuran akan menguatkan rasa kepercayaan dan kecintaan rakyat terhadap  Polri. Sebaliknya, kebohongan akan semakin membenamkan Polri pada  kubangan kebencian rakyat. Kendati saat ini berhasil menenteramkan  rakyat, tetapi esok lusa kebohongan itu pasti akan terungkap.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis, anggota Komisi III DPR RI, Deputy Bidang Polkam FPG.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Opini Pikiran Rakyat 31 Maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-3205708053406283309?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/3205708053406283309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=3205708053406283309' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/3205708053406283309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/3205708053406283309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/susno-duadji-dan-kejujuran-polri.html' title='Susno Duadji dan Kejujuran Polri'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-6307329130935339949</id><published>2010-03-31T07:59:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T00:45:16.897+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suara Merdeka'/><title type='text'>Pajak dan Good Governance</title><content type='html'>GAYUS Halomoan Tambunan, pegawai golongan III a di kantor Ditjen Pajak  Jakarta membuat berita heboh terkait duga keterlibatannya dalam  penggelapan pajak sekitar Rp 25 miliar. Kasusnya mencuat ketika mantan  Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji menuding adanya permainan sejumlah  perwira tinggi Polri dalam kasus pajak, yang mengalir lewat rekening  Gayus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena tersebut berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat  terhadap kinerja pemerintah, juga menunjukkan adanya reformasi birokrasi  dalam bidang keuangan belum optimal. Ketidakpercayaan dan kekecewaan  sebagian masyarakat terhadap kinerja pemerintah salah satunya  ditunjukkan oleh makin maraknya anggota facebook menyeru untuk memboikot  bayar pajak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut sangat paradoks, satu sisi pemerintah melalui berbagai  iklan semangat mendorong masyarakat taat membayar pajak karena  pemerintah menargetkan penerimaan pajak dalam APBN Perubahan 2010 Rp  733,24 triliun. Namun di sisi lain, hasil pajak tidak disalurkan secara  optimal, alias dikorupsi oleh oknum aparat pajak dan aparat penegak  hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus manipulasi pajak tersebut dapat ditinjau dari perspektif Agency  Theory yang dipelopori oleh Jensen dan Meckling. Dalam perspektif itu  dijelaskan bahwa perilaku moral hazard atau konflik keagenan muncul  ketika prinsipal yaitu pihak yang membayar pajak (rakyat) menyerahkan  pengelolaannya kepada pemerintah sebagai agen. Moral hazard terjadi  karena asymetric information, di mana pihak pengelola pajak mempunyai  informasi yang lebih banyak terkait dengan pengelolaan pajak  dibandingkan rakyat sebagai pembayar pajak, dan secara umum&amp;nbsp; pengelola  pajak akan menggunakan kekuatan dan kesempatan yang mereka miliki untuk  menggeser resources yang ada untuk kemakmuran mereka dibanding  kepentingan rakyat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi jika jumlah pajak yang sudah terhimpun berjumlah triliunan  rupiah, sangat mendorong perilaku moral hazard. Perilaku yang menyimpang  ini hanya menguntungkan pengelola pajak dan merugikan rakyat.  Penyimpangan ini tidak bisa dibiarkan, karena akan merugikan rakyat juga  negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan adanya mekanisme pengelolaan  pajak yang memenuhi prinsip-prinsip good governance (tata kelola  pemerintahan yang baik) agar kepentingan seluruh stakeholder&amp;nbsp;  diperhatikan, yaitu kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.&lt;br /&gt;Pajak dan Good Governance&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Good governance sebagai the exercise of political, economic, and social  resources for development of society, penekanan utama dari definisi itu  adalah tata kelola&amp;nbsp; pemerintahan yang baik, sehingga kepentingan seluruh  stakeholder diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wacana Suara Merdeka 31 Maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-6307329130935339949?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/6307329130935339949/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=6307329130935339949' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/6307329130935339949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/6307329130935339949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/pajak-dan-good-governance.html' title='Pajak dan Good Governance'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-5437322676541046695</id><published>2010-03-31T07:57:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T00:45:16.923+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pikiran Rakyat'/><title type='text'>Pajak dan Pelayanan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh Asep Sumaryana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan memboikot bayar pajak yang tumbuh di dunia maya membuat gusar  Direktorat Jenderal Pajak. Bagaimana tidak, pendapatan negara yang  sebagian besar diperoleh dari sektor ini akan terganggu. Dampaknya,  program kerja pemerintah bisa terbengkalai. Pembangunan untuk  meningkatkan kesejahteraan rakyat terancam gagal. Ujungnya, Dirjen Pajak  bisa kena tegur pemerintah sebagai pihak yang gagal menyosialisasikan  kesadaran membayar pajak sekaligus memungut pajak secara maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moto ”Bayar Pajak dan Awasi Penggunaannya,” mungkin tidak akan efektif  dengan boikot semacam itu. Akan banyak wajib pajak (WP) yang merasa  tidak perlu membayar pajak sejalan dengan meluasnya mafia kasus pajak  yang menyebabkan seorang Gayus bisa mengendalikan besaran pajak yang  disetor dengan imbalan tertentu. Hal demikian tidak terekam dalam moto  tadi sebab kasus tersebut terjadi ketika WP bermain untuk mengurangi  besaran setoran pajak, bukan ketika setoran pajak sedang dipergunakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika membayar pajak kewajiban masyarakat, maka kewajiban pemerintah  memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kewajiban pemerintah  menjadi hak masyarakat, demikian sebaliknya. Semakin besar pajak  dibebankan kepada masyarakat, akan semakin besar pula hak masyarakat  untuk memperoleh pelayanan dengan baik. Oleh karena itu, bila pemerintah  melaksanakan kewajibannya untuk memenuhi hak masyarakat lebih kecil  daripada haknya, akan mempertinggi resistensi masyarakat untuk  mengoreksi pemerintah. Gerakan semacam itu bisa diartikan ke arah sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya pemerintah sangat penting agar kewajibannya terus menerus  dimaksimalkan. Kepentingan di luar masyarakat, seperti kepentingan  parpol penguasa, ataupun bersikap lunak kepada para pegawainya sangat  merugikan masyarakat. Kasus makelar kasus bisa saja menunjukkan lemahnya  kendali pejabat terhadap aparatnya yang bejat. Seorang pegawai pajak  mengakui jika di tubuh birokrasi itu bertebaran kebejatan yang perlu  direhabilitasi. Cirinya, banyaknya pegawai di sana yang memiliki  kekayaan riil jauh di atas pendapatan legalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hirschman (1970) memiliki pandangan jernih mengenai ini. Protes yang  dilakukan WP untuk memboikot bayar pajak bisa diterjemahkan sebagai  bentuk voice. Cara ini perlu diartikan sebagai bentuk loyalitas WP  terhadap negaranya yang perlu diimbangi oleh loyalitas aparat dan  pejabat. Resistensi terhadap voice bisa menunjukkan adanya kepentingan  lain yang bisa menghancurkan organisasi tersebut secara sistematis. Jika  teriakan WP diabaikan, akan memperbesar kemungkinan terjadinya exit.  Boikot pajak bisa berarti exit-nya WP atas kewajiban yang semestinya  ditunaikan sejalan dengan lemahnya pemerintah menunaikan kewajibannya  untuk melindungi uang pajak yang dibayarkan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghadapi voice, ada tiga kemungkinan yang dapat dilakukan  pemerintah. Pertama, tidak memperbanyak jenis dan besaran pajak. Konteks  ini menunjukkan mengecilnya kewajiban WP kepada pemerintah sehingga  akan berakibat penurunan haknya. Penurunan hak masyarakat untuk menerima  pelayanan pembangunan, membuka peluang untuk memperbesar swadaya mereka  melakukan pembangunannya sendiri tanpa campur tangan pemerintah. Cara  ini secara perlahan akan menggeser paradigma administration for public  kepada administration by public (Utomo, 2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, melakukan reformasi dan reposisi aparatur pajak secara  besar-besaran agar besaran pajak tidak menguap dan masuk kantong  orang-orang bejat. Reformasi ini bisa mengikuti alur pikir Edwards III  (1980). Struktur birokrasi yang memungkinkan kontrol dan disposisi  semakin cepat akan memudahkan koreksi jika terjadi kejanggalan dalam  prosedur bahkan besaran pajak yang disetor WP. Sumber daya yang dimiliki  bisa semakin dimaksimalkan kinerjanya sekaligus menyempurnakan  komunikasi internal ataupun eksternal agar efektivitas pembayaran pajak  dan kendalanya dapat diketahui sesegera mungkin. Dengan reformasi ini,  aparat yang melakukan pelanggaran tidak bisa lolos dari jerat hukum  apalagi sampai lolos ke luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, membuat mekanisme kontrol masyarakat yang memungkinkan setiap  rupiah yang masuk dari WP dapat diketahui besarannya. Dengan cara ini  masyarakat bisa turut menghitung besarnya penerimaan riil pajak serta  meminimalisasi kebocoran dan penyimpangan. Dengan demikian, moto tadi  masih memungkinkan adanya kebocoran dana pajak yang dibayarkan sebelum  dipergunakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membiarkan simpul keropos dan lemah membuat gerakan boikot pajak akan  semakin menguat karena pajak dianggap tidak memberikan kesejahteraan  kepada masyarakat, kecuali kepada aparat dan pejabat bejat. Semoga tidak  terus berkembang menjadi perubahan slogan dari ”Orang Bijak Taat Pajak”  menjadi ”Orang Bijak Tolak Pajak”.*** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis, sekretaris LP3AN dan dosen llmu Administrasi Negara FISIP  Unpad.&lt;/div&gt;Opini Pikiran Rakyat 31 Maret 2010&lt;!-- This clearing element should immediately follow the #mainContent div in order to force the #container div to contain all child floats --&gt;&lt;br class="clearfloat" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-5437322676541046695?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/5437322676541046695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=5437322676541046695' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/5437322676541046695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/5437322676541046695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/pajak-dan-pelayanan.html' title='Pajak dan Pelayanan'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-807788828595284701</id><published>2010-03-31T07:56:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T00:45:16.937+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lampung Post'/><title type='text'>Vote Gatter’ dan Pembodohan Pemilih</title><content type='html'>Muhammad Ali Badary&lt;br /&gt;Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Hukum Unila, anggota Pusat Kajian  Hukum dan HAM Lampung (Paham Lampung)&lt;br /&gt;Demokrasi di Indonesia dimulai dari momentumnya di tahun 1999 kini  telah berumur lebih dari sepuluh tahun. Perhitungan waktu haruslah  disejajarkan dengan perhitungan hasil karena suatu proses tentunya  mengarah pada suatu tujuan yang hendak dicapai. Pertanyaannya adalah  apakah demokrasi yang kita lalui dengan berbagai mekanismenya telah  berjalan dengan benar.&lt;br /&gt;Bila kita cermati secara perlahan dari setiap pesta demokrasi yang  notabenenya merupakan wahana utama di mana rakyat diberikan porsi  terbesar untuk menentukan arah perkembangan negara, yaitu pemilu baik  nasional maupun pilkada, maka kita akan temukan suatu fenomena yang  dikenal dengan istilah vote getter.&lt;br /&gt;Istilah vote getter mencuat dan menjadi semarak pascajatuhnya rezim  Orde Baru. Berubahnya mekanisme pemilu di mana kebebasan diberikan  kepada masyarakat untuk memilih siapa yang pantas mewakili mereka  ataupun memimpin mereka, adalah penyebab utama fenomena ini muncul di  tengah-tengah proses demokrasi yang kita lalui ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Munculnya fenomena vote getter tidaklah lepas dari peran partai  politik yang mencalonkan calon yang memiliki ketenaran yang luar biasa  di mata masyarakat. Tujuan utama mengapa partai politik melakukan hal  yang demikian adalah demi kemenangan dan kekuasaan yang diperoleh  melalui pemilu. Karena ukuran kemenangan dalam pemilu tidak lagi diukur  dari kualitas tapi lebih mengarah pada kuantitas.&lt;br /&gt;Apakah lazim fenomena vote getter berada dalam proses demokrasi. Ini  merupakan pertanyaan besar yang harus dijawab oleh partai politik, yang  merupakan aktor utama penyebab munculnya fenomena vote gatter.&lt;br /&gt;Sejatinya segala bentuk sistem politik, termasuk demokrasi tidaklah  diciptakan dengan tujuan yang bersifat formal tapi selalu memiliki  tujuan yang bersifat substansial. Tujuan formal demokrasi terletak pada  tataran tersedianya mekanisme-mekanisme demokrasi dalam penyelenggaraan  negara semisal pemilu, tapi lantas tujuan formal itu akan nyaris tanpa  makna tanpa tujuan substansial dari adanya mekanisme demokrasi itu  sendiri, yaitu para pemimpin dan wakil rakyat yang kapabel dan  akuntabel.&lt;br /&gt;Mencuatnya nama-nama artis papan atas negeri ini kerena politik, baik  sebagai wakil rakyat maupun pemimpin dalam setiap penyelenggaran pemilu  dan pilkada, adalah merupakan suatu fenomena yang perlu dicermati.  Mungkinkah mereka hanya dijadikan alat untuk memperoleh kekuasaan oleh  partai-partai politik.&lt;br /&gt;Memandang sebelah mata terhadap para artis tenar bangsa Indonesia  adalah suatu perbuatan yang amat salah. Karena dalam demokrasi setiap  orang harus memiliki kesempatann yang sama masuk dalam pemerintahan.  Tapi adalah sangat jelas partai politik sebagai pengemban utama  pelaksanaan demokrasi yang baik memiliki peran utama untuk menyortir  para calon pemimpin dan wakil rakyat yang tidak hanya memiliki ketenaran  dan karisma tapi juga moralitas, komitmen, dan kapabilitas yang mumpuni  agar mampu berkontribusi besar dalam merubah masyarakat Indonesia yang  sedang berada dalam pencarian jati diri ini.&lt;br /&gt;Masyarakat Indonesia yang belum mencapai taraf kelas menengah secara  keseluruhan tampaknya sangat mudah untuk menyukseskan program vote  getter yang dilakukan pihak-pihak tertentu tersebut. Dalam kejadian  semacam ini, masyarakat awam hanya dijadikan pelengkap dari suatu pesta  demokrasi agar terlihat menarik tanpa harus tau apa yang akan dicapai  dari proses itu dan siapa yang akan melaksanakan tujuan itu. Padahal,  rakyat dalam sistem demokrasi seharusnya bukanlah dijadikan pelengkap  demokrasi, melainkan harus menjadi bagian utama dan bahkan tujuan utama  dari adanya demokrasi tersebut.&lt;br /&gt;Jika persepsi partai-partai politik hanya mengukur demokrasi lewat  kuantitas, sebenarnya pemilu dalam demokrasi Indonesia telah kehilangan  makna sesungguhnya. Sebab, sejatinya kemenangan diukur lewat kualitas  yang mampu menjamin tercapainya tujuan tertentu tidak sekadar kekuasaan  semata.&lt;br /&gt;Vote getter adalah suatu bentuk pembodohan pemilih karena rakyat  hanya dijadikan objek penderita. Tak ada aspek pendidikan ataupun hasil  yang jelas dari fenomena tersebut kecuali keuntungan pihak-pihak  tertentu. Sungguh ironis masyarakat Indonesia yang sedang terpuruk ini  masih harus dipermainkan oleh oknum-oknum yang tidak pernah merasa bahwa  mereka adalah bagian dari bangsa ini.&lt;br /&gt;Opini Lampung Post 31 Maret 2010&amp;nbsp;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-807788828595284701?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/807788828595284701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=807788828595284701' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/807788828595284701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/807788828595284701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/vote-gatter-dan-pembodohan-pemilih.html' title='Vote Gatter’ dan Pembodohan Pemilih'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-4892832486458564233</id><published>2010-03-30T12:50:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T00:45:16.950+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Republika'/><title type='text'>Pemimpin Muda</title><content type='html'>Pada 2010 ini dijadwalkan sekitar 246 kabupaten/kota se-Indonesia akan  melaksanakan pemilihan kepala daerah (pilkada). Hangatnya suasana  politik daerah menjelang pilkada menggugah kaum muda daerah untuk  berpartisipasi mengawal kehidupan demokrasi politik di daerah.  Partisipasi anak muda daerah tak sekadar terlibat dalam hal urusan  teknis pilkada semata. Tetapi, banyak di antara kaum muda daerah maju  menjadi calon pemimpin di daerahnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena ini  menarik karena masih banyak terdapat kaum muda yang skeptis dan  beranggapan bahwa hangatnya kehidupan politik daerah menjelang pilkada  berarti politisi muda akan menuai janji-janji meraih suara supaya mereka  terpilih. Bahkan, sebagian dari mereka yang skeptis mengalami kesadaran  yang tak autentik dalam melihat persoalan di daerahnya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagi  kaum muda daerah yang skeptis terhadap kehidupan politik di daerah  disebabkan terbengkalainya aspirasi mereka, sehingga pengangguran di  daerah masih menggurita dengan angkanya yang makin bertambah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka,  di sinilah letak penting dari calon pemimpin muda daerah untuk  mengatasi persoalan pengangguran pemuda daerah dan kesejahteraan rakyat  di daerah. Jangan sampai masyarakat di daerah menganggap politisi muda  seperti pembujuk yang cuma mementingkan diri sendiri dan golongannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pembelajaran&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ada  adagium yang menarik mengatakan bahwa untuk melihat masa depan dari  suatu negara, lihatlah kaum mudanya. Dalam catatan sejarah, yang  fenomenal adalah negeri ini digerakkan oleh kaum muda. Dan, kaum muda  itu sebelumnya adalah tokoh muda dari daerahnya masing-masing yang  berjuang melawan penjajah sehingga menjadikan negeri ini merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaca  dari sejarah, Bung Sjahrir, Bung Karno, dan Bung Hatta adalah kaum muda  yang mewakili zaman emas Keindonesiaan. Keberhasilan mewujudkan Sumpah  Pemuda 1928, Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, pergolakan politik  1966, hingga reformasi 1998, merupakan fakta yang menunjukkan bahwa  aktor utama di balik peristiwa Nasional itu adalah kaum muda. Oleh  karena itu, belajar dari sejarah, kaum muda hendaknya tidak terjebak  pada pragmatisme yang berlebihan dan abai terhadap persoalan kedaerahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika  diamati, peran kaum muda dalam arena percaturan politik makin  meningkat. Terutama, dalam suatu negara yang sedang berkembang. Mereka  dihadapkan pada perjuangan membela keadilan dan kebenaran serta  perjuangan menegakkan demokrasi. Akan tetapi, kekuasaan yang direbut  politisi muda hendaknya tidak menciptakan kejenuhan generasi berikutnya  akibat ketiadaan ruang bagi ekpresi politik bagi generasi selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akal  kolektif kaum muda diarahkan pada perjuangan untuk melakukan perubahan  menuju taraf hidup yang lebih baik. Dan, melakukan perubahan mendasar  dalam taraf ekonomi dan kesadaran politik rakyat, khususnya di daerah.  Perjuangan kaum muda daerah yang kini mencoba membuat garis politiknya  sendiri merupakan suara harapan bangsa. Calon-calon pemimpin di masa  yang akan datang berhasrat mengamalkan perbuatan mereka yang positif dan  konstruktif juga nyata untuk memenuhi panggilan amanat penderitaan  takyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transformasi gerakan kaum muda daerah mesti diawali dari  hasrat untuk melakukan perubahan yang sangat mendasar. Seperti cita-cita  perjalanan sejarah kaum muda dalam &lt;em&gt;nation-formation&lt;/em&gt; Sumpah  Pemuda 28 Oktober 1928. Perubahan mendasar yang diharapkan menjurus pada  kemajuan sektor politik dan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beragam pilihan-pilihan  politik yang ada, kaum muda tumbuh bersama kerasnya zaman, tertempa  dalam ruang-ruang fisik-politik yang dialektis. Namun, perjuangan mereka  dihadapkan dengan kecurigaan-kecurigaan bahwa mereka sekadar mencari  kekuasaan semata. Untuk menampik kecurigaan itu, perlu pembuktian yang  nyata. Kaum muda perlu melakukan transformasi dengan lebih jelas arah  tujuan dan lebih merakyat dalam gerakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum muda adalah hati  nurani bangsa yang berani menyuarakan kegelisahan rakyat. Sudah bukan  saatnya lagi rakyat biasa menerima nasib dengan diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian  kaum muda yang masih memiliki hati nurani dan idealis, masih mau  bersusah payah terus berjuang menegakkan nilai-nilai kebenaran dan  keadilan untuk rakyat. Yang menindas rakyat miskin, berarti melukai hati  nurani bangsa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman terus bergerak, kaum muda tak lagi hidup  dalam suatu isolemen. Bangsa ini masih terlihat gejala seolah-olah kita  masih hidup dalam dunia impian kita sendiri. Kadang-kadang terbaca atau  terdengar ucapan-ucapan yang meneropong dunia luar lewat sebuah lensa  yang sudah usang, sehingga bayangan kita mengenai dunia luar itu tidak  serasi dengan kenyataan, hanya serasi dengan impian kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilkada  merupakan tolok ukur sejauh mana sebagai sebuah bangsa yang merdeka,  kaum muda daerah mampu menunjukkan prestasinya dalam berjuang membela  keadilan dan menegakkan demokrasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, sebagai harapan bangsa,  kaum muda mesti mengamalkan perbuatan yang positif dan konstruktif untuk  memenuhi panggilan penderitaan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklim politik di daerah  yang melalaikan hak-hak kaum muda daerah untuk berpartisipasi dalam  pilkada segera dibenah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran politisi muda untuk menuntut  peran mereka dalam proses penyelenggaraan pemerintahan daerah semestinya  direspons dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kepemimpinan kaum muda  daerah terbukti adanya dalam semangat memperjuangkan kehidupan rakyat di  daerah. Kepemimpinan politik daerah adalah melanjutkan kewajiban dalam  membangun dan menerangi masyarakat hingga mampu memproduksi pribadi  tangguh, kritis, dan punya keadilan sosial yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opini Republika 30 Maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-4892832486458564233?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/4892832486458564233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=4892832486458564233' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/4892832486458564233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/4892832486458564233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/pemimpin-muda.html' title='Pemimpin Muda'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-7177513960349644835</id><published>2010-03-30T12:46:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T00:45:16.970+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Pos'/><title type='text'>Catatan Hari Film Nasional, 30 Maret 2010</title><content type='html'>&lt;b&gt;ADA&lt;/b&gt;  kaitan yang tidak terpisahkan antara perfilman nasional dengan situasi  politik dan kondisi perekonomian. Perfilman nasional dapat digunakan  sebagai rujukan dari spirit gagasan-gagasan dominan (ideologi) yang  dijalankan penguasa.  Selain itu, aneka karya film dapat dipakai untuk  membaca jenis ekonomi yang sedang berkembang. Hal ini terjadi karena  film menjadi kekuatan instrumental yang menghadirkan kembali  (merepresentasikan) ambisi dan citra diri para pemegang kontrol politik  dan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih jika film dianggap sebagai karya budaya.  Terminologi budaya tidak sekadar mencakup keindahan dan kemegahan fisik.  Budaya selalu berkaitan erat dengan persoalan politik dan ekonomi.  Budaya, kata John Hartley (&lt;i&gt;Key Concepts in Communication and Cultural  Studies: Second Edition&lt;/i&gt;, 1994), merupakan produksi sosial dan  reproduksi rasa, makna, dan kesadaran. Budaya, dengan demikian, adalah  wilayah makna yang mempersatukan wilayah produksi (ekonomi) dan wilayah  relasi-relasi sosial (politik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika perfilman nasional telah  menjadi budaya, kita dapat menelusuri sistem perekonomian yang diyakini  kebenarannya oleh komunitas yang bernama bangsa.  Misalnya, apakah  sistem perekonomian yang menjadi preferensi itu adalah sosialisme atau  kapitalisme. Sistem perekonomian itu,  tentu saja, tidak perlu  ditampilkan dalam ceramah maupun khotbah yang berbusa-busa melalui mulut  kalangan protagonis atau antagonis dalam adegan-adegan film. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem  perekonomian itu dapat disimak pada pembagian kelompok-kelompok sosial,  baik yang bersifat hierarkis (kelas sosial) maupun yang bercorak  ideologis (&lt;i&gt;gender&lt;/i&gt;,  seksualitas, etnis, dan agama). Interaksi di  antara kelompok-kelompok sosial itulah, yang dinamakan dengan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tema Horor&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana perfilman kita saat ini?  Dominasi tema horor begitu  nyata.  Dalam rentang 2001-2009, diproduksi 57 film horor. Hal ini  menunjukkan setiap tahun rata-rata diproduksi tujuh film horor. Gejala  yang istimewa terjadi pada 2009 ketika film horor yang berhasil  diproduksi mencapai 21 judul. Sementara itu, hingga Maret 2010,   terdapat 11 judul film horor yang beredar di gedung-gedung bioskop,  yakni &lt;i&gt;Toilet 105&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Suster Keramas&lt;/i&gt;,  &lt;i&gt;Diperkosa Setan&lt;/i&gt;,  &lt;i&gt;Pemburu Hantu The Movie&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Rumah Dara atau Macabre&lt;/i&gt;,  &lt;i&gt;Hantu  Puncak Datang Bulan atau Dendam Pocong Mupeng&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Jinx&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Te(Rekam)&lt;/i&gt;,  &lt;i&gt;Affair&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Tiran&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Mati di Ranjang&lt;/i&gt;), dan &lt;i&gt;Arisan  Brondong&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film-film bertema horor itu sering dipenuhi dengan  adegan-adegan seks yang vulgar. Bahkan, untuk menarik minat penonton,  bintang porno dari Jepang sengaja dihadirkan. Ketika mendatangkan Miyabi  gagal, hadirlah Rin Sakuragi (&lt;i&gt;Koran Tempo&lt;/i&gt;, 28 Maret 2010). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada  tiga sudut pandang yang bisa diberikan untuk menilai kehadiran  film-film horor itu. Pertama, dari perspektif negara (&lt;i&gt;state&lt;/i&gt;).  Membeludaknya film-film horor itu tidak lepas dari kebijakan politik  yang dikembangkan pejabat birokrasi. Jika pada era Orde Baru peran  negara begitu dominan dalam dunia perfilman, pada masa pasca-Orde Baru,  gejala itu tidak dapat ditemukan lagi. Kekuatan negara sengaja  disurutkan atau negara sengaja mengundurkan diri dari kancah produksi  perfilman. Boleh saja negara menghasilkan undang-undang perfilman yang  dinilai membelenggu kalangan sineas. Namun, aturan hukum sejenis itu  gampang disiasati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara di era Orde Baru mampu menampilkan  diri sebagai tokoh paternalisme yang bermain sempurna.  Munculnya konsep  Bapak Pembangunan yang dilekatkan pada Soeharto menjadikan tokoh itu  berhasil mendominasi percaturan film nasional. Bapak mengetahui yang  terbaik (&lt;i&gt;Father knows the best&lt;/i&gt;), itulah spirit utama  paternalisme. Dengan begitu, tidak mengherankan film-film yang  diproduksi selama era Orde Baru adalah film yang berisi semangat  kebapakan, keteraturan, dan harmoni.  Sebab, politik negara yang menjadi  kekuatan pengikat semua pihak ialah militerisme. Lebih banyak  ditampilkannya aneka unsur kekerasan yang eksesif, adegan pornografis,  serta ketidakpastian tatanan dalam film-film horor saat ini  adalah  bukti makin surutnya peranan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dari perspektif pasar  (&lt;i&gt;market&lt;/i&gt;). Merebaknya film-film horor merupakan cerminan dari  selera konsumen. Pasar muncul sebagai hasil dari transaksi penjual  dengan pembeli. Penjual, dalam kaitan ini para produser beserta seluruh  pekerja film, menawarkan karya-karya film yang direspons oleh masyarakat  sebagai pembeli. Jika sekarang ini dalam film-film horor yang muncul  lebih didominasi hantu bergentayangan, adegan kecabulan tanpa  rasionalitas yang jelas, dan berbagai ketidakbernalaran, semua itu  adalah selera masyarakat. Tapi, menyalahkan semua itu sebagai kebodohan  masyarakat juga tidak sepenuhnya tepat. Sebab, selera pasar dapat  direkayasa oleh pihak-pihak yang memiliki kapital (modal) besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Situasi Sosial&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, dari perspektif masyarakat (&lt;i&gt;society&lt;/i&gt;) -dan hal ini  adalah gejala yang paling penting- membanjirnya film-film horor  merupakan representasi situasi sosial yang sedang terjadi. Representasi  bisa dimaknai sebagai penghadiran kembali realitas sosial. Namun,  merujuk pemikiran Jean Baudrillard (1929-2007), representasi adalah  cermin kenyataan sosial yang sebenarnya. Apa yang ditampilkan film-film  horor merupakan keadaan yang benar-benar dialami masyarakat. Ketegangan,  kerisauan, kejijikan, dan berbagai ketidakmasukalan yang disuguhkan  dalam film-film horor merupakan pantulan sempurna dari situasi yang  berkembang dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila film diposisikan sebagai  salah satu bentuk budaya media, yakni kultur yang menghasilkan tontonan  sekaligus memproduksi aturan-aturan keseharian, film-film horor dapat  dibaca dalam arah yang serupa. Horor, menurut &lt;i&gt;The Merriam-Webster  Dictionary&lt;/i&gt; (2004), memiliki tiga pengertian. Pertama, kengerian,  ketakutan, dan kecemasan yang menyakitkan dan begitu hebat. Kedua,  kejijikan yang luar biasa. Ketiga, sesuatu yang menakutkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok  yang menakutkan dalam film-film horor kita adalah hantu yang  bergentayangan untuk melampiaskan dendam. Dalam kehidupan nyata, sang  hantu yang sebelumnya adalah manusia biasa selalu teraniaya, diperkosa,  diinjak-injak, dan dihinakan. Balas dendam hanya bisa terjadi ketika  sang manusia berubah sebagai hantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah refleksi masyarakat  kita yang dikontrol kekuatan politik hantu karena anomi (keadaan tanpa  nilai-nilai) yang berkepanjangan. Negara tidak mampu lagi mengatur dan  mengendalikan warga sendiri. Lebih tragis lagi, hantu itu menebarkan  hasrat seksual yang dahsyat. Itulah ekonomi libido masyarakat yang  menonjolkan egoisme yang selalu menuntut untuk dipuaskan. (*) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;     &lt;i&gt;*). Triyono Lukmantoro, &lt;/i&gt;   &lt;/b&gt;   &lt;i&gt;dosen sosiologi komunikasi FISIP Undip,  Semarang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Opini JawaPos 30 Maret 2010&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-7177513960349644835?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/7177513960349644835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=7177513960349644835' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/7177513960349644835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/7177513960349644835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/catatan-hari-film-nasional-30-maret.html' title='Catatan Hari Film Nasional, 30 Maret 2010'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-4880075563434731408</id><published>2010-03-30T08:25:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T00:45:16.990+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kompas'/><title type='text'>Tsunami Jepang dan Pembelajaran</title><content type='html'>Tsunami. Gempa bumi. Dua jenis bencana ini  sejak tahun 2004 memunculkan perspektif baru tentang bagaimana  menghadapi bencana meskipun diskursus tentang hal itu masih belum  berakhir. Jika kita bicara soal manajemen bencana, semakin tidak jelas  urusannya.&lt;br /&gt;Mulai dari perangkat keras hingga perangkat lunak belum  juga beres. Mulai dari kesiapan alat berat untuk membongkar reruntuhan,  peraturan bangunan (building code), standar cara-cara penyelamatan diri  dari berbagai jenis bencana, hingga sumber daya manusia terlatih dan  sumber dana yang memadai masih belum selesai diurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;crosshead&gt;&lt;/crosshead&gt;&lt;strong&gt;Tak  bisa diprediksi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tak semua bencana tak bisa diprediksi.  Banjir dan tanah longsor sampai pada tingkat tertentu bisa diprediksi  bakal terjadi. Gempa bumi baru bisa diprediksi untuk rentang kemungkinan  yang cukup panjang, bisa pada orde tahunan.&lt;br /&gt;Sri Widiyantoro dalam  diskusi tersebut menunjukkan betapa masifnya dampak dari bencana gempa  bumi. Dan, bagaimana sebenarnya safety culture perlu dibangun secara  sistematik mulai dari pemerintah hingga akar rumput. Dia mencontohkan  Jepang, negara yang sering dilanda gempa bumi.&lt;br /&gt;Di Jepang,  pemahaman akan gempa bumi diawali dari kepercayaan pada legenda adanya  lele raksasa di bawah bumi. Saat sang dewa marah, lele itu dipukul  hingga dia menggeliat. Saat menggeliat itu terjadilah gempa. Dari  legenda, Jepang bergerak ke ilmu pengetahuan yang menguak rahasia  terjadinya gempa bumi.&lt;br /&gt;Sri Widiyantoro yang biasa dipanggil Ilik  menggambarkan mantel bumi sebagai air yang dipanasi. Pemanasnya adalah  magma yang temperaturnya sekitar 5.000 derajat Celsius dengan kedalaman  sekitar 6.000 kilometer. Pergolakan mantel bumi itu membawa  lempeng-lempeng yang bergerak di atasnya. Indonesia yang posisinya pada  ring of fire (cincin api) memiliki banyak gunung api dan memiliki banyak  patahan yang berpotensi menimbulkan gempa saat terjadi gesekan  antarlempeng.&lt;br /&gt;Materi yang keluar bersama magma bisa berupa batu  mulia. ”Jadi, selain banyak gempa, Indonesia juga kaya,” ujarnya.&lt;br /&gt;Dia  menggambarkan kehancuran akibat gempa di Alaska yang menghancurkan kota  setelah diguncang gempa selama semenit.&lt;br /&gt;Dengan gempa semenit yang  berkekuatan 12 skala Richter, kota Tokyo tahun 1923 hancur total.  Jembatan bergerak bak gelombang air dan selanjutnya patah berkeping,  disusul nyala api akibat gas bocor, dan mobil-mobil pun tertelan rekahan  jalan. Deskripsi ini menjadi mengerikan ketika kita menyaksikan  sosok-sosok manusia berusaha menyelamatkan diri. Periode gempa Tokyo  adalah 100 tahun dengan plus minus waktu geologi 10 tahun.&lt;br /&gt;&lt;crosshead&gt;&lt;/crosshead&gt;&lt;strong&gt;Berkah  tersembunyi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Gempa merupakan salah satu pemicu munculnya  tsunami (tsu &amp;gt; pelabuhan, nami &amp;gt; gelombang) Aceh tahun 2004.  Tsunami menyerang Banda Aceh, menelan korban lebih dari 200.000 jiwa.&lt;br /&gt;Victor  Rembeth menegaskan, ”Tsunami akhir tahun 2004 menjadi sebuah pemicu  yang merupakan sebuah blessing in disguise (berkah tersembunyi) untuk  penguatan upaya-upaya manajemen bencana yang lebih baik,” ujarnya.&lt;br /&gt;Tahun  2005 di Kobe, Jepang, dalam Konferensi Dunia tentang Pengurangan Dampak  Bencana, lahir Kerangka Aksi Hyogo yang ditandatangani 168 negara  termasuk Indonesia.&lt;br /&gt;Risiko bencana dipengaruhi oleh kerentanan  manusia, kerentanan sosial, dan kemampuan keseluruhan merespons atau  mengurangi bahaya-bahaya yang ada. Kemiskinan merupakan salah satu aspek  kerentanan itu.&lt;br /&gt;Sri Widiyantoro menegaskan, setelah ada  undang-undang itu, Indonesia perlu menyusun langkah-langkah konkret,  langkah antisipatif, di antaranya dengan menetapkan peraturan bangunan.  Dia bersama delapan orang lainnya merupakan Tim Sembilan yang menyusun  peraturan bangunan. Dia menyebutkan perlunya program  retrofitting—penguatan kembali bangunan tua—dan jika perlu menambahkan  shockbreaker pada bangunan seperti yang dilakukan Jepang pada sejumlah  bangunan di Tokyo.&lt;br /&gt;Dia menyebutkan, implementasi peraturan  tersebut di Jepang, antara lain, adalah setiap orang dilatih untuk siap  menghadapi bencana, misalnya dengan menyiapkan sepeda untuk mengamankan  diri.&lt;br /&gt;”Masyarakatnya rajin melakukan latihan, alat penyelamat  gempa dijual di supermarket-supermarket, sejak SD anak-anak Jepang  dilatih langsung dengan menggoyang bangunan sehingga mereka terbiasa  bagaimana menyelamatkan diri,” ujar Sri Widiyantoro.&lt;br /&gt;”Pemerintah  Jepang menginvestasikan kekayaannya untuk melindungi masyarakatnya,”  katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opini Kompas 30 Maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-4880075563434731408?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/4880075563434731408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=4880075563434731408' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/4880075563434731408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/4880075563434731408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/tsunami-jepang-dan-pembelajaran.html' title='Tsunami Jepang dan Pembelajaran'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-3282794765518960137</id><published>2010-03-30T08:24:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T00:45:17.004+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kompas'/><title type='text'>Kearifan Lokal yang Ditinggalkan</title><content type='html'>Saat terjadi gempa bumi di Tasikmalaya, Jawa  Barat, 2 September 2009, tak ada satu pun rumah di Kampung Naga yang  rusak, apalagi hancur. Padahal, seluruh rumah di kampung tradisional  masyarakat asli Sunda itu terbuat dari bambu. Umur rumah pun rata-rata  sudah puluhan tahun.&lt;br /&gt;Bukan cuma itu. Ratusan rumah buruh  perkebunan teh di Kabupaten Bandung yang sebagian besar terbuat dari  bambu dan berdinding gedek juga tetap utuh meski diguncang gempa  berkekuatan 7,3 skala Richter yang berpusat di Tasikmalaya itu. Padahal,  sekitar 8.800 rumah lain yang umumnya terbuat dari bata rusak berat dan  sekitar 9.300 rumah lainnya rusak ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di antara rumah yang  rusak berat, termasuk di antaranya bangunan-bangunan megah dan  bertingkat yang terbuat dari beton. Ironisnya, kandang kambing di  sekitarnya yang umumnya terbuat dari bambu dan kayu tetap utuh. Sama  sekali tidak rusak.&lt;br /&gt;Saat terjadi gempa bumi yang mengguncang  Padang Pariaman, Sumatera Barat, akhir September 2009, kondisinya hampir  sama. Bangunan-bangunan beton bertingkat, termasuk hotel dan rumah,  hancur diguncang gempa dahsyat berkekuatan 7,6 skala Richter. Namun,  bangunan tradisional rumah gadang yang sebagian besar terbuat dari kayu  tetap utuh tak mempan diguncang gempa.&lt;br /&gt;Inilah salah satu bentuk  kearifan lokal masyarakat yang sebagian masih terpelihara dengan baik.  ”Masyarakat zaman dahulu sudah mengetahui daerahnya rawan gempa. Karena  itu, saat membangun rumah pun, dengan alam pikiran yang sederhana,  mereka merancang bangunan yang tahan gempa,” kata Arifin Panigoro,  pendiri Medco yang membentuk Posko Jenggala untuk menangani korban  bencana alam.&lt;br /&gt;Bangunan tradisional yang terbuat dari bambu atau  kayu umumnya tidak rusak diguncang gempa karena bahan bangunan itu  mempunyai sifat lentur terhadap guncangan. Selain itu fondasi bangunan,  ikatan tiang, dan pasak pada kayu diatur sedemikian rupa sehingga bisa  lentur saat terjadi guncangan.&lt;br /&gt;Kearifan lokal inilah yang kini  secara tidak sadar mulai ditinggalkan masyarakat. Berlagak ingin disebut  modern, bangunan rumah pun dibuat dari bata atau beton. Mereka hanya  memperhitungkan segi estetis tanpa memerhatikan aspek keamanannya.  ”Mereka tidak memperhitungkan jika daerah mereka rawan gempa,” kata Sri  Widiyantoro.&lt;br /&gt;Dampak dari diabaikannya kearifan lokal ini boleh  dibilang cukup fatal. Saat terjadi gempa bumi di Sumatera Barat,  September 2009, misalnya, sekitar 200 orang tewas dan 500 bangunan  hancur. Korban tewas umumnya karena tertimpa bangunan bata atau bangunan  beton yang runtuh.&lt;br /&gt;&lt;crosshead&gt;&lt;/crosshead&gt;&lt;strong&gt;Akrab dengan  bencana&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pendiri Harian Kompas Jakob Oetama dalam diskusi  tersebut mengingatkan, bencana alam, termasuk gempa bumi, kerap terjadi  di Tanah Air. Meski demikian, kesadaran semua pihak, baik pemerintah  maupun masyarakat masih lemah. Antisipasi bakal terjadinya bencana masih  belum optimal sehingga korban masih banyak berjatuhan.&lt;br /&gt;”Menjadi  tanggung jawab bersama untuk melakukan langkah-langkah penyadaran agar  masyarakat semakin waspada terhadap datangnya bencana,” tutur Jakob.  ”Masyarakat harus akrab dengan bencana dan melakukan langkah antisipasi  sehingga jumlah korban bisa ditekan,” paparnya.&lt;br /&gt;Dalam soal  kesadaran dan langkah antisipasi menghadapi bencana, masyarakat Jepang  sangat layak menjadi contoh. Di Jepang, misalnya, sosialisasi dan  pelatihan menghadapi bencana gempa bumi terus-menerus dilakukan secara  periodik. Selain itu, infrastruktur dan bangunan sudah dirancang  sedemikian rupa sehingga sangat aman ketika terjadi bencana gempa bumi.  Bahkan, hal-hal kecil pun sudah diperhitungkan.&lt;br /&gt;Alat pengontrol  untuk mematikan saluran gas di rumah, misalnya, sudah diperhitungkan  ditempatkan di kolong meja. Dengan demikian, ketika terjadi gempa, bawah  meja menjadi tempat berlindung sekaligus mematikan aliran gas agar  tidak menyulut kebakaran.&lt;br /&gt;Di Hokaido, Jepang, di setiap blok  permukiman selalu ada taman pada lokasi yang posisinya lebih tinggi.  Lokasi itu dijadikan zona aman ketika gempa terjadi dan menimbulkan  potensi tsunami. ”Kalau ada peringatan bahaya tsunami, setiap orang tahu  mereka harus lari ke taman itu,” kata Sri Widiyantoro.&lt;br /&gt;Di  Indonesia, kesiapsiagaan menghadapi bencana masih sangat rendah. Bahkan,  banyak pemerintah daerah yang belum menyiapkan rencana kesiapsiagaan  menghadapi bencana dan menghadapi situasi darurat.&lt;br /&gt;”Kita masih  berperilaku seperti pemadam kebakaran yang datang hanya saat terjadi  bencana,” kata Victor Rembeth. Agar tidak sekadar menjadi pemadam  kebakaran, Victor menyebut perlunya partisipasi semua lapisan masyarakat  untuk menghadirkan culture of safety atau budaya aman dari bencana.&lt;br /&gt;Dalam  kaitannya dengan culture of safety, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Endy  Subijono mengatakan, sekitar 13.000 arsitek yang tersebar di Tanah Air  sebenarnya siap memberikan bantuan merancang bangunan tahan gempa.  Namun, keahlian mereka selama ini kurang dimanfaatkan secara optimal.&lt;br /&gt;Hanya  beberapa pihak saja yang sudah memanfaatkan jasa arsitek ini dalam  penanggulangan bencana. Posko Jenggala yang menangani korban bencana  alam, misalnya, sudah membangun rumah tahan gempa di Aceh, Sumatera  Barat, dan Jawa Barat masing-masing sekitar 200 rumah dengan  memanfaatkan potensi dan kearifan budaya lokal.&lt;br /&gt;Di Sumatera Barat,  misalnya, karena banyak pohon kelapa berusia tua dan tidak produktif,  maka digunakan batang pohon kelapa untuk membangun rumah tahan gempa.  ”Biaya jauh lebih murah, hanya sekitar Rp 17,5 juta untuk rumah tipe  48,” kata Andi Sahrandi, aktivis penanganan bencana dari Posko Jenggala.&lt;br /&gt;Adapun  di Jawa Barat, sesuai potensi dan budaya lokalnya, digunakan bambu  untuk konstruksi bangunan tahan gempa. ”Ada sekitar 1.250 jenis bambu,  sekitar 140 jenis di antaranya banyak terdapat di sekitar kita. Namun,  potensi ini tidak dimanfaatkan secara optimal,” kata Bambang P Nugroho.&lt;br /&gt;Menyadari  potensi ini, pihaknya bersama Posko Jenggala membangun sekolah, masjid,  dan rumah percontohan di Kabupaten Garut dengan menggunakan konstruksi  bambu. ”Kelihatannya lebih indah, mudah didapat, sangat kuat jika cara  penebangannya benar dan biaya pembangunannya murah. Tugas kita  menyadarkan masyarakat agar jangan gengsi menggunakan bambu untuk  daerah-daerah rawan gempa,” kata Arifin Panigoro.&lt;br /&gt;Kearifan lokal  yang mulai ditinggalkan kini dicoba untuk ditumbuhkan kembali..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opini Kompas 30 Maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-3282794765518960137?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/3282794765518960137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=3282794765518960137' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/3282794765518960137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/3282794765518960137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/kearifan-lokal-yang-ditinggalkan.html' title='Kearifan Lokal yang Ditinggalkan'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-1094001934358435774</id><published>2010-03-30T08:23:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T00:45:17.024+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kompas'/><title type='text'>Jangan Hanya Diberi "Ikan"</title><content type='html'>Menyikapi bencana yang terus terjadi  sepanjang tahun 2009, Ko m p a s dan Medco menyelenggarakan diskusi  panel ”Membangun Manajemen Bencana yang Andal” pada 7 Desember 2009.  Sebagai pembicara: Ketua PMI (waktu itu) Mari’e Muhammad, Ketua Kelompok  Keahlian Ilmu dan Teknik Geofisika Fakultas Teknik Pertambangan dan  Perminyakan ITB Sri Widiyantoro, pendiri Medco Arifin Panigoro, Wakil  Direktur Yayasan Tanggul Bencana Indonesia Victor Rembeth, Penanggung  Jawab Posko Jenggala Andi Sahrandi, Dosen Departemen Teknik Kimia ITB  Mubiar Purwasasmita, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Endy Subijono, Dewan  Pemerhati Hutan Lingkungan Tatar Sunda Bambang P Nugroho, dan Bupati  Bantul Idham Samawi (menyertakan makalah). Moderator Hening Parlan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;byline&gt;&lt;/byline&gt;&lt;lead&gt;&lt;/lead&gt;Adalah nasib  para korban bencana, tenaga sukarelawan dan bantuan berbondong datang  saat tanggap darurat; seusai tanggap darurat, usai pula perhatian kepada  mereka.&lt;br /&gt;Fenomena semacam itulah yang jamak terjadi di negeri  ”disaster supermarket” ini. Victor Rembeth mengemukakan, dilandasi  semangat karitatif, yang menjadikan para korban yang selamat sebagai  penerima manfaat (beneficiaries) belaka, manajemen bencana kita sering &lt;line&gt;&lt;/line&gt;sekadar  etalase pameran kebaikan para dermawan terhadap penerima bantuan yang &lt;line&gt;&lt;/line&gt;tidak  menghasilkan dampak penguatan dalam setiap ranah bencana.&lt;br /&gt;Persoalan  mentalitas karitatif ini memang erat dengan falsafah penanganan bencana  yang sekadar post factum, ad hoc, dan berwujud pada respons tanggap  darurat semata.&lt;br /&gt;Padahal, pembiayaan aktual penanganan bencana  berbasis respons tanggap darurat dari tahun ke tahun terus meningkat.  Oxfam mencatat, belanja bantuan kemanusiaan tahun 2006 mencapai 14,2  miliar dollar AS (sekitar Rp 128 triliun) dan meningkat sampai 25 miliar  AS per tahun (sekitar Rp 225 triliun). Tearfund, sebuah lembaga sosial  internasional, memperkirakan, setiap 1 dollar AS investasi untuk  mempersiapkan bencana akan mampu menghemat 4-10 dollar AS belanja  perbaikan kembali akibat bencana.&lt;br /&gt;Latar belakang pendekatan  kuratif ini cukup kompleks. Menurut Victor, selain latar belakang  teologis yang kuat, yaitu bencana dipandang sebagai takdir sehingga  menafikan kapasitas manusia untuk bertahan, alasan praktis kerap berbuah  peringkat prioritas yang rendah pada manajemen bencana. Badan PBB  urusan Strategi Internasional Pengurangan Dampak Bencana mencatat, 94,25  persen korban meninggal akibat bencana pada 1975-2000 adalah orang  miskin—kelas menengah ke bawah. ”Maka, kita mesti bicara penguatan  masyarakat,” ujarnya.&lt;br /&gt;Saat melakukan penguatan pada masyarakat  berdasarkan pendekatan manajemen pengurangan risiko, Mari’e Muhammad  mengingatkan, langkah ini perlu dilakukan dengan hati-hati karena  masyarakat mengalami trauma. ”Salah-salah bisa counter productive,”  ujarnya. Untuk mengajarkan tentang dampak tsunami, perlu dilakukan di  surau atau kelompok masyarakat agar tak menimbulkan ketakutan.&lt;br /&gt;Palang  Merah Indonesia (PMI) sebagai organisasi kemanusiaan untuk penanganan  bencana, seperti diungkapkan Mari’e Muhammad—ketika itu ia adalah Ketua  Umum PMI—selalu melakukan field assessment (penilaian lapangan) sehingga  tahu benar petanya, siapa yang harus dibantu apa.&lt;br /&gt;”Assessment itu  penting untuk menyusun program-program agar tidak tumpang tindih supaya  bantuan betul-betul sampai, jangan orang yang seharusnya mendapat  bantuan tidak dapat bantuan,” tutur Mari’e.&lt;br /&gt;Memberikan bantuan di  saat tanggap darurat sering kali dianggap sebagai hal yang remeh-temeh.  ”Orang-orang dari kalangan pemerintah selalu bilang ada beras sekian ada  Supermie sekian, padahal para korban bencana itu tidak makan beras dan  Supermie. Semua hancur lalu mau memasak pakai apa,” katanya. Mestinya  yang diberikan adalah makanan siap saji dan makanan siap makan. Tak  banyak yang tahu bahwa sudah ada makanan nutrisi tinggi yang dikemas  seperti pil.&lt;br /&gt;Yang memprihatinkan, korban sering dipaksa berjuang  sesuai prinsip survival of the fittest—yang kuat yang bertahan—seperti  ketika bantuan dilempar-lemparkan dari pesawat.&lt;br /&gt;&lt;crosshead&gt;&lt;/crosshead&gt;&lt;strong&gt;Membantu  diri sendiri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Ketika hampir semua penanganan bencana  dilakukan dengan pendekatan respons tanggap darurat, Andi Sahrandi dari  Posko Jenggala yang dibentuk Arifin Panigoro, pendiri Medco, menegaskan,  setidaknya ada dua tahapan, yaitu masa tanggap darurat dan masa  pemulihan.&lt;br /&gt;Strategi penanganan yang dilakukan adalah menumbuhkan  kesadaran untuk membantu diri sendiri. Jangan sampai pihak yang membantu  meninabobokan para korban dengan hanya memberi ”ikan” dan bukan ”kail”.  ”Saya bilang, saya mau bantu kalian kalau kalian mau membantu diri  kalian. Buat apa saya membantu orang kalau orangnya sendiri tidak mau  membantu dirinya sendiri,” papar Andi.&lt;br /&gt;Alhasil, masyarakat mau  bergotong-royong membangun rumah. Mereka diminta menyumbangkan yang  mereka miliki, sisanya dibantu Posko Jenggala. Kalau punya tenaga, ya,  menyumbang tenaga.&lt;br /&gt;Hasilnya, seperti dilakukan Posko Jenggala di  Pariaman, Sumatera Barat, tak ada orang yang tak bekerja dan tidak ada  kesedihan di muka anak-anak. ”Semua berlomba mendapat rumah baru,”  ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opini Kompas 30 Maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-1094001934358435774?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/1094001934358435774/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=1094001934358435774' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/1094001934358435774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/1094001934358435774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/jangan-hanya-diberi.html' title='Jangan Hanya Diberi &amp;quot;Ikan&amp;quot;'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-7977375688516716287</id><published>2010-03-30T08:22:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T00:45:17.042+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kompas'/><title type='text'>Menggugah Sadar Bencana</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Catatan ini berangkat dari  pengalaman istimewa Bupati Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta,  HM Idham Samawi saat menghela kendali pemerintahan lokal menghadapi  bencana gempa bumi berdaya rusak tinggi, 27 Mei 2006. Idham memetik buah  pemikiran paling mendasar tantangan ke depan, yaitu membangun atau  menggugah kesadaran baru sadar bencana.&lt;/div&gt;Sadar bencana, baik bagi  masyarakat maupun pemerintah. Keduanya mesti sadar akan kebutuhan  ”desain besar” menghadapi kenyataan alam negeri ini yang menyimpan  potensi bencana.&lt;br /&gt;Idham Samawi mengemukakan hal itu di dalam  makalah tertulisnya, Refleksi Pengalaman Penanganan Bencana Alam Gempa  Bumi, untuk Diskusi Panel Kompas bertema ”Membangun Manajemen Bencana  yang Andal”, Desember lalu. Sadar bencana dan kebutuhan desain besar  menghadapi potensi bencana, menurut Idham, bermuara pada masalah  krusial, yaitu kesiapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;”Kesiapan yang baik bukanlah suatu  kesiapan pengetahuan kapan bencana akan datang. Kesiapan yang baik  adalah kemampuan menghadapi situasi sulit dan beban besar yang datang  secara mendadak,” kata Idham.&lt;br /&gt;Mari’e Muhammad dalam diskusi  menyajikan pengalaman penanggulangan bencana. Dia menyebutkan, manajemen  penanggulangan bencana yang tidak profesional menjadi kendala selama  ini, yaitu karena masih berlaku pendekatan yang birokratis. Yang muncul  kemudian adalah lemahnya koordinasi akibat egoisme sektoral. Situasi  sulit dan beban besar yang datang secara mendadak akibat bencana,  seperti dimaksud Idham, tidak mudah ditangani dengan kondisi seperti  itu.&lt;br /&gt;Sri Widiyantoro mengutarakan pandangan bahwa masyarakat  Jepang, negara yang memiliki kerentanan tinggi terhadap gempa bumi,  telah memiliki kesiapan itu. ”Sebenarnya, itu mudah ditiru,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;crosshead&gt;&lt;/crosshead&gt;&lt;strong&gt;Butuh  manajemen bencana&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Keprihatinan tentang minimnya  kesadaran baru sadar bencana itu diungkap Victor Rembeth. Menurut dia,  tidak ada satu pun dari calon presiden dan wakil presiden pada Pemilihan  Umum 2009 yang menyinggung prioritas penanganan bencana. Padahal, dia  menegaskan, Indonesia dilahirkan dan tumbuh dengan bencana. Indonesia  sekarang membutuhkan manajemen bencana yang cerdas. Menggugah kesadaran  baru sadar bencana, seperti diungkap Idham, nyata dibutuhkan, baik oleh  masyarakat maupun pemerintah sebagai pijakan awal.&lt;br /&gt;”Manajemen  bencana yang cerdas adalah ketika semua pemangku kepentingan bisa  membagi peran dalam sebuah koordinasi yang baik,” kata Victor. Model  manajemen bencana selama ini masih reaktif. Terdapat sinyalemen  ketidaksiapan pengambil kebijakan yang mengakibatkan gagal koordinasi.  Fatalnya, semua bermuara pada keluhan tidak berfungsinya ”negara” dan  perangkat pemerintahannya dalam menangani bencana.&lt;br /&gt;Kondisi itu tak  dapat disangkal. Pada kenyataannya, setiap kepala daerah—mulai dari di  tingkat paling bawah, seperti kepala desa atau kelurahan, camat, bupati,  atau wali kota, sampai gubernur—hingga kini jarang dibekali kapasitas  manajemen bencana. Paparan daerah rawan bencana, seperti banjir, tanah  longsor, ataupun gabungan keduanya, sudah dipetakan institusi terkait,  misalnya oleh Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional bekerja sama  dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Namun, peta  kerentanan jarang pula disikapi dengan konkret.&lt;br /&gt;Mari’e menyatakan,  pendekatan dasar untuk manajemen bencana saat ini adalah bagaimana  memperkuat dan memberdayakan kepemimpinan lokal.&lt;br /&gt;Pada intinya ada  empat tantangan utama pemerintah. Pertama, memastikan ada sinkronisasi  antara peraturan dan kelembagaan. Ego sektoral sekarang menyebabkan  Kementerian Kesehatan selalu mengeluarkan angka, padahal seharusnya itu  kewenangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tantangan kedua  adalah memastikan adanya koordinasi interaksi antarmulti-stakeholder  (pemangku kepentingan).&lt;br /&gt;Tantangan ketiga adalah memastikan  ketersediaan kapasitas yang memadai. Menurut Victor Rembeth, selama ini  di beberapa lokasi bencana yang tampak adalah klaster-klaster regu  negara asing. ”Ini adalah bagaimana kita memperkuat BNPB yang ada, bukan  malah memojokkannya sehingga tidak berfungsi sama sekali,” tutur  Victor.&lt;br /&gt;Tantang keempat yaitu memastikan ada proses konsultasi  keikutsertaan masyarakat; agar secara partisipatif masyarakat bisa  saling menolong.&lt;br /&gt;Sejalan dengan itu, Idham mengungkapkan, pemimpin  lokal, selain sadar bencana, dituntut mengetahui kebutuhan ”desain  besar” dalam menghadapi kenyataan alam yang menyimpan potensi bencana.  Pendekatan sudut pandang korban amat penting guna menentukan desain  besar manajemen pascabencana.&lt;br /&gt;Kesiapan menentukan desain besar  manajemen pascabencana, menurut Mari’e, harus didasari pengetahuan  potensi bencana. Pemetaan kondisi kerentanan bencana harus tersedia  sampai pada tingkat pemerintah kabupaten, bahkan kecamatan. Masyarakat  sampai di tingkat akar rumput semestinya tahu potensi bencana yang  mereka hadapi bahwa, ”Kita sekarang dipaksa harus bersahabat dengan  bencana,” kata Mari’e.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Opini Kompas 30 Maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-7977375688516716287?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/7977375688516716287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=7977375688516716287' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/7977375688516716287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/7977375688516716287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/menggugah-sadar-bencana.html' title='Menggugah Sadar Bencana'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-6003272811978684656</id><published>2010-03-30T08:20:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T00:45:17.061+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suara Merdeka'/><title type='text'>Memetakan Empat Potensi Demak</title><content type='html'>MINGGU, 28 Maret lalu, Demak memasuki usia yang ke-507. Penetapan hari  jadi itu berdasarkan rekomendasi tim peneliti sejarah berdirinya Kota  Wali yang menyebutkan Raden Patah dinobatkan sebagai Sultan Demak pada  12 Rabiul Awal Tahun Caka 1425 (28 Maret 1503 M) sehingga tanggal  tersebut ditetapkan sebagai hari jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosesi peringatan hari jadi sehatinya bukan hanya seremonial melainkan  perlu diisi dengan kegiatan yang kaya makna, sekaligus menjadi momentum  bagi masyarakat untuk mengembalikan kejayaan daerahnya. Tentu bukan  dalam arti menjadikan sebagai kerajaan melainkan menghadirkan spirit  yang bisa mendorong kemajuan daerah sehingga meningkatkan kesejahteraan  rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hal ini penting karena hingga saat ini Demak masih dianggap sebagai  daerah tertinggal bila dibandingkan dengan daerah lain, seperti kota  Semarang, Kudus, dan Jepara. Padahal dulu Demak menjadi pusat kerajaan,  sebagai kota besar yang roda perekonomiannya lebih maju dari daerah  lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menggapai kembali kejayaan itu, perlu upaya pemberdayaan segenap  potensi. Kunci keberhasilan pembangunan daerah bertumpu pada kekuatan  lokal dan kebersamaan masyarakatnya. Selain itu, menuntut&amp;nbsp; kejelian  stakeholders dalam melihat segala potensi agar dapat meningkatkan  kesejahteraan daerah, baik yang berpengaruh langsung dengan aspek  ekonomi maupun kesejahteraan masyarakatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era otonomi daerah (otda) yang sedang bergulir di Indonesia secara  langsung maupun tidak langsung membawa pengaruh yang cukup luas pada  tatanan kehidupan masyarakat lokal, tak terkecuali Demak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini telah memberikan suatu kesadaran baru bagi kalangan  pemerintah daerah ataupun masyarakat, bahwa kita tidak bisa lagi  membiarkan gelombang otonomi mengalir begitu saja tanpa upaya untuk  mengarahkan dan mengisinya dengan tindakan nyata yang positif demi  kemajuan wilayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu perlu kesungguhan dalam memberdayakan segenap potensi daerah.  Ada beberapa potensi yang perlu dieksplorasi, pertama, potensi sejarah.  Sebagai pusat kerajaan dan pusat perjuangan melawan penjajah, Demak  mempunyai sejarah yang gemilang. Namun sejauh ini kekuatan sejarah belum  mampu secara maksimal menjadi spirit bagi kemajuan masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan letak bekas Keraton Demak belum diketahui secara pasti. Banyak  sejarawan yang datang untuk meneliti dan mencari tahu keberadaan  keraton, namun hingga kini lokasi pastinya masih mengundang pro dan  kontra. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengulang Kejayaan&lt;br style="font-weight: bold;" /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, menghadirkan situs dan silsilah kerajaan Demak pada masa kini  sangat mungkin digunakan untuk mengubah situasi masyarakat yang tidak  lagi ideal. Sebuah masyarakat yang jauh dari ketika kerajaan Demak  didirikan oleh para wali, pada saat daerah itu dipimpin oleh Raden  Patah, Patiunus, atau Trenggono. Mengulang kejayaan kerajaan Demak dalam  kehidupan masa kini bukanlah hal yang mustahil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, potensi sektor unggulan. Masyarakat harus mampu memetakan  berbagai potensi yang dimiliki. Setidaknya, pemetaan potensi ini mengacu  pada empat sektor unggulan yang sedang dan bakal digarap serius guna  membangkitkan kembali kejayaan Demak. Keempat sektor tersebut adalah  pertanian, perikanan dan kelautan, pariwisata, serta usaha mikro, kecil,  dan menengah (UMKM). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanian menjadi sektor yang mesti diprioritaskan mengingat sebagian  besar masyarakat masih mengandalkan sumber nafkahnya dari sektor ini.  Apalagi Demak menjadi lumbung padi terbesar ketiga di Ja-teng (setelah  Cilacap dan Grobogan), serta salah satu sentra penghasil kacang hijau  terbesar di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, di era sekarang orang mengenal Demak dengan jambunya. Dalam  perspektif religi, orang mengenal Demak sebagai Kota Wali, dan dalam  perspektif pertanian, daerah ini mempunyai produk khas yang berbeda dari  daerah lain, yakni belimbing, jambu delima, dan jambu citra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, potensi budaya. Dalam menyebarkan agama Islam di Demak, para  wali umumnya menggunakan sarana budaya dan tradisi yang ada, baik dengan  wayang, gamelan, maupun seni suara suluk sebagai sarana dakwah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mampu membawa warisan budaya lokal yang dapat bertahan hingga  sekarang, seperti tradisi Garebeg Besar, Kupatan, dan Apitan. Demak juga  kaya dengan karya sastra. Potensi budaya ini jika dikembangkan akan  menjadi ikon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demak juga mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi daerah wisata  religi, dengan Masjid Agung Demak dan Makam Kadilangu sebagai simbolnya.  Jika banyak pengunjung datang ke Demak, maka akan ada perputaran uang  dan pertumbuhan ekonomi, yang berimbas pada kesejahteraan masyarakat.  (10) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;— Abdurrahman Kasdi, warga Kecamatan Bintoro, Kabupaten Demak&lt;br /&gt;Wacana Suiara Merdeka 30 Maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-6003272811978684656?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/6003272811978684656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=6003272811978684656' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/6003272811978684656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/6003272811978684656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/memetakan-empat-potensi-demak.html' title='Memetakan Empat Potensi Demak'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-3033179863997009683</id><published>2010-03-30T08:17:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T00:45:17.075+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suara Merdeka'/><title type='text'>Penjaminan untuk Bupati Brebes</title><content type='html'>FENOMENA menarik berkaitan dengan korupsi di Pemkab Brebes. Sekelompok  masyarakat yang menamakan diri Kaukus Mahasiswa dan LSM Gerakan Berantas  Korupsi (Gebrak), termasuk sejumlah kepala satuan kerja pemerintah  daerah (SKPD) dan aparatur pemerintahan tingkat desa menggalang tanda  tangan, sebagai upaya memberikan jaminan atas pengajuan permohonan  penangguhan penahanan Bupati Brebes Indra Kusuma yang ditahan KPK (SM,  26/03/10 .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indra Kusuma ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK  berkaitan dengan kasus dugaan korupsi pengadaan tanah senilai Rp 11  miliar. Dalam kasus pidana, pengajuan penangguhan penahanan merupakan  hal yang normatif, karena diatur dalam Pasal 31 KUHAP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam pasal tersebut, tersangka, ataupun keluarga dan penasihat hukumnya  bisa mengajukan penangguhan penahanan (schoorsing). Kewenangan untuk  mengabulkan permohonan ini ada pada penyidik dengan memerhatikan empat  alasan, yaitu tersangka dalam proses penyidikan bersikap kooperatif atau  tidak berbelit-belit, tidak dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan  barang bukti, atau tidak akan melarikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendasari hal kontekstual normatif ini, sah-sah saja mengabulkan  permohonan penangguhan, lebih-lebih dengan jaminan orang, yang  melibatkan beberapa lapisan masyarakat. Namun, seperti diberitakan  pimpinan KPK yang menerima rombongan para penjamin tersebut dengan tegas  mengatakan tidak akan pernah menggubris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dalam hal ini ada dua kepentingan yang berbenturan. Pertama;  berkaitan dengan kegigihan kelompok masyarakat Brebes yang  memperjuangkan bupatinya agar tidak ditahan. Kedua; KPK, meskipun secara  yuridis dibenarkan oleh hukum untuk mengabulkan permintaan tersebut  secara tegas menyatakan tidak menggubris permohonan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimensi Moral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi yang demikian, bila ditelisik dari aspek semangat  pemberantasan korupsi, pihak mana yang perlu menyadari posisinya untuk  tidak memaksakan diri demi terciptanya rasa adil? Menurut HLA Hart  (1965), bahwa untuk menciptakan rasa adil, hukum harus ditempatkan pada  tiga unsur yaitu kewajiban, moral, dan aturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini ditegaskan lagi oleh Murphy dan Coelman, 1984: dalam The  Philosophy of Law, bahwa hukum tidak dapat dipisahkan dari dimensi  moral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu disadari, seandainya saja KPK mengabulkan penangguhan penahanan,  apa yang bisa didapatkan dari upaya ini? Paling-paling bupati hanya  bebas untuk sementara waktu karena KPK dipastikan sesegera mungkin  mengajukan perkara ini ke persidangan. Dalam sejarah pembentukan KPK,  belum pernah sekalipun KPK menangguhkan penahanan. Mengapa demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis minggu yang lalu pada saat mengikuti Pendidikan Spesialis  Penyidik Tindak Pidana Korupsi di Pusat Pendidikan Reskrim Megamendung,  Bogor, memperoleh pencerahan dari penyidik KPK. Dalam hal penangguhan  penahanan, meskipun dibenarkan oleh UU, KPK tidak akan pernah  mengabulkannya. Hal ini berkaitan dengan dimensi moral, seperti  dikatakan Murphy dan Coelman tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara yang sudah ditangani penyidik KPK yang tergabung dalam satgas  KPK sudah melalui pentahapan gelar perkara yang di dalamnya melibatkan  unsur penyidik, penuntut umum dan BPKP. Sehingga bila perkara sudah  ditingkatkan dalam tahap penyidikan dan sudah menetapkan tersangkanya,  bisa dipastikan akan berakhir dengan vonis di Pengadilan Tipikor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan KPK tidak pernah melakukan intervensi terhadap kinerja  penyidikan oleh satgas, sehingga terhadap upaya penangguhan penahanan,  dikatakan oleh Yudiawan, salah seorang penyidik KPK, sebagai hal yang  langka dan tidak akan terjadi di lingkungan KPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping sebagai hal yang akan sia-sia, Satgas KPK telah berkomitmen  mencitrakan diri bersih dari perilaku dan persepsi tercela. ’’Seandainya  saja di KPK ada penangguhan penahanan, pasti akan ada pula LSM yang  menyoroti hal ini dan akan mengaitkannya dengan pertanyaan ada apa  dengan penangguhan tersebut?’’ kata Yudiawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab selama ini, penangguhan penahanan identik dengan persepsi negatif  yang berbau KKN. Hal ini jelas dihindari oleh personel satgas KPK. (10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;— Herie Purwanto, Kepala Pembinaan Operasional Sat Reskrim Polresta  Pekalongan, mahasiswa S2 Kajian Ilmu Hukum Universitas Djakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wacana Suara Merdeka 30 Maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-3033179863997009683?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/3033179863997009683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=3033179863997009683' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/3033179863997009683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/3033179863997009683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/penjaminan-untuk-bupati-brebes.html' title='Penjaminan untuk Bupati Brebes'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-3810034657834929711</id><published>2010-03-30T08:16:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T00:45:17.089+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Jakarta Post'/><title type='text'>Editorial: Reform capability questioned</title><content type='html'>Optimism ran high after President Susilo Bambang Yudhoyono’s  re-election victory last July because people, notably investors,  naturally expected him to use his strong mandate to push through with  bolder reform measures badly needed to drive the economy to grow faster  than its real potential.&lt;br /&gt;London-based The Economist weekly praised  SBY’s re-election as a golden opportunity for Indonesia to convert its  real economic potential into prosperity, citing its young population  with a low dependency ratio, sound fiscal position, elected government  with strong mandate and political stability as the main assets.&lt;br /&gt;Unfortunately,  however, the President wasted the reform momentum with a series of  political mistakes heaping upon his dithering habit of indecisiveness.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;He  made his first big mistake by loading his Cabinet with political party  representatives, many of them with strong conflicts of interests and  having neither competence nor background relevant to their portfolios.  The diffident President then wasted his “political honeymoon” by  allowing the legal dispute between two leaders of the Corruption  Eradication Commission and the National Police and the controversy over  the 2008 Bank Century bailout to distract the attention of his Cabinet  and to virtually consume the nation for a few months.&lt;br /&gt;The  parliamentary vote early this month against the government’s bailout  policy was the last straw, confirming the public’s suspicion from the  outset that the SBY coalition government would not work and the  executive branch would be very weak in dealing with the parliament.&lt;br /&gt;There  is now a big risk that the US$2.5 million money laundering case, which  implicates a tax auditor and two senior police officers, could preoccupy  the nation’s attention and national mass media agenda within the next  few weeks. &lt;br /&gt;No wonder, the reform capability of the government  came under a big question at the Indonesia Summit last Thursday, which  was organized by the Economist media group, publisher of The Economist.&lt;br /&gt;The  prevailing view among the around 100 business leaders attending the  one-day conference was that SBY, like in his first term, would remain  timid in pursuing reform.&lt;br /&gt;The problem though is that boldness,  quick decision and consistency are required to take reform measures in  the economy, many of which are painful in the short term.&lt;br /&gt;Without  wide-ranging reforms and restructuring in the civil service, regulatory  framework and fiscal management, the economy will never be able to  expand at its real potential of 7 to 8 percent a year. &lt;br /&gt;The  scenario under a weak pace of reform will have the economy muddle  through with an annual growth of only 5-5.5 percent, which is not  sufficient to provide employment to the 2.5 million new entrants to the  labor market every year, not to mention the estimated 40 million  underemployed.&lt;br /&gt;The most obvious examples are the government’s  failure to reform the legal framework for land acquisition for the  public interests, notably the building of basic infrastructures, and the  timidity with which the government copes with energy subsidies.&amp;nbsp; Most  businesspeople now see the acute lack of infrastructure and the  crumbling condition of the existing ones as the biggest barrier to new  investment. &lt;br /&gt;But no investors will enter the infrastructure sector  if procedures for land acquisition are not streamlined. Likewise, the  government has yet to make a long-term program to phase out energy  subsidies, now seen as the main cause of energy inefficiency and  budgetary restraints in health and poverty-alleviation programs. The  plan revealed last week is to stop energy subsidies by the end of the  current government tenure in 2014. What incredible a commitment is that.  &lt;br /&gt;The President would be well advised to realize that without  bold reform measures in the economy, he would fail miserably in the  sector most meaningful to the majority of the people — creating jobs and  alleviating poverty.&lt;br /&gt;Opini The Jakarta Post 30 Maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-3810034657834929711?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/3810034657834929711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=3810034657834929711' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/3810034657834929711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/3810034657834929711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/editorial-reform-capability-questioned.html' title='Editorial: Reform capability questioned'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-1274874161608090088</id><published>2010-03-28T19:59:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:04:49.058+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Coretan Saya'/><title type='text'>Tidak Lulus Ujian Bukan Kiamat</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S69SmBcqVJI/AAAAAAAAAfk/vwMlFZEKRTg/s1600/me1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://4.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S69SmBcqVJI/AAAAAAAAAfk/vwMlFZEKRTg/s400/me1.jpg" width="396" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu seorang anak tetangga sekaligus 'anak buah' istri saya di Komunitas Peduli Perempuan dan Anak BENIH CENDEKIA, meminta wawancara seputar UAN. Meski sempat menunda-nunda, wawancara ringan tersebut terlaksana juga, meskti tak seideal wawancara yang seharusnya. Berlangsung kilat dan tanpa persiapan apa-apa. Walhasil beberapa hari setelahnya ternyata wawancara tersebut dimuat di koran nasional Media Indonesia !! Bingung ? Kaget ? Tidak juga, karena sejak awal saya memang tahu bahwa yang mewawancarai memang redaktur yuniornya Media Indonesia yang ada di Surakarta. Yang bikin unik dan sedikit menggelikan justru, disana saya disebut sebagai pengamat pendidikan kota Surakarata. Oalaah ... apa kata dunia ? Berikut saya tampilkan sebagian isi wawancaranya, semoga bermanfaat bagi sahabat blogger yang saat ini tengah menantikan hasil UAN. Salam Optimis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Tidak Lulus Ujian Bukan Kiamat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;UJIAN nasional (UN) SMA baru saja digelar. Rekan-rekan pelajar  menghadapi pertandingan yang sesungguhnya. Ada yang takut, enjoy aja,  atau justru apatis. Untuk membahas lebih jauh tentang UN, kami, Tim ID  SMA MTA Surakarta, mewawancarai pengamat pendidikan Kota Surakarta Hatta  Syamsudin Lc, penulis buku berjudul Muhammad SAW the Inspiring Romance. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sebenarnya Ujian Nasional itu penting tidak ?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari lika-liku dan permasalahan seputar UN, sebenarnya yang namanya ujian itu penting. Karena dari sana kita bisa mengevaluasi hasil pembelajaran kita, baik dari sisi perorangan, sekolah maupun sistem pendidikan nasional secara umum. Tanpa sebuah evaluasi kita tidak bisa melihat kekurangan yang ada pada diri kita. Karenanya nilai ujian juga mau tidak mau adalah gambaran kesungguhan kita dalam belajar. Karena itu ia harus diperjuangkan. Ibaratnya orang main bola, yang dinilai adalah golnya bukan sekedar permainannya. Orang bisa saja mengatakan Tim A bagus, tetapi ketika ditanya hasilnya mereka kalah 0-2, maka akan terlihat kualitas sesungguhnya dari tim A tersebut. Begitu pula ujian, untuk membuktikan Anda pandai, tidak cukup hanya dengan banyaknya catatan dan pintarnya berdiskusi, tetapi juga harus berjuanglah agar mendapatkan nilai yang optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Siswa kelas XII kan sudah melaksanakan UN, kira2 kegiatan apa untuk mengisi menunggu pengumuman ?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap menjaga kedekatan hubungan dengan Allah . Ini sangat penting untuk menyiapkan suasana hati saat mendengar pengumuman nantinya. Untuk mengurangi kegelisahan hendaknya menjaga dzikrullah. Firman Allah SWT : “ Hanyalah dengan mengingat Allah hati akan tenteram “ (QS Ar Ra’d 23). Selain itu,tetap harus mengisi waktu dengan hal yang bermanfaat. Yang terpenting untuk saat ini misalnya mencari informasi tentang kampus-kampus yang diinginkan. Bisa juga dengan menambah skill dan ketrampilan tertentu yang bisa bermanfaat untuk masa depan, misalnya seputar internet, cara bikin blog, dan yang semacamnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Jika tidak lulus cara mensikapinya bagaimana ? Apakah kalau tidak lulus itu berarti harus larut dalam kesedihan ?&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama harus bersabar dan meyakini ini adalah keputusan Allah yang terbaik bagi hamba-Nya. Selalu ada hikmah yang tersembunyi dibalik semua kejadian buruk yang kita alami, hanya saja mungkin belum kita ketahui untuk saat ini. Mengimani ini semua adalah bagian dari&amp;nbsp; takdir, fungsinya untuk menjaga agar kita tidak terlalu sombong ketika lulus, dan juga tidak terlalu sedih ketika gagal.&amp;nbsp; Ingat firman&amp;nbsp; Allah SWT : “Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira&amp;nbsp; terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. (QS Al-Hadid 22-23) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi , the show must go on. Bersedih sewajarnya itu manusiawi, tetapi menyesal tentu tiada berguna. Selama kita telah merasa berusaha dan belajar dengan keras, maka hasilnya kita serahkan pada Allah SWT. &lt;br /&gt;Intinya, carilah hikmah dibalik setiap musibah. Tidak selalu kehidupan ini dijalani seorang dengan lancar. Ada yang bilang, kesuksesan itu sebuah tangga, jadi harus satu-satu kita tapaki baru bisa mencapai atas. Jatuh bangun dan kegagalan terkadang lebih efektif menempa mental seseorang dari pada kesuksesan demi kesuksesan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Ada persoalan, kesehariannya&amp;nbsp; dia pintar , tetapi pada saat UN dia tidak lulus, menurut Anda penyebabnya karena apa ?&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebabnya bisa beragam dari mulai filosofis hingga teknis. Misalnya :&lt;br /&gt;Pertama : Karena ada permasalahan lain yang mengganggu konsentrasinya. Misalnya keluarga, kesehatan atau hal yang semacamnya.&lt;br /&gt;Kedua : Mungkin karena ia terlalu terbebani dengan predikat ‘pandai’ hingga beban tersebut justru membuatnya sangat grogi dalam menghadapi soal-soal UN. &lt;br /&gt;Ketiga : Bisa jadi juga karena terlalu meremehkan karena merasa selama ini sudah mampu untuk memecahkan soal-soal yang ada. Sehingga ia lalai dalam mengulang-ulang pelajaran, hingga terlewat hal-hal yang semestinya mudah ia kerjakan.&lt;br /&gt;Intinya, memang terkadang dalam menghadapi UN tidak cukup hanya kecerdasan akal semata. Dibutuhkan kesiapan mental yang kuat agar tidak grogi menghadapi Ujian, dan lebih penting dari itu tentu saja tawakkal kepada Allah. SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lokasi di media indonesia &lt;a href="http://anax1a.pressmart.net/mediaindonesia/MI/MI/2010/03/28/ArticleHtmls/28_03_2010_019_004.shtml?Mode=0"&gt;KLIK DISINI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-1274874161608090088?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/1274874161608090088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=1274874161608090088' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/1274874161608090088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/1274874161608090088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/tidak-lulus-ujian-bukan-kiamat.html' title='Tidak Lulus Ujian Bukan Kiamat'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S69SmBcqVJI/AAAAAAAAAfk/vwMlFZEKRTg/s72-c/me1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-7123719486518807764</id><published>2010-03-22T07:34:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:04:49.086+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download Area'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ceramah'/><title type='text'>Menggapai Sholat Khusyuk ( Materi &amp; PPT )</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S6a66IRoNMI/AAAAAAAAAfc/iieDjG_rL7w/s1600-h/Sholat+Khusyu+Update.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S6a66IRoNMI/AAAAAAAAAfc/iieDjG_rL7w/s400/Sholat+Khusyu+Update.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bahasan penting dalam fiqh sholat adalah menjaga kekhusyukan di dalamnya. Bahkan disebutkan oleh Imam Ibnu Qudamah al-Maqdasy dalam kitabnya Mukhtasor Minhajul Qashidin, bahwa kekhusyukan adalah ‘puncak kebaikan’ dari adab-adab sholat yang kita kerjakan. Barangkali ini adalah sebuah jawaban, mengapa banyak orang yang shalat belum berhasil menjaga dirinya dari dosa dan kemaksiatan, sementara Al-Quran begitu jelas menggambarkan fungsi sholat :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ (سورة العنكبوت: 45)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Artinya : “ Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar “ (QS Al-Ankabut : 45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya menjadi sebuah kebutuhan bagi setiap muslim, untuk mengevaluasi kembali shalat yang dijalani selama ini. Apakah sudah mendapati kekhusyukan dalam sholatnya, atau masih sering menjadikan sholat sebagai rutinitas biasa yang nyaris tidak berkesan apapun terhadap dirinya ?. Setiap muslim tentu harus berusaha untuk meningkatkan kualitas sholatnya dari hari ke hari. Bukan hanya mengerjakan syarat dan rukunnya saja, tetapi berusaha mengejar kekhusyukan di dalam sholat, agar lebih optimal pengaruh dan pahala yang ia dapatkan. Karena itu, cukup penting bagi kita untuk mendalami bahasan ulama seputar hal-hal yang mengarahkan kita pada kekhusyukan dalam sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Urgensi Khusyuk dalam Sholat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ditanyakan kepada kita, mengapa harus khusyuk dalam sholat ? Bukankah cukup bagi kita mengerjakannya dengan memenuhi syarat dan rukunnya saja, lalu kita terlepas dari kewajiban dan terbebas dari dosa?. Maka untuk menjawabnya bisa kita renungi beberapa dalil yang menunjukkan urgensi atau pentingnya kekhusyukan dalam sholat, diantaranya :&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sholat Khusyuk adalah indikator keberuntungan seorang mukmin&lt;br /&gt;Kekhusyukan dalam sholat adalah salah satu syarat keberuntungan seorang yang beriman. Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;قدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (1) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ (2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Artinya : “sungguh telah beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) yang khusyuk dalam sholat-sholat mereka “ (QS Al-Mukminun 1-2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Termasuk sifat Munafik yaitu lalai dan tidak khusyuk dalam sholatnya&lt;br /&gt;Sebaliknya, bagi mereka yang lalai (sahun) dalam sholatnya, baik lalai dari sisi waktu maupun kekhusyukannya, diancam dengan kecelakaan di akhirat nanti. Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ (4) الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ (5)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Artinya : “ kecelakaan bagi orang-orang yang sholat, (yaitu) yang lalai dari sholatnya “ (QS Al-Maun 4-5)&lt;br /&gt;Ayat diatas turun berkaitan dengan orang-orang munafik di Madinah yang menunda-nunda waktu sholat ashar hingga menjelang terbenamnya matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sholat Khusyuk akan menggugurkan dosa-dosa kita&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda : “ Barang siapa yang berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian sholat dua rekaat dan tidak lalai di dalamnya, maka akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu “ (HR Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Khusyuk menjaga keutuhan pahala Sholat kita&lt;br /&gt;Meskipun kita sholat dengan berjamaah di masjid, ternyata tidak semuanya mendapatkan pahala yang sama. Semua bergantung dengan kualitas kekhusyukan seseorang. Rasulullah SAW bersabda : “ Sesungguhnya seseorang yang keluar dari tempatnya sholat, dan tidaklah dicatat baginya pahala (sholatnya) kecuali sepersepuluhnya, sepersembilannya, sepertujuhnya ….. seperempat, dan setengahnya” (HR Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kiat Khusyuk dalam Sholat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan dalam Tafsir Al-Wasith yang ditulis oleh Syeikh Al-Azhar, Muhammad Ali Tonthowi , makna khusyuk adalah : “ ketakutan dalam hati kepada Allah SWT, yang terlihat pada anggota badan, menjadikannya tenang dan merasakan bahwa berdiri menghadap Allah SWT “. Tentu saja ini adalah pekerjaan yang berat dan harus dilatih terus menerus. Beberapa langkah&amp;nbsp; untuk lebih khusyuk dalam sholat, secara umum telah dibahasa dalam beberapa kitab fiqh bab sholat, diantaranya sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menyadari fungsi dan pentingnya sholat : sehingga ia tidak lagi merasa sholat sebagai sebuah kewajiban, tetapi sebagai sebuah kebutuhan yang akan berakibat baik bagi dirinya sendiri, di dunia maupun akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Istihdhor al-Qalb ( Konsentrasi ) : yakni mengosongkan hati dari hal hal yang mengganggu dan mencampuri konsentrasi ketika sholat. Karenanya disyariatkan niat di awal sholat sebagai pintu awal menata hati dan menghadirkannya. Rasulullah SAW juga mengingatkan godaan syetan ketika manusia tengah sholat . Dari Utsman bin Abi Ash, ia mendatangi Rasulullah SAW dan mengatakan : “Wahai Rasulullah, sesungguhnya syaitan telah menghalangi shalatku dan mengganggu bacaanku”.Maka Rasulullah SAW berkata : “ itu adalah syaitan yang bernama Khonzab, jika engkau merasakan maka bertaawudzlah (minta perlindungan kepada Allah), dan meludahlah ka arah kiri tiga kali “ (HR Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tafahum li ma’nal Kalam ( Mengetahui Arti lafal) : Dengan memahami makna bacaan yang kita lafalkan, maka akan membantu kekhusyukan dalam sholat, karena kita menghayati sepenuhnya doa-doa yang ada di dalamnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ta’dzhiim lillah ( Penghormatan &amp;amp; Pengagungan ) : Yaitu merasakan keagungan Allah dan sebaliknya kekerdilan kita sebagai hambanya. Hal ini akan memunculkan ketakutan saat sedang menjalani Sholat. Tidak ada kesombongan sedikitpun saat kita sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Roja wal Khouf ( Harap-harap Cemas) : Yaitu berhati-hati dalam sholat, berusaha membaguskannya seoptimal mungkin karena kita berharap bahwa sholat kita ini bisa diterima oleh Allah SWT. Sementara Allah SWT berfirman : &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Artinya : “ Sesungguhnya yang dikabulkan oleh Allah SWT adalah amal orang-orang bertakwa “ (QS Al Maidah 27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dzkirul Maut ( Mengingat Mati ) : Kita merasa bahwa sholat kita ini adalah yang terakhir yang akan kita kerjakan, dimana setelahnya malaikat maut datang menjemput ajal kita. Perasaan ini menumbuhkan suasana kebatinan yang luar biasa, membantu sholat kita jauh lebih khusyuk dari sebelumnya. Karenanya, Rasulullah SAW bersabda : &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;اذكر الموت في صلاتك ، فإن الرجل إذا ذكر الموت في صلاته لحري أن يحسن صلاته، و صل صلاة رجل لا يظن أن يصلي صلاة غيرها "&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah mati dalam sholatmu , karena sesungguhnya jika orang mengingat mati dalam sholatnya tentu ia akan memperbagus sholatnya. Shalatlah seperti orang tidak yakin ia akan dapat melakukan sholat selainnya. (HR Dailami, dishahihkan oleh Albani)&lt;br /&gt;Selain langkah-langkah di atas, syariat kita juga&amp;nbsp; menganjurkan sunnah-sunnah tertentu yang semuanya mengarah menuju optimalisasi kualitas sholat. Ada hal-hal yang dianjurkan : seperti bersiwak, memakai pakaian yang baik, berdoa ketika melangkah ke masjid. Ada pula hal-hal yang dilarang dan dimakruhkan, seperti : larangan makan makanan berbau menyengat, larangan sholat dalam kondisi menahan hajat, dan lain sebagainya. Jika semua ini dijalankan dengan baik, insya Allah akan membantu kita untuk menggapi sholat yang lebih khusyuk. Semoga Allah SWT memudahkan. Wallahu a’lam bishhowab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk materi versi powerpointnya bisa diunduh di link berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/246387234/197ef134/Sholat_Khusyu_Update.html"&gt;download Materi PPT Sholat Khusyuk&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-7123719486518807764?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/7123719486518807764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=7123719486518807764' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/7123719486518807764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/7123719486518807764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/menggapai-sholat-khusyuk-materi-ppt.html' title='Menggapai Sholat Khusyuk ( Materi &amp;amp; PPT )'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S6a66IRoNMI/AAAAAAAAAfc/iieDjG_rL7w/s72-c/Sholat+Khusyu+Update.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-516435358703818868</id><published>2010-03-19T09:01:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:04:49.106+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi Motivasi'/><title type='text'>Sehat  Berpahala</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S6La37M6N8I/AAAAAAAAAfU/BhwC-t_f_4w/s1600-h/senam_yocie.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S6La37M6N8I/AAAAAAAAAfU/BhwC-t_f_4w/s320/senam_yocie.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah SWT atas nikmat sehat hari ini.&amp;nbsp; Kesehatan adalah salah satu kenikmatan termahal yang kita miliki. Dengannya kita bisa menjalankan berbagai aktifitas, baik untuk kepentingan dunia maupun akhirat. Pekerjaan seharu-hari yang kita tekuni membutuhkan fisik yang kuat untuk menjalaninya. Begitupun ibadah kita sehari-hari, tidak mampu kita tunaikan dengan baik dan khusyuk jika datang penyakit yang menggerogoti. Namun sayangnya, meski kesehatan adalah nikmat yang mahal tapi kebanyakan dari kita belum menyadarinya. Hal ini sudah sejak lama diingatkan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya : “ Dua nikmat yang manusia sering lalai terhadap keduanya ; kesehatan dan waktu luang “ (HR Bukhori). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah nikmat, maka kesehatan&amp;nbsp; haruslah kita syukuri. Adapun bentuk syukur nikmat kesehatan, bisa terwujud setidaknya dengan dua hal, yaitu&amp;nbsp; menggunakannya&amp;nbsp; untuk amal kebaikan, serta menjaga kesehatan dalam diri kita. Khusus mengenai penjagaan kesehatan, ajaran Islam ternyata sejak awal sudah mengisyaratkan tentang pentingnya gaya hidup sehat.&lt;br /&gt;Dalam banyak riwayat banyak disebutkan anjuran-anjuran Rasulullah seputar gaya hidup sehat, yang sangat bersesuaian dengan anjuran pakar kesehatan modern saat ini. Setidaknya ada empat point besar seputar gaya hidup sehat yang dianjurkan Islam, sebagaimana berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama : Pola makan yang seimbang dan berkualitas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tidak diragukan lagi bahwa kebanyakan penyakit disebabkan karena pola makan yang salah. Penyakit-penyakit seperti diabetes, kolesterol dan asam urat lebih banyak bersumber dari kebiasaan mengkonsumsi makanan tertentu secara berlebihan. Islam sejak dini mengingatkan perlu keseimbangan dalam makan sehari-hari. Firman Allah SWT : “ Makan dan minumlah kamu tapi janganlah berlebihan “ (QS A;-A’raaf 31) . Di dalam hadits, Rasulullah SAW secara spesifik menganjurkan kita untuk membagi rata antara jatah makan dan minum kita, beliau bersabda : “Tidak ada&amp;nbsp; yang lebih buruk dari perut bani adam, cukuplah bagi seorang muslim makan yang bisa menegakkan punggungnya, jika ia memang harus makan maka hendaknya sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya dan sepertiga untuk nafasnya” (HR Al-Hakim). &lt;br /&gt;Selain anjuran dalam keseimbangan pola makan, Islam juga menganjurkan menjaga kualitas gizi dengan mengkonsumsi makanan-makanan tertentu. Karenanya, secara spesifik dalam Al-Quran dan Sunnah disebutkan beberapa makanan tertentu yang bergizi tinggi seperti : susu, madu dan kurma. &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua : Pola Istirahat yang teratur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Istirahat adalah kebutuhan manusia yang diakui oleh Islam. Kelelahan fisik memancing masuknya penyakit lanjutan. Rasulullah SAW mengingatkan dengan keras beberapa sahabat yang bertekad untuk beribadah dengan keras tanpa memperdulikan istirahat, beliau bersabda : “ Barang siapa yang tidak suka dengan sunnahku, maka bukanlah bagian dariku “ (HR Bukhori). Dalam keseharian, Rasulullah SAW pun memberi contoh bagaimana beliau tidur lebih awal, dan bangun lebih awal agar terjaga kebugarannya. Beliau dan para sahabat pun membiasakan tidur sejenak di siang hari (qailullah) untuk membantu tubuh agar ringan menjalankan qiyamul lail di malam harinya. Bahkan dalam posisi tidur pun beliau memberikan contoh&amp;nbsp; agar tidur menyamping dan melarang tidur telentang. Semua itu terbukti berpengaruh signifikan pada kualitas tidur seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga :&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Anjuran Olahraga yang teratur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda : “ mukmin yang kuat lebih baik dan dicintai oleh Allah dari mukmin yang lemah ” (HR Bukhori). Bukan hanya sekedar memberikan motivasi, Rasulullah SAW pun diriwayatkan beberapa kali melakukan olahraga seperti jogging bersama ibunda Aisyah ra, bahkan olahraga keras sekalipun semacam gulat di tengah-tengah para sahabat. Dalam Islam pun dikenal beberapa macam olahraga yang sangat dianjurkan untuk dilatihkan pada anak-anak kita, yaitu : memanah, menunggang kuda dan berenang. Semua ini tentu saja berpengaruh besar pada kualitas kesehatan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keempat : Menjaga Kebersihan Badan &amp;amp; Lingkungan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan dan badan yang kotor jelas menjadi sumber datangnya berbagai macam penyakit. Karenanya, penjagaan kesehatan badan dan lingkungan dalam Islam begitu jelas dan gamblang disampaikan.&amp;nbsp; Salah satunya adalah firman Allah SWT : “ dan pakaian-pakaianmu maka bersihkanlah “ (QS Al-Mudatsir : 4). Begitu pula tentang kesehatan badan misalnya, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk bersiwak (membersihkan mulut dan gigi) dan mandi secara teratur dan rutin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Islam –disadari atau tidak- ternyata sejak awal telah menganjurkan umatnya untuk menjaga kesehatan melalui beraneka ragam pola hidup sehat yang sesuai syariat. Jika kita berusaha menjalankannya sedikit demi sedikit ditambah niatan menjalankan syariat, maka bukan tidak mungkin dua hal kebaikan akan kita dapatkan sekaligus, yaitu ; kesehatan dan pahala menjalankan syariat. Wallahu a’lam bisshowab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;*tulisan dimuat di Rubrik Tausiyah Suara Solo ( Jumat 19 Maret 2010)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-516435358703818868?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/516435358703818868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=516435358703818868' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/516435358703818868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/516435358703818868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/sehat-berpahala.html' title='Sehat  Berpahala'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S6La37M6N8I/AAAAAAAAAfU/BhwC-t_f_4w/s72-c/senam_yocie.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-3109167497682889527</id><published>2010-03-18T22:36:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:04:49.126+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='promo'/><title type='text'>Romantic Revolution : Persembahan untuk Keluarga Indonesia</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red; text-align: center;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_MVdtQH1hWyU/S57f4_fmGLI/AAAAAAAAACk/EUadC9CWz-w/s1600-h/couple-fight_bw.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="http://2.bp.blogspot.com/_MVdtQH1hWyU/S57f4_fmGLI/AAAAAAAAACk/EUadC9CWz-w/s200/couple-fight_bw.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;Anda merasa JENUH dengan pasangan ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;atau merasa ada JARAK dengan pasangan ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: red; font-size: x-large;"&gt;atau merasa tidak lagi ROMANTIS seperti awal pernikahan ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red; font-size: x-large;"&gt;atau SUSAH untuk romantis meski telah berupaya sekuat tenaga ? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;kami dari SIROH CENTER , sebuah lembaga&amp;nbsp; yang telah merintis usaha Pengkajian Sejarah Kenabian untuk Inspirasi &amp;amp; Motivasi&amp;nbsp; selama kurang lebih dua tahun, mempersembahkan :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;PAKET TRAINING KELUARGA :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;ROMANTIC REVOLUTION !!!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;(&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;diadaptasi dari Buku Muhammad SAW the Inspiring Romance&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_MVdtQH1hWyU/S56A2g8uifI/AAAAAAAAACA/Qh4hS-AOp5E/s1600-h/Muhammad+Inspiring+Roman.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_MVdtQH1hWyU/S56A2g8uifI/AAAAAAAAACA/Qh4hS-AOp5E/s320/Muhammad+Inspiring+Roman.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;sebuah training yang terpadu untuk menginspirasi, memotivasi dan menggugah keluarga muslim Indonesia agar jauh lebih romantis luar dan dalam !!!, agar mampu menjadi keluarga produktif yang bermanfaat bagi umat dan bangsa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="background-color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Bagi Anda :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Pengurus Organisasi Islam / Lembaga Dakwah,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; Pimpinan Instansi / Perusahaan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Event Organizer acara dan kegiatan Islami&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;berikut kami sampaikan proposal penawaran kerjasama mengenai paket Training Romantic Revolution :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_MVdtQH1hWyU/S57ZwWpHEiI/AAAAAAAAACY/3I9MMqyOhk4/s1600-h/SC.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="122" src="http://1.bp.blogspot.com/_MVdtQH1hWyU/S57ZwWpHEiI/AAAAAAAAACY/3I9MMqyOhk4/s200/SC.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;PROPOSAL PENAWARAN KERJA SAMA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;TRAINING "ROMANTIC REVOLUTION" &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: blue; color: white; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;A. LATAR BELAKANG &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="background-color: cyan;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;span style="font-size: small;"&gt;Banyak pasangan suami istri yang belum romantis. Alasannya bisa bermacam-macam. Ada yang merasa bahwa sekian tahun menikah adalah alasan yang cukup kuat untuk menjadikan romantis sebagai produk pernikahan yang sudah kadaluwarsa.&amp;nbsp; Mereka merasa sudah terlalu tua untuk romantis, dan mempersilahkan ; cukuplah anak-anak SMA dan para pengantin baru yang bisa romantis. Ada juga yang beralasan bahwa romantis hanyalah dongeng dari negeri impian, bagaikan kisah pernikahan putri Cenderella. Sungguh sangat fiktif dan susah bagi kita untuk menirukannya. Tiada daya dan upaya untuk beromantis ria.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Demikian seterusnya anggapan-anggapan under estimate tentang romantis terus berkembang, hingga romantis benar-benar semakin jauh meninggalkan kita. Lalu akhirnya, banyak pasangan suami istri yang telah lama menikah tetapi sejatinya belum banyak menciptakan keluarga romantis yang ideal. Faktor yang lebih banyak mendominasi dalam hal ini adalah kesalahan dalam memaknai ROMANTIS !&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Maka SIROH CENTER sebagai Pusat Pengkajian Siroh untuk Motivasi dan Inspirasi merasa perlu dan peduli untuk memberikan INSPIRASI ROMANTIS di tengah masyarakat muslim, yang diambil dari mata air rumah tangga kenabian yang&amp;nbsp; mulia. Agar semua bisa memaknai romantis secara lebih mendalam, menghayati dan bersegara menciptakan dan memeliharanya dalam rumah tangga masing-masing. Untuk itu semua, SIROH CENTER mengusung training " &lt;b&gt;ROMANTIC REVOLUTION&lt;/b&gt;" untuk mendekatkan masyarakat muslim pada ROMANTISME yang mudah, berkah, tapi jauh mengagumkan !!! karena bersumber dari keabadian teladan rumah tangga nabawi yang suci.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: blue; color: white; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;B. TUJUAN TRAINING&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tujuan Umum dari penyelenggaraan Training : ROMATIC REVOLUTION ini antara lain : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Meningkatkan Kecintaan Kita pada Rasulullah SAW&amp;nbsp; sang tauladan yang mulia.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Memperkenalkan Rumah Tangga Nabawi yang Ideal dengan berbagai pernik-perniknya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Meluruskan Anggapan anggapan yang salah tentang ROMANTIS&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mengarahkan dan Memotivasi pada praktek ROMANTIS dalam keluarga yang praktis, mudah dan berkah. &lt;i style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;ROMANTIC REVOLUTION&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; !&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Melahirkan keluarga muslim ROMANTIS yang siap berkontribusi bagi umat dan bangsa.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: blue; color: white; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;C. GAMBARAN KEGIATAN TRAINING&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pelaksanaan Training yang berkaitan dengan waktu dan tempat diselenggarakan sesuai kesepakatan antara pihak penyelenggara dengan Trainer dari Siroh Center.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Durasi Training &amp;nbsp; :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Paket Satu Sesi = 2 jam&amp;nbsp; /&amp;nbsp; 2 Sesi = 4 Jam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Topik Workshop&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_MVdtQH1hWyU/S56FaXOw-BI/AAAAAAAAACI/CWvq2z4u3TQ/s1600-h/24.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_MVdtQH1hWyU/S56FaXOw-BI/AAAAAAAAACI/CWvq2z4u3TQ/s200/24.JPG" width="160" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Sesi Pertama :&amp;nbsp; Romantic Revolution !! &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="background-color: yellow; text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Mengubah Cara Pandang yang Salah tentang Romantis&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;Memberikan Motivasi dan Alasan untuk selalu Romantis &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Memberikan Inspirasi Romantis yang mengagumkan dari Rumah Tangga Nabawi &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="background-color: yellow; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: yellow; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;u style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Sesi Kedua : Seven Habbits Romantic People&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="background-color: yellow;"&gt;&lt;li style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Tujuh Kebiasan Romantis dari Pesan Kenabian yang Abadi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Merawat Romantis hingga usia senja, bahkan hingga ke Surga !!&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: blue; color: white; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;D. PESERTA TRAINING&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pasangan Suami Istri yang baru /sudah lama menikah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Para Bujangan / Gadis yang mempersiapkan untuk menikah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Anggota organisasi islam/ muslimah, majlis taklim dan lembaga dakwah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mahasiswa dan masyarakat umum&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: blue; color: white; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;E. BIAYA / KEWAJIBAN YANG DIPERSIAPKAN PENYELENGGARA &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="background-color: cyan;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Fee Pembicara / Trainer :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;menyesuaikan sesuai jarak ( Luar Jawa/Jabotabek/ Jawa non Jabotabek)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Biaya Transportasi :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Luar Jawa &amp;amp; Jabotabek : Pesawat Kelas Ekonomi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jawa non Jabotabek&amp;nbsp; : Bus / Kereta Eksekutif&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Biaya Akomodasi /Penginapan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menyediakan Tempat Training/Workshop dengan standar pelatihan meliputi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ruangan Full AC , kedap suara , pencahayaan memadai&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tempat duduk peserta yang nyaman &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Perlengkapan Presentasi : Layar, LCD, white board, spidol boardmarker, sound system.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kelengkapan Peserta : Name Tag, Absensi, dan Kit&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menghadirkan Peserta training minimal 30 orang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Meals ( Snack &amp;amp; Lunch jika diperlukan ) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;7.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Promosi&amp;nbsp; &amp;amp; Perijinan Penyelenggaraan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;8.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dekorasi dan Dokumentasi Acara, khususnya Back Drop di belakang pembicara..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: blue; color: white; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;F. TANGGUNG JAWAB TRAINER &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hadir sesuai dengan jadwal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menyiapkan materi training dan mempresentasikannya dengan baik dan menarik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menyiapkan hardcopy makalah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Memberikan BONUS berupa 5 buku &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;MUHAMMAD SAW The INSPIRING ROMANCE&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; gratis pada pihak penyelenggara ( 2 untuk panitia dan 3 untuk doorprize peserta)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: blue; color: white; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;G. BIAYA PELAKSANAAN TRAINING &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Diserahkan kepada pihak penyelenggara / event organizer yang menentukan biaya yang dibebankan kepada peserta Training&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dipersilahkan juga kepada pihak penyelenggara untuk mengajak pihak-pihak sponsorship yang tidak mengikat untuk berpartisipasi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: blue; color: white; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;H. OBJEKTIVE TRAINING &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Peserta akan mendapatkan pemahaman yang baru tentang ROMANTIS, dan membuang jauh-jauh anggapan yang selama ini terbayang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Peserta mendapat inspirasi-inspirasi untuk romantis dengan pasangannya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Peserta termotivasi untuk romantis dan mampu mengatasi halangan-halangan dalam romantis.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Peserta semakin kreatif , inovatif dan produktif dalam mempraktekkan romantis dalam keluarganya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: blue; color: white; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;I. PROFIL TRAINER&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Biodata Pembicara /Trainer SIROH CENTER atas nama HATTA SYAMSUDDIN (Penulis Buku Muhammad SAW the Inspiring Romance) :&amp;nbsp; &lt;a href="http://hattasyamsuddin.blogspot.com/2008/11/laki-laki-yang-menangis.html"&gt;klik disini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_MVdtQH1hWyU/S56O7PYRD7I/AAAAAAAAACQ/-pFD28reqbY/s1600-h/coba1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/_MVdtQH1hWyU/S56O7PYRD7I/AAAAAAAAACQ/-pFD28reqbY/s320/coba1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: blue; color: white; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;J. TESTIMONI &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: blue; color: white; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Aries Adenata ( Penulis / Ketua Forum Lingkar Pena se-Solo Raya, Manajer www.batikklewersolo.com)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="background-color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;" Kita akan terhenyak, dengan definisi romantis. Bahkan porak poranda apa yang sudah tertanam di benak kita. Ya ... ustad Hatta mampu mendedah ulasan romantis dengan apik. Rasakan !! "&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: blue; color: white; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;K. PENUTUP &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: blue; color: white; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak ada gading yang tak retak, tidak ada manusia yang sempurna. Tidak ada rumah tangga yang tidak mempunyai masalah. Semoga training / workshop ini membuat Anda dan pasangan menjadi lebih romantis, dan siap mengarungi bahtera lebih jauh lagi, bahkan selamanya hingga menggapai surga bersama. Aamiin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="background-color: white; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Abdullah bin Mas’ud ra berkata : Seandainya aku tahu  bahwa ajalku tinggal 10 hari lagi, niscaya aku ingin pada malam-malam  yang tersisa tersebut seorang istri yang tidak &lt;span style="background-color: white;"&gt;berpisah dariku “ (HR  Ibnu Abi Syaibah dan Abdurrozaq)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_MVdtQH1hWyU/S57s8PPjbbI/AAAAAAAAACs/smf9D-9nce0/s1600-h/romantis+tua.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_MVdtQH1hWyU/S57s8PPjbbI/AAAAAAAAACs/smf9D-9nce0/s320/romantis+tua.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Suatu saat dalam sejarah cinta kita &lt;br /&gt;kita tidur saling memunggungi &lt;br /&gt;tapi jiwa berpeluk - peluk&lt;br /&gt;senyum mendekap senyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat dalam sejarah cinta kita &lt;br /&gt;raga tak lagi saling membutuhkan &lt;br /&gt;hanya jiwa kita sudah lekat &lt;br /&gt;menyaturindu mengelus rindu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat dalam sejarah cinta kita &lt;br /&gt;kita hanya mengisi waktu dengan cerita &lt;br /&gt;mengenang dan hanya itu &lt;br /&gt;yang kita punya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat dalam sejarah cinta kita &lt;br /&gt;kita mengenang masa depan kebersamaan &lt;br /&gt;kemana cinta kan berakhir&lt;br /&gt;&amp;nbsp;di saat tak ada akhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Serial Cinta" - Anis Mata -&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: cyan;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;SEMUA BISA ROMANTIS ...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: cyan;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;SELAMAT  ROMANTIS HINGGA AKHIR SEJARAH CINTA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: cyan;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: #ffe599; color: red; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;UNTUK PERMINTAAN KERJASAMA &amp;amp; INFO LEBIH LANJUT :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffe599; color: red; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Hubungi :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffe599; color: red; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;081329078646 ( Hatta)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #ffe599; color: red; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;081329460601&amp;nbsp;&amp;nbsp; ( Vida)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;e-mail : sirohcenter@gmail.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;TRAINING LAINNYA :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;PRA NIKAH &amp;amp; PERSIAPAN WALIMAH&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-3109167497682889527?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/3109167497682889527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=3109167497682889527' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/3109167497682889527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/3109167497682889527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/romantic-revolution-persembahan-untuk.html' title='Romantic Revolution : Persembahan untuk Keluarga Indonesia'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MVdtQH1hWyU/S57f4_fmGLI/AAAAAAAAACk/EUadC9CWz-w/s72-c/couple-fight_bw.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-8540506822493215828</id><published>2010-03-18T16:48:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:04:49.144+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nikah Pra Nikah'/><title type='text'>Kuliah Umum Pra dan Pasca Nikah di Masjid AMIKOM</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S6H1zyCPswI/AAAAAAAAAfE/TSiDQ_iXSDc/s1600-h/1267077428_kuliahnikah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://2.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S6H1zyCPswI/AAAAAAAAAfE/TSiDQ_iXSDc/s400/1267077428_kuliahnikah.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tema seputar kesiapan pernikahan memang selalu menarik untuk diperbincangkan. Begitu pula yang terjadi di STMIK AMIKOM Yogyakarta. Walaupun mayoritas warganya masih merupakan mahasiswa, kebutuhan informasi akan pra dan pasca nikah dirasa diperlukan. Disamping kebutuhan akan seorang muslim, informasi seputar pra dan pasca nikah dirasa sangat bermanfaat bagi warga amikom yang hendak menikah ataupun membutuhkan informasi memadai untuk mempersiapkan pernikahannya kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini pula yang mendorong Forum Intelektual Muslim AMIKOM (FIMA), sebuah komunitas silaturahmi muslim yang mewadahi bukan hanya mahasiwa namun juga karyawan, asisten dosen dan dosen STMIK AMIKOM untuk mengadakan kuliah umum seputar pra dan pasca nikah. Dalam acara yang berlangsung di masjid STMIK AMIKOM Yogyakarta ini, sebagai pembicara Bapak Hatta Syamsuddin, LC dari Solo, seorang penulis buku dan aktifis dakwah. Beliau berhasil menyampaikan materi seputar menikah dengan cukup menarik. Alumni salah satu universitas di Sudan ini berhasil merebut antusiasme peserta yang berjumlah sekitar 60 orang untuk memperhatikan dengan seksama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan dengan adanya acara semacam ini. Warga amikom bisa mendapatkan informasi yang cukup seputar dunia pernikahan. Sehingga nantinya warga amikom yang sebenarnya secara finansial dan mental sudah cukup siap untuk menikah bisa lebih percaya diri dalam menyempurnakan separuh agamanya./chend&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;sumber : &lt;a href="http://amikom.ac.id/index.php/main/berita/kuliah-umum-pra-dan-pasca-nikah-di-masjid-amikom"&gt;http://amikom.ac.id/index.php/main/berita/kuliah-umum-pra-dan-pasca-nikah-di-masjid-amikom&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S6H1-JnlCGI/AAAAAAAAAfM/U5E7aFv3U7g/s1600-h/img9605h.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://1.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S6H1-JnlCGI/AAAAAAAAAfM/U5E7aFv3U7g/s400/img9605h.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-8540506822493215828?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/8540506822493215828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=8540506822493215828' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/8540506822493215828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/8540506822493215828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/kuliah-umum-pra-dan-pasca-nikah-di.html' title='Kuliah Umum Pra dan Pasca Nikah di Masjid AMIKOM'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S6H1zyCPswI/AAAAAAAAAfE/TSiDQ_iXSDc/s72-c/1267077428_kuliahnikah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-2313014649173931620</id><published>2010-03-16T21:58:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:06:43.302+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tumpas komedo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mengatasi kulit keriput'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cantik disegala usia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jurus-jurus ampuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips Agar Kulit Senantiasa Cantik'/><title type='text'>Koleksi Tips Agar Kulit Senantiasa Cantik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S5-eC0YYagI/AAAAAAAAFNo/SNSzkBR8QcU/s1600-h/wajah+cantik+alami.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 253px; height: 252px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S5-eC0YYagI/AAAAAAAAFNo/SNSzkBR8QcU/s320/wajah+cantik+alami.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449247845399423490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TIPS Agar Kulit Senantiasa Cantik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulit merupakan bagian tubuh kita yang bersentuhan langsung dengan  segala hal di luar tubuh, seperti misalnya cuaca, sinar matahari atau  yang lainnya. Dan kulit kita merupakan hal pertama yang terlihat, saat  kita mulai mengalami penuaan. Jadi sudah sewajarnya kita patut melakukan  perawatan pada kulit. Berikut kami sampaikan beberapa tips perawatan  kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan secara naluri wanita selalu ingin tampil cantik dan menarik walaupun usia makin bertambah. Moga-moga koleksi ebook berikut bisa bermanfaat buat teman-teman yang ingin selalu tampil cantik dan menarik !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Unduh :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8999277/PerawatanTepatuntukKulitKering.pdf.html"&gt;Perawatan tepat untuk kulit kering&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8999279/3LangkahCantikDiSegalaUsia.pdf.html"&gt;Tiga Langkah Cantik di segala usia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8999280/3langkahtampilcantik.pdf.html"&gt;Tiga Langkah agar selalu berpenampilan cantik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8999282/KulitBersihBerkilauMemasukiusia30.pdf.html"&gt;Jurus kulit bersih berkilau diusia 30&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8999278/CantikDiUsia40th.pdf.html"&gt;Tetap cantik di usia 40&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8999483/MempesonaMemasukiUsiaParuhBaya.pdf.html"&gt;Tetap mempesona di usia paruh baya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8999283/JurusAmpuhTumpasKomedo.pdf.html"&gt;Jurus ampuh menumpas komedo&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8999281/JurusAtasiKulitKeriput.pdf.html"&gt;Jurus-jurus untuk  mengatasi kulit keriput&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8999484/TIPSMEMILIHPRODUKKOSMETIKUNTUKKULITSENSITIF.pdf.html"&gt;Tips memilih produk kosmetik untuk kulit sensitif&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-2313014649173931620?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/2313014649173931620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=2313014649173931620' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/2313014649173931620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/2313014649173931620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/koleksi-tips-agar-kulit-senantiasa.html' title='Koleksi Tips Agar Kulit Senantiasa Cantik'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S5-eC0YYagI/AAAAAAAAFNo/SNSzkBR8QcU/s72-c/wajah+cantik+alami.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-8398309820662136095</id><published>2010-03-16T18:43:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:04:49.159+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nikah Pra Nikah'/><title type='text'>Terbaru : Training Revolusi Romantis !!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S59uPPoNKDI/AAAAAAAAAe8/ujoKPbkldhw/s1600-h/blog+baru2.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S59uPPoNKDI/AAAAAAAAAe8/ujoKPbkldhw/s320/blog+baru2.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Banyak pasangan suami istri yang belum romantis. Alasannya bisa bermacam-macam. Ada yang merasa bahwa sekian tahun menikah adalah alasan yang cukup kuat untuk menjadikan romantis sebagai produk pernikahan yang sudah kadaluwarsa.&amp;nbsp; Mereka merasa sudah terlalu tua untuk romantis, dan mempersilahkan ; cukuplah anak-anak SMA dan para pengantin baru yang bisa romantis. Ada juga yang beralasan bahwa romantis hanyalah dongeng dari negeri impian, bagaikan kisah pernikahan putri Cenderella. Sungguh sangat fiktif dan susah bagi kita untuk menirukannya. Tiada daya dan upaya untuk beromantis ria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Demikian seterusnya anggapan-anggapan under estimate tentang romantis terus berkembang, hingga romantis benar-benar semakin jauh meninggalkan kita. Lalu akhirnya, banyak pasangan suami istri yang telah lama menikah tetapi sejatinya belum banyak menciptakan keluarga romantis yang ideal. Faktor yang lebih banyak mendominasi dalam hal ini adalah kesalahan dalam memaknai ROMANTIS !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Maka SIROH CENTER sebagai Pusat Pengkajian Siroh untuk Motivasi dan Inspirasi merasa perlu dan peduli untuk memberikan INSPIRASI ROMANTIS di tengah masyarakat muslim, yang diambil dari mata air rumah tangga kenabian yang&amp;nbsp; mulia. Agar semua bisa memaknai romantis secara lebih mendalam, menghayati dan bersegara menciptakan dan memeliharanya dalam rumah tangga masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Untuk itu semua, SIROH CENTER mengusung training/ workshop " ROMANTIC REVOLUTION" untuk mendekatkan masyarakat muslim pada ROMANTISME yang mudah, berkah, tapi jauh mengagumkan !!! karena bersumber dari keabadian teladan rumah tangga nabawi yang suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANDA BERMINAT ? UNTUK LEBIH JELASNYA KLIK LINK BERIKUT DI BAWAH INI :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://elnilein.blogspot.com/"&gt;Link Training Revolusi Romantis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Semoga Bermanfaat dan Salam Optimis !!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-8398309820662136095?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/8398309820662136095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=8398309820662136095' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/8398309820662136095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/8398309820662136095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/terbaru-training-revolusi-romantis.html' title='Terbaru : Training Revolusi Romantis !!'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S59uPPoNKDI/AAAAAAAAAe8/ujoKPbkldhw/s72-c/blog+baru2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-7475294682691733366</id><published>2010-03-14T22:03:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:10:17.040+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi buku politik'/><title type='text'>Amerika berada di Ujung Kehancuran?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/S060Gac2ytI/AAAAAAAABrA/04bP66sq5FE/s1600-h/100_5944.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 189px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/S060Gac2ytI/AAAAAAAABrA/04bP66sq5FE/s200/100_5944.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426472623300594386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;resensi ini dimuat di &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Jurnal Nasional&lt;/span&gt;, Minggu 14 Mar 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul buku    : Zionisme dan Keruntuhan Amerika&lt;br /&gt;Penulis        : James Petras&lt;br /&gt;Penerbit    : Zahra, Jakarta&lt;br /&gt;Cetakan        : I, November 2009&lt;br /&gt;Tebal buku    : 288 halaman&lt;br /&gt;Harga: 55.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    DALAM peta geo-politik, Amerika dapat disebut sebagai negara besar bahkan tidak terkalahkan oleh kekuatan negara lain. Apalagi setelah Uni Soviet (dan kekuatan komunisme) runtuh. Praktis Amerika menjadi satu-satunya negara adidaya bahkan jadi polisi (penjaga keamanan) dunia. Tak mustahil, kalau tak ada satu pun negara yang berani menentang dan mengibarkan bendera perang menentang Amerika.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, di balik kemegahan Amerika di peta dunia, sebenarnya negara "Paman Sam" itu mengalami kerapuhan dari dalam karena sedang berada di ambang kehancuran. Sayang, fakta tersebut tak banyak yang tahu. Padahal di mata James Petras, penulis buku Zionisme dan Keruntuhan Amerika ini, pelan tapi pasti kehancuran Amerika itu sudah di depan mata. Kehancuran itu, tak lain karena kebijakan yang dibuat Gedung Putih dan cabang-cabang legislatif telah diwarnai kekuatan lobi Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lobi dan dana yang diberikan lobi Yahudi dalam kampanye pemilihan presiden, gubernur, senator di Amerika, praktis membuat kekuatan Israel yang tergabung dalam ZPC --Zionist Power Configuration atau Galangan Kekuatan Zionis-- memiliki taring menekan Kongres dan pembuat kebijakan  senior untuk mengeluarkan kebijakan yang bisa menghancurkan musuh-musuh Israel melalui sanksi ekonomi, bahkan perang. Padahal, di sisi lain, hal itu merugikan Amerika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kongres pun jadi semacam institusi yang dikuasai zionis. Di balik lobi dan pemberian dana yang dikucurkan ZPC dan lobi Israel, Amerika tidak ubahnya boneka Israel. Pasalnya, Israel telah mengendalikan peta politik, ekonomi dan militer negara Amerika. Ironisnya, kekuatan lobi Israel itu menjadikan Amerika lengah. Di balik invasi Amerika terhadap Irak, tidak disangsikan, jika Israel menjadi motor perang di balik itu. Lebih-lebih, dengan terpilihnya David Petraeus sebagai pemimpin perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski invasi ke Irak tak menuai keberhasilan tetapi Amerika tetap menutup mata. Bahkan sekarang Amerika ingin melancarakan perang melawan Iran -perpanjangan perang melawan Irak, Afghanistan, Somalia dan Libanon. Modus perang imperial membangun kekuatan negara, tak dapat disangkal sudah tidak zamannya lagi. Terbukti, perang yang dilancarakan Amerika atas tuntutan Israel tak saja telah melemahkan demokrasi Amerika tetapi juga merupakan pemborosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perang imperial itu, Amerika sebenarnya ingin meraih dan membuka kesempatan pasar atau menumpuk pundi-pundi keuangan sebagaimana perang di zaman dulu. Tetapi, keadaan telah berubah dan Amerika tetap memakai modus lama. Tak mustahil, jika "kesempatan emas" dalam merebut pasar dunia itu, kemudian diambil alih oleh jaringan negara investor dan perdagangan baru seperti China, Jepang, Eropa dan India. Maklum, kini imperialis pasar (ekonomi) tidak tergantung payung militerisme, tapi lebih pada posisi superior di pasar dan pembangunan yang hebat dalam kekuatan produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak salah, jika perang yang dilancarkan oleh Amerika demi menuruti kehendak Israel --untuk menyerang Irak, Afghanistan, Somalia dan Libanon yang akan dilanjutkan invasi ke Iran telah menjerumuskan Amerika gagal membangun kerajaan ekonomi. Militerisme yang dijadikan oleh Amerika dalam membangun kekuatan global telah menghancurkan Amerika. Fakta itu membuat Amerika terpuruk dalam posisi persaingan global. Amerika menghabiskan uang dalam jumlah besar untuk membangun markas militer dan perang. Akibatnya, Amerika merosot. Pada 2008, Amerika mengalami resesi besar.  Jika serangan terhadap Iran dilaksanakan, Amerika akan dilanda krisis lebih besar. Amerika berada di ambang kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sejumlah fakta dan data, Petras mengungkap akar di balik kehancuran fondasi politik, ekonomi dan militer Amerika. Tidak dapat disangkal, jika fakta dan data itu membuka mata kita bahwa Amerika ternyata tidak lebih sebagai boneka dan telah dijajah oleh Israel. James Petras mengungkap bahwa lobi Israel dan Yahudi, tidak lain sebagai biang dari kehancuran itu. Trik dan cara kerja dari lobi Yahudi, rupanya tidak mampu membuat Amerika yang selama ini dikenal sebagai negara adidaya dan negara besar di peta dunia, punya cara ampuh untuk mengelak dari tekanan dan penjajahan Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah proyeksi Petras akan kehancuran Amerika. Jika Amerika tak bisa lepas dari tekanan Israel, pasti akan semakin terpuruk. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) N. Mursidi, pengamat dunia pustaka, tinggal di Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-7475294682691733366?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/7475294682691733366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=7475294682691733366' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/7475294682691733366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/7475294682691733366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/amerika-berada-di-ujung-kehancuran.html' title='Amerika berada di Ujung Kehancuran?'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/S060Gac2ytI/AAAAAAAABrA/04bP66sq5FE/s72-c/100_5944.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-8827856607723165004</id><published>2010-03-13T07:12:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:06:43.333+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lempung polymer'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kerajinan tanah liat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='clay'/><title type='text'>Panduan Membuat  keramik, perhiasan, patung boneka dari bahan Lempung Polymer</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Panduan step by step membuat produk dan barang yang memanfaatkan clay (lempung polymer)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S5pCreoVHSI/AAAAAAAAFKM/J2qlyyNXOlw/s1600-h/mainan+dari+keramik+clay.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 313px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S5pCreoVHSI/AAAAAAAAFKM/J2qlyyNXOlw/s320/mainan+dari+keramik+clay.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447740013982063906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S5pCoONLgNI/AAAAAAAAFJs/ZzdzaOCjA2k/s1600-h/clay,+panduan+langkah+demi+langkah+membuat+mainan+dari+keramik+dan+tanah+liat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 298px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S5pCoONLgNI/AAAAAAAAFJs/ZzdzaOCjA2k/s320/clay,+panduan+langkah+demi+langkah+membuat+mainan+dari+keramik+dan+tanah+liat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447739958033613010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S5pDAU9gpgI/AAAAAAAAFKk/F8Pfn3BIFqg/s1600-h/seni+ketrampilan+anak+dan+dewasa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 298px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S5pDAU9gpgI/AAAAAAAAFKk/F8Pfn3BIFqg/s320/seni+ketrampilan+anak+dan+dewasa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447740372163798530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;Ternyata banyak juga penghobi yang gemar bermain dengan Lempung polymer atau yang lebih dikenal dengan clay ini karena clay memang memiliki tekstur yang lembut dan lebih mudah dibentuk. Bahkan toko penjualpun juga sudah menyediakan dalam aneka rupa warna yang menarik.&lt;br /&gt;Dari bahan ini bisa dibuat bermacam-macam produk mulai dari boneka mainan, gantungan kunci, kancing baju, bunga-bungaan hingga aneka macam perhiasan dari gelang hingga kalung.&lt;br /&gt;Lihat diatas tuh sebagian kecil dari proyek-proyek yang dihasilkan dari clay ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S5pCqJ2EN2I/AAAAAAAAFJ8/P0XFYK6Uj6g/s1600-h/Disneys+character+collection+Polymer+clay.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 222px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S5pCqJ2EN2I/AAAAAAAAFJ8/P0XFYK6Uj6g/s320/Disneys+character+collection+Polymer+clay.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447739991222663010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ebook :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;200 polymer clay miniatures&lt;br /&gt;Clay Art for All Seasons, A Guide to Soft Clay Art&lt;br /&gt;Making Gifts in Polymer Clay&lt;br /&gt;Mosaicos, Junho de 2004&lt;br /&gt;The Art of Polymer Clay Creative Surface&lt;br /&gt;The Weekend Crafter - Polymer Clay&lt;br /&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.ziddu.com/download/8942662/CreateAnythingwithClay.pdf.html"&gt;Create Anything with Clay&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Creating Lifelikes Figures in Polymer Clay&lt;br /&gt;creating metal clay&lt;br /&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.ziddu.com/download/8943049/CreativeClayJewelry.pdf.html"&gt;Creative Clay Jewelry&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Creative Ways with Polymer Clay&lt;br /&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.ziddu.com/download/8942830/DisneyscharactercollectionPolymerclay.pdf.html"&gt;Disneys character collection Polymer clay&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Fairies, Gnomes , Trolls -Create a Fantasy World in Polymer Clay&lt;br /&gt;Making Miniature Flowers with Polymer Clay&lt;br /&gt;Making Polymer Clay Jewelry&lt;br /&gt;Modeling The Figure In Clay (Bruno Lucchesi)&lt;br /&gt;Polymer clay and Mixed media&lt;br /&gt;Polymer clay beads&lt;br /&gt;Polymer Clay Creative Traditions, Techniques and Projects Inspired&lt;br /&gt;Polymer Clay for the First Time&lt;br /&gt;Polymer Clay Jewelry&lt;br /&gt;Polymer Clay Starting Points&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Special Seasons 2 With Polymer Clay&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;The Art of Polymer Clay Millefiori Techniques&lt;br /&gt;The Art of Polymer Clay, Designs and Techniques for Making Jewelry, Pottery, and Decorative Artwork&lt;br /&gt;The Polymer Clay Techniques Book&lt;br /&gt;The Sculpey Way with polymer clay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi penghobi clay, koleksi ebook diatas bisa dipesan di &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://kirara-shop.com/article/27691/clay--panduan-membuat-aneka-produk-dari-boneka-hingga-perhiasan-menggunakan-i-lempung-polimer.html"&gt;www.Kirara-shop.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-8827856607723165004?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/8827856607723165004/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=8827856607723165004' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/8827856607723165004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/8827856607723165004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/panduan-membuat-keramik-perhiasan.html' title='Panduan Membuat  keramik, perhiasan, patung boneka dari bahan Lempung Polymer'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S5pCreoVHSI/AAAAAAAAFKM/J2qlyyNXOlw/s72-c/mainan+dari+keramik+clay.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-2372739638432089829</id><published>2010-03-13T06:43:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:06:43.348+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hartati murdaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SBY'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pekalongan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Membongkar Gurita Cikeas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='George Junus Aditjondro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='partai demokrat'/><title type='text'>Membongkar Gurita Cikeas - George Junus Aditjondro</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S5rT74nPmEI/AAAAAAAAFKs/pzKWiG6XMCE/s1600-h/membongkar+gurita+cikeas.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 133px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S5rT74nPmEI/AAAAAAAAFKs/pzKWiG6XMCE/s200/membongkar+gurita+cikeas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447899725020764226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Membongkar Gurita Cikeas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karya George Junus Aditjondro&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Skandal Bank Century kian bergulir panas. Masalah ini menjadi heboh sebab ada tudingan yang menyebut kucuran dana bail out (penyelamatan) untuk Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun mengalir ke tim kampanye Partai Demokrat dan tim pemenangan SBY-Boediono pada Pilpres lalu.&lt;/p&gt; Buku ini tidak secara khusus membahas rahasia di balik skandal Bank Century, apalagi secara khusus mengupas aliran dana dari Century ke Partai Demokrat atau ke Tim Pemenangan SBY-Boediono, melainkan lebih luas lagi, yakni menjawab rahasia di balik kemenangan fantastis Partai Demokrat. &lt;p style="text-align: justify;"&gt; Kebutuhan akan dana kampanye yang kian meningkat, terdongkrak oleh besarnya biaya “pencitraan” SBY melalui media. Hal itu membuat keluarga Cikeas makin tergantung pada sejumlah pengusaha kakap yang berasal dari era Soeharto, seperti Syamsul Nursalim, Hartati Murdaya, kelompok Sampoerna, serta perusahaan yang muncul di era SBY seperti PT Powertel dan Batik Allure.&lt;/p&gt;      &lt;p style="text-align: justify;"&gt;George dalam hal ini tidak mengungkap besaran dana-dana dari yayasan-yayasan tersebut. Justru itu, ia menawarkan dilakukannya audit. Menurut dia, penelitiannya yang tertuang dalam buku itu lebih menggugat apakah kemenangan Demokrat yang fantastik itu dapat dikatakan sebagai kemenangan legal.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Unduh : &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.ziddu.com/download/8942661/membongkar-gurita-cikeas-full-version.pdf.html"&gt;Membongkar Gurita Cikeas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-2372739638432089829?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/2372739638432089829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=2372739638432089829' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/2372739638432089829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/2372739638432089829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/membongkar-gurita-cikeas-george-junus.html' title='Membongkar Gurita Cikeas - George Junus Aditjondro'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S5rT74nPmEI/AAAAAAAAFKs/pzKWiG6XMCE/s72-c/membongkar+gurita+cikeas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-6407882011890051546</id><published>2010-03-08T22:20:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:04:49.176+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download Area'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ceramah'/><title type='text'>Materi PPT : Urgensi Belajar Bahasa Arab</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S5UVvIlNNNI/AAAAAAAAAeE/HSPGu1PMNrs/s1600-h/Urgensi+Belajar+Bahasa+Arab+PPT.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S5UVvIlNNNI/AAAAAAAAAeE/HSPGu1PMNrs/s320/Urgensi+Belajar+Bahasa+Arab+PPT.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Banyak yang mengatakan belajar bahasa Arab adalah sulit, rumit dan bahkan membosankan. Sudah banyak dan terlampau sering para aktifis dakwah mencoba mempelajarinya, kemudian gagal, dan mencoba kembali untuk kemudian gagal lagi. Barangkali sekian banyak alasan dan uzur bisa ditampilkan sebagai kambing hitam dalam permasalahan ini. Mulai dari lingkungan yang tidak kondusif hingga keterbatasan sarana dan prasarana. Alasan lain yang biasa dikemukakan para aktifis dakwah adalah karena kesibukan dakwah, kuliah bahkan maisyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diluar itu semua, saya meyakini bahwa salah satu yang berat dalam proses pembelajaran bahasa arab adalah kurangnya motivasi dan niatan yang belum dikelola dengan baik. Orang sering bertanya, untuk apa belajar bahasa arab ? toh sudah banyak ustadz yang siap ditanya sesuka hati ? buat apa kita susah mempelajarinya ?. Tentu saja hal ini tidak bisa disalahkan, tetapi yang harus kita yakini : untuk apa sih kita belajar bahasa arab ? Jawabannya sebenarnya sederhana, agar ruhiyah kita lebih tertata karena senantiasa 'nyambung' dengan apa yang kita baca saar sholat, berdoa dan juga membaca al-Quran. Semoga anda setuju, meski diluar itu tentu banyak motivasi-motivasi lain yang bisa kita munculkan dalam hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah materi Power point seputar Urgensi Belajar Bahasa Arab, kami persembahkan untuk anda semua sahabat blogger Indonesia Optimis yang setia, agar bisa memotivasi diri sendiri dan umat untuk lebih dekat dan lebih cinta terhadap bahasa ahli surga tersebut. Point terpenting yang selalu saya ulang dalam hal ini adalah : Bahasa Arab itu Mudah, tetapi membutuhkan kesabaran, nah SABAR itulah yang paling susah !! . Semoga bermanfaat dan salam optimis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/236871912/947e8b5/Urgensi_Belajar_Bahasa_Arab_Up.html"&gt;download file PPT Urgensi Bahasa Arab&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-6407882011890051546?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/6407882011890051546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=6407882011890051546' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/6407882011890051546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/6407882011890051546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/materi-ppt-urgensi-belajar-bahasa-arab.html' title='Materi PPT : Urgensi Belajar Bahasa Arab'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S5UVvIlNNNI/AAAAAAAAAeE/HSPGu1PMNrs/s72-c/Urgensi+Belajar+Bahasa+Arab+PPT.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-554276428049208665</id><published>2010-03-05T11:59:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:06:43.359+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel gratis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agatha Christie'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel terbaru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maria A Sardjono'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sidney Sheldon'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Novel'/><title type='text'>Kumpulan Novel</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/See_LT9DJUI/AAAAAAAAAaA/ujhCgRQtllU/s1600-h/Kilau+bintang+menyinari+bumi.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325435285444699458" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 125px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/See_LT9DJUI/AAAAAAAAAaA/ujhCgRQtllU/s200/Kilau+bintang+menyinari+bumi.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,0,0)"&gt;THE STAR SHINE DOWN – SIDNEY SHELDON&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lara Cameron, seorang taipan muda yang sangat cantik, telah bekerja mati-matian untuk mencapai sukses, kekuasaan, dan kemapanan hidup serta kehidupan pribadinya.&lt;br /&gt;Tapi . . . seorang kekasih yang dicampakkannya telah menyimpan dendam dan melancarkan aksi pembalasan yang menghancurkan seluruh imperium bisnis yang telah dibangunnya sepanjang hidup.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Kilau Bintang Menerangi Bumi menelusuri kebangkitan Lara dari sebuah masa lalu yang ingin disembunyikannya menuju puncak kejayaan internasional. Dimulai dari masa kanak-kanaknya yang miskin, Lara dengan cepat bisa belajar memanfaatkan siapa saja yang bisa membantunya mewujudkan semua ambisinya yang luar biasa hingga pada saat puncak itu - hingga semuanya tiba-tiba terancam musnah ! &lt;a href="http://www.sendspace.com/file/mfbiwt"&gt;unduh&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,0,0)"&gt;KEMUNING - Maria A Sardjono&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325446510319312674" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 150px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 112px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/SefJYr3tHyI/AAAAAAAAAaI/j4xPOtEUZ-4/s200/Kemuning.jpg" border="0" /&gt;Tatkala DEWO terpaksa menikahi gadis yang dihamilinya, pacarnya Wulandari merasa amat risi dan tertekan karena setiap orang di Tawangmangu merasa iba kepadanya. Harga dirinya sangat terluka oleh perhatian berlebihan itu. Karena sebenarnya dia bukan gadis rapuh yang patut dikasihani- Perlakuan orang orang di sekelilingnya justru membuat Wulan merasa dirinya pecundang, orang yang terkalahkan dan tersingkirkan. Oleh sebab itulah ia tidak sudi menumpahkan air mata hanya untuk menangisi kekasih yang tidak setia.&lt;br /&gt;Tetapi ternyata Wulandari keliru. Menangis itu perlu. Karenanya ketika Eko mampu menyibak konflik yang ada di batinya, tangisnya pun akhirnya tumpah di atas dada laki-laki itu. dan dalam perjalanan waktu, keakraban mereka berkembang menjadi cinta yang tumbuh dengan suburnya. Persamaan kisah, minat dan cara pandang mematrikan hati mereka berdua.&lt;br /&gt;Namun sayang, Tawangmangu bukanlah Jakarta. Kisah cinta antara Wulandari anak pemilik perkebunan yang kaya raya dan Eko, anak salah seorang mandor perkebunan itu sulit diterima oleh keluarga kedua belah pihak maupun oleh komunitas setempat Terlebih karena sistem nilai feodalisme begitu kuatnya dalam hierarki dunia perkebunan dan darah priyayi yg mengalir ditubuh wulandari terlalu kuat. &lt;a href="http://www.sendspace.com/file/jfuf6j"&gt;&lt;strong&gt;Unduh &lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325135680241845554" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 121px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/Seaur_mSxTI/AAAAAAAAAZQ/2D7snFK0XGk/s200/Maut+di+udara.GIF" border="0" /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,0,0)"&gt;MAUT DI UDARA - Agatha Christie&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Sementara pesawat mewah Prometheus meluncur menuju Croydon. Hercule Poirot dengan matanya yang tajam mengamati rekan-rekan seperjalanannya. Jane Grey yang cantik dan pemalu. . . Norman Gale yang penuh perhatian . . Cicely Horbury yang gelisah . . dan si arkeolog muda Jena Dupont yang dengan gesit meloncat membunuh lebah yang berdengung diatas kepala para penumpang.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Tetapi baru setelah Madame Giselle ditemukan meninggal dibagian belakang pesawat, Poirot melihat lebah yang lain . . . lebah palsu yang sebetulnya adalah duri sumpitan, dan ujungnya dilumuri racun ! &lt;a style="FONT-WEIGHT: bold; COLOR: rgb(255,0,0)" href="http://www.ziddu.com/download/4841390/1935MautDiUdara.zip.html"&gt;unduh&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,0,0)"&gt;MATA RANTAI YANG HILANG - Agatha Christie&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325136863284928482" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 118px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/Seavw2xvn-I/AAAAAAAAAZY/MjbLzEm3Tfc/s200/mATA+RANTAI+YG+HILANG.GIF" border="0" /&gt;Jacko Argyle dituduh membunuh ibunya dan akhirnya ia dipenjarakan. Ia bahkan meninggal di penjara. Dua tahun kemudian muncul orang tak dikenal yang berusaha menghancurkan kedamaian keluarga Argyle.&lt;br /&gt;Bisakah orang asing ini menemukan mata rantai yang hilang dalam kasus Jacko ? Apakah Jacko memang dihukum atas pembunuhan yang tidak dilakukannya ? Lalu . . kalau bukan Jacko yang membunuh ibunya . . . siapa pelakunya ? &lt;a href="http://www.sendspace.com/file/cwbvt1"&gt;unduh&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-554276428049208665?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/554276428049208665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=554276428049208665' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/554276428049208665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/554276428049208665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/kumpulan-novel.html' title='Kumpulan Novel'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/See_LT9DJUI/AAAAAAAAAaA/ujhCgRQtllU/s72-c/Kilau+bintang+menyinari+bumi.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-4869815731375638496</id><published>2010-03-01T08:10:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:06:43.373+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='software ramalan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='carakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Palawa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='font'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Program Untuk menulis Huruf Jawa program'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hanacaraka'/><title type='text'>Palawa dan Hanacaraka - Program Untuk menulis Huruf Jawa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S4sVzSfHtHI/AAAAAAAAFF8/fzZpWhlaIuE/s1600-h/hanacaraka+dan+palawa+software+-+kirara.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 113px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S4sVzSfHtHI/AAAAAAAAFF8/fzZpWhlaIuE/s200/hanacaraka+dan+palawa+software+-+kirara.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443468545487254642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Palawa dan Hanacaraka - Program Untuk menulis Huruf Jawa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang teman-teman yang kesulitan mencari-cari software untuk menulis huruf Jawa (Hanacaraka). Sejatinya software ini berfungsi untuk merubah tulisan latin ke huruf Jawa.&lt;br /&gt;Aku ada 2 buah program yaitu Palawa dan Carakan.&lt;br /&gt;Untuk Carakan harus diinstall dulu softwarenya, untuk Palawa tak perlu diinstall namun font Aksara harus ditambahkan dulu ke daftar font. Cara-caranya sudah aku cantumkan dalam file keterangan didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Unduh :&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.sendspace.com/file/o5v7cr"&gt;&lt;br /&gt;Palawa - Menulis Huruf Jawa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sendspace.com/file/zu1clh"&gt;Kamus Jawa Carakan&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-4869815731375638496?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/4869815731375638496/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=4869815731375638496' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/4869815731375638496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/4869815731375638496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/03/palawa-dan-hanacaraka-program-untuk.html' title='Palawa dan Hanacaraka - Program Untuk menulis Huruf Jawa'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S4sVzSfHtHI/AAAAAAAAFF8/fzZpWhlaIuE/s72-c/hanacaraka+dan+palawa+software+-+kirara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-8584465844073787452</id><published>2010-02-27T08:35:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:06:43.385+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanguy dan Laverdure'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komik bahasa indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komik eropa'/><title type='text'>Tanguy dan Laverdure</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanguy dan Laverdure&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S4h344YQ2HI/AAAAAAAAFF0/Biq3_BKaRc8/s1600-h/cd+komik+tanguy+dan+laverdure.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 237px; height: 260px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S4h344YQ2HI/AAAAAAAAFF0/Biq3_BKaRc8/s200/cd+komik+tanguy+dan+laverdure.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442731968767776882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Komik eropa bahasa indonesia ini menceritakan tentang Pilot Pasukan Udara Perancis dalam menjalankan tugas-tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Download :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sendspace.com/file/rwo70o"&gt;Penyabotan ke Israel&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sendspace.com/file/3p2zba"&gt;Pertempuran di padang Pasir&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sendspace.com/file/zsu67p"&gt;Komplotan pembunuh Presiden&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk judul lainnya klik &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://kirara-shop.com/article/17504/cd-komik-tanguy-dan-laverdure.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-8584465844073787452?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/8584465844073787452/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=8584465844073787452' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/8584465844073787452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/8584465844073787452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/02/tanguy-dan-laverdure.html' title='Tanguy dan Laverdure'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S4h344YQ2HI/AAAAAAAAFF0/Biq3_BKaRc8/s72-c/cd+komik+tanguy+dan+laverdure.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-6222518193363394742</id><published>2010-02-27T08:09:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:06:43.397+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cersil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cersil jawa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yang terasing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SH Mintardja'/><title type='text'>Yang Terasing - SH Mintardja</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cersil Jawa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yang Terasing - SH Mintardja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S4h13AD3iMI/AAAAAAAAFFs/3FtoTPjrd8E/s1600-h/yang+terasing.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 182px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S4h13AD3iMI/AAAAAAAAFFs/3FtoTPjrd8E/s200/yang+terasing.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442729737446721730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pikatan bercita-cita untuk memakmurkan desanya dengan membuat bendungan di desanya. Setelah berguru sekian lama, Pikatan ingin mengabdikan dirinya ke Demak. Pada saat pendadaran ia dan teman-temannya ditugaskan membasmi kelompok penjahat yang dipimpin oleh sepasang Hantu Bertangan Api.&lt;br /&gt;Tak dinyana mereka mengalami kesulitan akibat kesalahan informasi yang diberikan oleh Telik sandi (mata-mata). Bahkan ia hampir saja terbunuh jika tidak ditolong oleh putri gurunya.&lt;br /&gt;Dengan tangan kanan yang lumpuh akibat pukulan Hantu Bertangan Api, dan harga dirinya yang runtuh karena untuk menyelesaikan lawan ia harus dibantu oleh seorang gadis, meski gadis tersebut adalah kakak seperguruannya.&lt;br /&gt;Iapun kembali ke kampung halamannya dan mengunci diri dari pergaulan. Wiyatsih yang melihat sang kakak yang terasing pun berusaha memberikan semangat agar sang kakak tetgar dan mau melanjutkan cita-citanya membuat bendungan.&lt;br /&gt;Namun akhirnya kedatangan Si hantu Bertangan Api yang ingin membalaskan dendamnya merubah semuanya. Dapatkah Pikatan dengan tangan sebelah yang lumpuh mengalahkan Hantu bertangan api ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download : &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.sendspace.com/file/3qbzly"&gt;Yang terasing&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-6222518193363394742?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/6222518193363394742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=6222518193363394742' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/6222518193363394742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/6222518193363394742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/02/yang-terasing-sh-mintardja.html' title='Yang Terasing - SH Mintardja'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S4h13AD3iMI/AAAAAAAAFFs/3FtoTPjrd8E/s72-c/yang+terasing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-9178515059548765055</id><published>2010-02-22T12:33:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:04:49.190+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download Area'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ceramah'/><title type='text'>Materi PPT : Hukum, Adab dan Optimalisasi Masjid</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S4IXKMcwiLI/AAAAAAAAAd0/9jz4Smw4Wz4/s1600-h/Fiqh+Masjid.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S4IXKMcwiLI/AAAAAAAAAd0/9jz4Smw4Wz4/s320/Fiqh+Masjid.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tidak diragukan lagi, masjid mempunyai tempat tersendiri dalam hati setiap muslim. Bukan hanya sebagai tempat beribadah, tetapi juga sarana menjaga ukhuwah antar jama'ah. Bahkan saat sekarang ini, sudah banyak masjid yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pelayanan umat yang cukup lengkap, seperti kesehatan dan pendidikan. Gambaran ini menjadi bukti nyata bagaimana umat Islam semakin mencintai masjid, dan terus berupaya untuk memakmurkannya dari hari ke hari. Untuk menjaga semangat positif tersebut, perlu digalakkan terus menerus penyadaran, motivasi dan ceramah seputar masjid, dari mulai keutamaan masjid, adab-adab , hukum seputarnya, bahkan hingga bagaimana optimalisasi sebuah masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Ahad 21 Februari 2010 kemarin, saya memenuhi jadwal rutin pengajian Ahad Pagi Ikatan Dai Indonesia cabang Sragen, di masjid Agung Kabupaten di Kauman. Dalam forum tersebut saya menyampaikan materi seputar masjid dalam bentuk penyampaian ceramah dan presentasi power point. Alhamdulillah, sekitar 500 jamaah terlihat tekun menyimak dan tidak beranjak dari masjid hingga acara usai. Khusus bagi anda sahabat blogger yang belum sempat menyimak, materi tersebut dapat anda download di link berikut ini. Anda bisa menggunakannya untuk ceramah dan hal bermanfaat lainnya. Semoga Allah SWT memberkahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/227082695/42cd015b/Fiqh_Masjid.html"&gt;Silahkan Klik Di Sini untuk Download Materi&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-9178515059548765055?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/9178515059548765055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=9178515059548765055' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/9178515059548765055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/9178515059548765055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/02/materi-ppt-hukum-adab-dan-optimalisasi.html' title='Materi PPT : Hukum, Adab dan Optimalisasi Masjid'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S4IXKMcwiLI/AAAAAAAAAd0/9jz4Smw4Wz4/s72-c/Fiqh+Masjid.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-5278986094394921708</id><published>2010-02-20T13:36:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:10:17.154+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi buku agama'/><title type='text'>meraih ketenangan berfondasikan ma`rifatullah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/S1lfGoYVN2I/AAAAAAAABrQ/sgRnh9N0zH8/s1600-h/23503.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 149px; height: 187px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/S1lfGoYVN2I/AAAAAAAABrQ/sgRnh9N0zH8/s200/23503.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429475393295169378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;resensi ini dimuat di majalah Hidayah edisi 103/Maret 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul buku    : Bayang-bayang Allah: Mengenal &amp;amp; Melihat Allah dengan Mata Hati&lt;br /&gt;Penulis        : Zen Muhammad al-Hadi&lt;br /&gt;Penerbit        : Zahra, Jakarta&lt;br /&gt;Cetakan        : Pertama, September 2009&lt;br /&gt;Tebal buku    : 152 halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  Suatu hari Rasulullah ditanya seorang sahabat. “Ya Rasulullah kami telah banyak berdoa. Tapi kenapa doa kami tak dikabulkan?” Rasulullah pun menjawab “Sebab kalian berdoa kepada Tuhan yang tidak kalian kenal.”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hadits nabi itu menegaskan bahwa mengenal Allah (ma`rifatullah) adalah kunci utama dari sebuah doa. Bahkan ibadah (baik itu shalat, haji maupun puasa) yang tidak disertai cinta dan ma`rifat kepada Allah, akan sia-sia. Secara syar`i memang bisa dikata sah, tapi ibadah itu akan jadi sebuah ritual yang semata-mata menggugurkan kewajiban, tak memiliki ruh. Tak meninggalkan bekas dan menimbulkan keberkahan. Hal itu tidak lain, karena ma`rifatullah adalah pengetahuan yang paling penting bagi seorang hamba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, problem mendasar itu banyak dihadapi umat di zaman sekarang ini. Tak salah, jika Zen Muhammad al-Hadi prihatin melihat kondisi ini -di mana tak sedikit umat yang tergantung pada materi dan kekuasaan. Sementara, Allah yang sejatinya satu-satunya Dzat yang menjamin keselamatan di dunia dan di akherat justru “dikalahkan”. Bahkan, kita –jika mau jujur—mungkin mengenal Allah hanya dalan bentuk tulisan dan ucapan yang tak mampu mengantarkan kepada pengetahuan untuk mengenal Allah yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, ma`rifatullah itu bukti keimanan seorang hamba. Lewat ma`rifatullah itu, seorang bisa memiliki cinta dan kerinduan pada Allah. Ibadah dijalani bukan karena pahala, melainkan cinta dan rindu kepada Allah. Hasil dari ma`rifatullah itu, hati akan tertanam keyakinan (iman) yang memperngaruhi instrumen hidup seorang. Maka orang bisa meraih ketanangan hidup karena ia tak lagi tergantung pada selain Allah, melainkan hanya pada Allah. Persoalan yang dihadapi pun akan diterima dengan lapang, karena ia yakin itu pilihan Allah terbaik dan akan mendekatkan dirinya kepada Sang Khalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, buku ini adalah buku yang bisa membangkitkan kesadaran pembaca untuk mengenal Allah lebih dekat. Tak rugi jika pembaca menjadikan buku ini sebagai referensi untuk mempertebal keimanan. (n mursidi)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-5278986094394921708?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/5278986094394921708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=5278986094394921708' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/5278986094394921708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/5278986094394921708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/02/meraih-ketenangan-berfondasikan.html' title='meraih ketenangan berfondasikan ma`rifatullah'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/S1lfGoYVN2I/AAAAAAAABrQ/sgRnh9N0zH8/s72-c/23503.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-8667764740557152093</id><published>2010-02-20T12:04:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:06:43.409+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ebook gratis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wawasan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='skripsi pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='science explorer'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='human body'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iptek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='solar system'/><title type='text'>Science Explorer - Menjelajahi IPTEK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Science Explorer&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jelajahi Dunia disekeliling Kita dan  temukan wawasan IPTEK yang ada didalamnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S39uR6IS9hI/AAAAAAAAE_M/Z9QtlMUcZjs/s1600-h/Just+the+Facts+Human+Body.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 154px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S39uR6IS9hI/AAAAAAAAE_M/Z9QtlMUcZjs/s200/Just+the+Facts+Human+Body.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440188128827733522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S39uRKVCv_I/AAAAAAAAE_E/cZpZF90sFg4/s1600-h/Just+the+Facts+Solar+System.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 154px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S39uRKVCv_I/AAAAAAAAE_E/cZpZF90sFg4/s200/Just+the+Facts+Solar+System.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440188115996295154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S3ib-mVebII/AAAAAAAAE8c/dEXJ4dOP5q4/s1600-h/Glencoe+Health.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt; &lt;/a&gt; &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S3ibmrufE6I/AAAAAAAAE8M/zwjAC5LAgaY/s1600-h/science+explorer.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438267638924907426" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 110px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S3ibmrufE6I/AAAAAAAAE8M/zwjAC5LAgaY/s320/science+explorer.jpg" alt="" border="0" /&gt; &lt;/a&gt; &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S3ibmZIQ36I/AAAAAAAAE8E/O4oRPSKgSIM/s1600-h/national+geographic+science.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438267633932754850" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 110px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S3ibmZIQ36I/AAAAAAAAE8E/O4oRPSKgSIM/s320/national+geographic+science.jpg" alt="" border="0" /&gt; &lt;/a&gt; &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S3iblm3SrJI/AAAAAAAAE70/1y2lp-2nUeI/s1600-h/iptek,+ilmu+pengetahuan+dan+science.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438267620439796882" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 110px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S3iblm3SrJI/AAAAAAAAE70/1y2lp-2nUeI/s320/iptek,+ilmu+pengetahuan+dan+science.jpg" alt="" border="0" /&gt; &lt;/a&gt;Aku menyediakan paket Science Explorer yang berisi koleksi ebook menjelajah ilmu pengetahuan dan membuka wawasan. Untuk Ebook gratisnya aku sediakan 2 bh semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;Dengan tema Menjelajah (explorer) mulai dari bagian dalam tubuh kita apa saja bagiannya dan bagaimana mereka bekerja (human body), mengetahui bagian dari sudut bumi (world atlas), hingga keluar angkasa (astronomy).&lt;br /&gt;Seperti biasa untuk tiap koleksi ensiklopedi bergambar yang memuat misi pendidikan dan IPTEK disediakan ebook yang sekiranya full color (enak dipandang dan dibaca) namun dengan isi yang begitu berbobot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S3ibnLSzBCI/AAAAAAAAE8U/weLwW8mxu64/s1600-h/Life+Science+%28Student+Book+and+Investigations+Manual%29.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438267647398708258" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 258px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S3ibnLSzBCI/AAAAAAAAE8U/weLwW8mxu64/s320/Life+Science+%28Student+Book+and+Investigations+Manual%29.jpg" alt="" border="0" /&gt; &lt;/a&gt; &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S3ibmP8xX3I/AAAAAAAAE78/SXwA2UhBEcM/s1600-h/just+the+fact,+sistem+tata+surya,+atlas+dunia,+prasejarah.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438267631468633970" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 110px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S3ibmP8xX3I/AAAAAAAAE78/SXwA2UhBEcM/s320/just+the+fact,+sistem+tata+surya,+atlas+dunia,+prasejarah.jpg" alt="" border="0" /&gt; &lt;/a&gt;Glencoe Science - Astronomy&lt;br /&gt;Glencoe Science - Health&lt;br /&gt;Glencoe Science - The Air Around You&lt;br /&gt;Glencoe Science - The Changing Surface of Earth&lt;br /&gt;Glencoe Science - The Water Planet&lt;br /&gt;Glencoe Science - Animal Diversity&lt;br /&gt;Glencoe Science - Chemistry&lt;br /&gt;Glencoe Science - Waves Sound and Light&lt;br /&gt;Ecology - Plants, Animals, and the Environment&lt;br /&gt;Explore Ancient Egypt!  25 Great Projects, Activities, Experiments&lt;br /&gt;How Science Works, Evolution&lt;a style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);" href="http://www.sendspace.com/file/usaawr"&gt;&lt;br /&gt;Just the Facts Human Body&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Just the Facts Prehistoric World&lt;br /&gt;&lt;a style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);" href="http://www.sendspace.com/file/vt212h"&gt;Just the Facts Solar System&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Just the Facts World Atlas&lt;br /&gt;Life Science (Student Book and Investigations Manual)&lt;br /&gt;Plate Tectonics (Science Foundations)&lt;br /&gt;The Complete Book of Science Grade 5-6&lt;br /&gt;The Solar System&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk versi lengkap klik saja di &lt;a style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);" href="http://kirara-shop.com/article/24775/science-explorer--jelajahi-dunia-disekitar-kita-hingga-ruang-angkasa.html"&gt;www.kirara-shop.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-8667764740557152093?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/8667764740557152093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=8667764740557152093' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/8667764740557152093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/8667764740557152093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/02/science-explorer-menjelajahi-iptek.html' title='Science Explorer - Menjelajahi IPTEK'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S39uR6IS9hI/AAAAAAAAE_M/Z9QtlMUcZjs/s72-c/Just+the+Facts+Human+Body.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-4826798632959356051</id><published>2010-02-20T11:11:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:06:43.427+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Firm'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel barat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='john grisham'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biro hukum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tom cruise'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novell'/><title type='text'>The Firm - John Grisham</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The Firm - John Grisham&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S39ihGYtQHI/AAAAAAAAE-8/ljHauBDGZ3g/s1600-h/the+firms+-+kirara+-+tom+cruise+-+john+grisham+-+novel+barat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 142px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S39ihGYtQHI/AAAAAAAAE-8/ljHauBDGZ3g/s200/the+firms+-+kirara+-+tom+cruise+-+john+grisham+-+novel+barat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440175195676295282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ia termasuk lima besar dikelasnya, Harvard Law School. Tawaran pekerjaan mengalir dari Biro-biro hukum terbaik di Amerika. Tapi pilihannya justru membawa bencana !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Mitch McDeere memutuskan bekerja pada biro hukum Bendini, Lambert &amp;amp; Locke di Memphis ia mengira jalan menjuju sukses telah terbuka bagi dirinya dan istrinya yang cantik, Abby. Biro itu membelikan BMW baginya, membayar pinjaman-pinjamannya, membantunya membeli rumah sekaligus mendekornya. Kakaknya yang dipenjara 15 tahun pernah menasehatinya bahwa tak ada yang gratis didunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika FBI memutuskan menyelidiki biro hukum tempat ia bernaung. Mitch terjepit diantara dua pilihan  dan ia harus membuat keputusan kalau ingin tetap hidup !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel ini pernah dibuat film dengan dibintangai oleh Tom Cruise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unduh : &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.sendspace.com/file/bvrf2l"&gt;THE FIRM - John Grisham&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-4826798632959356051?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/4826798632959356051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=4826798632959356051' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/4826798632959356051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/4826798632959356051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/02/firm-john-grisham.html' title='The Firm - John Grisham'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S39ihGYtQHI/AAAAAAAAE-8/ljHauBDGZ3g/s72-c/the+firms+-+kirara+-+tom+cruise+-+john+grisham+-+novel+barat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-2661966594520954416</id><published>2010-02-20T10:54:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:06:43.439+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='selendang unik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='scarf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ketrampilan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hobby'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='stola'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Panduan Membuat Shawl dan Scarves'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chiffon'/><title type='text'>Panduan Membuat Shawl dan Scarves</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Panduan Membuat Shawl, Poncho dan Scarves&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S3f2unZUE1I/AAAAAAAAE68/ZHe1BAa9CKQ/s1600-h/shawl,+poncho,+scarves.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 238px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S3f2unZUE1I/AAAAAAAAE68/ZHe1BAa9CKQ/s320/shawl,+poncho,+scarves.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438086355782734674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Banyak perempuan Indonesia mengenalnya sebagai selendang. Namun banyak juga yang menyebutnya sebagai syal, stola, shawl, scarf bahkan phasmina. . Apapun namanya, kain dengan beragam motif, bahan serta ukuran itu acap disandang perempuan dalam berbagai gaya dan acara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksesoris ini mulai dikenal di Prancis dengan nama shawl. Selain sebagai penahan dingin shawl juga dimanfaatkan sebagai pelengkap busana. Kini shawl berhasil menyatu menjadi bagian tak terpisahkan dari putaran mode. Shawl tetap pantas dikenakan di mana saja dan kapan saja. Dengan ragam bahan kain, dari sutera, organza, chiffon, hingga wool. Bentuknya bisa beragam. Tak sebatas tiga. Dengan warna tunggal hingga kaya motif. Selain bordir yang dipilih sebagai pemanis, juntaian tassel, manik dan payet kadang ditambahkan sebagai aksen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ebook panduan Shawl kali ini berisi ebook yang memuat tehnik dasar pembuatan shawl / scarves. Dengan beragam tehnik, variasi dan kombinasi yang membuatnya jadi lebih memikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sendspace.com/file/e0k7vd"&gt;Quick and easy scarves&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sendspace.com/file/nounwi"&gt;Vogue Knitting scarves 2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat yang ingin serius belajar lebih banyak lagi aku sediakan koleksi paket ebooknya&lt;br /&gt;di &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://kirara-shop.com/article/24746/shawl--panduan-membuat-shawl-scarf-dan-poncho-yang-keren-unik-kreatif-namun-trendy.html"&gt;www.Kirara-shop.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-2661966594520954416?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/2661966594520954416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=2661966594520954416' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/2661966594520954416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/2661966594520954416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/02/panduan-membuat-shawl-dan-scarves.html' title='Panduan Membuat Shawl dan Scarves'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S3f2unZUE1I/AAAAAAAAE68/ZHe1BAa9CKQ/s72-c/shawl,+poncho,+scarves.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-8368190530824516450</id><published>2010-02-15T20:41:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:10:17.176+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='secuil proses kreatif'/><title type='text'>dari penjual koran menjadi penulis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/S3lPITVH1jI/AAAAAAAABuY/zQdL_KLJ240/s1600-h/nulis.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 128px; height: 168px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/S3lPITVH1jI/AAAAAAAABuY/zQdL_KLJ240/s200/nulis.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438465029072999986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Batu permata tidak bisa menjadi berkilap tanpa gesekan; demikian juga  dengan manusia; tidak akan bisa menjadi baik tanpa cobaan (William  Shakespeare [1564-1616], Sastrawan)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;        Tanpa dihimpit oleh cobaan, aku mungkin tak akan pernah  menjadi penulis. Sebab cobaan yang datang tanpa pernah aku undang itu,  seperti menjerumuskanku ke jalanan yang penuh debu. Aku pun terpaksa  menjadi penjual koran di jalanan Yogyakarta ketika ayah jatuh sakit dan  tak mampu mengirimiku uang kuliah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;   Tetapi, dari lempeng jalanan Yogyakarta, aku justru mengenal  kehidupan. Tak salah, jika aku didewasakan oleh kehidupan keras jalanan.  Lalu dari halaman koran, aku belajar menulis. Meski tak ada guru  menulis di sampingku yang membimbing, aku merasa lembaran-lembaran koran  itu adalah guru yang bijak di tengah kehidupan jalanan sebab  lembaran-lembaran koran itu telah membakar spirit dan membuka mataku  untuk bisa menulis di kelak kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelecut Kesadaran dari Tukang Becak&lt;br /&gt;   Semua itu, berawal dari kisah yang unik. Pagi itu, tepat di hari  ketujuh aku jualan koran. Matahari bersinar dengan cerah. Itu adalah  pagi yang akan membawa berkah dan anugerah. Beda ketika hari diselimuti  mendung gelap dan turun hujan. Aku pasti hanya bisa mendekam di emperan  toko, menatap langit dengan raut sedih. Karena kemunculan mentari di  pagi itu bisa membuatku leluasa jualan koran di sepanjang jalan,  menumpang naik dari satu bus ke bus yang lain; menawarkan berita hangat  yang jadi headline koran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Pagi itu, aku baru saja mengambil koran di agen pasar Gading,  lantas beranjak ke tepi jalan untuk menunggu tumpangan bus dari terminal  Umbulharjo. Untung, ketika keluar dari pasar, lampu trafick light  menyala merah. Bus Mustika, bus jurusan Yogyakarta-Semarang sedang  terdampar di perempatan Gading.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Aku segera berlari dan naik. Setelah di atas bus, aku pun  membagi-bagikan koran kepada para penumpang. Itu jurus jualan koran yang  biasa aku terapkan untuk menarik penumpang agar membeli. Dengan cara  itu, para penumpang bisa melihat dan membaca koran sebentar --sekitar 2  sampai 3 menit, lantas aku menarik koran yang aku bagikan itu dari  depan. Jika mereka membaca sebentar, tapi diliputi penasaran untuk  membaca lebih lanjut, maka tidak ada jalan lain kecuali harus membeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Aksiku di atas bus pagi itu, ternyata membawa keberuntungan.  Tiga penumpang membeli koran Kedaulatan Rakyat yang aku jajakan. Hatiku  lega. Aku bisa memasukkan uang Rp 600.00 di sakuku. Waktu itu, tahun  1995, harga koran Kedaulatan Rakyat Rp 200.00. Dari setiap 1 eksemplar  yang aku jual, aku mendapat keuntungan separoh (Rp 100.00). Jadi, pagi  itu aku sudah mendapatkan keuntungan Rp 300.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Keuntungan di awal pagi itu, membuatku ingin jeda dan istirahat  sejenak. Aku ingin menghirup teh manis [ritual pagi yang kujalani  sebelum kenal Iqbal Dawami, seorang penulis yang gemar minum teh] dan  makan pisang goreng di warung Bu Tum, di Pojok Benteng Kulon untuk  sekadar mengganjal perut agar aku tidak terkulai lemas dan jatuh dari  bus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Pagi masih menggigilkan tubuhku, meski sinar mentari sudah  bersinar dari ufuk Timur. Bus masih melaju, dan aku menggelantung di  pintu bus. Tepat di Pojok Benteng Kulon, bus berhenti menaikkan  penumpang. Aku turun, lalu melangkahkan kaki ke warung Bu Tum. Perutku  melilit, tenggorokanku serasa kering. Tetapi, di saat aku melangkah  lunglai ke warung, tiba-tiba sebuah suara membuyarkan harapanku untuk  bisa segera menenggak teh hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   “Koran…, mas!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Aku menoleh. Tak kulihat ada orang yang bisa aku yakini akan  membeli koranku, kecuali aku lihat tiga tukang becak yang menyandarkan  tubuhnya di atas becak masing-masing. Aku sepenuhnya tak percaya, suara  mengagetkan yang kudengar itu bersumber dari salah satu tukang becak  tersebut. Maka, aku merasa ada hantu di pagi hari itu yang sengaja iseng  menggodaku. Aku pun celingukan, ingin memastikan sumber suara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Tapi, dari jauh aku melihat salah satu dari tukang becak itu  melambaikan tangan ke arahku. Aku menoleh ke belakang, mengira tukang  becak itu melambaikan tangan manggil orang lain tepat di belakangku.  Lagi-lagi, tak kulihat ada orang yang dipanggil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   “Koran, mas…!” kembali suara misterius itu membuatku terhenyak  kaget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Aku menoleh, dan kulihat satu dari tiga tukang becak itu  melambaikan tangan ke arahku. Aku menunjuk ke dadaku, kemudian  mengangkat tumpukan koran yang masih menggunung di tangan kananku untuk  sekadar memastikan bahwa tukang becak itulah yang memanggilku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Dia ternyata menggangguk. Aku segera berlari ke arahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   “Kamu ini jualan koran, tapi kayak orang tidak butuh duit.  Dipanggil berkali-kali, tidak menoleh. Kau boleh melihat tampangku ini  memang tukang becak, tetapi jujur aku tetap tidak mau ketinggalan berita  yang hangat di koran…” omel salah satu tukang becak itu, ketika aku  berada di dekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Aku tersenyum geli, tetapi aku tak peduli dengan omelan tukang  becak itu karena pada akhirnya ia membeli koran Kedaulatan Rakyat dari  tanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Tapi, dalam lubuk hati yang paling dalam, jujur bahwa sindiran  tukang becak itu membuat hatiku serasa tertusuk jarum yang cukup tajam.  Lebih tepatnya, aku merasa malu pada diriku sendiri.  Selama tujuh hari  jualan koran, aku tidak pernah membaca koran yang kujajakan sendiri. Aku  tak peduli dengan apa yang kujual karena yang aku inginkan adalah  koranku laku. Tak peduli, apa isi berita di koran kecuali aku melihat  sekilas berita halaman utama. Karena itu, aku berlari sekencang angin  mengejar bus; naik turun dari satu bus ke bus yang lain, numpang jualan  dari terminal Umbulharjo sampai jalan Magelang kemudian kembali ke  terminal, dan seterusnya berkali-kali. Tidak pernah aku meluangkan waktu  untuk membaca dengan detail isi berita koran yang aku jual atau aku  jajakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Setelah tukang becak itu membeli koran daganganku, aku  melangkahkan kakiku ke warung Bu Tum. Teh hangat porsi gelas kecil  seharga Rp 50.00 segera meluruhkan rasa haus di tenggorokanku. Sementara  itu, satu pisang goreng di atas meja pun segera kusantap dan tak lama  kemudian, perutku tak lagi terasa keroncongan. Itulah nikmatnya  mensyukuri hasil keringat di awal menjajakan koran! Tidak jarang, aku  harus menunggu koranku laku dua sampai tiga eksemplar untuk bisa minum  teh hangat dan satu pisang goreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar Membaca dan Menulis&lt;br /&gt;   Pengalaman pagi itu -–ada tukang becak yang membeli koran dari  daganganku dan sempat menyindirku- seperti menyadarkan pola pikirku dan  telah mengukir sejarah baru dalam kehidupan jalanan di masa laluku.  Apalagi sejak itu tukang becak yang biasa mangkal di pojok Benteng Kulon  itu menjadi langgananku; hampir tiap hari ia membeli koran dariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Tak pelak, jika kebiasaan tukang becak yang biasa membeli koran  dari tanganku dan membacanya di atas becak dengan muka masih kusut itu  kemudian mendorongku untuk membiasakan diri ikut membaca setumpuk koran  yang aku jual. Maka, sehabis melaksanakan ritual pagi minum teh hangat  dan makan satu pisang goreng di warung bu Tum, aku pun duduk di emperan  toko --tak jauh dari tempat mangkal tukang becak itu— untuk meluangkan  waktu sekitar setengah jam atau satu jam membaca setumpuk koran  daganganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Dari kebiasaan baca koran di emperan toko [dan kadang-kadang di  bawah pohon di tepi jalan di perempatan Bugisan dan Patangpuluhan]  itulah, pada satu hari aku disadarkan tulisan yang ditulis salah seorang  mahasiswa di rubrik Opini atau Debat Mahasiswa di Kedaulatan Rakyat dan  Harian Bernas. Seketika, aku seperti tersadar dan terhenyak, ternyata  seorang mahasiswa pun bisa menulis di koran. Apalagi, ketika aku membaca  koran edisi Minggu di rubrik resensi buku, tak jarang aku menjumpai  deretan “nama penulis” dengan identitas masih mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Setiap selesai membaca “tulisan-tulisan” karya dari penulis yang  masih berstatus mahasiswa itu, otakku seperti mendidih. Di sudut  otakku, selalu ada sekelebat impian untuk bisa menulis dan menorehkan  namaku di koran seperti mereka. Karena itu, dalam hati,  aku berjanji  bahwa suatu saat nanti aku harus bisa menulis di koran. Maka, aku pun  mulai rajin tak saja membaca koran yang aku jual melainkan juga  membelajari tulisan-tulisan mereka secara autodidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Tak jarang, ketika aku sudah khusuk membaca koran di emper toko  dekat tempat mangkal tukang becak di pojok Benteng Kulon itu, aku  kerapkali lupa untuk berangkat kuliah dan tak jarang bolos. Pada sisi  lain, ketika tukang becak itu sepi penumpang, dan aku merasa kasihan  maka aku rela meminjamkan tumpukan koranku untuk dibaca oleh tukang  becak itu. Jadi, ia tak usah repot-repot mengeluarkan uang untuk membeli  koran dari sakunya. Tetapi, setelah hampir dua tahun aku jualan koran,  dan memutuskan untuk berhenti, ironisnya aku tak tahu siapa nama tukang  becak yang biasa mangkal di pojok Benteng Kulon itu. Padahal jasanya tak  pernah ia sadari telah mengubah jalan panjang hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Jadi, dari jalanan itulah, aku mengenal kehidupan. Lalu dari  halaman koran, aku belajar menulis. Tapi jujur, aku merasa seperti  dianugerahi sepasang mata untuk melihat sekeling dengan mata yang tajam.  Dengan tanpa bimbingan, aku belajar menulis dengan jurus tanpa kitab  suci. Ibarat murid di biara Shaolin, aku belajar bela diri dengan hanya  melihat hasil lukisan tendangan atau pukulan yang terpampang di tempok  biara Shaolin lalu tengah malam gulita aku belajar untuk mempraktekkan  apa yang aku lihat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Setiap pagi hari aku melakoni ritual jualan koran di jalanan,  lalu menjelang siang berangkat kuliah dengan mengayuh sepeda dari  Krapyak ke Sapen dan pada malam hari aku melatih diri untuk menulis.  Semua itu, kulakukan untuk mewujudkan janjiku; aku harus bisa menorehkan  namaku di lembaran koran, tak harus jadi penjaja koran terus. Maka,  ketika tulisan yang aku buat ditolak media massa, aku tidak patah arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Meski dalam hati, kerap pula terbesit keraguan: apakah aku akan  gagal total (gatot –memimjam istilah yang didengungkan oleh sahabat  saya; Sidik Nugroho) untuk jadi penulis? Aku memang kerap gamang!  Tetapi, usaha keras, tidak jarang membuahkan hasil. Sekeras apa pun  persaingan merebut lembaran koran, masih keras kehidupan di jalanan.  Sebab di jalanan, aku sempat diancam sebilah belati yang dihunuskan  tepat di mukaku. Di jalanan, aku juga sempat berkelahi dengan penjaja  koran lain, karena ia merasa lahannya aku rebut. Di jalanan, aku juga  harus bergaul dengan preman yang kerap mabuk dan berkelahi. Itulah  alasanku, kenapa aku tidak patah arah jika hanya berjuang untuk bisa  menembus koran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata orang bijak, Anda adalah apa yang Anda pikirkan dan kerjakan,  sepenuhnya mengahampiri-ku. Impian itu pun akhirnya terwujud! Dari  penjual koran jalanan, akhirnya berhasil keluar dari kepompong jalanan  yang mengungkung, sebab di kelak kemudian hari; penjual koran jalanan  itu mampu mengubah hidupnya menjadi penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 14 Februari 2010        &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-8368190530824516450?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/8368190530824516450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=8368190530824516450' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/8368190530824516450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/8368190530824516450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/02/dari-penjual-koran-menjadi-penulis.html' title='dari penjual koran menjadi penulis'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/S3lPITVH1jI/AAAAAAAABuY/zQdL_KLJ240/s72-c/nulis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-8651283958180021874</id><published>2010-02-14T12:47:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:10:17.202+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi buku agama'/><title type='text'>sejarah agung Nabi Besar Muhammad</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/S3uFyJdu3NI/AAAAAAAABuo/alD7fL_I3lc/s1600-h/Nurul+Mustofa+2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 149px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/S3uFyJdu3NI/AAAAAAAABuo/alD7fL_I3lc/s200/Nurul+Mustofa+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439088071560584402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;sinopsis buku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. buku Nurul Musththofa (jilid 1): diawali dari perjalanan Nur Agung Beliau SAW dari sebelum adanya alam semesta hingga kelahiran Baeliau SAW yang dipenuhi dengan berbagai peristiwa dahsyat luar biasa yang menggetarkan alam malakut dan seluruh alam semesta&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2. buku Nurul Mushthofa (jilid 2): Dari sejak kelahiran Beliau SAW, kemudian dalam asuhan Sayyidah Halimah yan&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/S3uFxjQGrwI/AAAAAAAABug/SftKW0IVJNw/s1600-h/Nurul+Mustofa+1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 149px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/S3uFxjQGrwI/AAAAAAAABug/SftKW0IVJNw/s200/Nurul+Mustofa+1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439088061302877954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;g penuh dengan berbagai keajaiban agung sebagai bukti perlindungan Allah SWT terhadap kekasih-Nya, hingga saat beliau SAW melaksanakan tugas dakwah suci menghadapi berbagai macam perlawanan dari orang-orang kafir, terutama saat menghadapi kekejaman orang-orang Thoif sampai Beliau SAW bermunajat di Hijir Ismail sebagai awal perjalanan suci Isra` Mi`raj&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. buku Nurul Mushthofa (jilid 3): mengisahkan perjalanan agung Isra` Mi`raj beliau menembus langit ke tujuh hingga Arasy yang penuh dengan aneka ragam keajaiban yang sangat dahsyat luar biasa hingga dialog langsung beliau dengan Allah SWT yang berisi tentang berbagai anugerah yang khusus dilimpahkan untuk umatnya. dan menerangkan secara gamblang tentang surga yang dipenuhi berbagai kenikmatan abadi dan keadaan neraka yang sangat pedih serta menerangkan tentang agungnya syafaat Beliau SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-8651283958180021874?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/8651283958180021874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=8651283958180021874' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/8651283958180021874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/8651283958180021874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/02/sejarah-agung-nabi-besar-muhammad.html' title='sejarah agung Nabi Besar Muhammad'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/S3uFyJdu3NI/AAAAAAAABuo/alD7fL_I3lc/s72-c/Nurul+Mustofa+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-6146782069148575167</id><published>2010-02-13T13:34:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:06:43.454+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Beading'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wire jewelry'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ketrampilan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hobby'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tehnik membuat perhiasan dari kawat'/><title type='text'>Wire Jewelry - Panduan Membuat Perhiasan Berkelas dari Bahan Wire (Kawat)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wire Jewelry&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Panduan Membuat perhiasan Berkelas dari Kawat menggunakan Tehnik Wire Work&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S3UsCV72rBI/AAAAAAAAE2M/FHggnu47f3U/s1600-h/beading+free+project.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 201px; height: 231px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S3UsCV72rBI/AAAAAAAAE2M/FHggnu47f3U/s320/beading+free+project.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437300543879293970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tertarik pakai asesoris ? Senang memakai aksesoris sebagai penambah kesan anggun, feminim dan berkelas ?      &lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S3Uq7q_UQlI/AAAAAAAAE18/3ITuVqL1wv8/s1600-h/beading+techniques.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 175px; height: 154px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S3Uq7q_UQlI/AAAAAAAAE18/3ITuVqL1wv8/s320/beading+techniques.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437299329760248402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Wire jewelry adalah perhiasan yang dibuat dengan menggunakan bahan wire (kawat) atau yang lebih dikenal dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;istilah wire jewellry&lt;/span&gt;. Dalam wire jewelry kawat lebih ditonjolkan sebagai bahan utama dalam designnya. Dengan teknik ini, hampir semua bagian perhiasan dapat dibuat sendiri kecuali manik / batu hiasnya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pembuatan wire jewelry memang butuh waktu relatif lebih lama dibandingkan dengan beading biasa, namun hasil yang didapatkan akan sebanding dengan keindahan perhiasan setelah jadi. Keindahan dan kesan mewah yang dipancarkan itulah yang membuat wire jewelry seringkali tampak unik dan "beda" dengan perhiasan handcrafted lain.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ini sebagian contoh hasil wire jewelry :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S3UsDkXVAeI/AAAAAAAAE2k/WPaJgoMDv8E/s1600-h/seni+perhiasan+unik+dan+kreatif.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 298px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S3UsDkXVAeI/AAAAAAAAE2k/WPaJgoMDv8E/s320/seni+perhiasan+unik+dan+kreatif.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437300564932493794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S3UtHMgsEzI/AAAAAAAAE28/Mnf1razHZiY/s1600-h/wire+jewelry+-+seni+perhiasan+dari+kawat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 298px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S3UtHMgsEzI/AAAAAAAAE28/Mnf1razHZiY/s320/wire+jewelry+-+seni+perhiasan+dari+kawat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437301726760407858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Buat yang demen dan pengin belajar tentang wire jewelry aku sediakan ebooknya :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/8565690/beadedmacramejewelry.pdf"&gt;Beaded macrame jewelry&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/8565601/Step_by_Step-Wire_Jewelry-Fall-2009.pdf"&gt;Step by step Wire Jewelry&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat yang ingin serius, klik disini ya : &lt;a style="font-weight: bold; font-style: italic;" href="http://kirara-shop.com/article/24557/wire-jewelry--panduan-seni-membuat-perhiasan-mewah-berkelas-dari-bahan-kawat-wire.html"&gt;www.Kirara-shop.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-6146782069148575167?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/6146782069148575167/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=6146782069148575167' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/6146782069148575167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/6146782069148575167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/02/wire-jewelry-panduan-membuat-perhiasan.html' title='Wire Jewelry - Panduan Membuat Perhiasan Berkelas dari Bahan Wire (Kawat)'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S3UsCV72rBI/AAAAAAAAE2M/FHggnu47f3U/s72-c/beading+free+project.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-5808991078485943121</id><published>2010-02-11T06:40:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:04:49.206+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Tragedi sang Demonstran</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S3ND6g2nnSI/AAAAAAAAAds/BO1COCbCyhk/s1600-h/kecil_demo_hari_HAM.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S3ND6g2nnSI/AAAAAAAAAds/BO1COCbCyhk/s320/kecil_demo_hari_HAM.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sebuah melodi indah terdengar menyibak keheningan ruang perpustakaan kampus. Para pecinta buku serempak menoleh ke arah Wisnu, sang pemilik HP. Agaknya mereka merasa terganggu. Dengan sigap Wisnu mengambil HP Nokia 3310 dari saku celananya, dan berjalan ke luar menuju lobby perpustakaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Assalamu’alaikum .. ya, ini Wisnu. Sama siapa nih ? “&lt;br /&gt;Dari seberang ada sahutan berlatar belakang suara yang cukup berisik, “ Wa’alaikum salam, ini Danu. Kita cuma melaporkan perkembangan, persiapan demo sudah rapi. Perijinan, pamflet, tim acara, tim negosiasi dan keamanan sudah standby di markas. Kita tinggal tunggu perintah selanjutnya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Teman-teman semua sudah tahu tempat dan waktunya kan ? “&lt;br /&gt;“ Everything in the control Capt, kita akan bergerak setelah sholat Jumat “&lt;br /&gt;“Oke, I’ll be there on time, keep the spirit of reformasi. Assalamu’laikum “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bergegas Wisnu mengemasi seluruh peralatan perkuliahannya, ia melangkah menuju gerbang kampus. Wisnu setahun lalu adalah ketua BEM di kampusnya yang asri di belahan selatan Jakarta. Kini ia memegang kendali di sebuah organisasi mahasiswa ekstra kampus di Jakarta. Organisasi tersebut intens menyuarakan seruan-seruan, dan kritikan terhadap pemerintah tentang jalannya reformasi. Di perkuliahan, Wisnu cukup mampu bersaing dengan teman-temannya satu jurusan. Ia mahasiswa tingkat akhir di jurusan Hubungan Internasional (HI). &lt;br /&gt;Bus yang ditunggu Wisnu berhenti tepat di gerbang kampus. Meskipun penumpang di dalamnya sudah mencapai batas maksimal, sang kondektur masih semangat berteriak-teriak menawarkan jasanya. Dengan sigap, Wisnu melompat kecil, tangannya akhirnya sukses meraih besi pintu bus yang kuat terpasang. Bus berjalan sebagaimana biasa, Wisnu sang aktifis masih sibuk bergelanyutan di pintu belakang bus. Sesekali ia masih menerima beberapa panggilan dari Hpnya. Ia kini menuju masjid Istiqlal, untuk kemudian memimpin demo di depan rumah seorang pejabat tinggi negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Capt , siaga satu ! Beberapa provokator lolos masuk barisan “, suara Danu sang korlap demo terengah-engah menuju Wisnu yang masih asyik membaca koran di dalam sebuah bajaj. Beberapa meter di depan mereka adalah kerumunan besar para mahasiswa demonstran yang membawa bendera dan spanduk. Jumlah mereka diperkirakan 3000 orang. Mereka sedang berdemo di depan rumah seorang pejabat tinggi negara, yang kebijakannya jauh dari aspirasi rakyat.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Berapa orang pastinya ? “&lt;br /&gt;“sekitar tiga orang, dua diantaranya intel polisi “&lt;br /&gt;“ amankan, jangan sampai ketahuan mahasiswa. Kalo digebukin, demo kita tercemar, perjuangan kita ternodai “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ siap Capt ! Satu lagi, satu kompi brimob datang dengan peralatan lengkap. Mereka bikin border ketat. Tim negosiasi masih tertahan di luar “&lt;br /&gt;Wisnu sang Jendral lapangan berpikir sebentar. Dahinya terlihat berkerut tajam, seperti biasa ia harus ambil keputusan yang cepat dan tepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Kita bikin border juga !Terus pressure .. maju perlahan-lahan. Kalau sampai terjadi dorong mendorong, adu otot, usahakan Cuma lima menit. Setelah itu mundur sebentar. Setelah mundur sebentar, pressure lagi. Teman-teman kalau lagi adu otot jangan banyak teriak. Jaga konsentrasi ! Biar orator saja yang mengacaukan konsentrasi petugas.”&lt;br /&gt;Danu segera tanggap dengan arahan Wisnu. Dengan cepat ia berlari ke kerumunan mahasiswa. Mereka masih semangat meneriakkan yel-yel dan nasyid-nasyid perjuangan. Situasi makin memanas, datang dua truk personel tambahan dari Polisi. Mereka segera menyusun border di depan. Adu ketegangan tak terelakkan. Terjadi dorong mendorong selama beberapa waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Yaa… buat mahasiswa yang cinta negeri ini .. mundur satu langkah !!!”, teriak Danu dari atas mobil pick up pengangkut sound system. Teriakan disambut para mahasiswa dengan gerakan mundur teratur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Juga bapak polisi, yang cinta negeri ini … mundur satu langkah graak !!”, teriak Danu kembali. Sebagian polisi ikut patuh mundur ke belakang. Sebagian yang lain masih ngotot dengan posisi di depan. Terjadi kesalahpahaman di antara para polisi, mereka terlihat kurang kompak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Huuuu, yang gak mundur gak cinta Indonesia “, para mahasiswa menertawakan para aparat yang masih berselisih. Ketegangan agak mencair. Tapi kejadian tersebut tak berlangsung lama. Sejurus kemudian, terjadi lagi ketegangan. Kembali para mahasiswa dan polisi sibuk mengadu otot. Dorong depan, kanan, kiri, mundur sedikit, maju lagi, dorong dan begitu seterusnya. Peluh mulai bercucuran dari kedua belah pihak. Kadang-kadang teriakan Danu membuat suasan mencair. Tapi terkadang teriakannya juga membuat suasana memanas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wisnu berjalan tenang ke arah para demonstran. Ia memakai jaket berwana hitam gelap. Sejurus kemudian ia bergabung dalam barisan border, ikut berdesakan bersama yang lain. Tak berapa lama dering telpon genggam dari sakunya mengganggu konsentrasi Wisnu. Ia segera melesat keluar dari barisa menuju beberapa penjual the di seberang jalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Wisnu, ini Rudi. Emergency ! ada info tingkat satu , demonstrasi kita kemasukan beberapa mahasiswa preman anti reformasi. Sebentar lagi jumlah mereka akan bertambah. Mereka kini diam-diam bergerak dari bundaran HI. Mereka menyaru dengan simbol dan yel-yel yang sama dengan kita. Bahaya, sebagian mereka membawa batu-batu dan bom molotov “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wisnu terlihat serius menerima informasi penting dari rekannya, Rudi. Ia adalah bagian intel di satuan KRC ( Kampus Reaksi Cepat). Wisnu mengandalkan informasi dari Rudi setiap kali ada perkembangan terbaru. Baik tentang perpolitikan ataupun gerakan mahasiswa.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cepat sang jendral lapangan itu menyeberang jalan. Bergabung kembali bersama para demonstran. Ia segera menarik Danu dari posisi border depan. &lt;br /&gt;“ Ada apa capt ! “, tanya Danu siap menerima perintah terbaru.&lt;br /&gt;“ mundur total tapi teratur segera ! , kita kemasukan barisan preman anti reformasi. Mereka berniat mengacaukan dan menodai gerakan kita ! Hubungi semua koordinator kampus “&lt;br /&gt;“ Siap Capt ! Kita akan bersihkan tempat ini dalam sepuluh menit ! “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerumunan demonstrasi itu mulai bergerak mundur secara teratur. Sebagian besar demonstran berjalan kembali ke arah masjid Istiqlal. Namun masih terlihat sekitar seratusan mahasiswa masih berjaga di depan rumah pejabat tersebut. Nampaknya informasi dari Rudi. Mereka adalah barisan mahasiswa preman anti reformasi. Tiba-tiba …….&lt;br /&gt;“ Praaang !!! “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kaca depan mobil polisi pecah berantakan. Sejurus kemudian, salah satu mahasiswa tersebut melempar bom molotov ke arah truk polisi. Ledakan sedangpun terdengar. Api segera membakar habis truk tersebut. Barisan mahasiswa anti reformasi itu bubar total tak terkendali lagi. Wisnu dan teman-temannya melihat ledakan tersebut dari atas bus yang mereka tumpangi. Wajahnya terlihat geram, tangannya terkepal keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Danu, anak-anak kiri itu bikin gara-gara lagi. Lain kali kita harus bersihkan mereka terlebih dahulu ! “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Benar Capt, kita sudah terlalu sering bersabar. Mereka selalu bikin ulah dan kekacauan. Kita akan beri mereka pelajaran ! “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dering HP Wisnu kembali berdering, kali ini dari Andre, rival politiknya di kampus. Selain itu, Andre juga komandan anak-anak kiri di kawasan Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Selamat Bung ! Demo lu sukses bakar-bakar mobil cops, ini bakal jadi berita besar&amp;nbsp; ! “, terdengar tawa mengejek dari seberang pembicaraan. Wisnu menarik nafas panjang, dadanya bergemuruh hebat. Dengan tegas ia menjawab, “ Ini fitnah Bung, kalau gue mau .. sekarang juga markas temen-temen lu sudah gua ratakan dengan tanah ! “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Haa… haa.. cepat sebelum ente ketangkap polisi ! “. Pembicaraan tertutup sejenak terdiam. Ia merasa hari-hari ke depan akan lebih banyak tantangan. Teman-temannya yang lain masih asyik meneriakkan yel-yel dan lagu perjuangan. Bus yang mereka tumpangi terus menuju kawasan selatan Jakarta.&lt;br /&gt;ooooo00000ooooo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Hati-hati Wis ! kemungkinan sebentar lagi you ditangkap. Kalau yang nangkap cops mungkin you Cuma akan diadili. Ana takut yang nangkap nanti intelijen gelap yang berjalan sendiri tanpa komando. Mereka punya daftar para aktifis yang most wanted. You termasuk urutan prioritas bagi mereka.. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Wisnu ingat pesan Rudi tengah malam tadi. Ia kini memang harus ekstra hati-hati. Penangkapan aktifis mulai merebak dimana-mana. Seminggu lalu dua temannya dijerat polisi dengan pasal karet tentang penghinaan presiden. Apalagi dengan kejadian pembakaran truk polisi kemarin, dalam pandangan polisi, Wisnu adalah penanggung jawab kejadian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Telepon genggam Wisnu kembali berdering keras. Terdengar suara Danu dari arah seberang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Wisnu, rumah kost you sudah disatroni sama polisi berpakaian preman. Mereka cari-cari you atau entah Cuma gertak sambal saja. Beberapa teman sempat kena pukul. Sekarang yang penting you sembunyi dulu. You tahu rumah paman ane yang pensiunan jendral kan ? Saya tunggu disana secepatnya !! “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “ Thanks, just wait for minutes …. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sigap Wisnu kembali masuk ke kamar kost temannya yang ditumpanginya malam tadi. Ia membereskan beberapa buku catatan dan pakaiannya ke dalam tas punggung lusuhnya. Tak lama berselang ia sudah berada sebuah bus menuju kampungnya. Wisnu bersikeras untuk mampir di kampus terlebih dahulu. Ada beberapa urusan yang harus diselesaikan terlebih dahulu, sebelum ia mengasingkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bus berhenti di gerbang kampus. Serombongan mahasiswa turun berurutan. Serombongan yang lain berebutan segera naik. Wisnu turun dengan langkah tenang. Ia menoleh kanan dan kiri untuk memastikan suasana aman. Wisnu terus berjalan dengan perasaan tidak enak. Satpam yang biasanya ramaha menegurnya tiba-tiba diam seribu bahasa. Dengan cepat ia melangkah menuju sekretariatnya di sebelah kanan gedung serba guna. Tiba-tiba dari arah berlawanan muncul dua orang berbadan tegap, yang satu gondrong dan yang satu lagi berambut cepak.&lt;br /&gt;Bahkan nyaris gundul. Mereka berbaju kaos dan celana jeans yang ketat. Mereka langsung menghampiri dan mencengkeram lengan wisnu yang sedang menerima telpon. Wisnu protes dan berteriak.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Mau dibawa kemana saya Pak!”&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Kamu itangkap karena melangar peraturan!!”, jawab seorang dari mereka.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “ Kalau begitu mana surat penangkapannya….?” &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “ Sudah diam! Ikut saja kalau mau selamat…!!!”, bentak sorang yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dua orang menggelandang Wisnu menuju sebuah sedan yang sudah dipersiapkan. Kedua mata Wisnu kini ditutup dengan kain gelap. Tangannya terikat rapat dengan sebuah borgol besi. Mobil sedan itu meluncur keluar dari kampus menuju arah luar kota. Wisnu terdiam, seribu satu pertanyaan muncul dibenaknya. Dalam hati ia senantiasa berdoa memohon keselamatan dari Allah. Ia yakin, Allah akan menolong orang-orang yang berjuang untuk kepentingan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ******************* &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ruangan itu tidak terlalu luas. Ukurannya sekitar enam kali empat persegi. Udara terasa pengap dan lembab. Cahaya dan udara hanya masuk melalui celah ventilasi kecil jauh diatas jangkaun manusia. Wisnu duduk lemah terkulai disebuah kursi. Tangannya masih erat terborgol. Ia masih sadarkan diri, namun sekujur tubuhnya terasa nyeri. Sejak kedatangannya ditempat itu sekitar enam jam yang lalu, paling tidak sudah tiga orang&amp;nbsp; yang datang memukulinya dan mencaci maki. Perut Wisnu juga terasa keroncongan. Tadi pagi ia tak sempat makan nasi uduk langganannya di kampus. Wisnu mengaduh dengan lirih-lirih. Sesekali ia menyebut nama Allah dan berdzikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Wisnu masih sibuk berdzikir ketika tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka. Seorang berusia empat puluh tahunan berbadan tegap masuk. Ia berpakaian rapi dan tidak seperti orang-orang yang sebelumnya. Penampilannya pun berwibawa. Gaya bicaranya tegas dan datar. Wisnu mencoba menenangkan perasaannya. Ia tahu persis sekarang ia berhadapan dengan pimpinan kawanan yang menculiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “ Selamat sore Saudara, maaf atas perlakuan anak-anak saya tadi…”&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “ Sore. Ya…mereka kan Cuma melaksanakan tugas Pak !” jawab Wisnu dengan nada sedikit mengejek.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “ You tau kesalahan yang membuat you ada disini ?”&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “ Saya tahu, karena saya membela rakyat, memperjuangkan reformasi, menuntut pemerintahan bersih, menuntut TNI keluar dari parlemen. Begittu khan Pak..?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bapak tadi tersenyum agak kaget. Dia tak mengira anaka muda dihadapannya itu begitu berani dan tenang menjawab pertanyaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “ Salah!!! You&amp;nbsp; ditangkap karena mengkoordinir mahasiswa untuk merongrong pemerintahan yang sah. Selain itu, demo-demo yang you bikin selalu bikin ribut. Entah itu penghinaan terhadap pejabat tinggi negara, sampai yang terkahir kemarin pembakaran mobil polisi…” Dengan cepat Wisnu memotong..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “ Demo-demo kami selalu bersih. Ada usaha-usaha untuk mencemarkan aksi-aksi kami.Selain itu, apakah mengkritisi dan menyuarakan aspirasi rakyat sama dengan merongrong pemerintahan…?” Bapak itu mulai agak gusar meskipun ia masih mencoba berbicara dengan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “ You nggak usah sok jadi pahlawan. You&amp;nbsp; masih muda, punya ortu dan keluarga. Jangan susahkan mereka dengan aksi-aksimu. Lebih baik you&amp;nbsp; berhenti berdemo, kuliah yang bener. Kami sanggup nguliahin&amp;nbsp; you&amp;nbsp; sampai doktor kalau you agree” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “ Ini perjuangan Pak! Ini untuk kepentingan rakyat, bukan saya pribadi…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “ Diam!!! You akan tau apa akbibatnya kalau you&amp;nbsp; menolak tawaran saya!! Bapak tadi cukup kesal dengan jawaban-jawaban Wisnu. Dengan cepat ia berbalik kebelakang, dibantingnya pintu ruangan itu cukup keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ***************** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Setahun berjalan dengan cepat. Kondisi perpolitikan negri ini masih tak tentu arahnya. Wisnu tak pernah lagi kelihatan batang hidungnya. Danu dan teman-teman merasa kehilangan. Berbagai cara sudah ditempuh untuk mencari Wisnu. Rekan-rekannya sudah melapor ke kepolisian, LSM, namun hasilnyanihil. Pihak polisi menolak tudingan adanya penculikan terhadap sang aktifis tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Suatu sore sehabis sholat Ashar,&amp;nbsp; Danu dan beberapa aktifis lain duduk-duduk di serambi masjid kampus. Mereka asyik berdiskusi tentng perkembangan terakhir perpolitikan negri ini. Tiba-tiba keasyikan mereka dikejutkan dengan kedatangan seorang pemuda berambut gimbal dan berjenggot panjang. Pakaian yang dikenakannya menandakan ia telah melakukan perjalanan yang sangat jauh. Ia memberi salam dengan nada mengejek dan tertawa-tawa. Sejurus kemudian ia mulai menyanyi-nyanyi tak karuan. Kadang-kadang pemuda itu bergaya seperti orang sedang berorasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Danu terkejut bukan kepalang. Ia yakin bahwa pemuda dihadapannya sekarang adalah Wisnu, sang aktifis yang hilang sejak setahun yang lalau. Begitu pula teman-temannya yang lain. Mereka segera mengelilinginya untuk memastikan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Wisnu, kamu Wisnu kan?? Kenapa jadi begini? Apa yang terjadi??”. Tanya danu sambil mengguncang-guncangkan tubuh Wisnu, sahabatnya. Yang ditanya malah tersenyum mengejek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “ Wisnu siapa? Aku bukan Wisnu! Aku tentara yang setia terhadap negara dan bangsa! Ha…ha..ha..Aku intelijen! Ha….ha….Tangkap aku!! Cepat! Kalau berani..” kembali pemuda berammbut gondrong itu tertawa terbahak-bahak. Giginya kuning menyeringai menambah suasana semakin menegangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Wisnu, ini kami…teman seperjuangmu! Masih ingat ketika kita demo dulu di Trisakti…saat butiran peluru menyerempet lenganku? Kamu dulu yang menyelematkanku…” Danu kembali berteriak-teriak di depan telinga Wisnu, yang hanya menatap kedepan dengan pandangan kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “ Ha..ha..ha.. kalian siapa? Aku aparat negera yang bersih dan berwibawa…ha…ha… jangan ganggu aku.Aku mau sholat!” , teriak pemuda lusuh tadi dengan tegas. Sejurus kemudian pemuda lusuh gondrong itu melakukan takbir, ruku’, sujud, …sampai lengkap sholat ashar empat rekaat. Danu dan teman-temannya hanya memperhatikan dengan tatapan mata bertanya-tanya.nu dalam menuntut keadila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Setelah selesai sholat, pemuda itu seolah nampak khusyuk berdo’a. Ada butiran-butiran air keluar dari pelupuk matanya. Tiba-tiba nafasnya mulai tak beraturan. Pandangannya masih kosong kedepan. Tubuhnya oleng tersungkur kedepan menimbulkan suara berdebum. Danu dan teman-temannya segera menghampiri tubuh pemuda itu yang tak bergerak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “ Innalillahi wa inna ilaihi raji’uun….”, ucap seorang teman setelah memastikan detak jantung pemuda lusuh itu telah berhenti. Pemuda lusuh itu meningal bukan saja karena tekanan jiwa. Tapi juga beberapa organ tubuhnya telah mengalami pendarahan yang cukup hebat. Danu tak kuasa dan tak percaya melihat kejadian dihadapannya.danu berteriak histeris, ia pingsan tak sadarkan diri. Teman-temannya yang lain tertunduk lesu. Tak ada yang mampu menahan air mata mereka. Semuanya menangis tersedu-sedu. Mereka bukan saja kehilangan seorang Wisnu, lebih dari itu, mereka baru saja mendapat pelajaran nyata tentang resiko perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Perjuangan Wisnu dalam menuntut keadilan menjadikannya diculik, disiksa, dan dicuci otaknya hingga menjadi gila. Sang Aktifis itu kini diam, jasadnya tersungkur diserambi masjid yang dulu pernah ia tinggali selama bertahun-tahun. Ia meninggal setelah sholat Ashar. Senyuman teduh masih tersisa dari wajahnya. Ia menghadap pemimpin besarnya di langit sana. Untuk melaporkan apa yang telah ia lakukandemi keadilan dimuka bumi ini. Selamat jalan sang Aktifis….&lt;br /&gt;&lt;i&gt;* ditulis di Khartoum tahun 2003, memenangkan lomba cerpen islami yang diadakan kerja sama antara Dharma Wanita Persatuan KBRI Khartoum dan FLP Sudan.&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-5808991078485943121?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/5808991078485943121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=5808991078485943121' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/5808991078485943121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/5808991078485943121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/02/tragedi-sang-demonstran.html' title='Tragedi sang Demonstran'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S3ND6g2nnSI/AAAAAAAAAds/BO1COCbCyhk/s72-c/kecil_demo_hari_HAM.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-6149876031328508470</id><published>2010-02-05T06:21:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:04:49.224+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mahasiswa Pemuda'/><title type='text'>Hati-hati Gan : Pacaran berdampak Sistemik !!!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S2tWbdM21_I/AAAAAAAAAc0/px6C6OBrbOI/s1600-h/pacaran.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S2tWbdM21_I/AAAAAAAAAc0/px6C6OBrbOI/s200/pacaran.jpg" width="148" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seperti biasa, setiap hari ada satu dua pertanyaan yang mampir di inbox FB saya. Terkadang sempat saya jawab dengan mendetil, tapi juga terkadang saya jawab secara santai, tetapi tetap pada esensinya. Yang menarik, kali ini saya ketemu dengan seorang penanya yang cukup percaya diri dengan masalah yang ia hadapi. Ia seolah tidak sedang bertanya, tetapi 'menantang' . Seperti sayembara para Raja untuk mengobati penyakit putrinya, misalnya. Dari jawaban dan statement yang diucapkan, kesimpulan yang saya dapatkan yaitu ; bahwa budaya pacaran benar-benar berdampak sistemik : bisa menghancurkan generasi masa depan bangsa ini !!&amp;nbsp; Mereka yang seharusnya berkutat dengan investasi bekal pengetahuan dan ketrampilan untuk masa depan, justru malah terjerumus dalam impian negeri dongeng, dimana para pangeran dan putrinya selalu dalam kondisi berkecukupan tak kurang suatu apa. Untuk sahabat optimis FB dan pelajaran bagi yang lainnya, saya salinkan untuk Anda dialog sederhana berikut :&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PERTANYAAN 1 : &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu alaikum...&lt;br /&gt;Ustadz, ana Y dari  kota K . Pengen curhat. Ga apa2 kan?&lt;br /&gt;Bgni, ustadz.. Singkat saja. Saya pacaran pdhal tau pacaran tu ga boleh.  &lt;br /&gt;Saya pngen brhenti tapi berat banget. Pengen tp ga mau. Ga mau tp  pengen. &lt;br /&gt;Bnyak solusi yg orang2 kasih mulai dari puasa smp nikah, ga da yg bisa &lt;br /&gt;menyelesaikan.. Alasannya krna ga mau dan atau ga bisa menjalani solusi  yg &lt;br /&gt;orang kasih. Apalagi nikah. Org tua blm ngizinin, ga da biaya, blm siap  dan &lt;br /&gt;bnyak lg alasan yg makin buat saya ga bisa berhenti pacaran.&lt;br /&gt;Ustadz, mungkin ada sesuatu yg baru dr ustadz yg bs lbh gampang saya  terima &lt;br /&gt;dan saya jalani.&lt;br /&gt;Jazakallah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JAWABAN : &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wa'alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh&lt;br /&gt;ok, kalo susah berhenti pacaran ..... ingat2 saja kata2 imam syafi'i,  bahwa &lt;br /&gt;zina itu adalah semacam hutang ... suatu saat akan berbalik pada kita  ...&lt;br /&gt;artinya, kalau sekarang masih berani terus pacaran, maka ...hati2 ya .. &lt;br /&gt;istri anda nantinya juga wanita yang sudah pacaran berkali-kali ...&lt;br /&gt;hii .. ngeri ngebayanginnya.&lt;br /&gt;nah, rela gak kalo nanti istri Anda adalah gadis yang sudah jadi  'mantan' &lt;br /&gt;pacar belasan orang ??? &lt;br /&gt;silahkan lanjutkan pacarannya, tanggung resiko sendiri di masa depan ya  .. dunia akhirat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PENANYA : &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz, kok saya ga takut ya? Waduh.. Jgn2 hatinya dah mati rasa nih?! &lt;br /&gt;Gmana dong..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JAWABAN : &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya ... sudah, memang sudah pas kata Al-Quran " laki-laki baik-baik untuk  wanita baik-baik, laki-laki buruk untuk wanita buruk ....&lt;br /&gt;tips kedua, putuskan saja langsung ... gak usah cengeng lah, namanya  juga laki-laki ... masalah ringan begitu gak perlu diagung-agungkan ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hmm .... memang benar kalau pacaran bisa berdampak Sistemik ..&lt;/i&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-6149876031328508470?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/6149876031328508470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=6149876031328508470' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/6149876031328508470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/6149876031328508470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/02/hati-hati-gan-pacaran-berdampak.html' title='Hati-hati Gan : Pacaran berdampak Sistemik !!!'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S2tWbdM21_I/AAAAAAAAAc0/px6C6OBrbOI/s72-c/pacaran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-5418461118507380646</id><published>2010-02-04T10:10:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:06:43.468+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='old shatterhand'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='winnetou'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kara ben nemsi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel petualangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='karl may'/><title type='text'>Karl May - Sebuah Petualangan di Ranah Wild West</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S2pACXj5q1I/AAAAAAAAEok/jNE0aAzWMrQ/s1600-h/karl+may.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 229px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S2pACXj5q1I/AAAAAAAAEok/jNE0aAzWMrQ/s320/karl+may.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434226309804436306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Karl May - Sebuah Jejak Petualangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karl May adalah penulis Jerman yang sangat populer dengan karya-karya terlaris sepanjang masa. Kebanyakan buku-bukunya bersettingkan petualangan di alam liar Amerika, Oriental dan daerah Timur Tengah. Selain novel, Karl juga menulis beberapa puisi dan naskah lakon. Dia juga mahir memainkan beberapa alat musik serta menggubah lagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karl Friedrich May lahir pada 25 Februari 1842 dalam lingkungan keluarga miskin di Ernstthal. Sejak lahir, Karl kecil menderita kebutaan karena kekurangan vitamin A dan D. Untungnya, saat ia berumur 5 tahun, Karl kecil dioperasi sehingga bisa melihat lagi.&lt;br /&gt;Karl May terkenal dengan cara menggarap pokok cerita yang menimbulkan gambaran sangat menarik bagi pembaca. Kisah-kisah tentang orang Indian yang melawan orang kulit putih, nilai-nilai keberanian, kejujuran, serta keadilan yang tersirat di dalamnya adalah sesuatu yang berharga dari karya-karyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Winnetou adalah buku Karl May yang paling populer. Di Indonesia diterbitkan ulang oleh Pustaka Primatama. Buku ini menceritakan petualangan orang Eropa yang tanpa sengaja bertemu Winnetou, seorang kepala suku Indian Apache. Orang Eropa tersebut diberi nama Old Shatterhand, sebab dia memiliki kekuatan pukulan tangan yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menulis Winnetou, Karl samasekali belum pernah melancong ke bagian barat Buffalo, New York. Dia baru sekali mengunjungi Amerika Utara pada tahun 1908, jauh sesudah menulis novel yang bersetting di sana. Kecemerlangan ceritanya merupakan kombinasi imajinasi, kreativitas, dan sumber-sumber faktual, termasuk peta, akun perjalanan, buku guide, dan pengetahuan antropologi serta linguistik yang digalinya. Semua itu menutupi sisi kelemahan pengalaman langsungnya di dunia western.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seri novel lain yang menuai sukses dari Karl May ialah Kara Ben Nemsi. Novel ini bersetting di Kekaisaran Ottoman. Tokoh protagonis yang menjadi narator, yang tak lain adalah Kara Ben Nemsi, melakukan perjalanan dengan pelayan sekaligus pemandu lokal Hadschi Halef Omar melintasi gurun Sahara yang menawarkan petualangan yang mengasyikkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seri novel Kara Ben Nemsi kurang lebih menawarkan hal yang sejenis: Kesamaan sudut pandang orang pertama, yaitu oleh narator Old Shatterhand dan Kara Ben Nemsi, serta keluasan referensi dan kekuatan karakter-karakter pendukungnya. Kebanyakan buku-buku Karl memang ditulis dengan sudut pandang orang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karl May meninggal pada 30 Maret 1912 karena sakit paru-paru. Karya-karyanya telah diterjemahkan ke lebih dari 30 bahasa, termasuk bahasa Hebrew, Latin, Volapuk, Esperanto, dan Ido. Lebih dari 200 juta kopi buku-buku Karl terjual di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;E-novel :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Piramida Bangsa Astek Jilid : &lt;a href="http://www.4shared.com/file/110267553/b2debfcb/PiramidaBangsaAstek1.html"&gt;01&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.4shared.com/file/110366184/edfd4839/PiramidaBangsaAstek2.html"&gt;02&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.4shared.com/file/110391125/7f923f4d/PiramidaBangsaAstek3.html"&gt;03&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Harta terpendam dalam danau Perak, Jilid : &lt;a href="http://bromo13.110mb.com/buku39/KarlMay-HartaTerpendamDalamDanauPerak01.djvu"&gt;01&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://bromo13.110mb.com/buku39/KarlMay-HartaTerpendamDalamDanauPerak02.djvu"&gt;02&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://bromo13.110mb.com/buku39/KarlMay-HartaTerpendamDalamDanauPerak03.djvu"&gt;03&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i69.photobucket.com/albums/i49/dombo25/comics66/karlmay05.jpg" alt="" hspace="10" vspace="10" /&gt;&lt;img src="http://i69.photobucket.com/albums/i49/dombo25/comics66/karlmay21.jpg" alt="" hspace="10" vspace="10" /&gt;&lt;img src="http://i69.photobucket.com/albums/i49/dombo25/comics66/karlmay25.jpg" alt="" hspace="10" vspace="10" /&gt;&lt;img src="http://i69.photobucket.com/albums/i49/dombo25/comics66/karlmay70.jpg" alt="" hspace="10" vspace="10" /&gt;&lt;img src="http://i69.photobucket.com/albums/i49/dombo25/comics66/karlmay56.jpg" alt="" hspace="10" vspace="10" /&gt;&lt;img src="http://i69.photobucket.com/albums/i49/dombo25/comics66/karlmay57.jpg" alt="" hspace="10" vspace="10" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Download Komik : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rapidshare.com/files/141995170/Karl01.cbr"&gt;http://rapidshare.com/files/141995170/Karl01.cbr&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rapidshare.com/files/141995543/Karl02.cbr"&gt;http://rapidshare.com/files/141995543/Karl02.cbr&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rapidshare.com/files/141995802/Karl03.cbr"&gt;http://rapidshare.com/files/141995802/Karl03.cbr&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rapidshare.com/files/141996038/Karl04.cbr"&gt;http://rapidshare.com/files/141996038/Karl04.cbr&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rapidshare.com/files/141996341/Karl05.cbr"&gt;http://rapidshare.com/files/141996341/Karl05.cbr&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rapidshare.com/files/141996664/Karl06.cbr"&gt;http://rapidshare.com/files/141996664/Karl06.cbr&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rapidshare.com/files/141996976/Karl08.cbr"&gt;http://rapidshare.com/files/141996976/Karl08.cbr&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat yang sungkan download klik saja di &lt;a style="font-weight: bold; font-style: italic;" href="http://kirara-shop.com/article/23665/karl-may--kisah--petualangan-old-shatterhand-dan-winnetou.html"&gt;www.kirara-shop.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-5418461118507380646?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/5418461118507380646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=5418461118507380646' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/5418461118507380646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/5418461118507380646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/02/karl-may-sebuah-petualangan-di-ranah.html' title='Karl May - Sebuah Petualangan di Ranah Wild West'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S2pACXj5q1I/AAAAAAAAEok/jNE0aAzWMrQ/s72-c/karl+may.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-3904214514926809389</id><published>2010-02-01T08:37:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:04:49.241+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasehat'/><title type='text'>Optimalisasi Sedekah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S2YwHGK9faI/AAAAAAAAAcs/N1WPLnGFcZ0/s1600-h/gambar-sedekah1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S2YwHGK9faI/AAAAAAAAAcs/N1WPLnGFcZ0/s200/gambar-sedekah1.jpg" width="196" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Islam mengajarkan kita untuk berbuat ihsan atau berbuat optimal dalam setiap kebaikan. Ihsan dalam sholat misalnya, berarti memenuhi syarat, rukun dan juga dijalankan penuh dengan kekhusyukan. Ihsan dalam puasa misalnya, berarti tidak hanya sekedar menahan lapar dan dahaga dari terbitnya fajar hingga tenggelamnya mentari, namun juga menjaga lisan dan pandangan dari hal-hal yang mengurangi pahala puasa kita. Bahkan Islam pun mengajarkan berbuat ihsan, sekalipun dalam konteks menyembelih binatang, yaitu dengan memilih pisau sembelihan yang benar-benar tajam agar tidak terasa menyakitkan dan menyiksa. Ajaran ihsan dalam segala kebaikan inilah yang ditekankan Rasulullah SAW dalam haditsnya : “ Sesungguhnya Allah Ta’ala mewajibkan ihsan atas segala sesuatunya “. (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya dalam permasalahan ibadah, Islam juga menekankan ihsan dalam hal muamalah. Salah satu yang sering dibahas saat ini adalah seputar sedekah. Banyak yang menganggap yang terpenting dari sedekah adalah esensinya, dalam arti cukup sekedar mengeluarkan harta untuk orang lain, apapun dan bagaimanapun caranya tidaklah terlalu penting. Tentu saja hal yang demikian tidak sepenuhnya salah, namun alangkah baiknya jika kita sedekit merenung bahwa sejatinya dalam bersedekah pun kita dituntut untuk bisa berlaku ihsan atau optimal.&lt;br /&gt;Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdasy dalam kitabnya Mukhtasor Minhajul Qashidin, menukil ucapan kaum salafus shalih yang menyatakan : “ Tidaklah sempurna sebuah kebaikan, kecuali jika dilakukan dengan tiga hal : dianggap kecil, dipercepat dan ditutupi “.&amp;nbsp; Dari ungkapan hikmah di atas, setidaknya ada tiga hal yang bisa kita lakukan untuk membuat kesempurnaan sedekah kita.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama : dengan menganggap enteng sedekah kita&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang merasa telah banyak mengeluarkan harta dan bersedekah untuk orang lain. Bahkan terkadang ini membuatnya bersikap kurang baik pada mereka yang meminta sedekah kepadanya. Yang paling memprihatinkan dalam hal ini adalah ketika seseorang senantiasa menyebutkan apa-apa yang telah ia sedekahkan, yang mau tidak mau menunjukkan sifat riya yang bisa menghapus amal tersebut. Allah SWT telah mengingatkan : “&amp;nbsp; Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima) .. “ (QS Al Baqoroh : 264)&lt;br /&gt;Semestinya yang perlu dilakukan adalah menganggap enteng bahkan melupakan apa yang telah kita sedekahkan. Jika perlu, rasanya wajar kita berterima kasih kepada mereka yang mau menerima sedekah kita. Karena itu pertanda mereka meyakini sepenuhnya kehalalan dan kesucian harta kita.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua : dengan mempercepat sedekah kita dan tidak menunda-nunda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam kebaikan secara umum kita dianjurkan untuk bersegera dan berlomba, begitu pula dengan bersedekah. Apalagi konteks sedekah adalah berhubungan dengan orang lain, karenanya semakin cepat kita menyegerakan sedekah kita, akan semakin bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan. Adapun sikap menunda-nunda sedekah dengan memunculkan banyak alasan, sungguh akan melahirkan sifat bakhil dalam diri kita. Padahal jauh-jauh hari Rasulullah SAW telah memberikan garansi tentang keutuhan harta kita paska sedekah, beliau bersabda dalam haditsnya : “Tidak akan berkurang harta seorang hamba karena disedekahkan” (HR Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga : dengan menutup-nutupi sedekah kita.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat Muslim, Rasulullah SAW menyebutkan tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan dan perlindungan dari Allah SWT di hari kiamat nanti. Salah satu dari tujuh golongan&amp;nbsp; tersebut adalah : seorang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi, bahkan hingga digambarkan tangan kanannya tidak mengetahui apa yang dikeluarkan oleh tangan kirinya.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran kemuliaan di atas cukuplah memberikan motivasi bagi kita untuk berusaha menjaga sedekah kita agar tidak terlalu menonjol dan diketahui banyak orang. Tentu saja ini bukan berarti larangan bersedekah dengan cara terang-terangan, karena terkadang hal tersebut justru bisa memotivasi yang lainnya untuk berbondong-bondong mengikuti kebaikan tersebut. Adapun hikmah yang terkandung dalam sedekah yang tersembunyi setidaknya ada dua, pertama ; akan lebih menjaga hati kita dari penyakit riya, dan yang kedua ; menjaga kemuliaan dan harga diri mereka yang menerima sedekah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, marilah kita berusaha untuk menghiasi hari-hari kita dengan amal yang terbaik, baik dalam hal ibadah maupun muamalah, agar kesempurnaan pahala kita pun utuh tercatat di akhirat nanti. Wallahu a’lam bisshowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*dimuat dalam rubrik Tauisyah Suara Merdeka 29 Januari 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-3904214514926809389?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/3904214514926809389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=3904214514926809389' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/3904214514926809389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/3904214514926809389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/02/optimalisasi-sedekah.html' title='Optimalisasi Sedekah'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S2YwHGK9faI/AAAAAAAAAcs/N1WPLnGFcZ0/s72-c/gambar-sedekah1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-2753490494986762708</id><published>2010-02-01T04:45:00.001+07:00</published><updated>2010-02-01T04:45:53.169+07:00</updated><title type='text'>Palace denies any agreement with Bakrie / Ical / Golkar ..</title><content type='html'>Ical Citadel Denies Deal with SBY's dislodged Sri Mulyani&lt;br /&gt;Fitraya Ramadhanny - detikNews Fitraya Ramadhanny - detikNews&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie disebut-sebut bersepakat dengan Presiden SBY untuk mencopot Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Februari 2010 terkait kasus Bank Century. Jakarta - General Chairman of Golkar Party DPP Aburizal Bakrie cited the president agreed to remove the Minister of Finance Sri Mulyani in February 2010 related to the case of Century Bank. Kubu Ical membantah. Ical faction denied.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pak Ical tidak pernah membahas itu (pencopotan Menkeu). Pak Ical fokus pada agenda konsolidasi organisasi sampai Juni 2010," kata Wasekjen DPP Partai Golkar Lalu Mara Satriawangsa kepada detikcom, Senin (18/1/2010). "Pak Ical never discussed it (dismissal Ministry of Finance). Mr. Ical focus on the consolidation of the organization's agenda until June 2010," said DPP Golkar Wasekjen Then Mara Satriawangsa to AFP on Monday (18/1/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepakatan Ical dan SBY disebut-sebut terjadi pada Minggu (17/1/2010) kemarin. Ical and SBY agreement mentioned happened on Sunday (17.1.2010) yesterday. Namun menurut Lalu, Ical disibukkan dengan agenda partai sepanjang akhir pekan lalu. However, according Then, Ical busy with the party's agenda throughout the weekend.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pak Ical dari sejak Sabtu (16/1/2010) ada di Aceh, terus lanjut ke Medan. Agendanya pelantikan Ketua DPD Partai Golkar. Dari situ ke Lampung, penobatan sebagai tokoh adat," jelas Lalu. "Pak Ical from since Saturday (16.1.2010) in Aceh, and hold up to Medan. The agenda inauguration DPD Golkar Party chairman. From there to Lampung, the coronation as traditional leaders," explained then.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan deal melalui telepon? What about the deal over the phone? "Tidak ada seperti itu," jawab Lalu. "Nothing like that," said Then. Lalu Mara mengaku belum mengetahui kegiatan Ical untuk hari ini. Then Mara admitted not knowing Ical events for this day.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Source:&lt;br /&gt;http://www.detiknews..com/read/2010/...yani?991101605 http://www.detiknews..com/read/2010/...yani?991101605 &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-2753490494986762708?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/2753490494986762708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=2753490494986762708' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/2753490494986762708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/2753490494986762708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/02/palace-denies-any-agreement-with-bakrie.html' title='Palace denies any agreement with Bakrie / Ical / Golkar ..'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-7917930259621201527</id><published>2010-02-01T04:25:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T04:44:38.565+07:00</updated><title type='text'>10 Americans Arrested for Child Trafficking in Haiti</title><content type='html'>TEMPO Interactive, Port-au-Prince - Haiti Police hold 10 United States citizens because red-handed trying to kidnap 33 children from Haiti, a new state earthquake. Menurut pejabat setempat, Sabtu (30/1), warga Amerika tersebut membawa anak-anak dari Haiti dengan dalih adopsi palsu. According to local officials, Saturday (30 / 1), the Americans took the children from Haiti to the adoption of a false pretext.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak lima wanita dan lima pria warga Amerika tersebut saat ini ditahan di ibukota Haiti, Port-au-Prince setelah mereka ditangkap pada Jumat (29/1) malam. A total of five women and five men are American citizens currently being held in the Haitian capital, Port-au-Prince after they were arrested on Friday (29 / 1) night. Otoritas setempat khawatir kondisi Haiti yang belum pulih setelah diguncang gempa pada 12 Januari lalu dimanfaatkan sindikat perdagangan orang. Local authorities fear that Haiti condition has not recovered after an earthquake rocked on January 12 and then utilized trafficking syndicates. Modus sindikat tersebut dengan menggunakan skema adopsi ilegal. Syndicate mode using an illegal adoption scheme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang warga Amerika yang menjadi tersangka membantah mereka melakukan tindakan ilegal. One American who became suspects denied their illegal actions. Wanita tersebut mengaku sebagai pimpinan dari lembaga swadaya masyarakat dari Idaho, Amerika Serikat, dengan nama New Life Children's Refuge. The woman claimed to be leaders of nongovernmental organizations from Idaho, United States, with the name New Life Children's Refuge.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para tersangka ditangkap di Malpasse, Haiti, yang berbatasan dengan Republik Dominika. The suspects were arrested in Malpasse, Haiti, which borders the Dominican Republic. Mereka ditangkap saat polisi Haiti memeriksa kendaraan di kawasan perbatasan tersebut. They were arrested when police checked vehicles Haiti in the border region. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Local authorities say the Americans did not have a document from the local embassy to prove their 33 adopted Haitian children aged between two months to 12 years.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu ilegal,” ujar Menteri Sosial Haiti Yves Cristalin. "That's illegal," said Minister of Social Cristalin Yves Haiti. “Tidak boleh ada anak-anak dari pergi dari Haiti tanpa izin dan orang-orang tersebut tidak mendapat izin. "There should be no children from out of Haiti without permission and those people did not get permission.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otoritas Amerika Serikat sendiri belum bisa dimintai keterangan mengenai kasus tersebut. Authority of the United States alone can not be asked for information about the case.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang tersangka bernama Laura Sillsby mengatakan, “Kami memiliki izin dari pemerintah Republik Dominika untuk membawa anak-anak tersebut ke panti asuhan yang kami miliki di sana.” One of the suspects named Laura Sillsby said, "We have permission from the Dominican Republic government to bring these children to the orphanage we had in there." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-7917930259621201527?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/7917930259621201527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=7917930259621201527' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/7917930259621201527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/7917930259621201527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/02/10-americans-arrested-for-child.html' title='10 Americans Arrested for Child Trafficking in Haiti'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-8161100380770455457</id><published>2010-01-30T13:26:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:10:17.223+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku gratis'/><title type='text'>buku gratis bulan januari 2010</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/S3uMmWCvn6I/AAAAAAAABuw/Ufjj0_a9lF0/s1600-h/serambi_GadisBudak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 127px; height: 188px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/S3uMmWCvn6I/AAAAAAAABuw/Ufjj0_a9lF0/s200/serambi_GadisBudak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439095565360013218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pagi itu, sewaktu tiba di kantor aku temukan sebuah paket untukku. Isinya buku Gadis Budak, kiriman dari penerbit Serambi (yang dikirim oleh mbak Isthi). Terima kasih atas kiriman bukunya, mbak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sinopsis buku tersebut:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apakah perempuan memang dilahirkan sebagai dan untuk menjadi budak?&lt;br /&gt;Apakah dia tidak akan pernah bebas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun wajahnya ditato bermotif daun bayam, Ogbanje Ojebeta sebenarnya masih terlihat cantik. Penampilannya semakin unik dengan masih lonceng dan kulit kerang yang berbunyi dan berayun ketika dia bergerak. Baginya, lonceng itu adalah jimat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bapak dan ibunya meninggal dan dia masih berumur tujuh tahun, Ojebeta dijual oleh abangnya dengan harga cuma delapan pound sterling. Namun kakaknya berdalih ini untuk kebaikan Ojebeta karena ketika itu kampungnya sedang dilanda wabah mematikan meski alasan sebenarnya adalah karena dia butuh biaya untuk pesta akil balig demi menjaga gengsinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama sembilan tahun hidup sebagai budak, Ojebeta banyak belajar tentang kehidupan. Dia mengamati tingkah laku keluarga majikannya. Dia juga banyak belajar dari teman-temannya sesama budak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, novel ini memotret apa saja yang terjadi dalam sebuah masyarakat di Ibuza, Nigeria, ketika budaya asing—termasuk agama—masuk ke dalam tatanan nilai yang telah ajek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul   : Gadis Budak—Kehidupan Seorang Perempuan yang Dijual Kakaknya&lt;br /&gt;Penulis : Buchi Emecheta&lt;br /&gt;Ukuran    : 13x20,5/ koran&lt;br /&gt;ISBN    : 979-979-024-186-2&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-8161100380770455457?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/8161100380770455457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=8161100380770455457' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/8161100380770455457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/8161100380770455457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/01/buku-gratis-bulan-januari-2010.html' title='buku gratis bulan januari 2010'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/S3uMmWCvn6I/AAAAAAAABuw/Ufjj0_a9lF0/s72-c/serambi_GadisBudak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-6979104566047994420</id><published>2010-01-28T20:33:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:06:43.487+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cersil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku cerita silat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cersil jawa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kembang Kecubung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SH Mintardja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sh mintarja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Silat jawa'/><title type='text'>Kembang Kecubung - SH Mintardja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S2GUET04CuI/AAAAAAAAEec/xyUiDcMEBNY/s1600-h/kembang+kecubung+-+SH+Mintardja.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 144px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S2GUET04CuI/AAAAAAAAEec/xyUiDcMEBNY/s200/kembang+kecubung+-+SH+Mintardja.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431785427347966690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kembang Kecubung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Cersil Jawa bertajuk Kembang Kecubung ini merupakan salah satu karya  Sang maestro Penulis cerita silat bersetting kerajaan di Jawa. SH Mintardja telah menulis lebih dari 400 buku. Cerita berseri terpanjangnya adalah "&lt;i&gt;Api di Bukit Menoreh&lt;/i&gt;" yang terdiri dari 396 buku dan diterbitkan oleh &lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kedaulatan_Rakyat" title="Kedaulatan Rakyat"&gt;Kedaulatan Rakyat&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jogjakarta" title="Jogjakarta" class="mw-redirect"&gt;Jogjakarta&lt;/a&gt;. Berikut adalah daftar beberapa karya S.H. Mintardja:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="new"&gt;Api di Bukit Menoreh&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; (396 episode)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="new"&gt;Tanah Warisan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; (8 episode)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="new"&gt;Matahari Esok Pagi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; (15 episode)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="new"&gt;Meraba Matahari&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; (9 episode)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="new"&gt;Suramnya Bayang-bayang&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; (34 episode)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="new"&gt;Sayap-sayap Terkembang&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; (67 episode)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="new"&gt;Istana yang Suram&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; (14 episode)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="new"&gt;Nagasasra Sabukinten&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; (16 episode)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="new"&gt;Bunga di Batu Karang&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; (14 episode)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="new"&gt;Yang Terasing&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; (13 episode)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="new"&gt;Mata Air di Bayangan Bukit&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; (23 episode)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="new"&gt;Kembang Kecubung&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; (6 episode)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="new"&gt;Jejak di Balik Bukit&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; (40 episode)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="new"&gt;Tembang Tantangan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; (24 episode)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Unduh Kembang Kecubung :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jilid &lt;a href="http://bromo13.110mb.com/buku46/SH_Mintardja_-_Kembang_Kecubung_01.djvu"&gt;01&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://bromo13.110mb.com/buku46/SH_Mintardja_-_Kembang_Kecubung_02.djvu"&gt;02&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://bromo13.110mb.com/buku46/SH_Mintardja_-_Kembang_Kecubung_03.djvu"&gt;03&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://bromo13.110mb.com/buku46/SH_Mintardja_-_Kembang_Kecubung_04.djvu"&gt;04&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://bromo13.110mb.com/buku46/SH_Mintardja_-_Kembang_Kecubung_05.djvu"&gt;05&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://bromo13.110mb.com/buku46/SH_Mintardja_-_Kembang_Kecubung_06_%28Tamat%29.djvu"&gt;06 - Tamat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thx buat teman2 di Dimhad yang berkenan untuk share cersil&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-6979104566047994420?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/6979104566047994420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=6979104566047994420' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/6979104566047994420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/6979104566047994420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/01/kembang-kecubung-sh-mintardja.html' title='Kembang Kecubung - SH Mintardja'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S2GUET04CuI/AAAAAAAAEec/xyUiDcMEBNY/s72-c/kembang+kecubung+-+SH+Mintardja.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-5652729841142439654</id><published>2010-01-28T19:56:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:06:43.503+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel terjemahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lima Sekawan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='enid blyton. novel remaja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='si badung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel Enid Blyton'/><title type='text'>Novel Karya Enid Blyton</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S2GRPcOXwkI/AAAAAAAAEeM/lqpB-E-33Yg/s1600-h/enid+blyton.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 217px; height: 221px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S2GRPcOXwkI/AAAAAAAAEeM/lqpB-E-33Yg/s320/enid+blyton.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431782320046064194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Koleksi Novel Karya Enid Blyton&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Kirara/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Kirara/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;Enid Blyton (1897-1968) dijuluki sebagai Ratu Tukang Cerita. Dalam survei yang diadakan di sekolah-sekolah dasar dan menengah di Eropa, 80% anak-anak memilihnya sebagai pengarang favorit mereka. Enid Blyton yang lahir di Dulwich London, gemar membaca sejak kecil. Pada usia 18 tahun ia telah banyak menerbitkan puisi dan cerita pendeknya, namun bakat istimewanya sebagai pengarang cerita anak baru tampak setelah ia menjadi guru. Tahun 1922,buku pertamanya Child Whispers diterbitkan. Enid Blyton meninggal pada usia 81 tahun. Walaupun kini telah tiada, ia meninggalkan kenangan manis bagi seluruh anak di dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Download :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bromo13.110mb.com/buku33/Enid_Blyston_-_Petualangan_Di_Pulau_Suram_-_Dewi_KZ.pdf"&gt;Petualangan Di Pulau Suram &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dimhad13.110mb.com/buku40/EnidBlyton-08PetualanganDiSungaiAjaib.djvu"&gt;Petualangan Di Sungai Ajaib&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dimhad13.110mb.com/buku40/EnidBlyton-07PetualanganDiSirkusAsing.djvu"&gt;Petualangan Di Sirkus Asing&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/81354751/ea412aab/1999_Si_Badung_Jadi_Pahlawan__Anne_Digby__200x200_k80."&gt;Si Badung: Si Badung Jadi Pahlawan &lt;/a&gt;          &lt;br /&gt;&lt;a href="http://bromo13.110mb.com/buku37/LimaSekawan-21SirkusMisterius.djvu"&gt;Sirkus Misterius&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bromo13.110mb.com/buku37/LimaSekawan-17RahasiaLogamAjaib.djvu"&gt;Rahasia Logam Ajaib&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bromo13.110mb.com/buku37/LimaSekawan-19KarangSetan.djvu"&gt;Karang Setan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Dimhad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya Lainnya bisa diklik &lt;a style="font-weight: bold; font-style: italic;" href="http://kirara-shop.blogspot.com/2009/06/cd-novel-karya-enid-blyton.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-5652729841142439654?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/5652729841142439654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=5652729841142439654' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/5652729841142439654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/5652729841142439654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/01/novel-karya-enid-blyton.html' title='Novel Karya Enid Blyton'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S2GRPcOXwkI/AAAAAAAAEeM/lqpB-E-33Yg/s72-c/enid+blyton.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-1404093348342695260</id><published>2010-01-28T10:50:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:04:49.258+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nikah Pra Nikah'/><title type='text'>Curhat Pra Nikah : Harga sebuah Keperawanan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S2EJcgMjdNI/AAAAAAAAAcE/f3x2XxSdd5o/s1600-h/wanita2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S2EJcgMjdNI/AAAAAAAAAcE/f3x2XxSdd5o/s200/wanita2.jpg" width="195" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Seorang teman di FB bertanya tentang kegelisahannya seputar rencana pernikahannya. Ia menuliskan dalam messagenya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PERTANYAAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Assalamuallaikum ustadz,&lt;br /&gt;Mohon maaf sebelumnya, saya ingin memohon pendapat atas permasalahan saya yang baru saja muncul.&lt;br /&gt;Saya saat ini sedang berhubungan dengan seorang wanita di tempat kerja saya, dia adalah sosok wanita yang secara fisik sempurna.&lt;br /&gt;Dan memang pada awalnya saya niatkan utk secepatnya menikah dengannya untuk menghindari zinah dan fitnah.&lt;br /&gt;Tetapi kemarin, saya baru saja mengetahui darinya bahwa dia tidak lagi perawan. Memang terakhir dia berpacaran dengan seorang pria selama 9 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi hilang arah, entah apa yang harus saya lakukan. Bagaimanapun keperawanan adalah hal yang penting bagi saya.&lt;br /&gt;Dan memang, wanita itu sekarang menyesali atas apa yang telah dia lakukan dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa yang direncanakan Allah. Saya jg bukanlah seorang muslim yang selalu taat kepada-Nya. Tetapi saya selalu berusaha menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;Salah satu langkah saya adalah untuk sesegera mungkin menikah agar terhindar dari pergaulan bebas. Tetapi sekarang muncul keraguan dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih menyayanginya, tetapi saya selalu teringat akan dirinya yang sudah tidak lagi perawan.&lt;br /&gt;Jujur, saya jg munafik, banyak perbuatan mendekati zinah yang telah saya lakukan, tetapi tidak pernah mencapai mengambil keperawanan wanita yang menjadi pacar saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon pendapatnya atas hal ini, ustadz, saya tidak tahu harus bicara kepada siapa.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Terima kasih.Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JAWABAN :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa'alaikum salam warohmatullah. Anda bertanya tentang pentingnya arti keperawanan dalam sebuah pernikahan. Untuk menjawabnya, saya teringat dengan satu bahasan yang pernah saya tulis dalam buku Inspiring Romance, yaitu : " Sekalipun tidak ada Darah yang Menetes ". Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BAHKAN SEKALIPUN TAK ADA DARAH MENETES&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ada malam pertama yang seharusnya terindah dalam hidup berubah menjadi neraka dan ladang pembantaian harkat dan martabat suami istri. Sebab yang paling banyak adalah karena tak ada sedikitpun darah yang menetes dari kemaluan mempelai perempuan. Kesimpulan singkatnya, pengantin perempuan tidak perawan lagi dan bukan orang baik-baik. Pengantin pria pun merasa ditipu dan dikhianati. Akibatnya terkadang cerai ditempat. Ada pula yang berubah menjadi bom waktu yang setiap saat bisa meledak dalam kehidupan rumah tangga itu. Lebih jauh lagi, pernah terdengar ada yang sampai menyakiti dan membunuh istri di malam pertamanya, karena terlalu besar harapan dan kekecewan yang dijumpainya.Naudzubillahi min dzalik. Sungguh sebesar inikah arti setetes darah ?&lt;br /&gt;“Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran “ (QS An-Najm 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua hal ini bersumber dari satu hal : nilai agung keperawanan. Masyarakat timur masih tinggi menjunjung nilai ini. Seorang pengantin tidak perawan bagi mereka adalah aib besar keluarga. Di lain tempat, saya pernah membaca sebuah tradisi unik, saat pengantin pria membawa pasangannya ke kamar pengantin, berduyun-duyun serombongan orang menunggu tepat dihadapan pintu kamar tersebut. Sesaat setelahnya, pengantin pria keluar dengan membawa sehelai kain yang ada bercak darahnya lalu memperlihatkannya pada mereka yang menunggu di luar. Setelah melihat darah itu, mereka pun merasa puas dan bergembira. Merayakannya dengan pesta ‘keperawanan’ dan meninggalkan kamar pengantin dengan segera. Lihat, betapa tinggi sebuah keperawanan, hingga masyarakat pun ikut ambil bagian dalam proses penilaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun masyarakat barat, sebagian besar tak lagi menuntut keperawanan saat menikah. Itu tidak lagi menjadi sebuah hal yang agung. Para orang tua tidak lagi berpesan pada anak gadisnya saat keluar rumah untuk hati-hati dalam bergaul. Mereka cukup cerdas dan visioner dengan memberikan sejumlah kondom sebagai bekalnya diluar rumah. Asalkan tidak hamil, asalkan suka sama suka maka lelaki manapun sah-sah saja menikmati tubuh anak gadisnya. Naudzubillahi min dzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan kita ? Menjawab ini semua butuh hati bijak dan rasio mendalam. Permasalahannya tidak sekedar ada tidaknya darah yang keluar. Pandangan banyak orang terlalu cepat menyimpulkan bahwa tidak ada darah, berarti tidak perawan. Tidak perawan disimpulkan bukan gadis baik-baik. Apalagi jika tidak dikomunikasikan hal itu sebelumnya, sang suami menyimpulkan ada penipuan terencana, merasa dikhianati, kecewa, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya ada empat sikap dan pemahaman yang harus kita tahu, pahami, dan jalani dalam menyikapi berbagai permasalahan yang menyangkut ada tidaknya darah yang keluar di malam pertama. Namun sebelumnya, harus ada keinginan luhur untuk menjaga keindahan dan kemesraan malam pertama. Apapun yang terjadi. Bahkan sekalipun tak ada setetes darahpun yang keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;a. Intropeksi diri, Mengkaji Ulang cara memilih Anda.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman : “ Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula) dan wanita baik-baik untuk laki-laki baik, dan laki-laki baik-baik untuk wanita baik-baik(pula) “ (QS An-Nur : 26 )&lt;br /&gt;Ada sebuah isyarat yang diungkapkan ayat diatas, bahwa pada umumnya setiap orang mempunyai kecenderungan yang sama dengan pasangannya. Ini sama sekali terlepas dari pembahasan fikih bab syarat sekufu’ dalam memilih jodoh.Ini masalah kecenderungan yang berhubungan dengan hobbi, kebiasaan, karakter, kesukaan, teman dan lingkungan, dan sebagainya. Isyarat yang senada juga ada dalam hadits : “ Jiwa-jiwa itu bagaikan pasukan yang dibariskan, yang saling senang akan bertemu dan yang saling benci tidak akan bertemu “ ( HR Muslim (2638) dari Abu Hurairah ). Hadits tersebut adalah komentar Rasulullah saw, saat mendapati seorang wanita Mekkah yang gemar bercanda lalu hijrah ke Madinah dan bertemu akrab dengan wanita Madinah yang juga suka bercanda !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, pada umumnya karakter kita tidak akan jauh-jauh berbeda dengan pasangan kita. Saya beberapa kali mengomentari saat ada seorang ikhwah mengeluh tentang proses pernikahan aktifis dakwah yang berawal dari sebuah imel, chatting, atau bahkan sms, dan mengabaikan ‘jalur’ konsultatif dengan para murobbinya. Saya mengatakan padanya, dengan berlandaskan ayat di atas ; bahwa akhwat yang gemar chatting wajar jika mendapat ikhwan yang gemar chatting pula. Mereka yang suka berbalas sms wajar jika mendapat pasangan mereka yang suka berbalas sms juga. Ini artinya apa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks tidak ada darah pada malam pertama, sungguh ini adalah sebuah konsekuensi dari pilihan kita jauh-jauh hari sebelumnya. Ketika kita berproses, ada jeda yang cukup untuk menimbang ulang dan mencari data tambahan sebagai bahan pertimbangan. Kita pun sadar sepenuhnya, bahwa prioritas kriteria pasangan kita adalah agamanya bukan ? Terlebih, setelah pilihan itu terlegitimasi secara penuh dengan keyakinan kita usai sholat istikhoroh. Kemudian setelah semua fase dan pertimbangan kita lampui, hati kita teguh menyatakan bahwa dia pilihan kita, maka sesungguhnya pada saat yang sama kita telah berikrar untuk siap konsekuen, menerima, dan bertanggung jawab atas hal-hal yang kita temui pada pasangan kita di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit mereka yang mengetahui persis bagaimana keadaan pasangannya jauh sebelum mereka menikah. Dari yang terkenal playboy gonta-ganti pacar, mantan pemakai narkoba, generasi hura-hura, hingga mereka yang alim, santun, dan mengenal dakwah sejak masih berpakaian OSIS. Bukankah semua itu telah menjadi pertimbangan jauh-jauh hari sebelum akad ditunaikan ? Maka pertanyaan selanjutnya adalah : Setelah semua pertimbangan dan keyakinan kita bahwa pilihan kita tidaklah salah, baik dari segi aqidah, akhlak, ibadah, kepribadian, dan pemahaman agamanya, maka apalah artinya ada tidaknya setetes darah di malam pengantin ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;b. Mengetahui Sejarah Darah, Tidak lekas berburuk sangka&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman : Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain (QS Al-Hujurat : 12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak mudah membiaskan prasangka buruk menjadi sebuah permakluman. Sementara banyak orang menyatakan bahwa tidak ada darah, berarti istri kita mempunyai masa lalu yang kelam. Naudzubillah. Untuk menghindari segala persangkaan yang tak perlu, apalagi jika berakibat kontak fisik hingga perceraian, ada baiknya kita mengetahui ‘sejarah’ ada tidaknya darah di malam pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah munculnya darah tersebut adalah robeknya hymen (selaput dara), yaitu kulit tipis yang terletak menutupi sebagian besar muara / mulut vagina. Bentuknya setengah lingkaran dan ada lubang kecil untuk mengalirkan darah haidh dan sekresi. Kebanyakan hymen ini memang robek dan berdarah saat terjadi persenggamaan perdana, entah di malam pertama atau malam-malam sebelumnya, dalam kasus perzinaaan atau perkosaan misalnya.Namun tidak menutup kemungkinan tidak ada darah sedikitpun yang keluar saat senggama, karena disebabkan kondisi selaput dara yang beragam. Ada selaput dara yang elastis atau lentur sehingga tidak robek saat senggama ; Ada selaput dara yang berlobang besar hingga tidak robek saat dilalui oleh penis; Ada pula yang memang sudah robek saat kecil karena kecelakaan atau berolahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, begitu banyak kemungkinan yang seharusnya bisa menghindarkan kita dari rasa was-was dan curiga karena tidak ada darah di malam pertama. Ketika kita tahu persis siapa pasangan kita dan bagaimana sebagian sejarah hidupnya, maka adalah tidak layak jika tiba-tiba kita berbalik 180 derajat dan menuduhnya yang bukan-bukan, hanya saat kita melihat tak ada darah di malam pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ingin sekedar melihat darah di malam pertama, maka kedokteran modern saat ini telah menemukan operasi untuk membuat selaput dara palsu. Sehingga mantan (maaf) pelacur sekalipun akan terlihat bak gadis perawan saat malam pertama pernikahannya. Anda mau yang seperti itu ? Naudzubillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;c. Taubat : Anti Virus Masa Lalu yang paling canggih&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sekalipun ada bibir mungil yang menangis penuh iba malam itu. Menyatakan bahwa ada kejadian kelam di masa lalu telah merenggut keperawanannya. Sang suami pun tidak bisa serta merta memvonisnya dengan cerai, atau ‘sekedar’ menghujaninya dengan kalimat-kalimat yang membantai. Bisa jadi kejadian kelam itu adalah perkosaan dengan segala modus operandinya. Bisa jadi pula memang atas dasar suka sama suka, saat hati belum sepenuhnya sadar akan sebuah dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kasus pertama, maka sungguh mulia dan sungguh besar jiwa Anda jika mampu memakluminya. Andalah ‘sang dewa penolong’ yang diharapkan meneguhkan hati dan perasaannya yang gundah selama ini. Mungkin juga ia memilih Anda karena yakin bahwa Anda adalah seorang bijak yang berhati mulia. Benar-benar sebuah ‘pakaian’ yang berfungsi untuk menutupi, melindungi dan menghangati. Insya Allah semua berpahala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika atas dasar suka sama suka, maka pastikan dan yakinilah bahwa hanya taubat yang tersisa pada dirinya. Tidak ada cinta dan gairah masa kelam yang masih ada. Hanya taubat dan sungguh taubat nasukha itu menghapuskan setiap kejahatan betapapun besarnya. Tidak sekali-sekali kita meremehkan sebuah taubat yang sungguh-sungguh ketulusannya. Ingat saja kemarahan Rasulullah saw saat Khalid bin Walid mencerca wanita Ghamidiyah yang tengah dirajam karena berzina. Rasulullah saw menyatakan : “ Tenanglah wahai Khalid. Demi jiwaku yang berada di dalam genggaman-Nya, sesungguhnya perempuan ini telah bertobat dengan tobat yang apabila dilakukan oleh seorang penarik pajak secara kejam, niscaya dia akan diampuni “ ( HR Muslim V/120 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain wakru, masih pada kasus perzinaan, kali ini dilakukan oleh seorang wanita Juhainah. Setelah tewas dirajam, Rasulullah saw pun menyalati wanita tersebut, hingga Umar bin Khattab ra heran dan bertanya : “Apakah engkau menyalatinya ya Nabiyyullah. Padahal dia telah berbuat zina ? “. Nabi saw menjawab, “ Sesungguhnya dia telah bertobat dengan sungguh-sungguh. Seandainya tobat wanita ini dibagi-bagikan kepada tujuh puluh orang penduduk Madinah, maka hal itu masih cukup “ ( HR Muslim V/120)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian agungnya sebuah taubat di sisi Allah, namun di sisi seorang laki-laki terkadang lain kesannya. Sungguh berat menerima hal ini. Sebagai laki-laki ada gengsi yang tinggi ketika menerima kenyataan istrinya pernah berbuat keji dengan laki-laki lain. Jangankan keperawanan fisik yang telah direnggut, sebagian laki-laki ada pula yang tidak mau menerima istri yang pernah mencintai orang lain. Salah satu contoh tipe laki-laki tersebut adalah As-Syahid Sayyid Quthb. Beliau menolak menikahi seorang wanita yang lama dicintainya secara tulus, hanya karena wanita tersebut pernah berkenalan dan dipinang oleh laki-laki lain. Keperawanan hati, demikian beliau mengistilahkannya dalam karya sastra romantis yang bertutur tentang kisah nyata cinta sejatinya, jauh sebelum mengenal dunia dakwah dan pergerakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, semua telah terjadi. Pastikan bahwa tidak ada lagi cinta jahiliyah yang terpendam. Pastikan bahwa hanya taubat yang tersisa. Kemudian berusahalah untuk menerima istri Anda apa adanya. Membimbingnya dengan sepenuh keyakinan, bahwa taubat adalah software anti virus masa lalu yang paling canggih dan selalu up to date.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika belum mampu, maka tunggulah sejenak barang sepekan dua pekan. Tak perlu ada banyak perdebatan atau pertengkaran fisik terjadi. Hingga kita yakin sepenuhnya bahwa tidak ada emosi dan nafsu yang berbicara. Keputusan yang terbaik dan barakah, insya Allah kan menjelang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;d. Meneguhkan bukan Meruntuhkan Mesra&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ada kalanya tak ada darah di malam pertama, dan sang istri pun tak tau apa sebabnya. Namun yang berkecamuk hebat dalam pikirannya, sang suami meragukan keperawanannya. Maka hatinya pun serasa hancur terjerembab. Percaya diri yang sedari tadi ditatanya runtuh tak terkira. Tiba-tiba wanita tersebut menjadi sang tertuduh. Ia sangat heran mengapa tak ada sedikitpun darah yang menetes. Padahal kondisinya serupa persis dengan apa yang dikatakan Maryam as kepada Jibril As : Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku, dan aku bukan (pula) seorang pezina “ ( QS Maryam 20 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang ini menjadi hal yang begitu mengerikan bagi para wanita. Mereka yang sejak lama menunggu malam pengantin untuk mempersembahkan darah perawannya pada sang suami tercinta, tiba-tiba harapan mulia ini pupus begitu saja. Tidak ada darah yang keluar, dan ia merasa wajah suaminya berubah begitu menyeramkan. Hatinya menangis teriris-iris dan berkata-kata lirih, sebagaimana kondisi Maryam saat merasa takut akan tuduhan kaumnya : “ Aduhai, alangkah baiknya jika aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti dan terlupakan (oleh manusia) “ (QS Maryam 23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai para suami, jika menemukan kondisi seperti ini, saatnya untuk meneguhkan mesra. Bukan meruntuhkannya. Saat ini sangat menentukan baginya. Ada kata-kata bijak yang ditunggunya dari Anda. Katakan sejujurnya, bahwa setetes darah bukanlah hal yang besar bagi Anda. Katakan pula, bahwa banyak hal dan kondisi yang mungkin menyebabkan tidak tumpahnya darah sama sekali. Katakan apa saja yang meninggikan hatinya, hingga rasa percaya dirinya tumbuh kembali. Hingga ia merasa bahwa Anda sama sekali tak terpengaruh dengan peristiwa aneh yang baru saja terjadi. Saatnya meneguhkan mesra, bukan meruntuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika saya usul, katakan saja kepada istri Anda saat ia tengah bersedih dengan kenyataan unik tersebut : " Dinda, kok nggak ada darah yang keluar ya... kita coba lagi yuk ! ".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-1404093348342695260?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/1404093348342695260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=1404093348342695260' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/1404093348342695260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/1404093348342695260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/01/curhat-pra-nikah-harga-sebuah.html' title='Curhat Pra Nikah : Harga sebuah Keperawanan'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S2EJcgMjdNI/AAAAAAAAAcE/f3x2XxSdd5o/s72-c/wanita2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-2946327492335428975</id><published>2010-01-24T11:34:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:06:43.515+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menghias kue ulang tahun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wedding cake'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hobby'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni kuliner'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mempercantik tampilan kue'/><title type='text'>Panduan Menghias Kue dan Roti</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Kirara/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Kirara/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-2.jpg" alt="" /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Panduan Menghias dan Mempercantik&lt;br /&gt;Roti dan Kue&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Wow, lihatlah betapa cantik  dan menariknya tampilan kue dan roti dibawah ini .  Ternyata  seni menghias  atau memberikan keindahan pada sebuah  roti atau kue merupakan sebuah seni kuliner yang amat menarik.  Kalau tahu rahasianya, ternyata  gampang juga lho !&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S1vHmO2l_iI/AAAAAAAAEck/RlCTHkXXlwk/s1600-h/Roti+gulung.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 256px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S1vHmO2l_iI/AAAAAAAAEck/RlCTHkXXlwk/s320/Roti+gulung.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5430153235361300002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S1vHliaUfXI/AAAAAAAAEcc/qbNNr2deETU/s1600-h/I+Love+You+Cake.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 256px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S1vHliaUfXI/AAAAAAAAEcc/qbNNr2deETU/s320/I+Love+You+Cake.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5430153223431552370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S1u-66b8TvI/AAAAAAAAEb0/rZXCFd6xZIU/s1600-h/wedding+cake.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 298px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S1u-66b8TvI/AAAAAAAAEb0/rZXCFd6xZIU/s320/wedding+cake.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5430143695053410034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S1u-57RVuuI/AAAAAAAAEbk/j1JfxYgMbpA/s1600-h/kue+ulang+tahun.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 298px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S1u-57RVuuI/AAAAAAAAEbk/j1JfxYgMbpA/s320/kue+ulang+tahun.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5430143678097504994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kali ini aku sediakan beberapa ebook yang moga-moga bisa dijadikan panduan buat mereka yang ingin belajar menghias dan mempercantik beragam kue dan roti mulai dari kue ulang tahun, wedding cake dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Unduh :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/120802837/7cbb6e10/_2__Fabulous_Cake_Decoration.html"&gt;Fabolous Cake Decoration&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/120796043/49a02a85/4_H_-_Cake_Decorating.html"&gt;Cake Decorating&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/8299093/WiltonCourse2Flowersandmore.rar"&gt;Wilton Course Cake Decoration Flower&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/8299092/WiltonCourse3Fondantandtieredcakes.rar"&gt;Wilton Course Fondant and Tiered Cake&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat yang pengin serius belajar, aku sudah sediakan koleksi paket ebook dan video tutorialnya. Klik saja &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://kirara-shop.blogspot.com/2010/01/cake-decoration-panduan-mempercantik.html"&gt;www.kirara-shop.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-2946327492335428975?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/2946327492335428975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=2946327492335428975' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/2946327492335428975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/2946327492335428975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/01/panduan-menghias-kue-dan-roti.html' title='Panduan Menghias Kue dan Roti'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S1vHmO2l_iI/AAAAAAAAEck/RlCTHkXXlwk/s72-c/Roti+gulung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-5159368658756319036</id><published>2010-01-22T14:34:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:06:43.530+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sepakbola'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Michael owen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tehnik bermain sepakbola'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sepak bola'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='olahraga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='video tutorial'/><title type='text'>Michael Owen's Soccer - Tehnik Bermain Sepakbola</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S1lVYwClykI/AAAAAAAAEZc/ReCiEJWXZ8M/s1600-h/Michael+Owen%27s+Soccer+Skills.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 139px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S1lVYwClykI/AAAAAAAAEZc/ReCiEJWXZ8M/s200/Michael+Owen%27s+Soccer+Skills.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429464709472832066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Video Tutorial &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Panduan Bermain Sepak Bola ala Michael Owen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang menyukai sepak bola! Tetapi masalah bagi sebagian besar dari mereka adalah bahwa rata-rata tidak memilikki skill bermain sepak bola yang baik.&lt;br /&gt;Dalam Video tutorial Michael Owen's Soccer Skills ini Michael Owen salah satu bintang Sepakbola Inggris menjabarkan tehnik-tehnik bermain sepak  bola yang lengkap. Dalam film ini,  Owen mengajarkan kepada kita berbagai aspek dari permainan sepak bola yang indah.&lt;br /&gt;Dimulai dari hal yang sangat dasar-dasar hingga tingkat lanjut seperti volleying, dll. Semoga bisa menambah dan meningkatkan skill sepakbola kita semua !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Download Part&lt;/span&gt; : &lt;a href="http://rapidshare.com/files/135075426/keosoft90-Micha3l.0wen.F00t.Skills_dasofts.part1.rar"&gt;01,&lt;/a&gt; &lt;a href="http://rapidshare.com/files/135076794/keosoft90-Micha3l.0wen.F00t.Skills_dasofts.part2.rar"&gt;02&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://rapidshare.com/files/135081635/keosoft90-Micha3l.0wen.F00t.Skills_dasofts.part3.rar"&gt;03&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://rapidshare.com/files/135082921/keosoft90-Micha3l.0wen.F00t.Skills_dasofts.part4.rar"&gt;04&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://rapidshare.com/files/135084111/keosoft90-Micha3l.0wen.F00t.Skills_dasofts.part5.rar"&gt;05&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://rapidshare.com/files/135085096/keosoft90-Micha3l.0wen.F00t.Skills_dasofts.part6.rar"&gt;06&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://rapidshare.com/files/135085817/keosoft90-Micha3l.0wen.F00t.Skills_dasofts.part7.rar"&gt;07&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-5159368658756319036?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/5159368658756319036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=5159368658756319036' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/5159368658756319036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/5159368658756319036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/01/michael-owen-soccer-tehnik-bermain.html' title='Michael Owen&amp;#39;s Soccer - Tehnik Bermain Sepakbola'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S1lVYwClykI/AAAAAAAAEZc/ReCiEJWXZ8M/s72-c/Michael+Owen%27s+Soccer+Skills.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-4440911109556150238</id><published>2010-01-20T05:16:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:04:49.279+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi Motivasi'/><title type='text'>Meningkatkan Performance Aktifis Dakwah</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S1YvBKq_UJI/AAAAAAAAAb8/V6T-O8FZya4/s1600-h/pandu.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S1YvBKq_UJI/AAAAAAAAAb8/V6T-O8FZya4/s320/pandu.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;Islam meminta kita bersikap tawadhuk bukan berarti memposisikan diri untuk siap ditindas, ditekan dan dilecehkan.&amp;nbsp; Islam bahkan menjelaskan hakikat kemuliaan itu terpatri begitu jelas dalam diri setiap orang beriman. Lupakan saja aura kekalahan dan kesedihan yang menghambat masa depan kita dan kejayaan Islam. Janji kemenangan dalam Al-Quran seharusnya kita sambut dengan memproduksi adrenalin optimisme yang luar biasa dalam darah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ &lt;i&gt;Mereka berkata: "Sesungguhnya jika kita Telah kembali ke Madinah , benar-benar orang yang Kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari padanya." padahal kekuatan/kemuliaan itu hanyalah bagi Allah, bagi rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada Mengetahui “&lt;/i&gt; &lt;b&gt;( QS Munafiqun 8)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“ Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman &lt;/i&gt;“ (&lt;b&gt;QS ali Imron 179)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Dialah yang Telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai &lt;/i&gt;“ &lt;b&gt;( QS Taubah 33)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam telah memberikan begitu banyak suggesti bagi kita untuk selalu optimis dan bersikap menjadi pemenang dalam setiap kesempatan. Karenanya, selayaknya bagi aktifis untuk menunjukkan kekuatan itu, agar dia dan misi kemenangannya benar-benar menggetarkan dan diperhitungkan baik lawan maupun kawan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak layak bagi aktifis untuk mencitrakan diri menjadi seorang yang sholeh dengan modal pakaian taqwa saja ! Kurang sempurna rasanya dianggap menjadi solusi perubahan umat jika hanya terlihat mondar-mandir di masjid saja. Bahkan seorang Umar Al-Faaruq pernah memarahi sahabatnya yang merekomendasikan seseorang untuk mengisi sebuah jabatan hanya karena pernah melihatnya begitu khusyuk beribadah di masjid ! Sungguh belum teruji kualitas seorang aktifis jika hanya diukur dengan sisi ibadahnya saja. Bahkan, seorang ahlu ibadah pun tidak selalu identik dengan kelemahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profil Umar bin Khottob barangkali bisa membuka mata kita lebih jelas. Dalam banyak kitab sejarah disebutkan, di antaranya Al-Kamil fit TarikhI. Seorang wanita bernama Syifaa binti Abdullah bercerita, suatu ketika ia melihat sekelompok pemuda berjalan dengan lambat, saling berbicara dengan ucapan yang lirih dan perlahan, mereka pun makan dengan porsi yang sangat sedikit. Melihat hal tersebut, Syifa bertanya : “ Siapa sih mereka itu ? “. Maka ada yang menjawab : “ mereka adalah para ahlu ibadah … “.&amp;nbsp; Lalu Syifa -dengan menyimpan geram- mengatakan : “ Demi Allah , adalah Umar bin Khottob .. seorang yang saat berbicara begitu lantang, ketika berjalan pun dengan cepat, ketika memukul begitu keras, bahkan saat makan pun ia makan dengan kenyang, dan ia benar-benar seorang ahli ibadah ! “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah ! Lihatlah bagaimana sosok Umar memberikan gambaran bagi kita hakikat performance dai yang sesungguhnya. Ia bukanlah sosok lamban, pelan dengan alasan kekhusuyukan dan kesabaran. Ia bukanlah sosok halus dengan alasan sebagai ahlu ibadah. Tetapi performance dai adalah yang mampu menggetarkan baik kawan maupun lawan. Lantang dalam berbicara, cepat dalam bertindak, keras dalam memukul, bahkan -jika perlu – saat makan pun ia selalu menjadi unggulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat pula contoh nyata lainnya dari sosok Abu Dujana. Menjelang perang Uhud Rasulullah mengadakan briefing untuk menyemangati pasukannya. Beliau mengambil sebilah pedang sambil bersabda, "Siapa yang akan memegang pedang ini untuk disesuaikan dengan tugasnya?"&lt;br /&gt;Beberapa orang tampil, namun pedang itu tidak pula diberikan kepada mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, Abu Dujana tampil begitu percaya diri seraya berkata, "Apa tugasnya, ya Rasulullah?" "Tugasnya ialah menghantamkan pedang kepada musuh sampai ia bengkok," jawab Rasulullah SAW.&amp;nbsp; Abu Dujanapun terpilih membawa pedang simbol kemenangan itu, ia segeramengenakan pita (kain) merah di kepalanya.&amp;nbsp; Semua sahabat paham sepenuhnya, apabila Abu Dujana sudah mengikatkan pita merahnya itu, maka itu adalah pertanda bahwa ia siap bertempur hingga ajal menjelang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Dujana mengambil pedang dari Rasulullah, mengikatkan kain merah di kepala, lalu berjalan dengan lagak yang begitu sombong, bak petinju tak terkalahkan yang memasuki ring tinju.&amp;nbsp; Bahkan Rasulullah SAW pun ikut mengomentari cara abu Dujana berjalan dengan mengatakan : “ Sungguh cara berjalan seperti ini sangat dibenci Allah, kecuali dalam kondisi perang seperti saat ini" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, jika Anda masih berkutat bahwa bayangan seorang aktifis dakwah adalah mereka yang harus senantiasa berwajah teduh, berdahi hitam, berjalan dengan pandangan menunduk-nunduk, lalu mengayunkan langkah kaki dengan tenang ( baca :gontai) sebagai bukti kekhusyukan …., maka untuk sementara lupakan saja bayangan semu itu. Hari ini kita harus menunjukkan kekuatan dan kesiapan kita untuk memberikan solusi dalam setiap permasalahan bangsa. Hari-hari ini kita harus mampu menggetarkan hati orang-orang yang sebelumnya selalu angkuh memandang rendah pada diri setiap kita.&amp;nbsp; Semoga kita mampu mewujudkannya !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-4440911109556150238?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/4440911109556150238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=4440911109556150238' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/4440911109556150238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/4440911109556150238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/01/meningkatkan-performance-aktifis-dakwah.html' title='Meningkatkan Performance Aktifis Dakwah'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S1YvBKq_UJI/AAAAAAAAAb8/V6T-O8FZya4/s72-c/pandu.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-5634852574075489162</id><published>2010-01-16T15:02:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:06:43.543+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lord of the jungle'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita komik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarzan si raja rimba'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komik tarzan'/><title type='text'>Komik Tarzan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komik Tarzan - Lord of The Jungle&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat yang pengin nostalgia ini ada kumpulan komik Tarzan. langsung download saja ya.&lt;br /&gt;Ada sekitar dua puluhan komik, lumayan buat hiburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S1FzD3LZjZI/AAAAAAAAESE/LRZpR31xTgw/s1600-h/tarzan-annual01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 135px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S1FzD3LZjZI/AAAAAAAAESE/LRZpR31xTgw/s200/tarzan-annual01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427245536146722194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S1FzEQkuhPI/AAAAAAAAESU/0INlzH4o2x8/s1600-h/tarzan-annual03.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 135px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S1FzEQkuhPI/AAAAAAAAESU/0INlzH4o2x8/s200/tarzan-annual03.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427245542963840242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Komik terbitan Marvel ini berkisah tentang seorang bayi yang tertinggal didalam hutan. Sang bayi ini kemudian diasuh oleh induk kera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengin baca lebih lanjut ?&lt;br /&gt;Download saja ya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rapidshare.com/files/134219072/tarzan1a.rar.html"&gt;Koleksi Tarzan I&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rapidshare.com/files/134222694/tarzan1b.rar.html"&gt;Koleksi Tarzan II&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rapidshare.com/files/134224189/tarzan1c.rar.html"&gt;Koleksi Tarzan III&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-5634852574075489162?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/5634852574075489162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=5634852574075489162' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/5634852574075489162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/5634852574075489162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/01/komik-tarzan.html' title='Komik Tarzan'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S1FzD3LZjZI/AAAAAAAAESE/LRZpR31xTgw/s72-c/tarzan-annual01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-6084334256498728785</id><published>2010-01-16T14:18:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:06:43.560+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biografi gus dur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nahdlatul Ulama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='abdurrahman addakhil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gus dur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masakan asli nusantara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='abdurahman wahid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><title type='text'>Tentang Gus Dur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S1FtAzxKfsI/AAAAAAAAER8/CyzoKzIJQU4/s1600-h/gusdur-senyum1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 185px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S1FtAzxKfsI/AAAAAAAAER8/CyzoKzIJQU4/s200/gusdur-senyum1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427238886622002882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Biografi Gus Dur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Abdurrahman "Addakhil", demikian nama lengkapnya. Secara leksikal, "Addakhil" berarti "Sang Penakluk", sebuah nama yang diambil Wahid Hasyim, orang tuanya, dari seorang perintis Dinasti Umayyah yang telah menancapkan tonggak kejayaan Islam di Spanyol. Belakangan kata "Addakhil" tidak cukup dikenal dan diganti nama "Wahid", Abdurrahman Wahid, dan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur. "Gus" adalah panggilan kehormatan khas pesantren kepada seorang anak kiai yang berati "abang" atau "mas".&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari awalnya kelahirannya Gus Dur memang diciptakan untuk berbeda. Bagi sebagian orang, terutama tipe pekerja keras dan disiplin Gus Dur adalah contoh paling valid bahwa dunia tidak berputar linear. &lt;em&gt;Life is not fair&lt;/em&gt; begitu kata orang. Pada masa belia saat orang-orang seusianya belajar menghapal aturan-aturan fiqh yang baku ia malah asik melahap buku-buku yang oleh sebagian orang diharamkan untuk dibaca. Saat berada diluar negeri dengan ijin kuliah, waktunya malah lebih banyak dihabiskan diwarung kopi, kongkow dengan orang-orang &lt;em&gt;underground &lt;/em&gt;musuh penguasa. Saat Sebagian ulama kerepotan membimbing umat, Gus Dur memilih menjadi komentator sepakbola dan film. Soeharto pernah disebutnya sebagai satu-satunya musuh, tapi pada saat yang sama dia menyatakan Tutut adalah calon pemimpin masa depan. Saat sebagian orang masih merinding mendengar kata ’PKI’ Gus Dur merehabilitasi orang-orang yang diduga terlibat Gestapu. Saat orang-orang Cina banyak dimusuhi, Gus Dur mengaku menjadi Bapak angkat mereka. Saat Inul dicaci maki, Gus Dur bilang goyang &lt;em&gt;ngebor&lt;/em&gt; bukan masalah yang perlu diributkan. Dari sini bisa ditarik kesimpulan, jika anda dimusuhi orang banyak berlindunglah kepada Gus Dur.&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Paradoks, kontradiksi, kejanggalan dan inkonsistensi adalah nama tengah Gus Dur dan itu mengantarkannya menjadi Presiden! Sebuah prestasi yang tidak bisa dihapus sejarah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;Nah buat yang mengidolakan Gus Dur kebetulan aku ada ebook biografi dan Suara Gus Dur waktu Munajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Download :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/8033841/BIOGRAFIGUSDUR.pdf"&gt;Biografi Gus Dur&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/8033840/GusDur-Munajat.mp3"&gt;Munajat (MP3)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-6084334256498728785?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/6084334256498728785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=6084334256498728785' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/6084334256498728785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/6084334256498728785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/01/tentang-gus-dur.html' title='Tentang Gus Dur'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/S1FtAzxKfsI/AAAAAAAAER8/CyzoKzIJQU4/s72-c/gusdur-senyum1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-7995172620559493818</id><published>2010-01-14T18:56:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:04:49.295+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download Area'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Studi Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='modul kuliah'/><title type='text'>PPT Materi Kuliah Ushul Fiqh Pesantren Al-Es'aaf</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S08F7dPI1TI/AAAAAAAAAb0/qjL1jL28SOc/s1600-h/kitab-al-umm-imam-syafii.thumbnail.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S08F7dPI1TI/AAAAAAAAAb0/qjL1jL28SOc/s320/kitab-al-umm-imam-syafii.thumbnail.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Alhamdulillah, tanpa terasa satu semester hampir berlalu, setelah diberikan amanah untuk mengampu mata kuliah Ushul Fiqh untuk mahasiswa semester tiga Pesantren Al=Es'aaf ( STIE Swastamandiri) Surakarta. Cukup berat bagi kami untuk bisa meringkas bahasan ushul fiqh yang luas dan beragam, menjadi beberapa materi pertemuan saja dalam kelas. Apalagi mata kuliah Ushul Fiqh hanya diberikan pada mahasiswa semester tiga saja, jadi memang yang kami sajikan hanyalah paket hemat, singkat dan padat. Karenanya setiap pertemuan selalu saya sempatkan untuk meringkaskan apa yang tertuang dalam Kitab Ilmu Ushul Fiqh Abdul Wahhab Kholaf menjadi sebuah presentasi sederhana berbahasa arab dan sedikit terjemahan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, presentasi yang kami sajikan hanyalah sebuah sarana untuk mempermudah dan memfokuskan bahasan. Tetapi perlu dicatat, ia bukanlah referensi ushul fiqh atau ringkasan ushul fiqh, karena masih banyak bahasan yang belum tertuang dalam presentasi tersebut, misalnya tentang " dalalatul alfadzh" dan yang sejenisnya. Karenanya, harapan kami dalam mengupload presentasi ini , yang pertama untuk memudahkan mahasiswa dalam persiapan menghadapi ujian akhir semester, dan yang kedua untuk pembaca dan sahabat blogger lainnya yang tertarik untuk sedikit melihat dan melirik bahasan usul fiqh dalam bentuk yang sederhana. Mohon maaf, karena keterbatasan waktu yang ada, kami belum bisa menerjemahkannnya dalam bahasa Indonesia secara keseluruhan. Smoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan klik link-link di bawah ini untuk download :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=http://www.4shared.com/file/131588911/2fa270c1/Pertemuan_1_-_Pengantar_Ushul_Fiqh.html”&gt; Pertemuan 1 – Pengantar Ushul Fiqh&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=http://www.4shared.com/file/131588912/b6ab217b/Pertemuan_2_-_Sejarah__Aliran_Ushul_Fiqh.html”&gt;Pertemuan 2 – Sejarah dan Aliran Ushul Fiqh&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=http://www.4shared.com/file/138437244/5f9d28db/Pertemuan_3_-_Dalil2_Syari_-_Al_Quran.html&gt;Pertemuan 3 – Dalil-dalil Syar’i&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=http://www.4shared.com/file/140967442/ff272a8c/Pertemuan_4_-_Sunnah.html&gt;Pertemuan 4 – Dalil Sunnah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=http://www.4shared.com/file/142588246/fbc9ed42/Pertemuan_5_-_Dalil_Ijmak.html&gt; Pertemuan 5 – Dalil Ijmak&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=http://www.4shared.com/file/196693261/5424f7be/Pertemuan_6_-_Dalil_Qiyas.html&gt;Pertemuan 6 – Dalil Qiyas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=http://www.4shared.com/file/196693444/12f51d01/Pertemuan_7_-_Dalil_yang_diper.html&gt;Pertemuan 7 – Dalil yang diperselisihkan 1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=http://www.4shared.com/file/196693723/d88d917d/Pertemuan_8_-_Dalil_yang_diper.html&gt;Pertemuan 8 – Dalil yang diperselisihkan 2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=http://www.4shared.com/file/196693912/8e39df22/Pertemuan_9_-_Pembahasan_Hukum.html&gt;Pertemuan 9- Pembahasan Hukum Syar’i&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=http://www.4shared.com/file/196694055/e6378cb3/Pertemuan_10_-_Pembahasan_Huku.html&gt;Pertemuan 10 – Pembahasan Hukum Syar’I kedua&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=http://www.4shared.com/file/196694173/3ca02133/Pertemuan_11_-_Pembahasan_Huku.html&gt;Pertemuan 11 – Pembahasan Hukum Ketiga&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=http://www.4shared.com/file/196694370/a62da4e7/Pertemuan_12_-_Maqoshid_Syaria.html&gt;Pertemuan 12 – Maqoshid Syariah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=http://www.4shared.com/file/196693056/e2e9e5b0/Pertemuan_13__14_-_Permasalaha.html&gt;Pertemuan 13 – Permasalahan Ijtihad&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk download kitab Ushul Fiqh Abdul Wahab Kholaf &lt;a href=http://www.4shared.com/file/196710332/58010ffc/ushul-fiqih-abdul-wahab-khalaf.html&gt;KLIK DISINI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-7995172620559493818?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/7995172620559493818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=7995172620559493818' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/7995172620559493818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/7995172620559493818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/01/ppt-materi-kuliah-ushul-fiqh-pesantren.html' title='PPT Materi Kuliah Ushul Fiqh Pesantren Al-Es&amp;#39;aaf'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S08F7dPI1TI/AAAAAAAAAb0/qjL1jL28SOc/s72-c/kitab-al-umm-imam-syafii.thumbnail.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-2828392021597067585</id><published>2010-01-08T11:31:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:13:08.261+07:00</updated><title type='text'>Studi Gerakan Pembaruan Sayyid Ahmad Khan</title><content type='html'>Gerakan pembaruan Aligarh yang muncul pada akhir abad ke-19 di Anak Benua India adalah refleksi gambaran masyarakat negara bagian Uttar Pradesh (UP) khususnya, dan Muslim India pada umumnya. Gerakan ini terlihat penting karena gerakan ini berpengaruh pada kehidupan agama, sosial, dan politik masyarakat Muslim di Anak Benua India, dan pengaruhnya terasa hingga abad ke-20 di kemudian hari. Pengaruh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-2828392021597067585?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/2828392021597067585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=2828392021597067585' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/2828392021597067585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/2828392021597067585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/01/studi-gerakan-pembaruan-sayyid-ahmad.html' title='Studi Gerakan Pembaruan Sayyid Ahmad Khan'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-7565671919126681420</id><published>2010-01-07T18:26:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:04:49.312+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mahasiswa Pemuda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nikah Pra Nikah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Selamat Tinggal Keraguan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S0XEtdHW3JI/AAAAAAAAAbs/jPcEscPMyYU/s1600-h/muslim-wedding_64.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S0XEtdHW3JI/AAAAAAAAAbs/jPcEscPMyYU/s200/muslim-wedding_64.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Rini Cahyani, nama yang telah menggetarkan seluruh persendianku. Delapan bulan yang lalu. Tepatnya setelah dua bulan dari kelulusanku dari jurusan Teknik Industri kampus UI Depok.&lt;br /&gt;Nama itu muncul di bagian paling atas dua lembar kertas yang disodorkan Ustad Madani&amp;nbsp; padaku. Sebuah nama yang masih asing bagiku. Namun justru itulah yang membuat jantung ini berdebar lebih cepat. Wajahkupun tak malu mengeluarkan rona merah-birunya. Aku penasaran ? Jelas !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi untunglah ustad dapat menangkap gelombang penasaran dalam raut mukaku. Setelah sempat terdengar batuk-batuk ringan, beliau mulai mengeluarkan suara khasnya.&lt;br /&gt;" Gimana akhi, sudah antum baca semua biodatanya khan ..?"&lt;br /&gt;Aku tak langsung menjawab. Semua butuh kehati-hatian. Setiap kalimat yang meluncur dari lisanku saat ini, dapat mengubah jalan hidupku di masa mendatang. Tetapi ustad Madani masih terus menebak-nebak alur pikiranku,&lt;br /&gt;"Apakah beliau tidak memenuhi kriteria yang antum tuliskan ? "&lt;br /&gt;" Bukan begitu ustad, tapi… ",. Sekali lagi aku harus berpikir keras.&lt;br /&gt;" Toyyib, antum baca deh terlebih dahulu. Tapi jangan lupa teh dan gorengannya jangan dicuekin ya .. "&lt;br /&gt;" Kalau yang itu… nggak usah ditawarin. Insya Allah kita habiskan&amp;nbsp; Ustad…."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustad tersenyum renyah meninggalkan aku dalam bingung. Bukan sekedar bingung. Ada getaran aneh tapi agung dalam kebingunganku. Sementara dua lembar kertas di tanganku malah semakin angkuh. Mencoba menari-nari dalam hatiku.&lt;br /&gt;Masalah tidak memenuhi kriteriaku ? Ah, sebenarnya itupun bukan sesuatu yang kaku bagiku. Namun bagaimanapun aku harus lebih teliti. Kubaca dengan cermat deretan kalimat-kalimat dibawah nama tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Nama… Rini Cahyani bin&amp;nbsp; Soewandi …..&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Soewandi ..? orang Jawa ? atau bahkan keturunan keraton Surakarta ?. Gimana kalo jadi nikah nanti, apa harus pakai adat jawa ? Ditonton ratusan orang di bangsal kencana ?. Memakai blangkon dan keris yang tersembunyi ? Wah ! Apa kata Dunia Islam nantinya ? Seribu satu pertanyaan yang kurang esensial mulai bersliweran mengganggu pikiranku. Aku beristighfar tiga kali. Nampaknya syaitan masih bersemangat untuk menunda-nunda azamku untuk menikah. Bisikannya yang bertabur keraguan itu harus segera kuenyahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillah. Mulai kubaca lagi deretan selanjutnya dengan lebih teliti. Tiap huruf, kata bahkan koma dan titik sangat menentukan !!.Semoga ustad lebih sabar menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tempat Tanggal Lahir… Magelang, 23 Juni 1978&lt;/i&gt;..&lt;br /&gt;Magelang ? Pasti suku Jawa. Aah.. bukan masalah besar. Toh aku tak pernah mencantumkan jenis suku pada daftar kriteria yang aku serahkan pada ustad. Apalagi orangtuaku paduan dinamis dari suku Melayu dan Bugis. Dan tak pernah kulihat ada pertikaian yang menyangkut SARA di rumahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagaimana kalau ortunya Kejawen ? Hiii…bagaimana kalau diharuskan mandi kembang tiap malam jumat nanti. Brrr…dingin.&amp;nbsp; Belum lagi nyuci keris dan seperangkat jimat tiap malam purnama ?. Wah, aqidah islamiyah dan dakwah bisa terancam nih. Apa kata Dunia Islam nanti ? Duh, pikiranku mulai ngelantur lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tahun kelahiran ? 1978 ? Dua tahun lebih muda dariku. Ini berarti ada&amp;nbsp; kesalahan. Apa mungkin ustad salah baca dengan permintaan tertulisku sepekan yang lalu ? atau&amp;nbsp; beliau punya penafsiran lain ?. Kalau tidak salah, yang aku tuliskan dan inginkan adalah minimal seusia dengan ku, atau jika memungkinkan lebih tua sekian tahun dariku.&lt;br /&gt;Ini bukan sok pahlawan sebagaimana sering dituduhkan beberapa ikhwah kepadaku. Ini masalah muyul akhi, begitu aku menjawab tuduhan tersebut. Selama ini aku cenderung mudah berinteraksi dengan orang-orang yang lebih dewasa dariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ini ? dua tahun lebih muda ? Bagaimana kalau masih kekanak-kanakan ? Bagaimana kalau ngajinya belum lurus ? Mengapa ustad memberi pilihan yang ini sih ?. Kembali si syaiton asyik membenamkan pikiranku di lumpur keraguan. Kenapa aku harus terpedaya lagi ? Tsiqoh pada ustad adalah pilihan terbaikku saat ini. Bisa jadi umurnya masih muda, tapi dewasa dalam memaknai hidup. Yah, semoga.&lt;br /&gt;Kulanjutkan mencermati barisan kalimat&amp;nbsp; selanjutnya di secarik kertas HVS tersebut,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Alamat&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; …. Perumahan Perwira TNI AL&amp;nbsp; Blok C 3 – Cilandak, Jakarta Selatan.&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;TNI AL dan Soewandi ? Putri seorang perwira militer ? Calon mertuaku seorang militer ? Apakah ia juga mendidik putrinya dengan gaya militeristik ?. Bagaimana kalau sang putri ternyata lebih militer dari orangtuanya ? Bagaimana kalau aku harus di uji dulu lewat adu fisik dengan salah seorang anak buahnya ? atau bahkan kakaknya barangkali ? Sebagaimana&amp;nbsp; kisah-kisah pendekar yang pernah aku baca di komik-komik waktu kecil dulu.&lt;br /&gt;Ah, tak perlu ragu. Ini Cuma bisikan setan. Sekarang bukan jaman purba yang mengandalkan otot dan kekerasan. Lagi pula, kalau memang diperlukan, minimal aku masih bisa bertahan dengan sisa-sisa kejayaan latihan thifan-ku di kampus dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku menoleh sebentar ke arah ustad Madani yang duduk di depanku. Nampaknya ia cukup paham dengan apa yang ada dipikiranku. Ia hanya tersenyum kecil, mengangguk, sedikit berdehem dan kembali larut dalam konsep khotbah Jum'at yang harus dibawakannya di Masjid UNJ besok siang.&lt;br /&gt;Aku pun kembali asyik menelaah deretan kalimat di secarik kertas, yang menurutku masih menyimpan berjuta misteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pendidikan .. Lulus S 1 Fakultas Sejarah Universitas Gajah Mada tahun 2001..&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Nah ! Ini sesuai dengan kriteria, non eksakta. Aku lulusan eksak, teknik Industri&amp;nbsp; dan ia anak sosial, non eksakta, insya Allah matching dan cukup mewakili konsep tawazun, Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Organisasi …Humas BEM, Keputian LDK, Remas, Pengajar TPA&amp;nbsp; dan bla…bla..bla.&lt;/i&gt;..&lt;br /&gt;Aktifis kelas berat ? Siapa takut. Bukankah masa lima tahun kuliah telah kuhabiskan di berbagai kegiatan-kegiatan kampus. Baik ekstra maupun intra kampus. Cara kerja, kuliah, belanja, dakwah dan pergaulan ala aktifis semua sudah 'mendarah daging' bagiku. So, kalau ketemu dengan aktifis yang satu ini, insya Allah tidak perlu susah beradaptasi. Semoga saja ya. Teriakku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pekerjaan .. Guru Tetap di SLTP Islam Terpadu Nurul Fikri Mata Pelajaran Sejarah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah .! Aku merasakan detak jantungku berjalan lebih cepat. Keringat dingin nampaknya akan menetes di dahiku. Wajahku tak ketinggalan ikut bereaksi. Tegang. Menambah&amp;nbsp; keterkejutan yang melahirkan kegelisahan baruku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pada waktunya ! Ustad Madani menoleh sejenak ke arahku. Dengan mudahnya ia bisa menangkap kegelisahan yang tersirat dari wajahku. Masih dengan tenang. sejuk dan senyuman khasnya, ia menegurku.&lt;br /&gt;" Ada yang mengganjal akhi ?"&lt;br /&gt;" Eeeng… ada.. Ustad, Anu… eee.. benarkah ukhti ini&amp;nbsp; salah seorang pengajar di SLTP IT Nurul Fikri, Depok ? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustad Madani membenarkan letak kacamatanya. Tanda rasa penasarannya mulai tergugah.&lt;br /&gt;" Ya, betul. Ukhti Rini baru dua minggu yang lalu diangkat sebagai pengajar tetap di sana. Sebelumnya, sudah tiga bulan ia mengajar sebagai guru honorer."&lt;br /&gt;" Tapi, ustad …. ", aku terhenti sejenak untuk mencoba lebih tenang.&lt;br /&gt;" Ada yang antum risaukan dengan status gurunya itu ?. Bukankah itu pekerjaan yang sangat mulia akhi Fajar ? ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pertanyaan yang wajar dan benar.&amp;nbsp; Tidak ada yang salah dengan status ukhti Rini sebagai pengajar. Tapi, pengajar di SLTPIT Nurul Fikri ? Mungkinkah ia dan keluarganya akan menerima pinanganku nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustad Madani mulai menyelidiki lebih dalam,&lt;br /&gt;" Atau Akh Fajar masih ragu untuk menikah ? Ingat akhi, usia antum lebih dari cukup lho..!"&lt;br /&gt;" Eh..bukan begitu Ustad. Masalah nikah kan sudah ana azamkan setahun yang lalu. Tapi masalahnya ukhti ini…. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustad Madani tampak tersenyum dan memotong dengan pelan,&lt;br /&gt;" Ukhti Rini insya Allah jauh lebih siap dari antum akhi. Ana tahu persis tetang dia.&amp;nbsp; So, what's the problem ?"&lt;br /&gt;" Ehm.. baiklah. Permasalahannya seperti ini Ustad, mungkin antum belum tahu. Awal bulan yang lalu perusahaan tempat ana bekerja bangkrut dan memecat semua karyawannya termasuk ana…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustad kembali menebak-nebak apa yang ada di benakku,&lt;br /&gt;" Jadi kembali ke masalah ma'isyah dan rizki nih … "&lt;br /&gt;" Bukan itu ustad, untuk pernikahan ini insya Allah ana masih ada simpanan….tapi&amp;nbsp; masalahnya .."&lt;br /&gt;"Iya,&amp;nbsp; Masalahnya ….."&lt;br /&gt;Aku menarik nafas dalam-dalam. Bicara sama ustad Madani harus jelas. Jangan sampai beliau salah tafsir.&lt;br /&gt;" Masalahnya Ustad…. , sudah satu minggu ini ana diterima bekerja di SLTP Nurul Fikri . Tepatnya,…eeng… sebagai petugas kebersihan sekolah …."&lt;br /&gt;Ah.. akhirnya.. keluar juga kelu dalam lisanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muka ustad Madani agak berubah. Kini beliau tahu permasalahanku sebenarnya. Yaitu….keenggananku sebagai seorang tukang sapu sekolah untuk bersanding dengan salah satu dewan gurunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***********&lt;br /&gt;Muka pria setengah baya di depanku masih datar. Hanya sesekali asap rokoknya menambah ketegangan dalam jantungku. Kolonel Soewandi namanya. Yah, akhirnya aku datang juga di rumahnya. Berbekal iman dan takwa, begitu kata ustad Madani setengah jam yang lalu. Sebelum melepasku pergi untuk sebuah mission imposible ini. Baru kali ini aku meminang, putri solo, anak perwira militer lagi ! Ya Rabb !&lt;br /&gt;" Jadi, Nak Fajar lulusan Teknik Industri UI tahun kemarin ya….wah.. hebat. Ya…Terus, sekarang kerja di mana …? Perusahaan Asing atau di BUMN semacam Pertamina, Telkom, PJKA… atau malahan di Bulog ? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan Asing ? BUMN ? .Gubraaaak ! Seolah kepalaku tertimpa dua batu bata yang di lempar dari arah berlawanan. Yang satu tepat mengenai wajahku, sementara sisanya tepat mengenai tengkorang belakangku. Uugh !&lt;br /&gt;" Ah.. tidak juga Pak. Sebelumnya saya sempat kerja di perusahaan Farmasi. Tapi sekarang saya satu kantor dengan Rini, putri Bapak .. "&lt;br /&gt;" Oooo….di mana itu… SLTP Nurul Fikri ya….bagus..bagus… cinta lokasi nih ceritanya ? ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Soewandi sedikit tersenyum menggoda. Bagiku malah tambah menyeramkan. Cinta lokasi ? Memangnya saya aktor. Dan sejak kapan putrinya main film ?. Nah, Pertanyaan selanjutnya bisa di tebak …..Bismillah. Aku akan menjawabnya..meski kemungkinan terburuk aku mungkin akan di usir. Innallaha ma'ana.&lt;br /&gt;" Di sekolah, nak Fajar ngajar mata pelajaran apa ?. Kalau lihat latar belakang akademis, kalau Bapak nggak salah…pasti Matematika atau Fisika ya ..? "&lt;br /&gt;" Eee… tidak juga Pak. Saya belum mengajar. Saya masih ditempatkan di bagian Umum, dibawah koordinasi bidang Tata Usaha……"&lt;br /&gt;" Wah .. Bapak jadi bingung. Maksud nak Fajar jadi dewan Pengawas gitu…konkritnya gimana……. ? "&lt;br /&gt;" Engg…Tepatnya….saya jadi petugas kebersihan sekolah Pak ! "&lt;br /&gt;" Apaaaa ? Petugas kebersihan sekolah !!!!! "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa detik berlalu dengan cepat. Diam. Tak ada suara dan gerakan sedikitpun keluar dari sosok berwibawa di hadapanku. Hanya bola matanya yang terus menatap tajam ke arahku. Mungkin ada yang janggal di wajahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam dan bisu. Seolah kami telah bersepakat sebelumnya.&lt;br /&gt;Terlambat, sudah kepalang basah. Sudah terlanjur aku melangkah. Tak mungkin aku melarikan diri saat ini. Bisa-bisa, satpam rumah akan membekukku dengan bangga. Atau kemungkinan lain, bisa jadi Kolonel Soewandi sudah siap dengan pistol Bareta-nya, dan dengan mudah ia akan melumpuhkan kedua kakiku, sebagaimana sering kulihat saat liputan kriminal penangkapan bandar narkoba di televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngawur ! Kenapa aku masih suka ngelamun di saat-saat menentukan seperti ini ? Allahu akbar. Aku berseru dalam hati memohon kekuatan.. Apapun yang terjadi setelah ini, aku siap menerima kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Kaaak Fajaaaaar, hayoooo ngalamun dedee ya ? Kapan kita berangkat ke sekolah nih&amp;nbsp; ? “&lt;br /&gt;Astagfirullah ! Suara manja Rini, istriku, membangunanku dari lamunan yang menegangkan. Sementara tangan kananku masih setia dengan dua lembar kertas sumber lamunanku, beberapa menit yang lalu. Ah, terlambat ! Ketahuan ! Dua mata indah istriku menangkap cepat ke arah dua carik kertas di tangan ku.&lt;br /&gt;“ Eh, lagi baca apaan Kak ? hayooo….biodata dedee pas taaruf yaa ? Ngakuuu ? Pasti tadi lagi ngalamun aku too. .Nggak papa kok, Istrimu ini pantes kok buat bahan ngalamun…”. &lt;br /&gt;“ Adaaaaaw !!! “. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini aku kalah sigap. Cubitan mesranya tepat menghujam pipi kananku. Istriku terus menggodaku manja, sementara rona merah biru kembali melanda raut mukaku. Enam bulan paska walimah, suasana bulan madu tetap abadi di rumah ini.&lt;br /&gt;“ Dee… kakak mau tanya serius nih, boleh ? “&lt;br /&gt;“ Serius ??? ada apa kak ? boleh nooo… aku kan istrimu… mitsaqon gholidzo…inget lo kak .. “&lt;br /&gt;“ Dee.. kalo boleh tahu, Bapak pernah cerita nggak sama dedee sebab beliau nerima kakak sebagai menantunya yang petugas kebersihan sekolah ? “&lt;br /&gt;“ Ooo… itu too yang dilamunin tadi…? “&lt;br /&gt;“ Dan tahu nggak ? Pas kakak bilang pekerjaan kakak tukang sapu… Bapak tuh sempat diam lamaa gitu… menatap tajam wajah kakak, sebelum akhirnya menyuruh kakak datang seminggu lagi… “&lt;br /&gt;“ Lha iya jelas Kak, lha wong salah satu pertimbangan Bapak nerima kakak kan wajah kakak ? “&lt;br /&gt;Bola mataku melebar. Ingin rasanya saat ini menyambar sebingkai cermin di ruang tengah, sekedar untuk meyakinkan hatiku tentang kebenaran ucapan istriku barusan.&lt;br /&gt;“ Lho Kok ? Maksud dedee pasti Bapak yakin yaa kalo wajah kakak bisa memperbaiki keturunan keluarga Raden Soewandi ? “&lt;br /&gt;“ Yeee…. GR banget nih Kakak ! Bukan itu maksudnya….Sebelum walimah, Bapak dulu pernah cerita ke dedee… Katanya, beliau nerima kakak tuh karena pas merhatiin wajah kakak kok kayaknya persis Letnan Mahmud, komandan peleton Bapak pas operasi integrasi Timor-Timur tahun&amp;nbsp; 1975… Nah ceritanya.. Letnan Mahmud tuh yang nyelamatin Bapak dari berondongan peluru saat terjadi kontak peluru dengan milisi Freetilin yang brutal ! “&lt;br /&gt;Kembali dua bola mataku melebar.&lt;br /&gt;“ Wah…heroik banget ya, jadi ceritanya Bapak mengira saya anak Letnan Mahmud , trus mau balas jasa gitu yaa ? “&lt;br /&gt;“ Bukan, Letnan Mahmud justru meninggal tertembak peluru musuh sesaat setelah menyelamatkan Bapak…. Mungkin Bapak agak tersentuh melihat wajah kakak yang persis Letnan Mahmud, dan ingin terus mengenangnya dengan menjadikan kakak sebagai menantunya .gitchuuu…..”&lt;br /&gt;“ Oooooo… alah alaaaaaah…..Trus sekarang gimana ? “&lt;br /&gt;“ He..he…Sekarang ? Bapak pernah bingung lho, dan bilang sama dedee…sekarang kok suamimu jadi nggak mirip sama Letnan Mahmud yaa ? “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hem.. Aku tersenyum dalam ketenangan. Tidak salah dan tidak ragu lagi. Ini semua pertolongan Allah. Bahkan bukan saja saat diterimanya pinanganku oleh Kolonel Soewandi. Satu bulan setelah pernikahan, pihak sekolah mengangkatku jadi tenaga pengajar.&amp;nbsp; Dan Alhamdulillah, sepekan yang lalu, aku resmi jadi guru tetap bidang Fisika di SLTPIT Nurul Fikri !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Subhanallah, Walhamdulillah wa laa ila ha illa Allah !! Aku merenung lebih jauh atas segala yang kulalui saat proses menuju gerbang pernikahan. Jika seseorang telah berazam, dan meninggalkan segala keraguan, Allah pasti akan memudahkan ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak ? Bagaimana mungkin aku yang berambut lurus, berhidung standar pribumi,&amp;nbsp; bisa serupa dengan Letnan Mahmud yang berambut cepak, dan keturunan Pakistan ? Subhanallah !&lt;br /&gt;“ Kaaaak ! berangkat sekarang yuuk, udah jam setengah tujuh loo …”&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; "Iyyyaaaaa…!!!"&lt;br /&gt;Sejurus kemudian, Istriku sudah sigap menodongkan kunci sepeda motor tepat ke arah keningku&lt;br /&gt;. Dor ! &lt;br /&gt;Tiba-tiba wajahku memerah kembali. Ada yang mendarat telak di pipi kananku. Kali ini bukan cubitan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;( selesai)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-7565671919126681420?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/7565671919126681420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=7565671919126681420' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/7565671919126681420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/7565671919126681420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/01/selamat-tinggal-keraguan.html' title='Selamat Tinggal Keraguan'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S0XEtdHW3JI/AAAAAAAAAbs/jPcEscPMyYU/s72-c/muslim-wedding_64.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-39717069642347907</id><published>2010-01-03T06:33:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:04:49.329+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my books'/><title type='text'>Agar Ngampus Tak Sekedar Status ( Resensi dari sahabat blogger)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/Sz_W0KLk-iI/AAAAAAAAAbk/zwsPPJS2YgI/s1600-h/ngampus.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/Sz_W0KLk-iI/AAAAAAAAAbk/zwsPPJS2YgI/s200/ngampus.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Tanpa terasa bulan telah berlalu membawa pergantian tahun yang baru. Dari Dzulhijjah ke Muharrom 1431, dari Desember ke Januari 2010. Banyak tanggal merah bermunculan setiap Jumat, mengantarkan saya pada sebuah kesibukan yang beragam. Dari mulai menyempatkan diri untuk bersilaturahmi ke orangtua tercinta di Kudus, memenuhi beberapa panggilan ceramah di luar kota, hingga mengajak jalan-jalan anak istri tercinta di sela-sela liburan. Belum lagi hari-hari ini persiapan menunggu kelahiran putra ketiga kami -insya Allah- diperkirakan awal Januari 2010 ini. Semoga diberikan kelancaran dan keberkahan. Atas dasar itu semua, mohon maaf belum bisa menyapa sahabat blogger optimis dengan tulisan-tulisan terbaru kami. Sebagai gantinya, kami hadirkan sebuah resensi buku kami " Agar Ngampus tak Sekedar Status" dari sahabat blogger &lt;a href="http://thickozone.blogspot.com/"&gt;Etika Suryandari&lt;/a&gt;, yang mengikuti Lomba resensi buku Indiva Media Kreasi pada akhir 2008 yang lalu. Selamat menikmati dan terinsipirasi. &amp;nbsp;&lt;b&gt; &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;RESENSI BUKU&lt;br /&gt;Judul : Agar Ngampus Tak Sekadar Status&lt;br /&gt;Penulis : Rabi’ah al-Adawiyah dan Hatta Syamsuddin&lt;br /&gt;Penerbit : Indiva Publishing&lt;br /&gt;Tahun Terbit : 2008&lt;br /&gt;Tebal : 216 halaman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia dibekali Allah SWT dengan berbagai kelebihan dan kekurangan. Pada dasarnya manusia mempunyai banyak potensi kecerdasan, hanya saja tidak semua manusia mampu mengelola potensinya tersebut dan menjadikannya sebagai bekal untuk sukses. Sukses adalah suatu pilihan. Banyak jalan untuk menuju kesuksesan. Salah satu jalan kesuksesan bisa ditempuh melalui dunia kampus dengan menyandang predikat sebagai mahasiswa. Dalam buku ini disajikan banyak pencerahan sebagai bekal untuk mengarungi dunia kampus mulai dari pemilihan fakultas di universitas yang sesuai dengan tipe kecerdasan dan minat bakat kita serta berbagai strategi sukses lolos ujian seleksi masuk Perguruan Tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, di buku yang tidak begitu tebal ini juga diuraikan tentang tips memilih tempat kos. Memilih kos, bagi mahasiswa dari luar kota (rantau) menjadi suatu hal yang sangat penting karena kos akan sangat mempengaruhi dirinya. Memilih kos tidak hanya sekedar bagus harga dan fasilitasnya, tapi juga bagus kondisi lingkungan dan penghuninya. Kos juga menjadi media yang efektif untuk bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain yang memiliki karakter yang beragam. Kos tidak hanya sebagai rumah kedua yang digunakan untuk makan dan tidur, tapi juga sebagai tempat untuk mengasah dan membentuk pola pikir, kedewasaan, dan perilaku kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini juga membahas berbagai masalah yang sering dialami mahasiswa ketika mengawali kiprahnya di dunia kampus. Ketika sudah menjadi mahasiswa baru, biasanya digelar acara OSPEK. Akan tetapi, mahasiswa baru sering menilai bahwa OSPEK identik dengan kekerasan dan perploncoan. Memang, OSPEK seperti itu masih didapati di beberapa kampus, tapi banyak juga kampus yang mulai meninggalkan OSPEK seperti itu yang hanya terkesan sebagai ajang balas dendam dan senioritas. OSPEK yang edukatif, sarat muatan intelektual dan kreativitas tentunya akan lebih banyak mendatangkan manfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIDUP MAHASISWA!!! Dua kata sarat makna yang sering diteriakkan dengan semangat bergelora. Seorang mahasiswa mempunyai kedudukan yang istimewa dalam masyarakat terutama perannya sebagai agent of change (agen perubahan). Oleh karena itu, dibutuhkan mahasiswa yang tidak hanya berkutat di kampus, kos, dan kantin tanpa berkontribusi nyata, tapi mahasiswa yang unggul dalam berbagai bidang, baik bidang akademis maupun nonakademis, mahasiswa yang mempunyai nilai Indeks Prestasi (IP) tinggi dibarengi dengan keunggulan dalam bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain, mahasiswa yang berhasil mengembangkan soft skill-nya, serta mahasiswa yang mampu memposisikan dirinya sebagai problem solver (penyelesai masalah), bukan trouble maker (pembuat masalah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada buku ini juga dituliskan bahwa ada yang harus berubah ketika kita berada di sebuah institusi pendidikan paling tinggi (Perguruan Tinggi). Salah satu hal yang harus kita ubah adalah makna belajar. Kita dihadapkan pada dua pilihan, yaitu menjadi pembelajar ataukah menjadi pengumpul nilai. Seorang pembelajar akan sangat menghargai setiap hal yang didengar, dirasa, dan dipikirkan. Pembelajar tidak pernah merasa dirinya sudah “pandai”. Sebaliknya, seorang pengumpul nilai akan merasa “puas” jika berhasil mendapat nilai A atau B tidak peduli apakah untuk memperolehnya harus dengan kecurangan sekalipun. Nilai yang bagus tapi dengan proses yang tidak halal memberikan dampak yang tidak baik saat terjun di masyarakat, karena itu sebagai mahasiswa jangan hanya memburu nilai yang bagus. Segala sesuatu jangan hanya dilihat dari hasilnya tetapi lihatlah dari prosesnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampus tidak pernah sepi dari para aktivisnya. Orang-orang yang dalam perkembangannya menjadi mahasiswa memiliki ketertarikan untuk “berbuat lebih” dari sekedar memajukan diri sendiri lewat Indeks Prestasi (IP). Aktivis kampus, secara sederhana dapat diwakilkan pada orang-orang yang secara langsung atau tidak langsung menceburkan dirinya pada organisasi-organisasi di kampusnya, baik internal (UKM, BEM, Dewan Mahasiswa, dll) dan eksternal (pergerakan mahasiswa, ormas, dan organisasi di luar kampus). Aktif di kampus akan mendatangkan banyak manfaat, antara lain dapat menambah teman, mencari pengalaman, sarana optimalisasi masa studi, tempat untuk mempertahankan idealisme serta mengubah cara berpikir, dan lain sebagainya. Dalam buku ini juga disertakan berbagai tips dalam memilih aktivitas di kampus yang sesuai dengan minat bakat kita. Selain itu, dalam buku ini juga terdapat tips dan trik kuliah di luar negeri juga daftar perguruan tinggi favorit. Dengan membaca buku ini, pembaca akan mendapat gambaran tentang keuntungan dan kelemahan kuliah di luar negeri serta cara agar bisa kuliah di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini sangat cocok dibaca oleh mereka yang akan maupun sedang kuliah di Perguruan Tinggi. Sayangnya, penulis buku ini kurang menggunakan bahasa tulisan yang komunikatif sehingga terkesan resmi dan kaku. Kupasan masalah yang hanya disajikan sekilas membuat pembaca tidak puas dan penasaran. Terlepas dari semua kekurangan yang ada dalam buku ini, penulisnya sudah berusaha memberikan yang terbaik bagi para pembaca. Semoga kehadiran buku ini mendatangkan manfaat besar bagi kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28 September 2008&lt;br /&gt;&lt;a href="http://thickozone.blogspot.com/"&gt;Etika Suryandari&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-39717069642347907?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/39717069642347907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=39717069642347907' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/39717069642347907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/39717069642347907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2010/01/agar-ngampus-tak-sekedar-status-resensi.html' title='Agar Ngampus Tak Sekedar Status ( Resensi dari sahabat blogger)'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/Sz_W0KLk-iI/AAAAAAAAAbk/zwsPPJS2YgI/s72-c/ngampus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-4424526922522228148</id><published>2009-12-30T15:53:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:10:17.245+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku gratis'/><title type='text'>buku gratis bulan desember 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/S11fh4hg11I/AAAAAAAABuQ/TuNdOD-J_9k/s1600-h/wm.php.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 87px; height: 119px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/S11fh4hg11I/AAAAAAAABuQ/TuNdOD-J_9k/s200/wm.php.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5430601761391957842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/S11fhbzKepI/AAAAAAAABuI/Ht8ydyZ7ohY/s1600-h/ddberdarah_cover.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 78px; height: 112px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/S11fhbzKepI/AAAAAAAABuI/Ht8ydyZ7ohY/s200/ddberdarah_cover.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5430601753681361554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/S11fhDEKB6I/AAAAAAAABuA/WSNSxyY6JhI/s1600-h/100_5944.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 133px; height: 114px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/S11fhDEKB6I/AAAAAAAABuA/WSNSxyY6JhI/s200/100_5944.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5430601747041748898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Rata Penuh" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="http://www.blogger.com/img/blank.gif" alt="Rata Penuh" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/S11dTDF9HmI/AAAAAAAABt4/KRS4hxbPUiM/s1600-h/heavens+net+is+wide_1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 102px; height: 141px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/S11dTDF9HmI/AAAAAAAABt4/KRS4hxbPUiM/s200/heavens+net+is+wide_1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5430599307507867234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Buku itu ibarat mata, yang bisa menuntun kita melihat dunua. Itulah slogan "blog etalasebuku" ini. Kenapa aku memberi slogan itu di blog ini? Ada dua (2) alasan. Pertama, buku --dalam sejarah perjalanan hidupku-- telah mengantarkanku memiliki tekat kuat -untuk meninggalkan kampung halamanku. Dari lembaran kitab-kitab kuning klasik, aku mendapat sebuah kesadaran akan pentingnya sebuah ilmu. Kedua, dari buku pula aku memiliki sebuah mimpi, kelak suatu hari akan bisa pergi keliling dunia. Aku tak hanya mendengar cerita tentang negeri di ujung dunia lewat buku saja, tetapi ingin melihat secara langsung. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/S11dSzk26pI/AAAAAAAABtw/RMbwceA0i80/s1600-h/dastan_Stolen-Innocence.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 73px; height: 112px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/S11dSzk26pI/AAAAAAAABtw/RMbwceA0i80/s200/dastan_Stolen-Innocence.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5430599303342516882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Semoga!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/S11dSdtMrrI/AAAAAAAABto/r5J7xfbp9sM/s1600-h/dastan_Golden-Buddha.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 71px; height: 114px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/S11dSdtMrrI/AAAAAAAABto/r5J7xfbp9sM/s200/dastan_Golden-Buddha.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5430599297471917746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;D&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;an di bulan ini, aku mulai kembali merajut mimpi meski &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;hanya baru sebatas menyusun "tumpukan buku" yang aku dapatkan (secara gratis) dari beberapa kenalan, penerbit dan teman dekat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;01. Stolen Innocence, Elissa Wall &amp;amp; Lisa Pilitzer (Dastan Book, Jakarta 2009)&lt;br /&gt;02. Golden Budha, Clive Cussler (Dastan Book, Jakarta 2009)&lt;br /&gt;03. Dendam Dinasti Berdarah, John Simon (Akoer, Jakarta 2009)&lt;br /&gt;04. Kisah Klan Otori: Heaven’s Net is Wide, Lian Hearn (Matahati, Jakarta 2009)&lt;br /&gt;05. Selalu Membaca Pasar &amp;amp; Menang&lt;br /&gt;, George Soros (Daras Book, Jakarta 2009)&lt;br /&gt;06. Zionisme &amp;amp; Keruntuhan Amerika, James Petras ((Daras Book, Jakarta 2009)&lt;br /&gt;07. Terapi Kekuatan Pikiran, Marc Salim (Daras Book, Jakarta 2009)&lt;br /&gt;08. Silver Phoenix, Cindy Pon (Mahda Books, Jakarta 2009)&lt;br /&gt;09. Kasmaran: Sebuah Memoir Cinta, dituturkan kembali oleh Kafi Kurnia dan Dwitri Waluyo (Akoer, Jakarta 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk penerbit dan teman yang telah mengirim buku-buku di atas, aku ucapkan banyak terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Condet, 30 Desember 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-4424526922522228148?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/4424526922522228148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=4424526922522228148' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/4424526922522228148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/4424526922522228148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2009/12/buku-gratis-bulan-desember-2009.html' title='buku gratis bulan desember 2009'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/S11fh4hg11I/AAAAAAAABuQ/TuNdOD-J_9k/s72-c/wm.php.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-3676939929687777521</id><published>2009-12-28T11:45:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:04:49.346+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my books'/><title type='text'>Hadiah Resensi dari seorang Sahabat</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/Szg5ZEx0ObI/AAAAAAAAAaw/laRIpKmGpT8/s1600-h/mybooks.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/Szg5ZEx0ObI/AAAAAAAAAaw/laRIpKmGpT8/s320/mybooks.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Alhamdulillah, pekan ini mendapat sedikit angin segar, Seorang yang terkesan dengan buku saya Muhammad SAW the Inspiring Romance, berkenan menuliskan sebuah resensi sederhana dalam bentuk&amp;nbsp; note di jejaring pertemanan dunia maya : facebook. Sengaja kami pindahkan di sini, agar sahabat blogger optimis lainnya bisa ikut sedikit mengintip salah satu buku yang sudah saya tulis. Harapannya, itung-itung sekalian promosi. Selamat menyimak dan semoga terkesan untuk memfollow up dengan membeli. Salam optimis ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sedikit Oleh-Oleh Habis Baca Buku “The Inspiring Romance”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh : Mochamad Husni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romantisme biasanya lekat dengan Barat dan modern. Ambil contoh Paris. Ibukota Perancis ini dikenal sebagai kota cinta dan kota paling romantis di dunia. Valentine, Romeo and Juliet, seluruhnya tidak identik dengan Timur, apalagi Islam. Jarang, bahkan mungkin terasa amat mengherankan ketika disebutkan bahwa dunia Islam juga menorehkan sejarah dan romantisme yang sangat hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, ketika ada sebuah buku yang mengulas hadits-hadits sahih bukti romantisme nabi, sejatinya buku itu akan sangat menarik perhatian. Malah, kehadirannya sungguh dibutuhkan saat ini. Paling tidak, di samping menjadi referensi yang Islami, para pembacanya dapat menemukan trik-trik untuk menghindarkan diri serta melindungi keluarganya dari ancaman kehancuran rumah tangga yang datangnya tak disangka-sangka. Bukan apa-apa, sekuat-kuatnya godaan dari luar, yang jauh lebih penting sebagai benteng pertahanan rumah tangga adalah harmoni suami istri. Salah satunya: dengan romantisme yang tak pernah padam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, rasa cinta itu memang perlu terus dibakar agar tetap menyala dan menghangatkan rumah tangga. Di sinilah arti penting buku ”Muhammad SAW, The Inspiring Romance” yang ditulis Hatta Syamsuddin Lc. Simak saja beberapa ide dari total 40 inspirasi yang dilengkapi hadits-hadits dan kisah yang kabarnya terkumpul secara tak sengaja karena didorong keingintahuan sarjana lulusan fakultas syariah Universitas International Afrika ini menemukan jejak-jejak romantisme ala rosululloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa diantaranya: “Cucilah pakaianmu wahai para lelaki, ambillah (cukurlah) sebagian rambutmu, bersiwaklah kamu, berhiaslah dan bersucilah, karena Bani Israil tidak melakukan ini padahal istri-istri mereka berhias”. Hadits yang diriwayatkan HR Ibnu Sakir ini mengajarkan para suami untuk menjaga penampilan, baik pakaian, rambut, kumis, jenggot dsb. Jangan acuh, karena tampilan inilah yang ditatap oleh mata pasangan Anda. Meski sederhana, ia bisa menggetarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau juga hadits berikut ini. Dari Miqdad bin Ma’ad ra, Rosululloh SAW mengajarkan, ”Apabila seseorang mencintai saudaranya, hendaklah ia memberitahu kepadanya bahwa ia mencintainya. (HR Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad. Hadits ini mengingatkan kita untuk tak pernah bosan mengungkapkan kata cinta. Meskipun cinta bukan sekadar kata, namun ia tetaplah membutuhkan sebuah pengakuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak lagi contoh lain yang telah nabi praktekkan dalam membuat hati istri beliau tergetar dan merasakan cinta yang tak pernah dingin. Ada kisah yang mencontohkan betapa perlunya sesekali makan bersama dalam satu piring. Ada juga inspirasi dari satu hadits berikut yang sudah cukup populer disebutkan dalam kisah-kisah percintaan nabi. ”Adalah aku pernah mandi bersama Rosululloh dari satu bejana antara aku dan beliau...” Hadits yang diriwayatkan Aisyah ra ini juga mencontohkan bahwa mandi bareng bisa memicu kehangatan ikatan suami istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi hadits-hadits lain yang dipaparkan. Efek psikologis penulis yang masih relatif muda menjadi kekuatan tersendiri buku setebal 304 halaman terbitan Indiva Media Kreasi tahun 2007 ini. Inspirasinya sangat kontemporer dan gaul. Cocok dijadikan referensi oleh setiap pasangan yang baru menikah. Jurusnya tak butuh modal besar. Rasanya, unsur kemahasiswaan saat buku ini diselesaikan membuat penulisnya justru kreatif menggali ide serta mengadaptasi praktek yang pernah diterapkan nabi. Maka, tertulislah ide-ide cerdas nan produktif semisal, diskusi dan sharing buku bacaan, saling mengajarkan dan bertukar keterampilan, merangkai puisi dan untaian kata mesra, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak kalah menarik, bukan hanya kreatifitas dalam menghangatkan rumah tangga. Sebagai sebuah buku dakwah, penulis mengarahkan pembacanya untuk meletakkan cinta keluarga di tempat yang sepantasnya. Untuk ini hadits yang cukup mewakili berbunyi, ”Sesungguhnya cinta mulia berasal dari iman”. Karena itu, pekerjaan berat dan indah dalam seluruh aktivitas cinta keluarga haruslah berpengaruh pada peningkatan keimanan si pencinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaulah ingin disebutkan kekurangan, sayangnya buku ini tidak memberi perhatian khusus pada isu seputar poligami. Padahal, tiap kali masalah rumah tangga dikaitkan dengan dunia Islam, tudingan miring yang dilandasi kecurigaan atas kecurangan dan ketidakseimbangan posisi laki-laki terhadap perempuan selalu muncul. Apalagi, istri-istri nabi juga menghadapi kendala-kendala emosional seperti cemburu dan semacamnya. Pertanyaannya, bukan sekadar bagaimana hadits-hadits nabi mencontohkan management cinta pada beberapa pasangan, tetapi juga bagaimana agar para lelaki tidak asal mengutip ”sunnah rosul” untuk membenarkan poligami yang mereka lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note: Pro Ustadz Hatta,&lt;br /&gt;afwan ya akh... resensi kecil2annya baru sempat saya ketik. Semoga bukunya makin banyak dibaca dan terus berkarya lagi.Syukron&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber &lt;a href="http://www.facebook.com/mochusni?ref=mf"&gt;MOCHAMMAD HUSNI on FB&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-3676939929687777521?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamam-malang.blogspot.com/feeds/3676939929687777521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7207070307652449285&amp;postID=3676939929687777521' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/3676939929687777521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7207070307652449285/posts/default/3676939929687777521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamam-malang.blogspot.com/2009/12/hadiah-resensi-dari-seorang-sahabat.html' title='Hadiah Resensi dari seorang Sahabat'/><author><name>Ama'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_V7GqbY8rcmg/SKrNRkDLDkI/AAAAAAAAASE/xQfemVD0zPs/S220/fariz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/Szg5ZEx0ObI/AAAAAAAAAaw/laRIpKmGpT8/s72-c/mybooks.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7207070307652449285.post-2990940924050690442</id><published>2009-12-27T21:26:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T01:06:43.575+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kung fu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='karate'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='martial art'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tae kwon do'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='judo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cd beladiri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Human weapon'/><title type='text'>Human Weapon - Tehnik Beladiri Mematikan dari seluruh dunia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Human Weapon&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tehnik Beladiri Mematikan dari seluruh dunia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/Sx2kwI18dNI/AAAAAAAAEDk/jQ479d-S_GE/s1600-h/jurus+maut.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 103px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/Sx2kwI18dNI/AAAAAAAAEDk/jQ479d-S_GE/s320/jurus+maut.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412663474083624146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/Sx2kwVp3ggI/AAAAAAAAEDs/leU7ls5-1Vk/s1600-h/jurus+mematikan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 103px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/Sx2kwVp3ggI/AAAAAAAAEDs/leU7ls5-1Vk/s320/jurus+mematikan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412663477522629122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/Sx2kxH_8ZmI/AAAAAAAAED8/eTFJJmTYpbA/s1600-h/kuncian+dan+bantingan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 103px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/Sx2kxH_8ZmI/AAAAAAAAED8/eTFJJmTYpbA/s320/kuncian+dan+bantingan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412663491036997218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/Sx2nI-8CE7I/AAAAAAAAEEE/PEhEqnKVYBI/s1600-h/pukulan+ampuh.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 103px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/Sx2nI-8CE7I/AAAAAAAAEEE/PEhEqnKVYBI/s320/pukulan+ampuh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412666099944788914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/Sx2kvtPLS6I/AAAAAAAAEDc/EIuShODtMi8/s1600-h/human+weapon.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 103px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/Sx2kvtPLS6I/AAAAAAAAEDc/EIuShODtMi8/s320/human+weapon.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412663466673261474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/Sx2nJxuhlPI/AAAAAAAAEEc/l9q9kV31zxA/s1600-h/tehnik+mematikan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 103px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_djGK3uFWyQI/Sx2nJxuhlPI/AAAAAAAAEEc/l9q9kV31zxA/s320/tehnik+mematikan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412666113578341618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Boleh dikatakan seni bela diri terdapat di hampir setiap negara. Mulai dari India dengan Kalaripayat - nya, Indonesia dengan Silat, Thailand dengan Muay thai, Korea dengan Taekwondo, China dengan Kungfu, taichi, baji quan. Jepang dengan Aikido, Judo, Karate, kempo, jiujitsu. Perancis dengan savate, Rusia dengan Sambo, Philipina dengan Eskrima, Israel dengan Krav Maga dan masih banyak tehnik beladiri lainnya. &lt;br /&gt;Tehnik beladiri ini disajikan dalam tampilan 3D, step by step yang dapat ditiru secara mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Download :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/118706259/39a0d41/Human_Weapon_Marine_Martial_Ar.html?err=no-sess"&gt;Rolling Knee Bar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/118709145/4912de24/Human_Weapon_-_Krav_Maga_-_Bur.html?s=1"&gt;Krav Maga - Bursting&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/118704881/1f71b663/Human_Weapon_-_Tae_Kwon_Do_-_T.html?s=1"&gt;Tae Kwon Do - Tornado Kick&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/118719242/e850dc6e/Human_Weapon_-_Judo_-_Tomoe_Na.html?s=1"&gt;Judo - Tomoe Nage&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/118722588/31de9128/Human_Weapon_Kung_Fu_-_Wing_Ch.html?s=1"&gt;Kung Fu - Wing Chun Punch&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/119124247/5dde6245/_2__Human_Weapon_-_Karate_Body.html?s=1"&gt;Karate Body Punch&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang sungkan download dan ingin punya CD-nya aku telah sediakan, klik saja di &lt;a href="http://kirara-shop.blogspot.com/2009/12/cd-human-weapon-tehnik-maut-beladiri.html"&gt;www.kirara-shop.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7207070307652449285-2990940924050690442?l=hamam-malang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' typ
